
Semua pasukan tentara bayaran bersiaga di depan gedung Metaworld. Walaupun mereka masing-masing adalah saingan yang sering berkonflik satu sama lain, tapi untuk kali ini kerja sama antara organisasi itu terbentuk demi mencegah Erina membawa pergi pencipta Minvers.
“Aku tidak mengira jika Cronous Sage pun akan datang.” ucap salah satu pemimpin sebuah organisasi tentara bayaran. Tatapannya tertuju pada sosok misterius dengan penampilan serba putih dan mengenakan topeng.
“Bagaima menurutmu tentang misi ini, berapa persen kemungkinan wanita itu akan lolos?.” pemimpin tim lain bertanya.
“Aku tidak dapat memastikan. Jika manusia normal akan mustahil lolos dari pengepungan ini, tapi yang sedang kita hadapi adalah salah satu dari keluar Ningrat. Apapun bisa saja terjadi.”
Walaupun gedung Metaworld telah dikepung oleh ribuan pasukan khusus dan tentara bayaran, tapi veteran tentara bayaran ituasih tidak yakin dapat mengalahkan Erina.
Terdengar suara benturan keras, mendengar itu membuatnya semua pasukan yang bersiaga di luar bersiap mengagkat senjata mereka.
Tidak ada yang tahu apa sebenarnya terjadi di dalam, semua orang kecuali pasukan keamanan merawat dilarang memasuki gedung, itulah yang membuat mereka menunggu di luar.
Kepulan asap keluar dari pintu masuk gedung membuat penglihatan terganggu. Tidak ada yang tahu apa sebenarnya terjadi di dalam, tapi suara tembakan yang terus terdengar menandakan jika pertarungan masih terjadi.
“Jangan biarkan dia membawanya!.” terdengar teriakan Mark CEO Metaworld, berikutnya deru motor terdengar semakin kencang.
Praang! Melewati jendela kaca menggunakan motornya, Erina membawa keluar Glen dari gedung Metaworld. “Woah lihat betapa terkenalnya aku ini.” Glen terpesona melihat banyaknya tentara bayaran yang menodongnya dengan senapan begitu meloloskan diri dari tempatnya bekerja.
“Tembak!.” salah satu pemimpin tramm memerintahkan penembakan, tapi pemimpin team lainnya melarang. “Bodoh jangan menembak, kina memerlukan pria itu hidup-hidup!.”
Para tentara bayaran memiliki misi mereka sendiri yang tentu tidak semuanya sama, ada diantara mereka yang ditugaskan untuk membunuh Glen dan ada pula yang mendapatkan misi untuk membawa Glen hidup-hidup.
Perbedaan misi yang dijalani para tentara bayaran menimbulkan perdebatan, alhasil mereka saling adu mulut antara sesama hingga tidak memperdulikan keberadaan Erina dan Glen.
“Bodoh.” ucap Erina yang melihat perdebatan para tentara bayaran. Menggunakan kesempatan itu Erina berniat untuk kabur, tapi tiba-tiba sebuah tombol dengan dua bilah pedang mengarah padanya.
“Siiiih...” berhasil menghindari tombak itu, Erina mencari tahu siapa yang baru saja menyerang. Seketika dahi wanita itu mengerut begitu menemukan pelakunya.
“Cronous Sage,” Glen terkejut melihat pria bertopeng dengan penampilan jubah putih yang mulai mendekatkan mereka.
__ADS_1
“Apa pun yang kau buat kali ini pasti sangat berbahaya hingga mereka ikut campur tangan.” tidak seperti biasanya di mana dia tenang, Erina kini begitu waspada terhadap organisasi yang disebut Cronous Sage.
“Jika dikatakan berbahaya, aku tidak akan memungkiri hal itu. Tapi percayalah apa yang aku temukan akan sangat bermanfaat bagi dunia.”
Walaupun Erina masih tidak mengerti kenapa banyak orang yang menginginkan rahasia Glen menciptakan Minvers. Tapi melihat Cronous Sage juga menginginkan rahasia itu membuat Erina berpikir ada hal besar di balik Minvers.
“Hem... semoga kau tidak menjadi Einstein berikutnya.” wanita itu hanya bisa berharap jika Glen tidak dengan tidak sengaja menciptakan sesuatu yang dapat menghancurkan dunia.
***
Tombak yang sebelumnya dilempar oleh salah satu anggota Cronous Sage melayang kembali ke pemiliknya.
Terdapat empat orang berjubah putih anggota Cronous Sage yang mencegat jalan Erina, masing-masing dari mereka memiliki senjata yang berbeda-beda.
“Penyihir hitam, bisakah kau menyerahkan pemuda di belakangmu pada kami?.” salah satu dari mereka bertanya. Erina Hanya tersenyum kecil dibalik helmnya.
“Maaf tidak ada kesempatan hal seperti itu akan terjadi.” Erina menolak permintaan Cronous Sage.
“Hahaha... good luck.” segera Erina menarik gas membuat motornya melaju begitu cepat menunju anggota Cronous Sage. Lemparan tombak, misil dan anak panah menuju kearahnya tapi sebuah tangan hitam raksasa keluar dari lubang hitam melindungi Erina.
Ledakan terjadi, asap dari ledakan membuat anggota Cronous Sage tidak dapat melihat keberadaan Erina.
Selanjutnya rentetan tembakan dari balik asap, menghujani keempat jubah putih. Dengan refleks keempatnya melakukan manuver menghindar.
Bagaikan sebuah aksi dalam film laga, keempatnya dengan mudah menghindar dari rentetan tembakan seakan kecepatan refleks tubuh keempat melebihi kecepatan peluru.
Tembakan dari dalam asap tidak kunjung usai membuat keempatnya mulai merasa ada keanehan. Hingga salah satu dari Cronous Sage mengeluarkan sayap dari punggungnya lalu menciptakan hembusan angin kencang dari kibasan kedua sayap itu.
Begitu asap lenyap akibat angin kencang, keempat anggota Cronous Sage dibuat geram karena tidak ditemukan keberadaan Erina dan Glen. Rentetan tembakan yang sebelumnya mereka hindari berasal dari senjata mesin otomatis yang ditinggalkan oleh Erina.
“Kerahkan seluruh kekuatan yang kita miliki, jangan biarkan penyihir hitam membawa pria iyi meninggalkan negara ini!.” pria bertopeng dengan tombak memberikan perintahnya.
__ADS_1
“Jika kita tidak bisa mendapatkan target, maka pastikan jika dia mati. Apa yang dia temukan terlalu berbahaya untuk dunia.” imbuhnya.
***
Melawan hukum fisika, sebuah motor berjalan di dinding gedung. Menghindari para Cronous Sage, Erina memacu motornya melalui gedung-gedung.
Sebuah sihir yang diberikan Erina pada motornya membuat gravitasi menjadi lebih ringan disekitarnya.
“Halo, siang kawan.” Glen menyapa seseorang yang berada di dalam gedung, yang tentu saja membuat orang tersebut terkejut karena tidak mengira akan melihat sebuah motor melintas di jendela lantai tiga puluh.
Erina memacu motornya hingga atap gedung, di atas sana sudah terparkir sebuah pesawat jet yang sudah disiapkan oleh Erina sebagai jalan melarikan diri. Tidak membiarkan Erina kabur dengan mudah, Cronous Sage pun mengerahkan belasan pesawat tempur.
“Kau yang mengendalikan pesawat!.” melihat banyaknya pesawat musuh yang datang, Erina meminta Glen untuk menjadi pilot. Mendengar itu Glen sana sekali tidak panik. “Serahksn padaku,” jawab Glen penuh keyakinan.
“Aku akan membuatmu terbang hingga ke bulan.” Glen segera masuk ke kokpit pesawat.
“Untuk apa ke bulan?, Kita akan menuju Indonesia.” tanya Erina dengan heran. Dia berdiri di atas pesawat seakan tidak takut jatuh ketika pesawat mulai terbang.
“Mbak nya gimana, aku mengatakan itu hanya sebagai kiasan yang berarti perjalanan ini akan begitu indah dan tidak akan terlupakan.” Glen menyalakan mesin pesawat bersiap untuk menerbangkannya. Tapi tiba-tiba sirine terdengar keras, peringatan jika pesawat mereka telah di targetkan oleh misil.
“Ini akan menjadi perang.” ucap Erina saat melihat puluhan misil dari pesawat Cronous Sage dengan cepat menuju ke arah mereka. Sadar jika pesawat tidak akan sempat menghindar dari misil, Erina segera menggunakan kekuatannya memanggil tangan hitam raksasa untuk melempar pesawat dari atap.
Misil menghancurkan atap gedung dimana sebelumnya mereka berada. Glen berhasil menerbangkan pesawat sebelum jatuh ke tanah, dia segera menghindar dari misil lain yang kembali berdatangan.
Di tengah kota yang bagaikan hutan beton dengan gedung-gedung pencakar langit, belasan jet tempur menembakkan misil yang membuat ledakan terjadi dimana-mana.
Kota yang sebelumnya begitu padat dipenuhi oleh orang-orang sibuk bekerja kini berubah menjadi medan perang.
***
Bersambung.
__ADS_1