Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
86. End Arc 1


__ADS_3


 


   Aku memutuskan untuk rehat sejenak dari permainan. Perlu mengumpulkan tenaga sebelum menyerahkan semua material yang aku kumpulkan pada Grock.


    Karena aku sadar jika setelah semua material aku serahkan, Grock akan segera menarik ku untuk bekerja keras membantunya membuat senjata.


    "Akhirnya sudah saatnya, aku tidak menyangka akan selama ini." Kataku yang saat ini tengah menikmati makan siang bersama Hanna dan seluruh anggota AFK guild.


    Sebelum makan siang kami telah mengadakan rapat yang membahas tentang masa depan guild, terutama masalah Players yang akan menjadi petinggi berikutnya.


    Kami membutuhkan anggota yang memiliki keahlian khusus dalam bidang-bidang tertentu dan juga memiliki ketekunan belajar dalam bidang tersebut. Kami menginginkan seorang ahli.


    Blacksmith, Rune Maker dan Alkemist adalah yang kami butuhkan saat ini. Perekrutan member telah dimulai sejak dua hari lalu, walaupun dengan persyaratan yang tertera cukup menyulitkan tapi masih sangat banyak orang yang ingin bergabung dengan kami.


    Kepopuleran toko guild yang menjual item berkualitas tinggi dengan harga murah, tampaknya menjadi magnet tersendiri bagi para Player untuk bergabung.


    Tapi kami tidak bisa gegabah untuk menerima Player baru sebagian anggota guild, dikarenakan sebagian besar dari para pelamar diketahui memiliki hubungan dengan guild lain.


    Mereka hanya para mata-mata yang bermaksud untuk mencari tahu darimana guild kami mendapatkan semua material untuk membuat senjata.


    Menemukan seseorang yang bisa dipercayai memang sulit, hingga ribuan pelamar tidak ada satupun yang cocok menurut kriteria yang kami inginkan.


    Pada akhirnya Hanna mencoba menghubungi beberapa temannya yang dulu merupakan mantan anggota guild AFK. Keputusan Hanna disetujui oleh yang lain, mereka merasa lebih aman jika mengambil teman lama sebagai anggota baru.


    Tapi tetap saja perjuangan kami menemukan Player yang sesuai kriteria masih dirasa sulit, itu dikarenakan sebagai besar mantan anggota guild AFK lebih memilih untuk menjadi petarung daripada Player produksi.


    Namun mereka tidak menyerah, ribuan kali mereka melakukan kontak selama berjam-jam. Melihat mereka membuatku cukup sentimentil, aku ingin membantu mereka yang bekerja keras tapi aku tidak tahu dengan cara apa aku bisa membantu.


    Hingga pada akhirnya aku hanya bisa fokus pada bagian ku sendiri yaitu menyelesaikan quest Grock agar bisa mendapatkan teknik tempa kurcaci.


    Pada akhirnya setelah beberapa hari, Hanna dan yang lain akhirnya menemukan tiga orang dengan kriteria yang sesuai. Hanna mengatakan jika ketiganya bisa dipercayai.


    Melihat adikku yang begitu yakin membuat aku hanya bisa percaya jika ketiganya memang bisa aku percaya.

__ADS_1


    Tapi untuk jaga-jaga aku akan terus waspada.


    ***


    Aku kembali online setelah rapat berakhir dan perut kenyang. Hanya satu setengah hari aku meninggalkan permainan, tapi di dunia game ini sudah berlalu selama tiga hari.


    "Seperti kali ini tidak ada gangguan dari para gadis." Kataku yang teringat dengan jahra dan dua temannya, mereka selalu usil ketika aku sedang tidur.


    Bangkit dari ranjang aku segera menemui pemilik rumah untuk memberikan salam. Herka, saat ini dia sedang menyibukkan diri dengan penelitian Rune di laboratorium kecilnya yang terletak di bawah tanah rumah.


    Laboratorium itu aku bangun atas permintaan pemilik rumah sendiri. Didalam laboratorium terdapat jalan rahasia yang akan mengantar pada saluran air menuju ladang bawah tanah


    "Siang master."


    "Oh Estrid, kau sudah bangun rupanya."


    Herka menghentikan kesibukannya sesaat untuk menyapaku, hingga akhir dia pun kenbali dengan penelitiannya. Tidak ingin mengganggu aku pun berniat untuk keluar dari rumah Herka lalu segera menuju bengkel penempa.


    Tapi tiba-tiba Herka berkata, "Saat kau pergi, banyak manusia ikan yang datang ke permukaan." Kabar daei Herka sontak membuat ku sangat terkejut.


    Tapi Herka menggelengkan kepalanya. Melihatnya yang begitu tenang membuatku berpikir jika para manusia ikan datang bukan untuk menyerang.


    "Bukan, yang datang ke mari bukan prajurit melainkan para warga." Kata Herka.


    "Warga?." Aku seketika menjadi kebingungan. Untuk apa para warga manusia ikan datang ke permukaan, apa mereka ingin menuntut balas atas kematian prajurit yang aku eksekusi?.


    "Seperti mereka mencari perlindungan."


    Menurut penjelasan Herka, akibat mayat manusia ikan yang ditenggelamkan membuat para monster sungai terpancing hingga menimbulkan bencana bagi koloni manusia ikan.


    Akibat kehilangan banyak prajurit, mereka pun tidak dapat mempertahankan tempat tinggal, pada akhirnya tidak ada pilihan lain selain meninggalkan koloni menuju permukaan.


    Untuk melihat keadaan aku pun segera berangkat menuju sungai, setelah sampai di sana aku melihat ribuan manusia ikan sedang berkumpul di tepian sungai. Sebagai besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.


    "Tidak ada penyesalan sedikitpun atas apa yang aku lakukan, hal seperti ini sudah biasa aku lihat. Jika ingin menyalahkan, salahkan pemimpin mu yang terlalu gegabah mengambil keputusan untuk menyerang." Kataku pada ikan paus yang masih diikat.

__ADS_1


    "Aku memahami kesalahan yang kami lakukan, tapi mereka hanyalah para penduduk yang tidak tahu apa-apa." Manusia ikan raksasa ini memohon dengan tulus agar aku membiarkan para warga manusia ikan untuk menetap di sekitar sungai.


    "Itu bukan masalah besar untukku, dan seperti penduduk yang lain pun tidak masalah dengan keberadaan mereka. Selama kau bisa memastikan jika mereka berperilaku baik, maka semuanya akan baik-baik saja."


    Ikan paus terlihat senang dengan perkataan ku. Namun dia segera menelan ludahnya sendiri setelah mendengar perkataanku selanjutnya.


    "Namun jika aku mendengar adanya rencana bakas dendam, maka kau akan menjadi satu-satunya manusia ikan yang tersisa dari koloni mu."


    Sebuah ancaman yang sebenarnya hanyalah gertakan belaka, mana mungkin aku akan tega membunuh para wanita dan anak-anak yang bahkan tidak memiliki keahlian bertarung.


    Tapi ancaman itu cukup untuk membuat semua manusia ikan ketakutan, mereka menatapku seakan melihat malaikat pembunuh. Bahkan para penduduk desa pun tidak berbeda, mereka menganggap aku sebagai pemimpin berdarah dingin.


    'Ya mereka tidak salah juga sih, karena aku memang memiliki skill Coldblood'


    Mengabaikan masalah tentang bagaimana para NPC memandangku, aku kemudian meminta pada ikan paus menjadi pemimpin dari sisa-sisa koloni manusia ikan. Kemudian memintanya untuk membantu pembangunan jembatan, sebagai bayarannya aku akan memberikan tempat tinggal yang layak dan makanan.


    "Waktunya semakin dekat," kata Sania yang berdiri di sampingku. Dia terus mengawasi pembangunan jembatan bersama Hektor.


    Aku menatap jembatan yang masih di bangun, itu membentang begitu panjang melintasi sungai yang deras dan dingin. Mungkin perlu beberapa minggu hingga jembatan itu diselesaikan.


    "Aku sudah tidak sabar melihat dunia luar seperti apa." Kataku.


    Meninggalkan tepi sungai aku pun kembali menuju desa. Di tengah desa sudah menungguku pasukan pengendara kambing, dua serigala juga ikut bersama mereka. Semuanya siap menjalani ujian harian bersama, "Apa ini sudah waktunya?."


    Waktu ujian harian tinggal sepuluh menit, kami pun segera menuju hutan salju untuk mempersiapkan diri. Lawan pada ujian kali ini adalah para Ogre Es, lawan yang cukup merepotkan, tapi kami bisa menanganinya dengan rencana yang telah dipersiapkan.


    Selama pertarungan aku memikirkan banyak hal yang telah aku lakukan selama permainan. Mengawali permainan di tempat yang sepi, diserang oleh burung raksasa, menghidupkan kembali desa yang hampir mati, bersahabat dengan para penduduk, menemukan makam tersembunyi, perjalanan panjang menuju puncak dunia hingga berperang melawan manusia ikan.


    Hanya bermain selama beberapa minggu tapi aku merasa sudah bertahun-tahun hidup ditengah para NPC. Semua itu adalah pengalaman berharga bagiku.


    Tapi semua ini hanyalah sebuah permulaan.


    ***


    End Arc 1 Frozen Continent.

__ADS_1


    [Weeeee.... Akhirnya berakhir juga Arc pertama, nggak sabar buat lihat senjata baru Estrid yang akan dibuat bersama Grock.]


__ADS_2