
“Kurang ajar, aku akan mengingat ini. Akan aku kirim ribuan anggota Guild Tiger from Krinji menuju... Gyaaaa... Hentikan, biarkan aku menyelesaikan sumpah serapah ku lebih dulu sebelum mati.”
“Bodoamat!.”
Razor pemimpin guild Warlord menghabisi lawan terakhirnya, itu membuatnya lolos ke babak kedua.
Setelah menyelesaikan pertandingan, dia kembali di kirim ketempat terakhir sebelum pertandingan yaitu taman hiburan kota Festaland.
Area yang sebelumnya dipadati oleh player, kini menjadi sangat sepi. Hanya ada beberapa player yang ada di sana, mereka terlihat murung dan kecewa akan sesuatu.
“Sungguh wajah yang tidak pantas untuk tempat seperti ini.”
Razor memahami apa yang mereka rasakan karena dirinya pun pernah dalam posisi seperti mereka.
Mengalihkan perhatian dari para pecundang yang kalah di babak pertama, Razor melihat papan klasemen untuk melihat para player yang lolos ke babak ke dua.
“Seperti yang aku duga. Dia sudah menyelesaikan pertandingan lebih cepat dariku.”
Genggaman tangan pemuda berambut biru kehitaman itu mulai mengerat saat melihat papan klasemen hanya ada dua nama yang tertera.
Selain nama dirinya, ada satu nama lain yang menjadi player tercepat dalam menyelesaikan pertandingan pertama.
“Padahal aku sudah mencoba sebaik mungkin, tapi....”
Razor marah melihat usahanya untuk menjadi yang tercepat ternyata gagal. Tapi seakan mengingat sesuatu, tiba-tiba emosi Razor mereda.
“Aku telah mempersiapkan segalanya untuk hari ini, ridak akan aku biarkan emosi sesaat mengacaukan semuanya. Aku harus menghentikan wanita itu, yang akan menjadi pemenang turnamen ini dan mendapatkan gelar World Champions pertama adalah aku!.”
Pemuda itu benar-benar yakin pada kemenangannya. Hingga tanpa dia sadari seorang wanita yang duduk di kursi taman, sejak tadi terus memperhatikannya.
Wanita itu telah ada lebih dahulu dari Razor karena pertandingannya telah berakhir. Bukan karena dia dikalahkan, tapi sebaliknya dia menenangkan pertandingan melawan seratus player dalam waktu tercepat dari pemenang lainnya.
Estrid bangkit dari tempat duduknya lalu datang menghampiri Razor, yang sibuk memperhatikan pertandingan anggota guildnya.
“Sepertinya Bentank telah dikalahkan oleh wanita itu...” Razor tidak sadar jika Estrid sudah ada didepannya.
“Kau pria aneh yang ingin makan Tay, bukan?.”
__ADS_1
“Hah!.”
Dia sangat terkejut saat tiba-tiba ada seseorang didepannya. ‘Aku sama sekali tidak merasakan Jika dia mendekat.’ seketika keringat dingin membasahi punggung Razor.
Dia sama sekali tidak mengira jika akan ada seseorang yang bisa menghindar dari keahlian deteksi yang dia miliki. Razor menjadi sangat waspada pada wanita yang ada didepannya.
‘Apakah mungkin dia penyi....’
“Apa kau suka makan Tay?.”
Pertanyaan Estrid membuat kewaspadaan Razor seketika Butar. Dia segera membantah dan mengatur jika dirinya tidak memiliki kelainan seperti itu.
“Tapi bukankah kau mengatakan....”
“Itu ada alasannya.” dia segera memotong perkataan Estrid, tapi tidak mengatakan alasannya karena Razor tidak bisa menyebutkan kenapa dia ingin memakan semua jenis Eskrim dari roda acak.
“Karena kau suka Tay?.” tapi itu justru membuat wanita itu semakin menggodanya.
“Bukan!.” dia berusaha untuk membantah. Dia ingin segera pergi meninggalkan taman hiburan, tapi tidak mungkin sekarang setelah seorang wanita memberikan sebuah masalah untuknya.
“Kalau begitu mungkin karena perempuan.” Estrid kembali mencoba menebak.
“Mana mungkin aku seperti itu!.” pemuda itu berteriak keras membantah tuduhan jika dirinya memiliki kelainan. Tapi sebagai balasannya Estrid hanya tertawa terbahak-bahak.
Tidak lama kemudian Hanna muncul di kursi taman dimana dirinya terakhir kali berada. Dia melihat kakak perempuannya di depan kedai eskrim sedang berbicara sambil tertawa bahagia bersa seorang pemuda yang dia ketahui suka makan sesuatu yang menjijikkan.
Dengan segera Hanna menghampiri keduanya lalu berdiri diantara mereka, “Ara....” Estrid tersenyum lebar saat melihat adiknya bersikap seperti induk ayam yang mencoba melindungi anaknya.
“Menjauh dari kakak perempuan ku, pria aneh!.” Hanna menatap Razor dengan penuh intimidasi.
“Siapa yang mendekati siapa, wanita itu yang menghampiriku. Dan jangan sebut aku pria aneh!.” Razor mencoba membela diri.
“Bagaimana tidak disebut aneh, jika kau suka makan tay.”
“Aku tidak suka makan itu, sialan!.”
Keduanya bertengkar hebat hingga menimbulkan keributan yang menarik banyak perhatian. Estrid mencobanya melerai tapi mereka tetap saja terus adu mulut, sampai hampir saja terjadi perkelahian.
__ADS_1
Tapi semuanya segera berakhir saat gadis yang sebelumnya terlihat bersama Razor, muncul tiba-tiba ditengah keduanya. Melihat apa yang sedang terjadi ditempat itu, gadis berambut hitam pendek itu segera menyeret Razor menjauh dengan menarik kupingnya.
“Bleh... Bocah bau disuruh cebok sama ibunya.” Hanna terus meledek Razor. “Sialan, aku akan mengingat ini!.” sambil terus di seret Razor mengucapkan sumpah serapahnya.
\*\*\*
Babak pertama pertandingan telah berakhir, semua orang menikmati permainan walaupun sebagian besar kecewa karena tidak berhasil menang dan maju ke babak selanjutnya.
Komunitas sangat ramai membicarakan pertandingan mana yang menurut mereka paling menarik, sehingga terjadi banyak perdebatan tentang hal itu.
“Senlong sangat ganas, dia berhadapan dengan Ace Player dari Guild Platinum Heros, itu pertarungan yang sangat epik.”
“Apa yang kau bicarakan, pertandingan terbaik itu saat Master Guild Omega Chaos meratakan gabungan aliansi Wanderers dan Twilight Corps. Kau tidak akan melihat pertarungan One men Army seperti itu setiap hari.”
Mereka terus berdebat tentang pertarungan yang dianggap paling menarik. Tapi saat seseorang membicarakan papan peringkat yang memperlihatkan satu nama berdiri di puncak semua kategori, semua player dalam komunitas hanya mengatakan semua itu hanyalah gurauan.
“Penyelesaian pertandingan tercepat dan kill count terbanyak, dua kategori dikuasai oleh satu orang.... sungguh sebenarnya siapa player ini?.”
“99 player dia kalahkan seorang diri dan waktu pertandingan hanya 8 mrnit. Sungguh sebenarnya apa yang terjadi di arena?.”
“Bagaima aku menonton rekaman ulang pertandingan si nomor satu?.”
Player dengan topeng Serigala kembali menjadi pusat perhatian. Pertarungannya yang begitu mendominasi membuat setiap player terpukau, mereka yang berhasil lolos ke babak kedua berharap tidak bertemu dengan prajurit Es itu.
Tapi tentu saja tidak semua Player menjadi takut dengan apa yang telah mereka saksikan dari video berdurasi delapan menit tersebut. Mereka adalah para player dengan kepercayaan diri tinggi pada kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki.
“Itu baru yang disebut dengan pembantaian.” seorang Assassin mengasah belatinya.
“Aku tidak suka player dengan nama Estrid ini. Aku harap bisa bertemu dengannya di pertandingan selanjutnya agar bisa mengalahkannya.” seorang petarung tangan kosong terus memukuli samsak tinju hingga hancur.
“Permainan haru adil, dia tidak seharusnya mengambil tempat tertinggi hanya untuk dirinya sendiri.” seorang archer mengenai bidikannya dengan sempurna.
“Target telah ditentukan.” sekelompok orang dengan jubah hitam bersiap dengan senjata mereka.
Pertandingan pertama telah menaikkan kepopuleran Estrid ke level selanjutnya, hingga kini dua lebih dikagumi tapi juga \*\*\*\*\* oleh mereka yang ingin mendapatkan sorotan.
\*\*\*
__ADS_1
Bersambung.