
___________________________________________
[Conqueror]
Rank : Unik
Keterangan: gelar untuk player yang berhasil mendaki puncak tertinggi Minvers. Semua makhluk hidup di dunia ini berada dibawah kakinya.
Efek gelar:
(1) stat poin +6
(2) Fame seluruh dunia + 200
(3) Conqueror Aura: memperkuat aura intimidasi, kemarahan dan kharisma. Makhluk dengan level lebih rendah akan mudah terpengaruh oleh player.
(4) Subjugator: Mendapatkan stat poin setelah menaklukkan wilayah atau membersihkan sebuah Dungeon.
(5) Ruler of the Land: Meningkatkan moral prajurit dan NPC di dalam wilayah kekuasaan.
___________________________________________
Gelar yang didapat setelah berhasil mendaki gunung Frieg, Estrid merasa Gelar itu tidak berguna untuk saat ini.
“Aku belum memiliki area kekuasaan.” kata Estrid.
“Tapi mungkin akan berguna jika aku menaklukan Dungeon.” selama perjalanan ini Estrid telah menemukan banyak Dungeon tersebar di wilayah sekitar gunung.
Estrid saat ini duduk di tepi gunung sambil menatap cakrawala. Cahaya kemasan mulai bersinar menandakan matahari mulai terbit.
“Magnificent.” satu kata yang Estrid berikan saat melihat pemandangan di depannya.
Dia merasa semua orang di desa juga merasakan yang sama. Akhirnya setelah tujuh tahun langit tertutupi Awah hitam, kini mereka sekali lagi dapat melihat mata hari.
***
Setelah satu jam menikmati sinar matahari, Estrid berpamitan dengan seluruh penduduk desa lewat boneka burung. Dia berpikir jika sudah saatnya mengambil apa yang menjadi tujuannya kenari.
“Tanah jiwa dan Lapis lazuli, aku datang!.”
Menggunakan skop Estrid menggali ke bawah dari puncak gunung Frieg. Salju salju biru sangat mudah digali menggunakan skor besi dan peningkatan kekuatan dari Skill [Tikus Tanah IX].
Tring!
Setelah menggali sedalam sepuluh meter, skop Estrid membentur sesuatu yang keras. “Apa itu Es?.” Estrid segera mengambil beliung untuk memecahkan balok es yang menghalanginya.
Tapi setelah menggali Es, Estrid mendapati rongga besar dibawahnya. Lubang itu begitu gelap hingga Estrid tidak dapat melihat dasar. Mencoba membuat penerangan, Estrid melempar batu yang sudah diberi Rune cahaya.
“Itu.... kota!.” Estrid sangat terkejut ketika melihat di dasar lubang itu ternyata terdapat sebuah kota dengan kastil besar di tengahnya.
Ding!
[Selamat anda menjadi yang pertama menemukan Reruntuhan kuno kerajaan Tamuz, Stat poin + 10]
__ADS_1
“Woah, itu setara dengan naik satu level.” Estrid merasa senang mendapatkan sepuluh poin yang setara dengan menaikkan satu level.
“Ini pasti sebuah penemuan besar.”
***
Menggunakan tali aku turun ke bawah, tinggi kubah pelindung salju hingga mencapai kota diperkirakan setinggi 150 meter.
Selamat turun aku terus memperhatikan mini map karena takut jika tiba-tiba ada monster yang menyergap ku saat menginjakan kaki di koto kuno.
“Syukurlah ini aman.” aku terus turun hingga akhirnya menginjakan kaki di koto kuno.
Gruuuur!
Suara bergemuruh terdengar di sekitar, aku segera waspada. Takut senter sihir yang aku gunakan justru memancing kedatangan monster aku pun membuangnya.
Gruuuur!
Suara gemuruh itu seketika berpindah ke arah aku melempar Senter sihir. Walaupun aku tidak dapat melihat monster itu, tapi setelah melihat kejadian tadi membuatku berpendapat jika monster itu sensitif terhadap suara.
“Aku harus berhati-hati saat berjalan.”
Mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh mini Map, aku menyusuri kota yang begitu gelap. Perumahan dan toko di samping jalan dibuat dengan pintu yang besar membuatku semakin telah menjadi manusia kerdil.
Tapi aku sadar jika bukan aku yang mengecil tapi memang rumah-rumah di kota ini dibuat begitu bmbesar dikarenakan penghuni kota merupakan para raksasa.
“.......”
Aku tiba di tengah kota tempat air mancur berada. Seperti air mancur di desa, kota ini pun memiliki air mancur yang membeku. Aku tidak bisa menggunakannya untuk berteleportasi.
Walaupun aku sudah menduganya, tapi agak kecewa juga saat melihat harapanmu hilang di depan mata. Dengan perasaan kecewa aku kembali mengikuti arahan mini map, hingga aku sampai ditempat pemakaman.
[Mendapatkan 1 balok Soul Soil]
[Mendapatkan 1 balok Soul Soil]
Notifikasi terus terdengar saat aku menggali tanah kuburan, selai Soul Soil aku juga mengincar sesuatu di dalam kuburan yang aku gali.
[Anda berhasil memenuhi salah satu material quest senjata khusus Grock]
Senyumku melebar setelah mendengar notifikasi. Akhirnya hanya tinggal satu material lagi dan semuanya akan selesai.
Tapi saat hanya tinggal satu langkah lagi, tiba-tiba bencana datang menghampiriku.
Trak!
Skop yang aku gunakan menggali mengenai peti mati yang terkubur. Suara benturan itu cukup keras hingga cukup untuk membangkitkan mayat yang tertidur.
Grooour!
Bangkit dari dalam tanah, zombie raksasa setinggi lima meter segera mengejar ku. Dengan sigap aku segera keluar dari dalam kuburan yang aku gali, lalu mencoba menyelamatkan diri.
Zombie raksasa dengan perut terbuka menunjukan jiwa-jiwa terkurung didalam tubuhnya. Tentakel di kepala sementara dia tidak terlihat memiliki mata, mulutnya terbuka lebar dengan bola cahaya didalamnya.
“Sial!.”
__ADS_1
Dengan cepat aku segera melakukan manuver menghindar. Berikutnya suara keras terdengar begitu memekakan telinga. Itu adalah sebuah ledakan sonik yang mampu menghancurkan deretan rumah sejauh dua puluh meter.
“Gila, aku pasti akan hancur jika terkena tembakan sonik itu.”
Monster raksasa hitam kehijauan berhenti sesaat setelah melakukan serangan sonik bom, itu memberiku kesempatan untuk bersembunyi.
Grourrr!.
‘Seperti yang aku duga jika monster ini tidak dapat melihat tapi sebagai gantinya pendengarannya begitu peka.’
Estrid bersandar di tembok tepat di samping monster itu, walaupun sangat dekat tapi dia tidak ketahuan karena begitu tenang. Setelah beberapa saat mencari keberadaan Estrid tapi tidak kunjung ketemu, monster itu pun kembali masuk kedalam tanah.
“Wow, dia memiliki skill yang aneh.” Estrid melihat tempat monster menghilang, tidak terlihat ada bekas galian di tempat itu yang membuat Estrid berpikir jika monster baru saja melakukan teleportasi.
Berjalan dengan hati-hati takut membangunkan monster itu lagi, Estrid kembali menuju ke kuburan untuk menyelesaikan urusannya.
“Sekarang bagaimana aku bisa membuka peti ini?.” Estrid bisa saja mengambil seluruh peti mati itu ke dalam Inventory dan membukanya nanti di tempat aman. Tapi dia tidak melakukannya karena merasa tidak sopan pada siapapun yang berada di dalam peti mati.
“Bagus, sedikit lagi....”
Ting!.
“..........”
Gerrrrrr.....
Estrid mencoba melepas paku peti mati satu persatu. Dia berusaha melakukannya setenang mungkin, namun tetap saja dia tidak bisa melakukannya dengan begitu mudah.
Monster itu mulai keluar dari dalam tanah, Estrid masih diam di lubang kuburan, dia hanya menatap Monster yang selesai bangun lalu berjalan kearahnya.
Seakan tidak takut dengan monster di depannya, Estrid dengan santai melempar bola Es jauh darinya. Mendengar suara bola Es yang Estrid lempar membuat monster segera berlari ke sumber suara.
“Itu tidak begitu merepotkan jika semuanya dilakukan dengan tenang.” Setelah pengganggu di singkirkan, Estrid kemudian melanjutkan pencurian makam nya.
“Dapat,” Estrid tersenyum lebar ketika melihat peti mati yang dia bongkar terdapat tengkorak yang tengah memeluk toples berisi pasir berwarna biru gelap.
“Lapis lazuli, betapa sulitnya menemukan mu.” Estrid pun segera mengambil botol kaca itu setelah meminta izin pada pemiliknya, yang tentu saja tidak ada jawaban.
“Sekarang mari pulang, marilah pulang bersama-sama..... Tapi aku kan sendiri?.”
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Estrid ingin segera kembali ke desa. Dia menutup lubang kuburan dengan blok tanah biasa lalu bersiap meninggalkan kota kuno. Tapi sayang sekali suara aneh tiba-tiba terdengar di sekitar kota kuno.
“Apa? Apa itu alarm pencurian?.”
Seperti yang Estrid duga, belasan monster raksasa keluar dari dalam tanah lalu segera mengejarnya. Dengan panik Estrid berlari menghindari bom sonik monster-monster itu.
Berusaha mengecoh monster, Estrid melempar banyak barang sepanjang jalan. Beberapa monster terkecoh dan tidak lagi mengejar, tapi masih banyak juga yang mengejarnya.
“Fiuh... itu hampir menjadi bencana besar,” kata Estrid setelah berhasil menaiki tambang menuju permukaan. Di bawahnya sekelompok monster hanya bisa melihat kearahnya tanpa bisa melakukan apapun.
“Yo, selamat tinggal kawan.... Namanya siapa yah?.” melihat min map Estrid mencoba mencari nama dari monster yang terus membuatnya ketakutan berada di dalam kota kuno.
“Warden, Yap nama yang terdengar tidak asing.”
***
__ADS_1
Bersambung.