Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
75. Wendigo


__ADS_3


Estrid kembali log-in, setelah membereskan semua perlengkapan dia kemudian menutup lubang yang dia gali dengan mengisinya menggunakan balok tanah.


Setelah menutup goa kecil Estrid hendak melanjutkan perjalanannya, namun tato yang sudah menutupi seluruh lengan dan menjalar ke lebarnya mulai menyala, menandakan jika ujian harian akan segera dimulai.


“Baru juga log-in sudah disuruh berperang.” kata Estrid yang mau tidak mau harus mempersiapkan dirinya.


Berpindah ke tempat yang lebih terbuka Estrid menanti kedatangan lawannya hari ini. Dari mini map Estrid melihat titik merah yang mulai berjalan kearahnya.


Melihat lawan telah datang Estrid mempererat genggaman tangan kanan yang membawa kapak, sementara perisai guardian sudah bersiaga di lengan kiri.


“Satu lawah, ini akan merepotkan.” kata Estrid.


Selama beberapa hari dia menjalani uji calon Einherjer, Estrid menyadari jika hanya ada dua mode dalam ujian yaitu satu lawan satu dan satu lawan sauad.


Mode satu lawan satu bisanya yang paling Estrid benci karena lawannya hanya satu orang namun levelnya akan dua kali lebih besar dari miliknya. Sementara walaupun satu lawan squad akan merugikan Estrid dalam jumlah tapi setidaknya dia bisa membunuh lawan-lawannya satu persatu.


“Satu lawan squad juga memiliki keunggulan sendiri yaitu aku bisa panen material yang sangat melimpah.”


Tiba-tiba angin dingin bertiup kencang, badai salju membuat pandangan Estrid terganggu. Lalu dari kejauhan wanita itu dapat melih bayangan hitam tengah menatap dirinya. Api hijau berkobar di tubuhnya, terlihat begitu mengancam.


[Akar busuk pohon dunia LV 40]


“Akar busuk lagi, itu seperti yang aku lawan saat pertama kali melakukan ujian calon Einherjer.”


Estrid dan makhluk itu saling menatap ditengah badai salju, hingga beberapa saat kemudian keduanya berlari bersamaan menuju satu sama lain.


Groouur!


“Hiyaaaa!”


Braaak!


Monster itu menggunakan tangan hendak mencakar lawannya, tapi Estrid dengan sigap mengikisnya menggunakan guardian shild sembari mengaktifkan kemampuan counter. Hasilnya tangan hitam monster itu terpental mundur.


Mendapatkan counter sempurna membuat monster itu terkena efek kejut yang membuat tubuhnya sulit digerakan selama beberapa saat.


Tidak membuang kesempatannya, Estrid segera mengayunkan kapak di tangan kanan yang telah dialiri arus listrik.


Jdaaar!


Graooor!

__ADS_1


Kapak Estrid mengenai pinggang monster yang mengakibatkan luka parah. Tapi walaupun dia melakukannya dengan cukup keras, kesehatan monster yang berhasil Estrid kikis hanyalah sebesar satu persen.


Akibat serangan itu efek kejut yang diderita monster menghilang. Dia langsung balik menyerang. Sebuah tendangan cepat datang kearah perut, Estrid segera menangkisnya.


Dooong!


Tendangan kuat itu membuat Estrid melayang terdorong mundur beberapa meter, hingga akhirnya dia berhenti setelah kakinya menginjak tanah menahan daya dorong dari satu tendangan si monster.


[Melawan musuh kuat, efek Gelar Giant Killer aktif]


“Tsk, telat seperti bias.”


Dari adu serangan itu Estrid kehilangan 15 persen kesehatan walaupun dia sudah menahan serangan monster dengan perisai. Estrid memperhatikan monster lebih detail, dengan kepala tengkorak bertanduk seperti rusa sementara kulitnya terbuat dari kulit pohon.


“Bukankah dia seperti Wendigo?.” Estrid teringat pada cerita arwah jahat dari Amerika.


Monster itu kembali datang menyerang, sementara Estrid mengaktifkan kemarahan Viking yang membuat skill Viking Axe art sudah bisa ia gunakan.


Estrid mengisi energi Mana dan daya listrik kedalam kapak, lalu saat mengayunkan kapak itu sebuah gelombang tebasan melesat kearah monster. Tapi sayangnya monster berharga menghindari gelombang tebasan selebar lima meter dengan melompatinya.


Gelombang tebasan mengenai tebing sejauh satu kilometer dari Estrid berada. Terjadi ledakan besar disertai kilatan listrik yang menyambar menghancurkan tebing. Melihat kekuatan tebasan yang berasal darinya, Estrid berpikir apa yang akan terjadi jika serangannya mengenai target.


Monster datang menghampiri, Estrid segera melempar kapak yang durabilitasny tersisa dua persen akibat terbebani oleh kekuatan yang dia masukan kedalam senjata itu. Seperti sebelumnya monster dapat menghindari lemparan kapak dari Estrid.


“Dia cukup gesit!.” kata Estrid.


“Percuma!.” kata Estrid


Walaupun tebasan itu tidak mengenai targetnya yang melompat menjauh, tapi gelombang tebasan yang dihasilkan membuat monster terluka. Kesehatan monster langsung turun sebesar lima persen dari satu tebasan dengan kekuatan kemarahan Viking dan viking Axe art.


“Masih ada 93%, ini akan menjadi pertarungan yang panjang.”


Keduanya saling bertarubg dengan sengit, cakar dan tendangan beradu dengan kapak dan prisai. Darah merah dan hitam mengotori salju tempat mereka bertarung.


“Aaaaa!.”


Dengan teriakan kearah Estrid menebas kuat pinggang monster yang kali ini membuatnya terjatuh dengan kesehatan yang berkurang secara signifikan. Tebasan kedua mengenai leher monster, Estrid berharap jika serangan itu akan mengakhiri hidup lawannya.


Tapi sayangnya walaupun kepalanya telah putus monster itu masih belum mati.


Jraasss!


“Ghaask!.”

__ADS_1


Akibat kedua lengannya digunakan untuk mengayunkan kapak, membuat Estrid terlambat untuk menggunakan prisai guardian. Lengan panjang monster itu menembus dada Estrid hingga menembus punggung. Serangan itu membuat Kesehatan Estrid langsung jatuh dalam keadaan kritis.


“Kau benar-benar lawan yang kuat.”


Menggunakan usaha terakhir sebelum ia tewas, Estrid menggunakan (power plant) dari gelar Thunder Silencer untuk mengumpulkan energi listrik kedalam tubuhnya hingga menyebabkan ledakan besar.


Tangan monster itu hancur dan menyebabkan kesehatannya turun hingga tersisa 30%. Sementara itu Estrid tewas dengan tubuh yang terbakar.


Ding!


[Skill Pantang Menyerah dari gelar No Pain No Gain aktif]


[Player memasuki mode tidak terkalahkan selama 5 detik]


Estrid kembali dibangkitkan oleh skill yang baru pertama kali dia gunakan. Dia tidak membuang kesempatan merasakan mode tidak terkalahkan yang selalu ingin dia coba.


Estrid berlari kearah monster sambil mengisi daya listrik sebanyak yang dia bisa. Mengetahui rencana Estrid adalah melakukan bom bunuh diri, monster itu segera berusaha untuk menahan Estrid.


Kepala yang bilang digantikan dengan yang baru, tangan yang putus kembali tumbuh bahkan kini lebih banyak. Belasan tangan itu digunakan monster untuk menyerang, Estrid terus menghindar tangan-tangan panjang monster yang berusaha menahannya.


Salah satu tangan monster berhasil menangkap kaki Estrid dan langsung membanting tubuh wanita itu beberapa kali hingga berakhir dilempar menjauh. Kesehatan Estrid yang tersisa lima persen pasti akan terbunuh karena bantingan barusan, tapi mode tidak terkalahkan membuat tubuh Estrid kebal.


Terlempar sejauh sepuluh meter, Estrid tidak memiliki waktu untuk kembali mendekati monster. Sementara jika dia terus menahan energi listrik di dalam tubuhnya maka dua akan meledak.


“Tidak ada pilihan lain.” Estrid mengambil kapak dan menyalurkan seluruh energi listrik ditubuhnya pada kapak, yang seketika menyedot habis durabilitas senjata.


Estrid hanya bisa menggunakan satu kali kapak dengan energi listrik sebesar itu. Namun dengan satu tebasan Estrid yakin kerusakan yang ditimbulkan akan sangat besar.


Zraat!


Estrid mengayunkan kapak dan membuatnya hancur. Gelombang tebasan melesat ke arah monster yang sudah siap untuk menghindar. Tapi melihat besarnya gelombang yang datang kearahnya membuat monster itu tidak dapat melakukan apapun untuk menyelamatkan dirinya.


Blaaaarrrrrr!


Ledakan besar kembali terjadi, Estrid sampai terpental akibat dampak dari ledakan. Kilatan listrik terus menyambar membuat keadaan semakin mengerikan.


“Woah, itu serangan overkill.” Estrid kagum dengan kerusakan yang dua hasilkan.


Ding!


[Ujian harian berakhir]


Notifikasi menandakan kematian dari monster itu dan juga akhir dari ujian hari ini.

__ADS_1


***


Bersambung.


__ADS_2