
“Ini semua yang aku butuhkan untuk membuat senjata terbaik.” kata Grock.
Berikutnya notifikasi masuk dan sebuah layar transparan muncul di depanku.
Ding!.
____________________________________________
[Quest Senjata Spesial Grock bagian 1]
Kumpulan item yang Grock butuhkan.
•Soul Soil 10 kg
•Lapis lazuli 100 gram
•Adamantium 1 kg
•Mythril 2 kg
•Magma 5 liter
____________________________________________
Aku terdiam menatap semua item yang Grock inginkan dengan mata ikan mati.
“Um... Grock, kau yakin aku bisa mengumpulkan semua ini?. Aku mendengar dari Herka jika Lapis lazuli sangat langka.”
“Tentu saja, aku percaya kau bisa mendapatkan semua item itu setelah melihat kemampuanmu dalam menambang.” kurcaci itu tertawa terbahak-bahak saat memberikan quest yang menyulitkan, seakan dia berpikir aku adalah manusia setengah dewa atau semacamnya.
Melihat mini map aku menemukan semua item yang Grock minta, walaupun letaknya jauh setidaknya aku bisa mendapatkan semuanya dalam beberapa hari.
“Baiklah, mungkin aku butuh satu bulan untuk mendapatkan semuanya.” ucapku.
“Satu bulan!.” kurcaci dengan tangan robot itu berteriak histeris. Apa satu minggu terlalu lama?.
“Em.... satu minggu adalah waktu tercepat yang bisa aku lakukan, kau tahu itu sangat dalam dan beberapa item berada di perbatasan benua.”
Satu minggu, itu adalah waktu tersingkat yang bisa aku lakukan untuk mengumpulkan semua item. Perlu kerja keras seperti saat aku mengumpulkan sun flower untuk menghemat waktu. Anda saja aku bisa mengurangi penggunaan stamina pasti pekerjaan akan jauh lebih cepat.
Mendengar jika aku bisa mengumpulkan seluruh item yang diperlukan hanya dalam satu minggu, Grock menatapku dengan mata terbelalak dan mulut terbuka lebar, kurcaci itu mematung selama beberapa saat.
__ADS_1
Apa satu minggu masih belum cukup cepat untungnya?. “Walaupun kau ingin marah tapi aku tetap tidak bisa mengumpulkan semuanya lebih dari....”
“Sa... satu minggu, itu sangat gila!.” kembali Grock berteriak setelah kesadarannya pulih akibat shok. “Setiap orang pasti butuh waktu yang tidak sebentar, mungkin paling cepat sepuluh tahun untuk mengumpulkan semua item itu. Tapi kau satu minggu, kau pasti bukan manusia.”
“Ya memang, bukankah kau tahu aku seorang Giant?.”
“Bukan itu maksudku, kau pasti keturunan dewa. Apa ibumu memiliki selingkuhan seorang dewa?.”
Bletak!
Aku segera memukul kepala kurcaci itu sebelum imajinasinya berkembang semakin liar. Merasakan kesakitan dari pukulan yang aku berikan kurcaci itu berguling di tanah.
“Sudahlah ada hal lain yang harus aku lakukan.”
“Apa! Kau tidak langsung mulai menggali?.”
“Aku akan melakukannya setelah membuka toko lebih dahulu.”
“Toko?.”
Setelah selesai berbicara dengan Grock, aku kembali menghampiri Herka. Dua serigala salju menghampiriku begitu keluar dari ruang pembongkaran mayat naga hitam.
Para warga yang berada di ladang bunga pun bertambah banyak, sepertinya mereka senang tinggal di goa ini karena kehangatannya. Sangat berbeda dengan cuaca di permukaan yang terasa begitu dingin hingga menembus tulang.
“Aku ingin memulai perdagangan dengan para Traveler sepertiku.”
“Perdagangan dengan para Traveler, apa itu mungkin?.”
Herka berpikir jika tidak akan bisa melakukan perdagangan karena jembatan yang menjadi satu-satunya akses jalan masih belum diperbaiki. Tapi setelah aku menjelaskan sistem shop, wanita tua itu pun mengerti sampai batas tertentu.
“Akan sangat luar biasa jika sihir seperti itu ada.” kata Herka setelah aku menjelaskan panjang lebar tentang sistem toko.
“Aku tidak masalah jika kau mendirikan toko.” aku sangat senang mendengar persetujuan Herka, tapi. “Kau harus membicarakan hal ini dengan Sania, dia adalah pemilik toko di desa ini.”
Herka mengatakan jika desa kecil tidak boleh memiliki dua toko karena bisa menimbulkan perselisihan. Aku tidak mengerti kenapa ada aturan seperti itu, tapi mungkin memang seperti itulah sistem di game ini.
Naik ke atas aku berniat keluar dari goa dan bertemu dengan Sania. Itu membutuhkan satu jam perjalanan, menaiki ribuan tangga setinggi satu meter tiap anak tangga cukup melelahkan.
Aku terpaksa berhenti di tengah perjalanan karena stamina berkurang begitu cepat. Kedua serigala terus menggonggong seakan menertawakan aku karena begitu lemah hanya karena menaiki anak tangga.
Di jalan aku sempat berpapasan dengan warga desa yang berniat turun menuju ladang bunga. Naik turun anak tangga setinggi satu meter memang report dan melelahkan, aku harus memperbaikinya lain waktu.
__ADS_1
Aku juga berpikir untuk menjadikan bunga Lunar Tear dan material tambang sebagai item utama yang akan aku jual di toko milikku nanti, jadi membuat sarana transportasi yang lebih baik memang mutlak diperlukan.
“Mungkin aku perlu membangun elevator atau kereta pertambangan.” Pikirku.
***
Satu jam berlalu, menaiki tangga menuju permukaan terasa jauh lebih melelahkan daripada membuat tangga itu sendiri. Mungkin karena saat melakukan penggalian fitur stamina belum ditambahkan sehingga aku bisa menggali sejauh itu.
Pasti akan ada banyak player yang komplain karena fitur stamina terasa begitu membebani aktivitas.
“Aku akan menjadikan pembuatan kereta pertambangan sebagai prioritas utama setelah membuka toko.” kataku dengan nafas terputus-putus.
Sementara aku beristirahat dia serigala salju begitu senang keluar dari goa, mereka berdua sepertinya tidak sedikitpun merasakan kelelahan. Setelah beristirahat memulihkan stamina kami segera kembali ke desa.
Sebagian besar warga saat ini berada di dalam goa menikmati kehangatan ladang bunga. Hanya beberapa orang yang masih tinggal di desa yaitu orang-orang yang bekerja memperbaiki jembatan. Saat ini semua pekerjaan sedang beristirahat di toko termasuk Sania dan Hektor.
“Wajah kalian terlihat sangat lesu, apakah karena perbaikan jembatan?.” aku bertanya pada Sania dan Hektor. Keduanya pun menganggukkan kepala secara bersamaan.
‘Benar-benar pasangan yang serasi.’ batinku.
Hektor pun menceritakan masalah yang para pekerja hadapi sementara Sania mulai menyiapkan teh Lunar Tear untukku.
“Selain aliran sungai yang begitu deras, suhu air pun sangat dingin. Siapapun yang jatuh tercebur ke dalam sungai maka akan langsung meninggal karena seluruh tubuhnya membeku.” kata Hektor.
“Bahkan untukmu?.” aku bertanya pada Hektor sambil menyesap teh hangat dari Sania.
“Aku mungkin bisa bertahan....” Hektor menatapku dengan tajam, “Bertahan selama sepuluh detik.” dia mengatakannya dengan begitu dramatis.
“Jika kau saja hanya bisa bertahan selama itu pasti air sungai sangatlah dingin.”
“Itu sangat dingin, bahkan lebih parah dari gigitan serigala salju.”
Warga desa meyakini jika dinginnya air sungai disebabkan oleh inti naga laut, pendapat itu diperkuat karena sungai desa berasal dari aliran mata air gunung Frieg.
Aku menjadi teringat saat melakukan penggalian, sebuah insiden yang hampir saja membuat goa penambangan tenggelam oleh air sungai bawah tanah. Aku masih teringat jelas betapa dinginnya air itu, seakan seluruh darahku telah membeku dan seluruh staf berhenti bekerja selama beberapa saat.
Tapi bersyukur karena adanya aliran air yang begitu dingin membuat suhu panas dalam goa dapat menjadi lebih setabil, para warga pun tidak takut kehausan karena aliran air itu.
Aku juga memiliki rencana menggunakan air tersebut untuk mengaliri sawah yang akan aku buat. Tapi sebelum itu mari berbicara bisnis dengan Sania.
***
__ADS_1
Bersambung.