Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
26. Malaikat dan Iblis


__ADS_3

Belasan misil mengejar pesawat jet yang diterbangkan Glen. Mencoba menghindar dari seluruh serangan yang datang, pemuda itu terbang rendah di atas jalan.


Dia atas pesawat Erina menggunakan senapan anti tank menembaki misil yang mengincar mereka. “Bulls eyes.” ucap Erina ketika berhadapan menembak jatuh salah satu pesawat musuh yang terus mengejar.


“Kau tidak akan keluar dari negara ini dengan selamat Penyihir hitam!.” seorang Cronous Sage terbang dengan kecepatan suara menuju pesawat. Beberapa kali Erina menembakinya tapi selalu dihindari atau ditangkis.


“Mati!.” anggota Cronous Sage mengayunkan tongkatnya begitu jarak serangan dengan Erina telah tercapai. Tapi menggunakan senapan di tangan wanita itu dapat menahan serangan tombak.


Pertarungan diatas atap pesawat jet yang tengah melaju 200 kilometer per jam terjadi begitu sengit. Pria bertopeng itu terlihat tidak sebanding melawan Erina, beberapa kali serangan Erina mengenai tubuhnya membuat jubah putih yang dia kenakan mulai ternoda oleh darah.


Pria bertopeng terjatuh menunduk dengan rasa sakit luar biasa di perutnya yang terluka akibat sayatan pisau Erina. “Kau cukup muda, apa kau seorang rekrutmen baru?.” pria itu hanya diam mendengar pertanyaan Erina.


“Terserahlah.” nada bicara Erina begitu dingin. Saat pria itu menatap wanita yang kini berdiri di depannya, hanya moncong senapan yang dia lihat.


Jika Erina menembakkan senjata yang mampu meledakkan sebuah misil ke kepalanya dalam jarak yang begitu dekat, tidak ada keraguan jika pria bertopeng akan kehilangan kepalanya seberapa pun kuat pria itu.


Tapi keberuntungan pria bertopeng tidak begitu buruk. Disaat nyawanya terancam bantuan dari anggota Cronous Sage lainnya menyelamatkan nyawanya.


Manusia burung dengan cepat menyerang pesawat jet mengakibatkan keseimbangan Erina goyah, akibatnya tembakan yang mengarah pada pria bertopeng meleset dan hanya merusak sebagian topeng.


“Aku sudah mengatakan untuk tidak meremehkan wanita ini!.” anggota Cronous Sage dengan sayap di punggungnya berbicara dengan nada marah pada rekannya.


“Ini benar-benar keteledoran ku!.” pria bertopeng mengakui kesalahannya. Dia segera memakan sebuah pil yang tidak lama kemudian luka di tubuhnya mulai pulih.


“Kau beruntung newbie karena kami bisa mengejar pesawat ini. Jika tidak kau pasti akan bernasib sama seperti kebanyakan anggota baru.” Dua anggota Cronous Sage lainnya juga berhasil menyusul.


Pesawat jet musuh berhenti menembakkan misil ketika empat Cronous Sage berkumpul di atas pesawat Erina.


Dia sadar akan sangat menyulitkan jika harus melawan empat anggota Cronous Sage terlebih lagi tiga diantaranya adalah para veteran. Tapi Erina sama sekali tidak memiliki niat untuk menyerahkan Glen pada mereka.

__ADS_1


Satu jam berlalu, Pertarungan yang tidak imbang membuat Erina terluka parah, tapi begitu juga dengan empat lawannya. Pesawat jet telah meninggalkan kota menuju lautan lepas, Erina tersenyum saat menatap cakrawala yang mulai gelap.


“Ini buruk, jika pesawat ini keluar dari batas negara maka...” seolah mengetahui apa yang membuatmu senyum Erina mengembang, keempat anggota Cronous Sage mulai khawatir.


Tapi mereka tidak mau menyerah begitu saja. Berusaha memberikan perlawanan terakhir, keempatnya melakukan ritual pemanggilan. Langit terbuka, sore yang mulai menjelang malam tiba-tiba menjadi terang seakan matahari baru saja terbit dari barat.


Pemanggilan yang mengorbankan sebagian usia mereka membuat sosok malaikat turun ke bumi. “Hingga kalian bertindak sejauh ini.” Erina menatap sosok raksasa yang disebut sebagai malaikat oleh kultus Cronous Sage.


“Tapi maaf saja semua yang kalian lakukan tidak ada gunanya.” senyum itu masih terlihat jelas di wajah Erina.


Pemuda bertopeng yang sebelumnya hampir mati di tangan Erina, dia menatap wanita itu dengan penuh keheranan. ‘Bagaimana dia masih begitu percaya diri setelah kami memanggil The Angel?.’ pikir pemuda itu.


Sebagai seorang anggota baru dia tidak pernah sekalipun berhadapan dengan seorang Ningrat. Awalnya dia berpikir mengerahkan empat anggota peringkat pertama sudah terlalu berlebihan. Tapi setelah hampir terbunuh oleh orang yang dia remehkan membuatnya berpikir ulang tentang apa yang sedang dia hadapi.


Pemuda itu berpikir jika Cronous Sage ada organisasi terkuat di dunia. Pemikiran itu didasari oleh semua yang dia dapat selama hidupnya.


Tapi akan berbeda dengan realita yang terdapat di dunia bawah. Di tempat yang ditinggali oleh para dalang, Cronous hanyalah salah satu pilar yang keberadaannya dapat dengan mudah digantikan.


“Rodan!.” Erina berteriak memanggil.


Dalam sekejap langit yang bersinar terang akibat dari kemunculan malaikat kini kembali menjadi gelap, bahkan lebih gelap dari sebelumnya.


Sinar yang terpancar dari tubuh malaikat menjadi satu-satunya sumber cahaya, tapi tidak bertahan lama setelah mulut dengan api yang berkobar di dalamnya menelan sosok malaikat yang dipanggil oleh keempat Cronous Sage.


Dunia menjadi begitu gelap setelah lenyapnya malaikat. Kemudian raungan monster yang Erina panggil terdengar begitu keras membuat dunia seakan berguncang karenanya, gelombang besar tercipta hingga menimbulkan bencana di berbagai negara.


Keempat Cronous Sage jatuh di lutut mereka, tubuh mereka begitu lemas setelah melihat usaha terakhir mereka berakhir dengan kesia-siaan. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain mengakui kekalahan.


Langit perlahan kembali pulih, tirai hitam yang merupakan perwujudan dari iblis panggilan Erina perlahan menghilang. Keempat Cronous diam menunggu wanita itu menentukan basib mereka.

__ADS_1


Glen menghentikan pesawat jet Setelah keluar dari batas wilayah negara. Di atas pesawat terdapat awan hitam yang terus mengeluarkan kilatan petir seakan badai akan datang.


“Kau seharusnya tahu peraturannya,” Erina berkata pada manusia bersayap yang merupakan pemimpin dari kelompok itu.


“Tentu, kau bisa mengambil nyawa kami. Ini adalah kekalahan mutlak, tidak akan ada perlawanan dariku karena semua itu akan sia-sia.” tidak ada bantahan dari anggota Cronous Sage lainnya. Seperti pemimpin, mereka pun mengakui kekalahan.


Nyawa keempatnya sekarang berada di tangan Erina. Walaupun Erina adalah seorang pembunuh, tapi bukan berarti dia akan melakukan pembunuhan tanpa pikir panjang.


Erina menyadari jika membunuh keempatnya maka akan membuat hubungan keluarganya dengan sekte Cronous Sage akan memburuk. Jika itu terjadi maka perang besar antara kedua organisasi pun tidak bisa dihindarkan.


Memikirkan kerugian jangka panjang akibat perang, Erina memutus untuk membiarkan keempatnya tetap hidup. Tapi tentu dengan sebuah bayaran.


“Aku tidak mungkin membuat kontrak hidup dan mati dengan seorang penyihir hitam, kau seharusnya tahu itu!.” manusia bersayap menolak mendapatkan pengampunan dari Erina.


“Oh aku tidak tahu tentang itu. Tapi siapa yang peduli semuanya telah terjadi.” balas Erina.


Tiba-tiba keempatnya merasakan tubuh mereka terbakar terutama di bagian punggung. “Wanita ini. Hentikan!.” mereka meraung keras menahan sakit, tapi bukannya menolong Erina justru melempar mereka ke laut.


“Kalian bisa menghapus kontrak itu hanya dengan kematian!.” ucap Erina.


Di atas pesawat, langit semakin mengganas petir menyambar terus menerus. Para anggota Cronous Sage menatap sebuah bayangan hitam di balik awan yang melai jatuh.


Pesawat induk, pulau terbang atau mungkin sebuah benteng udara, tidak ada yang tahu pasti apa itu. Hingga kini menjadi objek tidak teridentifikasi yang diketahui merupakan pusat organisasi Ningrat.


Glen segera menerbangkan pesawat menuju pulau terbang itu yang sebenarnya memiliki nama resmi yaitu Karathon.


***


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2