Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
87 (Arc 2). Penempaan Diri


__ADS_3


Penempaan Diri.



    Angin dingin berhembus, awan hitam menutupi langit, “Cuaca yang buruk ini, seperti biasanya.”. Ucap Estrid.


    Perhatiannya kemudian beralih pada area sekitar dimana daratan ditutup warna merah, darah berceceran, puluhan mayat monster bergelimpangan.


    Seorang wanita dengan rambut merah duduk di atas tumpukan mayat. Dia mencoba beristirahat setelah pertarungan besar yang baru dia lalui.


    “Kapten, saya melaporkan jika semua monster telah dikumpulkan?” seorang pemuda yang menaiki kambing berbicara dengan lantang.


    “Bagus.” balas Estrid yang kemudian melompat turun dari tumpukan monster. Dua serigala, Alaska dan Pluto langsung menyambutnya, Estrid pun sedikit bermain dengan keduanya.


    “Kalian bekerja dengan baik juga hari ini.” katanya pada sekelompok anak yang merupakan prajurit terlatih.


    “““Terimakasih atas kerja kerasnya kapten!.”””


    Ucap semua anak dengan serempak.


    Wof wof...


    Awoooo...


    Alaska dan Pluto pun tidak ingin kalah, keduanya ingin dipuji oleh Estrid.


    “Ahaha.... kalian berdua juga melakukannya dengan baik.” ucap Estrid sampai membelai bulu kedua serigala.


    Rambut merah Estrid perlahan berubah warna menjadi putih, itu menandakan jika emosinya telah kembali stabil. Lalu dengan satu kibasan tangan tumpukan monster yang menggunung lenyap dalam sekejap.


    Semua mayat monster telah dimasukkan kedalam inventori, sementara sisanya akan diberikan pada pasukan pengendara kambing sebagai bayaran karena membantu penaklukan harian.


    Walaupun anak-anak itu tidak membutuhkan bayaran karena telah mendapatkan hal yang lebih baik yaitu keahlian dan pengalaman bertarung. Tapi Estrid mengatakan jika mereka perlu mulai memikirkan untuk memiliki tabungan.


    “Sebentar lagi jembatan akan selesai, kalian mungkin membutuhkan uang untuk membeli sesuatu di kota.” katanya.


    Karena tidak enak menolak pemberian dari orang yang sangat mereka hormati, anak-anak itu pun menerima mayat monster yang telah mereka buru


    “Baiklah, sudah waktunya untuk kembali ke desa. Aku tidak ingin terlambat lalu mendapatkan omelan dari si kurcaci tua.”


    Estrid mengendarai kambing berkaki enam yang kepalanya diperban seakan terluka oleh sesuatu. Di samping kedua serigala berlari beriringan, lalu di belakangnya pasukan anak-anak mengikuti.


    Rombongan itu bergerak dengan cepat menyusuri jalan bersalju, hingga hanya membutuhkan waktu dua menit hingga mereka sampai di desa.


    Desa itu terlihat begitu hidup. Bukan hanya manusia yang ada di desa tapi pada makhluk air yang dipanggil dengan ras Merman pun terlihat lalu lalang.

__ADS_1


    Kedatangan Estrid dan rombongannya disambut baik oleh para penduduk, ada yang memberi pujian, ada pula yang menundukkan kepala dengan hormat. Bahkan beberapa diantaranya sampai bersujud, mereka adalah para Merman.


    Estrid merasa terganggu melihat tindakan para Merman yang dia anggap terlalu berlebihan. Tapi dia sadar jika mereka menjadi seperti itu juga karena kesalahannya.


    Para Merman masih dibayangi ketakutan atas pembantaian yang Estrid lakukan beberapa minggu lalu pada kaum mereka. Mereka sebisa mungkin menghindari kontak mata langsung dengan Estrid, karena itulah mereka bersujud setiap kali bertemu dengannya.


    Setelah sampai di tengah desa Estrid berpisah dengan anak buahnya. Mereka akan melakukan kegiatan harian setelah berlatih dengan Estrid, yaitu berendam air panas bersama dengan kambing peliharaan mereka.


    Alaska dan Pluto juga ikut, sementara itu kambing yang ditunggangi oleh Estrid...


    “Kau ikutlah bersama mereka, aku akan tinggal di dalam pondok penempa seharian.” kata Estrid pada raja kambing.


    Embeeekk...


    Raja kambing mengembik pada majikannya lalu segera pergi bersama yang lain. Estrid menatap luka di kepala kambing itu yang disebabkan olehnya.


    Pertarungan yang telah dijanjikan itu terjadi dua hari lalu. Raja kambing hanya akan mengijinkan orang yang lebih kuat darinya bisa menunggangi punggungnya.


    Karena Estrid berpikir akan sangat menyenangkan jika memiliki tunggangan kuat serta cepat, dia pun menantang raja kambing untuk duel.


    Tapi seperti duel sebelumnya, kali ini pun raja kambing dikalahkan dengan satu pukulan. Itu pertarungan yang singkat, Raja kambing berpikir dirinya akan mampu bertarung dengan imbang setelah kesehatannya pulih.


    Namun pada kenyataannya raja kambing terlalu meremehkan lawan yang telah mengalahkannya dahulu. Akibat dari kekalahan itu raja kambing pun harus menjadi peliharaan Estrid.


    ***


    Suara bising dari benturan palu dan logam terdengar terus menerus. Grock si kurcaci penempa nampaknya sedang bekerja membuat senjata.


    Melihat Grock yang begitu fokus pada pekerjaannya membuat Estrid enggan untuk mengganggunya, dia pun memilih untuk menunggu.


    Suara desisi disertai asap yang mengepul terjadi saat Grock mencelupkan besi panas yang telah dia bentuk kedalam api. Setelah beberapa saat Grock kembali mengangkat besi di dalam air untuk dia lihat.


    “Sempurna,” ucapnya dengan wajah puas. Grock pun meletakan bilah pedang yang belum selesai dia buat. Dia akan menyelesaikan senjata itu nanti setelah minum beberapa botol alkohol.


    “Apa ini sudah saatnya untuk sesi latihan?.”


    “Berrrr....”


    Suara Estrid yang secara tiba-tiba terdengar di belakang membuat Grock sangat terkejut, hingga kurcaci itu menyemburkan minuman yang hendak dia minum.


    “Apa kau dari tadi sudah ada di sana?.” tanya Grock dengan gugup.


    “Ya, mungkin sudah sepuluh menit.” jawab Estrid santai


    “Dasar gadis bodoh, kenapa kau tidak menyapaku?.” ucap Grock marah, namun Estrid justru tertawa keras.


    “Aku hanya tidak ingin mengganggu master, lagipula melihat bagaimana seorang penempa ahli membuat senjata itu sangat menyenangkan.”

__ADS_1


    “Haaa... kau terlalu memuji.”


    Setelah percakapan singkat itu, master kemudian mengambil prototipe senjata yang baru 90% jadi. Sebuah senjata yang telah aku kerjakan selama dua Minggu lamanya bersama master Grock.


    Lamanya pembuatan senjata ini dikarenakan menggunakan teknik penempa kurcaci yang begitu rumit dan berbahaya.


    Master Grock tidak menggunakan peralatan penempa yang bisa digunakan untuk membuat senjata umum karena bahan spesial yang dia gunakan kali ini.


    Dia menggunakan api biru yang disebut dengan api jiwa, dibuat dengan menggabungkan magma cair dengan campuran tanah jiwa.


    Cahaya yang dihasilkan oleh api jiwa tidak begitu terang, tapi suhu api biru itu tidak terkira panasnya. Kesehatanku sampai berkurang saat terlalu dekat, tapi seiring waktu resistensi suhu panas yang aku miliki meningkatkan sehingga bisa menghadapi api jiwa sekarang.


    Master Grock mengatakan jika aku tidak normal, dia memberitahuku jika untuk para kurcaci saja membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membiasakan diri menghadapi api jiwa. Tapi aku hanya membutuhkan dua hari untuk membiasakan diri.


    “Aku pikir itu karena efek skill ahli tambang yang membuatku tahan terhadap panas dari perut bumi.”


    Panasnya api jiwa bisa melelehkan besi biasa dalam hitungan detik, sementara itu Adamantium yang merupakan material lebih kuat memerlukan waktu berminggu-minggu untuk dapat dilebur jika menggunakan api biasa.


    Tapi dengan api jiwa, membuat Adamantium material terkuat yang saat ini bisa aku dapatkan, bisa dilebur hanya dalam waktu dua jam saja. Jadi bisa dibayangkan betapa panasnya api biru.


    Dua Minggu proses pembuatan benar-benar menguras tenaga. Minggu pertama master Grock memintaku untuk menaikan skill penempa hingga level mahir, itu benar-benar sebuah permintaan gila.


    Bagaimana mungkin aku yang tidak memiliki skill penempa dimintai untuk menjadi penempa ahli dalam berapa hari. Perlu diketahui jika level skill terbagi dalam tiga kelompok, yang pertama adalah tingkat pemula I hingga X (I\=1, X\=10).


    Aku harus menaikkan (Blacksmith I) sampai (Blacksmith X) untuk mencapai level mahir. Dalam kondisi bisa player akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menaikan level skill mereka, tapi beruntung aku memiliki skill curang bernama [Furnace], yang membuatku dapat melakukan penempaan secara otomatis.


    Dalam pikiran aku membuat ratusan senjata secara bersamaan, keahlian penempa pun terus bertambah hingga level Blacksmith pun akhirnya mencapai level Master dalam waktu lima hari.


    Mendengar jika aku telah mencapai [Advance Blacksmith I], Grock menatapku dengan cara yang berbeda hingga saat ini. Dia menganggap ku sebagai titisan dewa atau semacamnya. Kekaguman master Grock justru membuatku merasa tidak nyaman karena telah melakukan cara curang untuk menaikan level skill blacksmith.


    Aku menatap senjata di depanku, sebuah kapak dengan beragam ukiran rune berwarna biru. Terlihat sangat mengagumkan. Aku terus menahan diri untuk tidak menggunakan skill penilaian pada senjata itu, karena aku ingin mendapatkan kejutan.


    Tidak lama kemudian Herka datang ke bengkel sambil membawa gulir surat yang merupakan item terakhir untuk menyempurnakan senjata.


    Gulir surat yang berisi mantra penguat, sebuah enhancement yang dibuat menggunakan Lapiz Lazuli. Item yang hanya bisa dibuat oleh Advance Rune Maker, karena itulah aku juga menghabiskan banyak waktu bersama Herka untuk mempelajari banyak Rune demi menaikkan level skill Rune Maker.


    Di atas Anvil, kapak itu siap diberikan Enhancement. Ini membuatku begitu tegang, tapi dua guruku mengatakan jika tidak akan terjadi masalah. Aku pun mencengkram palu lalu mulai melakukan enhancement.


    “Oke.... this is it.”


    Ding!


    [Menambah Efek Loyalty pada senjata]


    Enhancement pertama berhasil dengan Efek yang.... Waw.


    ***

__ADS_1


    Bersambung.


__ADS_2