Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
88 (Arc2). My Ultimate Weapon


__ADS_3

Ding!



\[Enchant berhasil, menambah (Cryo Aspect)\]



\[Enchant berhasil, menambah (Mending)\]



Tiga enchant sukses diberikan pada senjata.



Aku bernafas lega seolah beban berat telah diangkat, ketegangan yang aku rasakan dikarenakan memberikan peningkatan pada senjata memiliki resiko kegagalan.



Jika gagal senjata memang akan baik-baik saja, tapi yang membuatku khawatir adalah enchant scroll akan lenyap begitu saja tanpa efek yang ditinggalkan.



Aku tidak bisa membayangkan betapa pusingnya diriku jika itu sampai terjadi. Bayangkan saja material Lapis Lazuli yang begitu langka terbuang sia-sia tanpa arti.



“Aku tidak ingin kembali lagi ke gunung Frieg hanya untuk menambah Lapis Lazuli.” tapi aku beruntung karena itu tidak terjadi.



“Hemmm.... senjata yang tidak buruk untuk mahakarya pertamamu.” kata Master Grock.



“Penuh dengan energi sihir, aku merasa akan membeku jika menatapnya terlalu lama.” ucap Herka.



Aku kembali sadar dari lamunanku, kemudian menundukan kepala pada keduanya untuk berterimakasih.



“Jangan dipikirkan karena seharusnya aku yang berterima kasih padamu.” Herka tersenyum lalu berkata “Saat mengajarimu aku pun mendapatkan banyak pengalaman. Terutama pada bagian mencoba menggunakan Lapis lazuli, itu merupakan sebuah kesempatan yang tidak akan datang setiap hari.”



Grock pun sama, dia mengatakan jika aku adalah murid pertama yang dia ajarkan teknik menempa para kurcaci. Ternyata bahkan para kurcaci sendiri tidak semuanya biasa menempa dengan teknik yang nenek moyang mereka turunkan.



“Selain membutuhkan material yang sangat langka, teknik membuatnya pun sangat ribet. Apa kau tidak takut jika suatu saat teknik menempa para kurcaci akan musnah?.”



“Ahahaha... ya memang itu sudah musnah kok.”



“Hah!.” perkataan kurcaci itu membuatku terkejut.



Grock menceritakan jika teknik menempa kurcaci dibuat selama masa peperangan para dewa. Senjata-senjata kuat yang dibuat oleh para kurcaci adalah permintaan para dewa-dewa. Dan tentu saja material yang mereka gunakan juga berasal dari para dewa.



“Hem... para dewa yah. Pantas saja material yang diperlukan sangat langka. Jika itu dewa mungkin mereka hanya perlu membalikan telapak tangan, tanpa perlu repot-repot menggali dasar bumi dan pergi mendaki puncak dunia.”



“Hidup ini memang tidak adil, jadi biasakanlah dirimu.” Grock menimpali.



“Entah kenapa aku menjadi kesal mendengarnya.” kataku dengan raut wajah yang cemberut. Itu membuat Herka dan Grock tertawa terbahak-bahak.



“Jadi nama apa yang akan kau berikan pada dia?.” Grock menunjuk pada senjata di tanganku.



“Aku masih memikirkannya.” Grock sudah jauh hari memberitahuku untuk memikirkan sebuah nama untuk senjata yang aku buat. Karena nama akan berpengaruh besar terhadap kemampuan senjata tersebut.



Karena aku buruk dalam hal memberikan nama, aku pun meminta bantuan pada dua guruku.



“Aku memikirkan nama yang kuat, seperti Jormungand misalnya.” Herka memberikan pendapatnya.



“Jormungand? Bukankah itu nama dari World Serpent?.” aku teringat dengan ular raksasa dalam mitologi Nordik.



“Benar, ular itu begitu besar hingga mampu melilit dunia dengan tubuhnya. Kemunculannya pun menandakan jika bencana besar akan datang. Monster yang menjadi perwujudan dari bencana.” Grock menimpali.



“Jormungand, kah....” aku sangat tertarik menggunakan nama itu, tapi masalahnya dua Dewi yang mengawasi ku mengatakan menggunakan nama itu adalah ide yang buruk.



{Mungkin pada akhirnya kau akan berurusan dengan makhluk itu. Berdoa saja jika Ragnarok tidak terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan}



Dewi Freyja memberikan peringatan, dua mengira jika menggunakan nama itu akan menarik perhatian si pemilik nama.



__ADS_1



Sama halnya dengan Dewi Freyja, Dewi Hel yang merupakan saudara dari Ular Dunia pun menyarankan aku untuk tidak menggunakan nama itu.



Ya, jika mereka yang merupakan para Dewi pun merasa khawatir dengan nama itu, aku pun mengurungkan niat menggunakan nama itu, daripada nantinya menanggung resiko memulai Ragnarok.



“Kuat dan keren, begitu kuat hingga dapat menghancurkan dunia.” aku memikirkan sendiri nama yang akan aku berikan pada senjataku.



“Jormungand.... jor... Bjorn.... Bjork.... Byjorka... Ah itu dia.”



Merasa telah mendapatkan nama yang cocok, aku pun segera mengukir nama senjataku menggunakan darah. Itu adalah tahap akhir yang membuat senjata ini benar-benar selesai dibuat.



Senjata bersinar terang, begitu terang hingga membuat seluruh bengkel diselimuti cahaya. Melihat itu Grock tertawa keras, “Sudah begitu lama aku tidak melihat hal seperti ini.”



“Apa maksudmu, apa senjata itu akan meledak atau semacamnya?.” tanya Herka yang kesulitan melihat karena cahaya intens.



Grock menggelengkan kepalanya,“ Bukan, ini merupakan sebuah pertanda jika sebuah senjata dewa telah diciptakan.”



Cahaya perlahan meredup membuatku dapat melihat wujud asli dari senjata ciptaan ku.



___________________________________________


\[Jarnbjorn\]



Rank: Epik (0%)



Keterangan: Senjata yang dibuat dengan kerja keras penempa pemula namun memiliki bakat luar biasa. Terbuat dari sisik naga laut yang hidup di dasar samudera, serta digabungkan dengan akar pohon dunia. Ditempat dengan teknik Dwarf membuatnya setara dengan senjata para dewa. Senjata ini akan tumbuh bersama penggunanya sekaligus penempa yang telah menciptakannya.



Kerusakan \+110



Kecepatan \+75




Enchant:



•Loyalti: Senjata akan selalu kembali pada pemiliknya.



•Cryo Aspect: Setiap serangan memberikan kerusakan elemen Es.



•Mending: Memperbaiki diri secara otomatis ketika mendapatkan Exp.



Fitur Senjata:



(1) Crusher: Menimbulkan kerusakan lebih besar pada baju zirah dan perisai.



(2) Frozen Flame: Memperkuat serangan sihir elemen Es, efek debuff \[Frostbite\] diperkuat.



(3) Ice Dragon Breath: (Consum Mp) Mengeluarkan serangan sihir elemen Es dengan daya rusak ×2 kekuatan sihir pengguna.



(4) Locked.



(5) Locked.



\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_



Aku tidak dapat mengatakan apapun setelah melihat rincian informasi dari Kapak yang aku buat.



Walaupun masih dalam tahap awal senjata ini terasa begitu over power. Ini membuat aku penasaran akan menjadi sekuat apa kapak Jarnbjorn jika telah sempurna.



“Akan aku gunakan kapak ini sebagai senjata ultimate.” kataku sambil mengangkat kapak itu.


__ADS_1


Ding!



\[Selamat anda berhasil membuat senjata Divine Class\]



“Kelas ilahi, Apa itu?.”



\[Mendapat Gelar (Divine Blacksmith)\]



\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_



\[Divine Blacksmith\]



Rank: Unique



Keterangan: Sebuah gelar diberikan pada penempa pertama yang berhasil menciptakan item kelas Divine.



Stat poin \+6



Efek:



(1) Divine Creator: menaikan 10% efek dan statistik dari setiap item yang dibuat.



(2) Forge knowledge: Dapat mengetahui resep item dari kelas Divine atau lebih rendah.



(3) Expert Blacksmith: Meningkatkan 30% kecepatan produksi item yang sudah pernah dibuat sebelumnya.



(4) Lucky Blacksmith: Meningkatkan kemungkinan mendapatkan Renk yang lebih tinggi saat membuat item.



\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_



Gelar unik lain yang aku dapatkan, efek Gelar itu benar akan membantuku memproduksi senjata secara masal.



Sementara itu aku masih dibuat penasaran dengan sistem Class, apa itu sama seperti sistem Rank item?.



Tapi aku tidak pernah sekalipun mendengar informasi tentang sistem ini. Aku berpikir jika mungkin saja sistem Class adalah sebuah hal baru, dikarenakan game Minvers baru satu bulan berjalan maka wajar jika masih banyak fitur yang disembunyikan oleh pihak developer .



“Senjata utama telah berhasil dibuat, mari kita coba kekuatannya.”



keluar dari bengkel Grock, aku berniat pergi berburu. Tapi kemudian aku sadar jika area sekitar desa telah dibersihkan oleh para pengendara kambing. Aku harus pergi sejauh sepuluh kilometer jika ingin bertemu monster liar.



“Oh ayolah, ini sangat menyebalkan.” seperti keinginanku untuk segera melakukan uji coba senjata baru tidak akan terlaksana secepat yang aku pikirkan.



Ding!.



Tiba-tiba sebuah notifikasi muncul.



\[Hari ini tepat satu bulan Game Minvers Lost Civilization berjalan, kami mengucapkan terima.....\]



“Oh, sudah waktunya rupanya.”



Notifikasi dunia yang didengar secara serempak oleh setiap player yang sedang bermain.



Sebuah pemberitaan yang mengabarkan dimulainya event pertama game ini.



Senyumku melebar, “Aku tahu tempat terbaik untuk menguji senjata baru ku.”



\*\*\*



Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2