Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
94(Arc2): Sebuah Gertakan


__ADS_3

[3, 2, 1. Pendaftar turnamen ditutup!]


Ledakan kembang api menghiasi langit, sorakan penonton stadion bergema seakan tidak sabar melihat pertandingan yang akan segera berlangsung.


Sementara itu di taman hiburan terjadi hal aneh yang tidak terduga.


“Rez, hentikan atau kau akan terkena debuff Frostbite!.” seorang gadis berambut hitam pendek berteriak keras pada pemuda berambut hitam kebiruan.


Pemuda itu terus mengonsumsi eskrim dengan berbagai rasa hingga tubuhnya mulai pucat dan menggigil. “Aku harus mencoba semua rasanya, aku harus mencoba semuanya.” ucap pemuda itu berulang-ulang seperti robot yang mulai rusak.


Estrid dan Hanna yang melihat pemuda itu dari kejauhan merasa heran karena ada saja player aneh yang ingin menahan setiap rasa dari eskrim dengan rasa ekstrem. Kedua gadis itu sudah mencobanya sebelumnya, lalu memutuskan untuk tidak mencobanya lagi.


“Mereka mengatakan jika ada rasa eskrim yang sangat langka bukan?.” tanya Estrid.


“Ya, itu menjadi langka demi keamanan player. Karena rasa itu benar-benar sangat menjijikkan.” balas Hanna.


Rasa eskrim paling langka yang sulit di dapat pada roda keberuntungan eskrim adalah rasa ***, semua orang yang telah memutar roda keberuntungan eskrim tidak ada satupun yang berharap untuk mendapatkan rasa itu.


Itu membuat kedua kakak beradik perempuan bertanya-tanya apakah pemuda itu pun berniat untuk mencobanya rasa eskrim terlangka tersebut.


“Aku akan memakannya, eskrim t41.” ucap pemuda itu dengan begitu lantang. Seketika orang-orang disekitar menganggapnya tidak waras atau memiliki kelainan.


Gadis disampingnya hanya bisa menutup wajah seakan malu dengan tingkah temannya.


“Dasar bodoh hentikan!.” dengan wajah memerah karena malu, gadis yang bersama pemuda aneh segera memukul kepalanya lalu menariknya menjauh dari kedai eskrim.


“Aku bersyukur karena kopi dan kue sudah habis, karena aku sudah kehilangan selera makanku.” ucap Hanna.


“Sama dengan aku.” kata Estrid.


Ding!


[Anda akan dipindahkan ke area pertarungan dalam 5 menit. Mohon persiapkan diri anda. Jika berniat membatalkan keikutsertaan turnamen, anda bisa segera memilih opsi ‘Surender’ pada menu]


Sebagian player mendapatkan motivasi yang serupa. Seperti tidak semua player akan bertarung dalam satu pertandingan.


Terdapat lebih dari sembilan ratus ribu player yang mendaftar mengikuti turnamen, itu 84% dari total player yang bermain Minvers. Akan sangat sulit menempatkan player sebanyak itu dalam satu area, jadi developer pun memutuskan untuk membagi pertandingan.


Dalam satu pertandingan terdapat 100 player yang akan bertanding. Mereka akan berusaha menjadi player terakhir yang bertahan hidup. Terdengar seperti permainan Battle Royal pada umumnya. Kemudian para pemenang akan kembali bertarung hingga empat tahap, hingga pertandingan kelima merupakan pertandingan final.


[Itu berarti empat pertandingan pertama adalah babak diskualifikasi!]


{Itu benar, berusaha untuk bertahan hidup dengan bertarung sekuat tenaga dan keluarkan semua yang kau miliki setelah satu bulan bermain Minvers}


[Benar, karena setiap jumlah kill yang kau dapatkan akan menjadi poin festival]

__ADS_1


{Poin festival dapat digunakan untuk membeli item khusus yang hanya bisa didapatkan dalam festival waktu terbatas}


Dua pembawa acara dengan kostum jester dan Knight begitu heboh ketika menyampaikan peraturan pertandingan dan hadiah yang bisa didapatkan oleh semua player.


[{Jadi tanpa menunggu lebih lama lagi, mari kita mulai pertandingannya!}]


Tiang cahaya bersinar di seluruh kota, itu merupakan efek dari teleportasi yang membawa setiap player menuju medan tempur.


Wanita berambut hitam dan pemuda berambut biru kehitaman, tiba-tiba menghilang dari depan kedai.


Selanjutnya Estrid dan Hanna yang mulai dipindahkan.


“Hanna.... good luck!.” ucap Estrid pada adiknya.


“Kau juga Mbak yu!.” Balas Hanna, keduanya pun berpindah ke area yang berbeda.


***


Ditengah area yang luas, 100 player saling berhadapan menunggu aba-aba pertarungan dimulai.


“Akhirnya, inilah waktunya melihat kekuatanmu.” Estrid menatap kapak yang telah menghabiskan banyak waktu dan usaha keras untuk membuatnya.


“Jarnbjorn, mari menangkap Turnamen ini.” bilah kapak bersinar kebiruan seakan telah siap untuk melawan setiap musuh yang akan dua hadapi. Melihat itu senyum Estrid mengembang.


“Ahahaha... aku adalah petinggi guild Wanderers, Goldseller. Kalian yang menyerah atas namaku akan diberikan konprensi sebesar 300 Rft.”


Satu player mencoba untuk memulai intimidasi dengan cara yang paling Estrid benci. Mata wanita itu menatap tajam pada player gemuk yang sudah pernah dia lihat sebelumnya. Tepatnya saat Estrid pertama kali menginjakkan kaki di Festaland.


“Namun untuk siapapun yang menolak maka kalian akan menjadi musuh guild Wanderers, guild pedagang terbesar yang menduduki peringkat keenam top guild!.”


Mendengar ancaman itu tentu membuat banyak player yang merasa takut. Beberapa diantaranya bahkan sudah ingin berniat untuk menyerah sebelum pertandingan.


“Sangat memuakkan!.” kebencian terasa begitu jelas dari suara Estrid. Tanpa sadar rambut wanita itu berubah warna menjadi agak kecoklatan, jika terus dibiarkan maka semakin lama akan menjadi merah.


Jarnbjorn di tangan wanita itu mulai mengeluarkan kabut dung, bunga es pun mulai menyelimuti mata kapak.


Ding!


[Pertandingan di mulai!]


Setelah suara pemberitahuan itu terdengar, semu player sekarang dapat menggerakkan Avatar mereka.


“Hihihiehie.” pria gemuk itu tersenyum lebar.


Goldseller berniat untuk melakukan ancaman yang sudah sering dua lakukan. Walaupun dia adalah seorang petinggi guild top, tapi dia hanya memiliki level 8.

__ADS_1


Goldseller sering beralasan jika levelnya yang begitu rendah dikarenakan pekerjaan sebagai pedagang lebih banyak berurusan dengan manusia daripada dengan monster.


Walaupun dia mengatakan seperti itu dengan begitu bijaksana. Tapi yang sebenarnya Goldseller selalu memerintah bawahnya untuk mengerjakan tugas miliknya. Dia juga lebih memilih untuk bersenang daripada melakukan perburuan monster.


“Ahahaha... ayo cepat menyerah atau....”


Wusss! Tapi sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba sebuah kapak terbang begitu cepat ke wajahnya.


“Guack.....”


Goldseller tidak sempat menghindar sehingga kepala kini terbelah menjadi dua bagian depan kapak itu masih berada ditengah. Kemudian dengan cepat hawa dingin menyebar, membekukan tubuh Goldseller hanya dalam waktu tiga detik.


Pria gemuk itu tidak dapat melakukan apapun. Kesehatannya turun begitu cepat, sementara tubuhnya menjadi benar-benar beku sehingga tidak dapat digerakan. Goldseller hanya dapat melihat wanita bertopeng serigala mulai berjalan kearahnya.


‘Wanita Serigala itu!.’ Goldseller mengingat kejadian beberapa jam lalu di area teleportasi. Sebuah insiden yang membuatnya sangar merugi, itu semua terjadi gara-gara ulah satu gadis bertopeng serigala.


Estrid melihat setiap player masih terdiam. Mereka terkejut melihat Goldseller dibekukan begitu cepat oleh satu serangan kapak.


“Don't make it so easy.” Estrid mengulurkan tangannya kearah kapak yang membelah kepala Goldseller.


Kapak itu pun bergerak kembali lagi ke tangan Estrid dengan kepala Goldseller yang masih menempel di bilah kapak. Karena sudah menjadi Es, tubuh Goldseller pun mudah hancur.


Ding!


[First Blood, Mendapatkan 10 poin]


[1 kill, 1 points]


Tidak ada yang menduga jika seorang petinggi guild top bisa dikalahkan begitu mudah. Kecuali jika mereka melihat apa yang baru saja terjadi.


“I'm really want a fight,” ucap Estrid, rambutnya semakin merah saat melihat wajah yang menyangkut di kapaknya.


Estrid mengibaskan kapak, menyingkirkan kepala beku itu lalu menginjaknya hingga remuk.


Dalam sekejap aura arena itu dipenuhi teror.


“So let's fight!.”


98 player di area itu seakan baru saja melihat kebangkitan bos tersembunyi.


***



Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2