
Draughter terpancing oleh darah Thunder Rooster yang tersisa. Jumlah mereka terus bertambah karena bau busuk dari darah itu semakin menguat. Jika tidak segera ditangani para mayat hidup itu akan menjadi masalah serius.
“Akan sangat berbahaya jika tsunami Draughter membanjiri desa.” bersiap melakukan serangan aku mengambil sebuah panah dari inventori, “Kita lihat apakah aku juga tidak cocok untuk senjata ini.”
Bidikan terarah pada Draugher dengan level terendah, begitu anak panah dilepaskan itu dengan cepat mengenai tengkorak kepala target.
“Cih.” decakan lidah menunjukan ketidakpuasan. Walaupun anak panah mengenai kepala hingga tembus ke luar dari lubang mata, tapi kesehatan Draugher hanya berkurang tidak lebih dari lima persen.
“Bahkan panah pun tidak bisa. Sungguh job yang sangat menyulitkan.”
Serangan yang aku lakukan membutuhkan para Draugher menyadari keberadaan ku, dengan cepat mereka segera bergegas menyerang.
Setelah mengaktifkan fitur live streaming, aku mengeluarkan kapak yang ku pinjam dari Grock. Alaska dan Pluto sudah siap untuk bertarung bersamaku.
“Yeah bring it on.” Draugher semakin mendekat, lalu...
Braaak!
Tendangan keras mendarat di tubuh Draugher yang lebih dulu mendekatiku. Itu Draugher sama yang sebelum aku serang menggunakan panah. Hanya dengan satu tendangan membuat kesehatan makhluk itu terkuras hingga 25%, sangat jauh berbeda saat aku menggunakan panah.
Grawrrrr!
Serangan berikutnya datang tapi dengan cepat aku menyambutnya dengan serangan kapak tepat di leher. Darah hitam menyembur deras, kesehatan Draugher berkurang hingga tujuh puluh persen.
Ding!
[Kehilangan kesehatan dalam jumlah besar sekaligus membuat lawan terkena(Stun)]
“Luar biasa.” aku tersenyum melihat kerusakan yang ditimbulkan oleh kapak sangat memuaskan. Sebagai serangan akhir aku melakukan tendangan lokomotif yang membuat kepala Draugher itu seketika terlepas.
“Itu yang pertama.” satu lawan telah tumbang menyisakan 29 lainnya, atau mungkin lebih... Aku harus secepatnya membersihkan para Draugher sebelum semakin bertambah banyak.
***
Alaska dan Pluto berkontribusi besar dalam pertarungan ini. Jumlah musuh yang jauh lebih besar dapat teratasi karena kedua serigala salju itu menjadi pengalih perhatian.
Pasukan Draugher akan kami pecah menjadi tiga kelompok. Dua kelompok disibukan oleh para serigala, kelincahan mereka membuat Draugher kesulitan mendaratkan serangan. Sementara itu aku melawan kelompok ketiga, menjatuhkan zombie-zombie beku ini satu persatu.
Tapi tentu saja tidak selamanya sebuah rencana akan terus berjalan dengan baik.
__ADS_1
Graawwrrr!
“Sial!.” gelombang Draugher yang lebih besar datang, aku secepatnya memerintahkan Alaska dan Pluto untuk bersembunyi. Mengikuti perintahku kedua serigala salju mundur lalu menyatu dengan tumpukan Salju. Sementara itu aku terus melawan Draugher sebanyak yang aku bisa.
Peeeng! Suara dentuman keras terdengar manakala aku menghajar kepala Draugher dengan perisai di tangan kiri, Draugher itu pun terpental mundur beberapa meter. Satu Draugher lainnya telah dikalahkan tapi tidak merubah keadaan menjadi lebih baik.
Belasan Draugher telah mengelilingiku.
“Tetap bersembunyi, jangan khawatir mereka tidak akan bisa menyentuhku.” ucapku pada Alaska dan Pluto yang melihat dengan khawatir padaku.
Para Draugher hendak memakanku, mereka berdatangan dengan mulut terbuka lebar dan air liur hitam menetes, tidak ada jalan keluar mereka sudah mengelilingiku. Tapi sesaat sebelum mereka menangkap tiba-tiba keberadaanku menghilang.
Gerrrr???
Para Draugher dibuat kebingungan atas menghilangnya duriku secara tiba-tiba. Mereka mencari di sekitar tapi tidak membuahkan hasil.
Mengaktifkan skill [White Invisible] dari pelindung kepala serigala membuatku dapat menghilang selama lima detik. Dengan segera aku keluar dari kepungan Draugher sebelum efek skill berakhir.
“Gila skill ini hampir menguras setengah dari total energi Mana yang aku miliki, walaupun aku memiliki gelar dengan efek pengurangan konsumsi energi Mana tapi tetap masih terlalu boros.”
Walaupun aku mengeluh tentang pemborosan energi Mana yang dihabiskan selama lima detik. Tapi aku akui jika skill tidak terlihat yang baru saja aku gunakan sangat over power, walaupun hanya bisa digunakan di wilayah bersalju
Graurrr!
***
Ding!
[Mendapatkan 190 Exp]
[Level up]
“Oh akhirnya level sebelas.” setelah mengalahkan sekitar empat puluh Draugher hingga tumbukan mayat zombie beku itu menjadi gunung, tapi hasilnya aku hanya menaikkan satu level.
“Sungguh game yang sangat pelit dengan Exp!.”
Satu Draugher tersisa berlari ke arahku, dengan cepat aku mencengkram kepalanya dengan satu tangan. Monster itu meronta-ronta manakala cengrama kau pada kepalanya semakin erat, kemarahan mulai menjalar merubah rambut putih menjadi kemerahan.
Krack!
Kepala Draugher hancur membuat tanganku terkotori oleh cairan otak. “Menjijikan...” ucapku melihat tangan dilumuri cairan lengket. Tapi sepertinya para serigala salju menyukainya, mereka segera membersihkan tanganku dengan menjilatinya hingga benar-benar bersih.
__ADS_1
Seluruh tubuh Draugher telah membusuk, hanya otak mereka yang sepertinya masih segar. Dua serigala salju bahkan memecahkan beberapa kepala Draugher yang sudah mati untuk memakan otaknya.
“Sepertinya mereka cukup menyukainya.” Aku mengambil seluruh mayat Draugher dan menyimpannya kedalam inventori, walaupun aku tidak tahu bisa digunakan untuk apa mayat zombie. Tapi memang dasarnya sifat seorang gamer, mereka akan membawa semua item yang ditemukan di jalan.
“Hanya dua puluh menit waktu yang aku habiskan untuk mengalahkan para Draugher, tapi itu cukup untuk membuat mereka menjadi lebih banyak. Entah apa yang akan terjadi jika aku tidak melawati tempat ini.” aku terkejut dengan total mayat yang dikumpulkan.
Setelah menyimpan semua mayat yang totalnya menjadi 65 Draugher, aku kemudian membersihkan noda darah Thunder Rooster dengan menguburnya menggunakan salju hingga tidak tercium lagi.
Kami bertiga kemudian melanjutkan perjalanan menuju pertambangan, disaat aku tidak sabar untuk segera mencari herbal bunga matahari, kedua sahabatku justru seakan sudah kelelahan.
“Mungkin mereka kekenyangan setelah memakan banyak otak zombie.” Pikirku.
***
Lima menit berjalan dari tempat Thunder Rooster terbunuh, aku akhirnya menemukan goa yang Grock bicarakan.
Mulut goa tidak terlalu lebar mungkin dua orang akan kesulitan jika harus berjalan secara beriringan. Melihat ukuran dari pintu goa membuatku berpikir jika mungkin saja hanya kurcaci yang masuk ke dalam goa ini.
“Apa tidak ada orang lain di desa selain Grock yang menggunakan tambang ini?.”
Melihat jika tidak ada tanda-tanda monster di dalam goa aku pun berniat untuk segera menjelajahinya. Alaska dan Pluto aku suruh untuk menjaga pintu, bukannya aku takut akan monster yang tiba-tiba datang masuk kedalam goa, tapi karena keduanya sepertinya sudah begitu kelelahan setelah pertarungan kami melawan Draugher.
Rune cahaya aku tulis menggunakan darah pada mata kapak yang seketika bersinar terang seperti senter. “Baiklah mari kita lihat akan mulai dari mana penjelajahan ini.” di dalam goa ternyata terdapat beberapa cabang jalan, tidak ingin tersesat aku segera membuka mini map.
“Sun flower berada di bawah, tidak ada satupun dari jalur yang tersedia menuju bunga itu. Lebih baik aku membuat jalan baru.” mengambil pickaxe dari inventori aku mulai menggali dinding goa.
“Aku penasaran efek dari keahlian penambang akan menjadi seperti apa.” aku beberapa kali memukul lantai gua yang sepenuhnya terbuat dari batu hingga membuatnya retak lalu...
Plop!
Suara seperti gelembung pecah lalu dinding itu berlubang dengan bentuk kotak sempurna. Tapi yang kebih aneh aku tidak menemukan sisa dari penggalian yang aku lakukan.
Ding!
[Mendapat 1 Stone Block]
“Itu langsung masuk seperti salju yang aku skop.” mengecek inventori aku menemukan sebuah batu berbentuk aneh. “Kok jadi Djavu yak?.”
***
__ADS_1
Bersambung.