Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
72. Pemandian Air Panas


__ADS_3


Membawa seekor kambing di punggungnya, Estrid bersama anak-anak dan rombongan kambing melanjutkan perjalanan menuju desa.


“Walaupun hanya beberapa hari tapi ini terasa begitu lama.” kata Estrid saat melihat desa dari kejauhan.


Estrid dan yang lainnya dapat melihar asap naik tinggi ke langit berasal dari desa. Jika dalam cerita film mungkin itu akan menjadi pertanda tidak bagus, seperti serangan bandit yg menjarah desa atau bencana monster.


Tapi mereka semua tidak khawatir karena asap itu berasal dari sumber mata air panas yang tercipta saat Estrid mencari cairan magma karena permintaan Grock.


Aliran sungai bawah tanah merembes masuk kedalam lubang yang Estrid buat untuk mencapai lapisan magma di dalam bumi. Beruntung dia dapat menutup lubang itu sebelum air dalam jumlah besar menyirami kolam magma yang aku temukan.


Estrid tidak dapat membayangkan bencana seperti apa yang bisa terjadi jika dia telat menutup lubang yang dia buat.


Dampak dari jalur air yang tepat berada di atas kolam magma membuat sungai bawah tanah mulai memanas, akibatnya uap air yang terus berkumpul menyebabkan ledakan besar hingga terbentuk sebuah Geyser.


Beruntung Geyser itu muncul agak jauh dari desa sehingga tidak ada kerusakan apapun. Tapi ledakan yang terjadi membuat semua orang panik karena mengira sebuah gunung berapi baru saja meletus


Geyser adalah sumber air panas yang terus menyemburkan uap secara berkala. Memanfaatkan sumber mata air panas yang tercipta secara tidak sengaja, para penduduk desa berinisiatif membuat pemandian air panas di desa.


“Itu terdengar menyenangkan.” gumam Estrid tidak sabar merasakan pemandian air panas yang dikabarkan oleh Sania telah selesai di buat.


***


Suasana haru terjadi saat para anak-anak kembali pada orang tua mereka. Sementara itu Sania memerintahkan beberapa warga desa untuk membawa para kambing yang rombongan Estrid bawa menuju peternakan yang dibangun dekat dengan ladang bawah tanah.


“Jadi apa kau akan memasak yang itu?.” Sania menunjuk kambing yang Estrid bawa di punggungnya.


“Tidak, dia akan menjadi tunggangan ku.” balas Estrid yang kemudian membawa pemimpin para kambing menuju rumah kepala desa untuk di obati.


“Herka, aku kembali!.”


“Selamat datang, woah apa kau membawa kambing itu dari berburu?.” Herka juga terkejut dengan kambing yang Estrid bawa.


“Benar, tapi maaf ini bukan untuk di makan.”


Herka segera membuatkan obat pemulihan untuk si kambing, karena melihat binatang itu kelaparan Herka kemudian meminta Estrid untuk membawanya ke ladang bawah tanah bersama dengan kawannya.

__ADS_1


Estrid melakukan apa yang Herka katakan, wanita tua itu pun menyarankan Estrid yang terlihat begitu kotor penuh darah setelah berhari-hari berburu dan tidak miliki waktu mandi, untuk beristirahat di pemandian yang dibangun di jalur menuju goa rahasia.


“Aku sangat penasaran dengan pemandian air panas itu.” membawa dua Serigala, Estrid memasuki jalur bawah tanah yang menghubungkan sungai menuju ladang bawah tanah.


***


(Estrid POV)


Setelah berjalan tiga puluh menit akhir kami sampai di ladang. Tempat itu begitu hijau dengan tanama gandum yang mulia tumbuh, di sisi lain ada pandang rumput tempat para kambing sedang merumput.


“Karena kelaparan membuat nereka seperti kesetanan saat makan.” kata Priska yang masih berada di ladang untuk mengawasi para kambing agar tidak masuk ke ladang gandum.


“Mungkin kita harus membuat kandang untuk mereka.” kataku yang kemudian menurunkan kambing kaki enam. Hewan yang telah membuatku sakit perut akibat srudukannya hanya diam menatapku.


“Kenapa? Apa pukulan ku terlalu kuat hingga kau menjadi amnesia hingga lupa cara untuk maka?.” kataku, kambing itu hanya mengembik sebagai jawaban. Alaska dan Pluto tiba-tiba saja marah pada kambing dan terus-menerus menggeram kearahnya.


Entahlah apa yang kambing Itu katakan sehingga dua Serigala itu begitu marah. Karena penasaran aku melirik Priska.


“Pertarungan sebelumnya belum selesai, aku akan menantangmu lagi setelah perutku kenyang. Kata tuan kambing.”


“Apa kau ingin menjadi menu makan malam ku HAH!. Kata Pluto.” Aku merasa gadis itu terlalu baik saat menerjemahkan bahasa hewan.


Aku pun menatap balik pada kambing itu yang air liurnya banjir mengalir seperti bendungan yang bocor. “Terserah kau lah, yang pasti kau akan menjadi tungganganku pada akhirnya.” kambing itu kembali berteriak setelah mendengar perkataanku.


“Tidak mungkin, aku adalah keturunan dari binatang surgawi. Aku tidak akan mengijinkan siap pun untuk menaiki punggungku yang suci. Katanya.” ucap Priska.


Kedua Serigala semakin marah karena ucapan sombong kambing itu, aku segera membawa mereka menjauh sebelum terjadi pertumpahan darah.


“Keturunan bintang Surgawi,” aku kembali menatap kambing berkaki enam yang mulai menikmati rumput segar di ladang, “Menarik.”


Sebelum pergi ke pemandian air panas aku membuat pagar mengelilingi ladang gandum dan padang rumput. Menggunakan kemampuan Crafting Tabel aku dapat membuat pagar kayu secara otomatis. Setelah peternakan sementara selesai di bangun, aku pun bersama Priska pergi ke pemandian.


***


Suara deburan air terdengar disertai sembura air panas setinggi 15 meter yang keluar dari kolam kecil, kejadian itu terus terjadi secara berkala setiap 30 menit.


Beberapa kolam dibuat oleh penduduk untuk menampung air panas yang keluar dari geyser. Kolam yang membentuk tingkatan dimana semakin dekat dengan sumber mata air maka suhu di dalam kolam pun akan semakin panas.

__ADS_1


Aku memasukan kakiku ke kolam air yang diselimuti kabut tipis menandakan suhu air yang tinggi.


“Uwaaa... ini cukup panas.”


Beberapa saat aku mencoba membiasakan kulitku dengan suhu air kolam, hingga akhirnya aku berani memasukan seluruh tubuh kedalam kolam setelah dirasa cukup hangat.


“Aaahh... ini terasa begitu nikmat, semua kelelahan yang aku rasakan seakan terangkat dari tubuhku.”


Aku sangat menikmati kolam pemandian ini. Berendam di kolam air hangat aku menatap langit yang suram, keadaan yang begitu tenang membuatku agak mengantuk.


Namun suara dari anak-anak yang juga berada di pemandian membuatku terbangun, mereka sedang bermain dengan kedua Serigala di kolam yang terletak lebih bawah dengan suhu air lebih rendah.


“Walaupun aku sudah mendidik mereka dengan keras, tapi mereka masih bisa menunjukan keceriaan seperti itu. Aku bersyukur mereka tidak kehilangan sisi manusia mereka.”


Kepalaku bersandar di batu pembatas agar aku dapat melihat langit. “Jika saja awan hitam itu tidak ada, tempat ini pasti akan menjadi sempurna.”


Menikmati berendam di kolam air panas sambil melihat langit penuh bintang, tapi itu akan menjadi sempurna. Namun sayangnya aku tidak mungkin merasakan itu selama tiga bos field yang lainnya masih hidup.


“Untuk itu aku perlu mendapat material terakhir.” tatapanku tertuju pada gunung Frieg yang tepat berada di depanku, sebuah pemandangan yang menakjubkan dari gunung menjulang tinggi menembus langit.


“Ini akan menjadi perjalanan yang sulit.”


Melihat mini map aku menemukan informasi tentang para monster yang menghuni gunung Frieg, yang terlemah memiliki level 50 sementara jika semakin tinggi ke puncak aku bisa bertemu dengan monster level 300 ke atas.


“Jika aku pergi ke gunung itu sekarang sama saja aku cari mati, tapi aku harus melakukannya karena sebentar lagi turnamen akan diadakan.”


Aku berpikir tidak akan ada masalah jika hanya menyelinap menghindari para monster dan menggali bahan yang aku perlukan. Kemampuan mini map akan mendukungku agar tidak bertemu monster kuat selama perjalanan.


Tapi jika menggunakan cara itu artinya aku harus pergi sendiri. Agak sulit untuk meninggalkan Alaska dan Pluto, tapi ini juga untuk kebaikan mereka.


“Andai saja aku memiliki keahlian summon.”


***


Bersambung.


__ADS_1


__ADS_2