
Groooug!
Raung Yeti dengan tongkat kayu. Begitu raungan itu terdengar semua Yeti yang mengelilingi kami segera menyerbu.
“Sepertinya yang membawa tongkat kayu adalah pemimpin para Yeti.” ucapku mencoba menganalisa lawan yang sedang aku hadapi.
Level para Yeti lebih lemah dari para serigala salju, tapi jumlah mereka mencapai lima puluh, ditambah arahan oleh pemimpin Yeti pertarungan ini akan semakin sulit.
“Aku tidak tahu apakah Hanna akan menyiarkan video ini atau tidak, tapi tidak ada salahnya untuk tetap merekam.” Disaat semua Yeti mulai mendekat, aku masih sibuk mengatur mode perekaman.
Bark bark bark!
Alaska dan Pluto menggonggong mencoba memberikan intimidasi, tapi segera aku mengusap kepala kedua serigala itu untuk membuat mereka tenang.
“Tidak apa, kita akan melakukan trik yang sama ketika kita melawan Draugher.” aku kembali menggunakan penutup kepala yang terbuat dari kulit serigala salju.
Menyadari rencanaku kedua serigala segera masuk kedalam salju menyembunyikan keberadaan mereka, sementara aku menggunakan salah satu efek terkuat dari Equipment yang Herka buat.
“White Invisible!.”
Tubuhku dalam sekejap lenyap membuat semua Yeti kebingungan. Skill tak terlihat hanya akan bertahan selama lima detik jadi aku harus cepat melakukan rencanaku.
Bergerak secepat yang aku bisa, melewati diantara sela-sela para Yeti. Aku melompati dinding pertahanan yang Yeti buat untuk melindungi pemimpin mereka, lalu ...
“Apa yang sedang kalian cari?.” ucapku saat masih melayang di udara setelah lompatan, kedua tanganku siap mengayunkan kapak.
Semua Yeti terkejut melihat posisiku yang begitu dekat dengan pemimpin Yeti. Semua monster kera berbulu putih itu segera bergegas untuk menyelamatkan raja mereka tapi sayangnya mereka sudah terlambat.
Jraasss!
Mata kapak yang aku gunakan tepat mengenai kepala raja Yeti dan membelahnya menjadi dua bagian. Mata raja Yeti menatapku seolah tidak percaya. Dari sekian banyak bawahan yang raja Yeti bawa justru dirinya yang menjadi korban pertama dalam pertarungan ini.
Ding!
[Luka Mematikan]
Raja Yeti terbunuh dengan satu serangan karena luka Mematikan.
Luka Mematikan sendiri merupakan sebuah fitur yang memungkinkan monster atau player terbunuh walaupun kesehatannya masih tersisa.
Seperti contohnya seorang player yang kepalanya putus karena dipenggal, walaupun kesehatan player itu masih tersisa tapi sistem akan membunuhnya secara paksa dengan fitur luka Mematikan karena manusia yang masih hidup setelah kepalanya dipenggal itu dianggap terlalu tidak logis.
Dengan wajah bernoda oleh cipratan jus otak raja Yeti, aku tersenyum saat bertanya, “Siapa selanjutnya?.” pada setiap Yeti. Mereka saling menatap satu sama lain kemudian mulai membuat keributan.
[Para Yeti Union membutuhkan seorang raja baru]
“Oke....”
[Yeti Union mengakui mereka yang kuat. Yang berhasil mengalahkan raja sebelumnya akan menjadi raja baru]
__ADS_1
“Terdengar seperti cara para serigala salju memilih pemimpin.”
[Yeti Union tidak ingin menjadi bawahan dari makhluk lain, karena itu Yeti Union akan murka saat raja Yeti terbunuh oleh monster selain Yeti Union]
“Eh.... Itu diluar perkiraan ku.”
Bulu Yeti yang putih perlahan menjadi merah.
[Yeti Union akan membalas dendam atas kematian raja Yeti, yang berhasil melakukan pembalasan akan menjadi raja berikutnya]
Groaaar!
Semua Yeti berteriak dengan penuh amarah.
“Entah kenapa aku merasa ujian ini semakin menyulitkan. Apa aku seharusnya tidak membunuh rajanya lebih dulu?.” Aku tidak menduga semua Yeti Union akan masuk kedalam mode mengamuk seperti ini.
Dua kapak batu aku ambil dari inventori, “Ini akan jauh lebih menantang dari sebelumnya.” mengaliri listrik pada kapak batu kemudian aku melemparnya.
Kapak batu melukai dua Yeti yang menyebabkan luka serius saat terjadi ledakkan, tapi keduanya masih berdiri walaupun kesehatannya telah berkurang sebesar dua puluh persen.
[Kemampuan amarah dapat menaikan kekuatan monster namun mengurangi kecerdasan dan kesadaran]
Aku baru sadar jika suara notifikasi terdengar berbeda. Tidak seperti biasanya yang terdengar begitu mekanik, suara kali ini begitu berwibawa.
Grooaar!
Puluhan batu Es berukuran besar melayang ke arahku, bertindak cepat aku segera menggunakan prisai lengan untuk menangkis. Benturan terasa begitu berat, setiap kali batu Es mengenai perisai membuatku terdorong beberapa langkah.
“Aku kembalikan batu ini kepada kalian!.”
Serangan balik yang tidak berefek apapun, puluhan Yeti marah sudah begitu dekat. Serangan pertama Yeti datang, aku segera menghindar lalu menyerangnya menggunakan kapak. Serangan yang aku lakukan berhasil melukainya secara fatal, perut terbuka dengan usus terburai. Tapi walaupun luka begitu mengerikan Yeti marah masih tetap berusaha menyerang ku.
“Tck, mereka benar-benar mirip zombie.”
Serangan lainnya berdatangan, aku masih bisa menghindar dan memberikan perlawanan. Tapi karena jumlah yang begitu banyak membuatku mulai kesulitan.
Bang! Pukulan keras mengenai wajahku. Kesehatan langsung berkurang lima belas persen dalam satu serangan.
“Sial!.”
Dipenuhi oleh amarah aku memberikan serangan balik. Kapak yang aku gunakan mengenai wajah Yeti hingga rahangnya hampir terlepas, tapi tetap saja Yeti tidak perduli dengan rasa sakit yang dia alami.
Beberapa Yeti berhasil aku kalahkan namun jumlah mereka masih begitu banyak. Alaska dan Pluto berusaha membantu sebagai pengalih perhatian, tapi sayangnya para Yeti yang marah hanya fokus padaku. Ini menyebabkan rencana yang aku lakukan saat melawan Draugher tidak berkerja untuk melawan Yeti.
Bang!
Bang Bang!
Bang Bang Bang!
Pukulan bertubi-tubi menghujani tubuhku. Sebanyak apapun aku menyerang balik para Yeti akan terus datang seakan monster ini tidak ada habisnya.
__ADS_1
“Aaah...” Salah satu Yeti berhasil menarik kakiku lalu membantingnya berulang kali seperti mainan hingga akhirnya melempar tubuhku sembarangan bagaikan sampah.
“Uhuk.... sial mereka benar-benar membuatku babak-bapak belur.”
Sadar jika aku masih hidup semua Yeti kembali mengejar ku. Aku segera bangkit, menggunakan efek Gelar Zub Zero darah beku aku menghisap hawa dingin sehingga sebagian salju di sekitarku mulai mencair.
[Kesehatan kembali pulih]
Aku tersenyum, semua lukaku telah disembuhkan. “Selama benua ini masih membeku, aku tidak akan terkalahkan.” menyeret kapak yang dilumuri oleh darah, aku bersiap untuk kembali bentrok dengan para Yeti.
Sebanyak apapun luka yang aku dapatkan, aku akan kembali pulih. Sementara para Yeti satu persatu mulai tumbang hingga hanya menyisakan setengah. Walaupun begitu aku merasa jika pertarungan tidak akan terus berjalan seperti ini.
Aku merasa para Yeti mulai belajar.
Kapak memenggal kepala Yeti untuk kesekian kalinya, serangan balasan para Yeti datang dari belakang, dengan sigap aku menahannya dengan prisai guardian. Benturan keras dari serangan itu membuatku mundur, melakukan serangan balik seluruh kerusakan yang disimpan oleh perisai aku lepaskan menyebabkan ledakan super sonik yang menerbangkan beberapa Yeti sekaligus.
Ketika aku merasa dapat melewati ujian ini setelah melihat sisa dari para Yeti, kesalahan fatal merubah keadaan dalam sekejap.
"Uwaaaaa...."
Salah satu Yeti kembali mencengkram kakiku, seperti sebelumnya aku dibanting beberapa kali tapi kali ini aku tidak dilempar melainkan Yeti itu mencekik leherku.
“Agh.... f....k....”
Aku tidak bisa bernafas, ini sangat gawat kemampuan darah beku tidak dapat aku gunakan jika pernafasan terganggu.
Gerrrr! Yeti itu tersenyum saat melihatku mulai sekarat. Aku berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Yeti tapi stamina yang aku miliki telah berkurang banyak selama pertarungan. Kesehatanku perlahan menurun tenaga pun menghilang, tidak ada lagi yang bisa aku lakukan.
Ketika aku berpikir jika semuanya akan berakhir, tiba-tiba Alaska dan Pluto datang menyelematkan aku. Dua serigala menyerang Yeti yang mencekik ku, membuatnya terganggu hingga cengrama di leher terlepas.
Tubuhku jatuh terkulai lemas karena kehilangan banyak oksigen, dengan segera aku menggunakan keahlian darah beku untuk menyembuhkan diri. Sementara itu Alaska dan Pluto masih bertarung dengan Yeti.
Kaaiing!.
Tangisan serigala terdengar membuatku sangat khawatir. Saat aku melihat kembali kedua serigala itu tengah dalam masalah.
Alaska tergeletak dengan bulu putihnya berubah menjadi merah karena darah, sementara Pluto mencoba melindungi Alaska. Serigala itu menyerang Yeti yang mendekat tapi sayangnya dia tertangkap.
“Tidak...”
Aku berusaha menyelamatkan dua monster yang sudah begitu dekat denganku. Tapi para Yeti segera menahan, kemarahanku menguat membuat para Yeti terpental tapi semakin banyak Yeti berdatangan.
Akhirnya aku tidak bisa bergerak ketika puluhan Yeti menindih tubuhku, walaupun kemarahan sudah begitu besar tapi tidak cukup untuk menyingkirkan beban sebesar Itu.
Di bawah tumpukan tubuh Yeti, aku hanya bisa menatap bagaimana Yeti yang menangkap Pluto menghancurkan kepala serigala malang itu.
Pipiku terasa hangat oleh air mata, gigiku mengerat kuat hinga berdarah. Kemarah Viking mencapai batas hingga melampaui levelnya mengakibatkan tubuhku terasa terbakar disertai aliran listrik yang mulia menguap .
“VALHALLA!.”
Blaaaarrrrrr! Ledakan besar terjadi menerbangkan semua Yeti yang mencoba menahan ku.
__ADS_1
***
Bersambung.