Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
82. Naga Hitam (2)


__ADS_3


Kembali ke permukaan Estrid segera menutup lubang yang dia gali karena takut jika para Warden menemukan jalan untuk keluar dari kota kuno dan menimbun bencana di benua ini.


Setelah tiga hari perjalanan panjang, akhirnya semua item telah ia kumpulkan. Estrid merasa sangat bahagia.


“OWOOOOOOO SEEGGGGGGGSSS BEBY!.” Estrid melupakan kegembiraannya dengan berteriak keras dipuncak gunung Frieg.


Namun kegembiraan itu tidak bertahan lama manakala ujian harian kembali datang


[Ujian harian akan dimulai dalam 5 menit]


Wajah membiarkan Estrid seketika berubah menjadi raut wajah kelelahan.


“Dahlah.... mati ajah gw biar cepat sampai di desa.” kata Estrid yang segera melompat dari puncak gunung.


Dari ketinggian sepuluh ribu meter dia meluncur jatuh dengan cepat menuju kematian.


“Eit tapi boong.”


Estrid kembali muncul dari bawah awan dengan sayap mekanik di punggungnya. Sebuah prototipe yang wanita itu buat meniru sayap Valkyrie.


“Sangat buruk, tapi terserahlah yang penting alat ini masih bisa bekerja seperti yang aku bayangkan.”


Sayap buatannya terbuat dari kerangka tulang dan bulu Thunder Rooster, serta memiliki mesin pendorong energi mana yang membutuhkan inti monster untuk menjalankannya.


Enam hari Estrid menghabiskan waktu untuk membuat mesin itu, yang awalnya bertujuan untuk mengajarkan Rune Craft, Sihir dan Teknik membuat Golem pada murid-muridnya. Tapi seiring waktu Estrid menjadi cukup ambisius membuat alat terbang.


Namun sayangnya mesin pendorong hanya berfungsi selama beberapa menit saja karena terlalu banyak menghabiskan bahan bakar, juga rawan ledakan jika digunakan berlalu lama.


“Jika saja aku diberikan lebih banyak waktu mungkin perjalanan ke gunung Frieg tidak akan terlalu menyulitkan.” Estrid membayangkan perjalanan cepat terbang dari desa menuju puncak gunung.


[Ujian harian dimulai]


Grooour!


Suara Auman dari monster ujian terdengar setelah notifikasi muncul. Melihat ke belakang Estrid menemukan sosok kadal raksasa berwarna hitam sedang terbang ke arahnya.


[Akar busuk pohon dunia level 40]


“Itu masih level yang sama seperti sebelumnya, tapi entah kenapa aku merasa dia jauh lebih berbahaya.”


Lawan kali ini masih level empat puluh dikarenakan Estrid juga tidak bertambah level setelah seharian terus melakukan perjalanan tanpa ada waktu untuk melakukan perburuan.

__ADS_1


Kilatan petir menyambar, Estrid hampir saja tidak berhasil menghindar. Merasa tidak diuntungkan saat melakukan pertarungan di udara, Estrid berpikir untuk mendarat. Tapi naga hitam yang mengejarnya seakan tidak membiarkan itu terjadi.


Grooour!


Energi petir dilontarkan dari mulut naga hitam mengarah pada awan dibawah mereka. Badai petir yang begitu dahsyat terjadi, dibawah awan petir terus berkecamuk dalam wilayah yang begitu luas.


Jika Estrid turun sekarang maka dirinya akan langsung terbunuh oleh sambaran petir.


“Jadi kau menginginkan pertarungan udara?.” Estrid segera menukik tajam, berbalik menuju naga hitam. “Baik, akan aku layani dirimu sebaik mungkin.”


Kilatan petir kembali menyerang tapi Estrid berhasil menghindar. Beberapa kapak Estrid lempar, dikarenakan tubuh naga hitam yang begitu besar membuat serangan kapak Estrid mudah mengenai tergetnya.


Tapi serangan itu tidak berdampak besar, kesehatan naga hitam hanya berkurang satu persen bahkan setelah Estrid menggunakan kapak petir yang meledak.


“Akar busuk kali ini memiliki ketahanan elemen petir. Itu agak merepotkan karena aku sangat mengandalkan serangan ledakan petir untuk pertarungan udara.” Menyadari jika serangan kapak lempar tidak terlalu efektif, Estrid mengganti strategi yang dia gunakan.


Ketinggian terbang Estrid semakin menurun karena mesin pendorongnya telah dimatikan. Hanya tersisa beberapa meter lagi hingga Estrid masuk kedalam awan yang dipenuhi dengan Petir.


“Sekarang apa yang harus aku lakukan?.” kata Estrid. Dia sangat kebingungan menghadapi lawannya kali ini. Estrid masih memiliki satu cara yang bisa dia gunakan, tapi dia menahannya untuk sekarang.


Jdaaar!


Kilatan petir kembali menyambar, Estrid menghindar tapi usahanya itu hampir membuatnya terjun kedalam awan di bawahnya.


“Tidak ada cara lain.” Estrid bersiap menggunakan pendorong yang mungkin akan langsung merusak prototipe sayap yang dia gunakan.


Pendorong roket dinyalakan, Estrid terbang dengan kecepatan tinggi menuju naga hitam. Sambaran petir hampir mengenainya tapi Estrid bersyukur bisa menghindari serangan itu.


“Her we go!.” dengan kapak berlian di tangannya, Estrid melawan naga hitam secara langsung.


Auman naga terdengar, petir menyambar.


Tubuh Estrid mengalami luka bakar serius setelah menerima serangan monster itu, tapi bersyukur kesehatannya masih bisa dipulihkan.


“Apa hanya itu yang kau punya?!.” Estrid berhasil mendarat di kepala naga hitam dengan mengorbankan sayapnya.


Menggunakan kemarahan Viking dibalut dengan aura Conqueror, Estrid mengayunkan kapak berlian berulang kali melukai kepala naga hitam.


Teriakan naga hitam terus terdengar bersama dengan petir yang menyambar, manakala kapak Estrid berulang kali dihantamkan pada tengkorak naga hitam.


Darah hitam beracun membasahi wajah Estrid, namun ia tidak memperdulikan itu karena efek racun tidak begitu kuat untuk melumpuhkan tubuhnya.


Tanpa bisa melakukan apapun naga hitam terus menerima serangan dari Estrid hingga kesehatannya turun menjadi delapan puluh persen.

__ADS_1


Marah karena merasa tidak berdaya melawan makhluk kecil di depan matanya sendiri, naga hitam pun terpaksa melakukan Overload. Kemampuan sama seperti yang Estrid gunakan.


Jdaaar!.


“Giyaaaaa!”


Ledakan petir menyambar dari seluruh tubuh naga hitam mengurangi sepuluh persen kesehatan monster itu. Terkena serangan ledakan, kesehatan Estrid kembali memasuki zona merah, tubuhnya yang menderita Stun akibat efek serangan elemen petir membuatnya terjatuh dari kepala naga hitam.


“Sial, sepertinya tidak ada cara lain.” kata Estrid yang tidak bisa melakukan apapun saat tubuhnya jatuh ke dalam awan petir.


Naga hitam menatap Estrid yang terjatuh menembus awan, berikutnya teriakan wanita itu terdengar bersama puluhan petir menyambar tubuhnya yang tentu saja langsung membuat Estrid tewas. Namun....


“VALHALLA!.”


Cahaya meledak dari balik awan, berikutnya kilatan petir menyambar dengan cepat menghantam naga hitam. “Apa kau rindu padaku?.” kata Estrid dengan salah satu tangannya telah merobek perut naga hitam.


Setelah terbunuh kemudian dihidupkan kembali oleh gelar No Pain No Gain, Estrid segera mengaktifkan skill keturunan Valkyrie lalu memilih menggunakan senjata Valkyrie Olrun yang memiliki kelebihan dalam kecepatan dan elemen petir.


Sebuah sarung tangan besi dengan cakar tajam, terlihat mengerikan seakan dapat mencabut jiwa seseorang. Kemudian sayap yang begitu dinamis dapat menerbangkan penggunanya dengan kecepatan tinggi.


Waktu aktivasi mode keturunan begitu terbatas, Estrid tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini atau dia akan benar-benar mati jatuh kedalam awan petir untuk keduakalinya.


Menyadari jika lawannya mengerahkan segala kekuatannya. Naga Hitam pun melakukan hal yang sama, monster yang terlahir dari akar busuk pohon dunia dan serpihan jiwa naga itu mulai bertransformasi menjadi bentuk naga yang lebih mengerikan.


Memiliki sepuluh sayap dan lima kepala dengan masing-masing kepala memiliki elemen berbeda. Monster itu tiba-tiba menjadi entitas yang seakan mustahil untuk dikalahkan.


Tapi sekali lagi, saat keadaan terus memberikan tekanan padanya, Estrid selalu bisa melewatinya dengan cara yang tidak terduga.


“Apa kau tahu jika aku memiliki plot armor?.” kata Estrid.


Dia mengumpulkan semua petir yang sebelumnya dilempar oleh naga hitam ke dalam awan. Estrid menggunakan kekuatan Petir itu untuk menyerang pemiliknya sendiri.


Walaupun serangan petir itu sungguh luar biasa, tapi resistansi naga hitam membuat kerusakan yang dihasilkan tidak seberapa.


Tapi bukan serangan itu yang menjadi fokus utama Estrid, melainkan lenyapnya badai petir di dalam awan. Sekarang Estrid bisa turun tanpa khawatir di bombardir oleh sambaran petir.


Pertarungan di bawah awan akan sangat menguntungkan Estrid karena sebagian kekuatannya akan naik secara signifikan ketika berada di dalam wilayah bersalju.


Melintas langit, pertarungan Estrid dengan naga hitam lima kepala terus berlangsung. Walaupun berulang kali Estrid hampir terbunuh tapi kesehatannya kembali dipulihkan, sementara itu lawannya terus menumpuk luka.


Naga hitam yang tidak pernah mundur walaupun tahu jika lawannya tidak dapat dibunuh. Makhluk itu akan terus menyerang dengan ganas hingga kematian benar-benar menghentikan monster itu.


***

__ADS_1



Bersambung.


__ADS_2