Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
64. Black Company


__ADS_3

Awooooo...


Alaska dan Pluto melolong panjang saat kamu mulai memasuki hutan. Aku tidak tahu apa yang keduanya sedang lakukan, tapi setelah melihat mini map aku menyadari jika beberapa titik merah yang menunjukan letak Serigala salju mulai bergerak menjauh.


“Apa kalian memberitahu pada teman-teman kalian untuk tidak menggangu?.” aku bertanya pada kedua Serigala, tapi keduanya hanya menatapku sambil menjulurkan lidah dengan menggemaskan.


Karena cukup banyak monster di dalam hutan ini awalnya aku ingin melakukan grinding untuk menaikan level. Tapi sepertinya aku harus merelakan sebagian Exp yang bisa diperoleh karena para serigala sudah kabur.


“Terserahlah.” tidak bisa meratapi apa yang sudah terjadi, mungkin lain kali aku harus meminta pada kedua Serigala untuk tidak mengusir Serigala lainnya.


Kemudian perhatianku tertuju pada anak-anak yang sudah menjadi anggota Tim. “Kita akan mulai berburu Draugher, jadi ayo angkat senjata kalian!.”


Aku mencoba menularkan semangat pada mereka, dan itu berhasil dengan senyum ceria anak-anak itu pun mulai menunjukan tokat kayu, pedang, sapu dan sendal jepit. Senyumku menjadi kaku setelah melihat senjata yang mereka bawa.


'Sial sebenarnya apa yang Sania pikiran hingga meminta mereka untuk ikut bersamaku tanpa perlengkapan memadai.'


Kesulitan untuk mengajari anak-anak ini berburu ternyata lebih sulit dari yang aku bayangkan. Aku harus memulai dari yang paling dasar yaitu menentukan senjata yang cocok untuk mereka gunakan.


Aku merasa ini akan menjadi pelatihan berburu yang panjang.


***


Benua Tengah, Dungeon tengkorak.


Dua player dari guild Nort Dragon tengah menjaga pintu masuk goa yang merupakan sebuah sarang Monster atau yang biasa disebut sebagai Dungeon.


“Saat aku berpikir akan mendapatkan banyak kesempatan dengan bergabung kedalam guild besar, tapi lihatlah di mana mereka menempatkan kita saat ini.” keluh player dengan tombak sebagai senjata.


“Mau bagaimana lagi, aku rasa ini jauh lebih baik daripada player dari guild kecil atau solo player. Mereka sama sekali tidak memiliki pengaruh atau kesempatan untuk bertambah kuat.” balas rekannya.


“Ya... aku rasa kau benar, kita bisa keluar masuk Dungeon sesuka hati, tapi para player tidak beruntung itu harus membayar untuk menjelajahi Dungeon kosong in, Ahahaha..”


Bagi sebagian orang tidak masalah merasakan penderitaan selama ada orang lain yang lebih menderita dari dirinya. Melihat penderitaan orang lain membuat mereka merasa jauh lebih baik dan beruntung.


Guild Nort Dragon telah menjadikan Dungeon tengkorak sebagai milik mereka sehingga mereka memungut pajak pada siapapun yang ingin masuk kedalam Dungeon itu.


Dua player yang berjaga adalah petugas pintu masuk, mereka akan meminta bayaran sebesar lima perak atau 50 Rft yang lima persennya akan masuk kedalam kantung mereka sendiri.


Sebenarnya ada tujuh player yang menjaga Dungeon tengkorak, lima player yang tersisa saat ini sedang melakukan grinding di dalam Dungeon.


“Oy, lihat ada sebuah Tim yang datang.” salah satu penjaga menunjuk kearah jalan di mana sekelompok pemain mendekati mereka.

__ADS_1


“Pft...” penjaga lain menahan tawa melihat kedatangan kelompok itu, “.... jika mereka ingin masuk ke dalam Dungeon untuk berburu, maka mereka sedang sial karena teman kita sudah membersihkan tiga lantai. hanya tersisa dua lantai tapi itu adalah lantai terlarang untuk umum.” kata player itu sambil menahan perutnya yang mulai sakit karena mencoba menahan tawa.


“Diam bodoh! Jika mereka mendengar perkataan mu, mungkin mereka tidak jadi masuk ke dalam Dungeon. Bisa-bisa kita akan kehilangan uang nanti.” rekannya mengingatkan.


“Hehehe... maaf, ini terlalu lucu saat kita menipu orang-orang bodoh ini.” balasnya sambil menggaruk belakang kepala.


Tidak lama kemudian tujuh player dengan penampilan tertutup mengenakan jubah menutupi seluruh tubu sampai di depan Dungeon. Mereka terlihat sama, hanya ukuran badan dan topeng saja yang membedakan mereka.


Melihat kelompok aneh itu kedua player guild Nort Dragon yang menjadi penjaga pintu masuk saling menatap satu sama lain.


“Kok aku merasa bahaya yah melihat mereka menyembunyikan identitas seperti itu.”


Penjaga itu merasa jika kelompok berjubah adalah player dengan nama merah atau player killer, yaitu player yang telah melakukan banyak kejahatan sehingga membuat mereka dicari oleh para pemburu hadiah.


“Aku rasa itu tidak mungkin.” kata penjaga satunya.


“Bagaimana kau yakin?.”


“Jika mereka memang seorang buronan maka tidak mungkin mereka akan membuat masalah dengan salah satu guild tingkat satu bukan?.” balasnya.


“Ah... aku mengerti.” kekhawatiran player itu hilang setelah mengingat pengaruh guild Nort Dragon.


Keduanya berpikir jika seorang player merah yang tengah dalam persembunyian tidak akan mungkin berani membuat masalah lebih besar karena menggangu guild top.


Keduanya pun menghadang jalan kelompok itu dengan percaya diri sambil menunjukan punggung mereka memperlihatkan lambang Nort Dragon.


“......???.”


Ketujuh player berjubah hanya diam dan saling memandang setelah melihat tingkah aneh dua penjaga pintu Dungeon yang menunggui mereka.


“Seperti yang kalian ketahui jika Dungeon ini adalah milik dari Guild Nort Dragon, salah satu dari sepuluh guild terbaik di Minvers. Jika kalian ingin masuk dan berburu maka setiap dari kalian harus membayar lima puluh Rft.”


Player itu mengucapkan monolog panjang dengan begitu lancar seolah dia sudah berulang kali mengatakannya.


“Nort Dragon, kah?.” kata player berjubah dengan topeng menyeramkan berwarna merah dengan mata melotot.


Melihat topeng itu membuat dua player merasa tidak nyaman. Tapi nada suara dari balik topeng justru begitu indah bagaikan alunan musik yang menenangkan.


“Aku benci Nort Dragon, tapi kita perlu masuk kedalam Dungeon itu.” topeng mengerikan melirik salah satu temannya,


“Kity, beri mereka apa yang pantas mereka dapatkan.” kata topeng merah mengerikan.

__ADS_1


“Siap laksanakan komandan!.” ucap tegas topeng kucing hitam. Dia berperilaku seperti seorang prajurit yang mendapatkan perintah dari atasannya.


Melihat kelakuan topeng kucing hitam membuat kedua player Nort Dragon semakin menganggap aneh kelompok itu.


‘Mereka hanya para pemain noob yang bodoh.’ pikir keduanya.


Kewaspadaan mereka sepenuhnya hilang dengan anggapan jika ketujuh player hanya sekelompok anak yang sedang bermain-main.


Topeng kucing hitam berdiri di depan keduanya, saat dia mulai menjulurkan tangan membuat kedua player Nort Dragon merasa senang, mereka berpikir akan mendapatkan ratusan Rft dari kucing hitam.


Tapi saat salah satu penjaga mengulurkan tangannya untuk menerima uang, tiba-tiba kucing hitam menarik lengan penjaga itu lalu sebuah tendangan tepat mengenai wajahnya.


“Arrrgg!.”


Kuatnya tendangan membuat kesehatan penjaga berkurang hingga dua puluh persen dan tubuhnya terpental beberapa meter. Melihat itu rekannya segera mengangkat senjata.


“Sialan, berani membuat masalah dengan Nort Dragon, mau cari mati kalian....”


Perkataan player itu terhenti saat menyadari kucing hitam sudah berada di depannya dengan tinju terkepal mengarah ke wajah.


Zrak! Bagaikan Wolverine, Tiga cakar besi keluar dari pelindung lengan kucing hitam, menggores wajah player itu dan membuatnya kehilangan enam puluh persen kesehatan.


Ding!


[Tubuh terkena abnormal status (Stun) karena mendapatkan luka fatal dengan kerusakan melebihi lima puluh persen bar kesehatan]


Player itu terdiam melihat notifikasi yang baru saja dia dapatkan. Dengan abnormal status (Stun) dia tidak dapat melawan saat kucing hitam menendang begitu kuat di bagian perut hingga membuatnya terpental lebih jau dari rekannya yang mendapat tendangan di wajah.


Tombak miliknya dirampas oleh kucing hitam yang kemudian segera melempar tombol itu pada pemiliknya sendiri.


Jraas! Tombak itu menembus tubuh player saat masih di udara.


Kerusakan serangan itu mengikis kesehatannya hingga kosong. Player terakhir hanya menatap dengan mulut terbuka lebar, darah mulai keluar dari hidung akibat serangan yang dia terima sebelumnya.


Melihat rekannya terbunuh kurang dari lima detik membuat player itu sulit untuk berpikir jernih.


“What the f....” makian player itu terhenti saat hujan pisau mengenai tubuhnya hingga menjadikannya seperti landak. Saat kesehatannya mencapai nol tubuhnya pun mulai lenyap


“Lapor komandan, perintah anda telah selesai dilaksanakan.” teriak kucing hitam dengan postur tubuh tegak memberikan hormat. Sementara itu rekan-rekan hanya diam melihat pertarungan yang berlangsung begitu singkat.


***

__ADS_1


Bersambung.



__ADS_2