Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
63. Party dengan NPC


__ADS_3

{... Jadi karena semua orang sedang sibuk kami meminta tolong padamu untuk menjaga mereka}


Suara Sania terdengar dari boneka burung yang memiliki Rune call. Kami menggunakan Rune itu untuk saling berkomunikasi.


{Hey kau pikir aku juga tidak sibuk? Aku sedang mencari material permintaan Grock... Halo Sania apa kau masih di sana?.}


Tidak ada balasan dari Sania. Aku hanya menghela nafas panjang saat menyadari jika sambungan telah terputus. Tatapanku kemudian beralih pada enam bocah yang mengikuti aku dari desa.


Mereka terlihat kebingungan, mungkin anak-anak ini takut membuatku report.


“Aku pikir sebaiknya kita membantu para orang tua di ladang.” ucap Byrome.


“Eeehh... kita tidak ikut nona Estrid?.” Salah satu anak gadis mulai menangis. Itu membuatku tidak tega untuk menyuruh mereka kembali. ‘Tapi bagaimana dengan quest nya?.’ aku mengalami pergolakan batin yang sulit.


“Haaann.... sepertinya tidak ada pilihan lain. Baiklah kalian boleh ikut, tapi jangan membuat masalah oke!.” anak-anak seketika menjadi gembira seakan kesedihan yang tadi aku lihat hanya sebuah sandiwara.


‘Ugh, apa aku sudah tertipu?.’ aku agak menyesal karena lemah oleh rengekan anak kecil. Pada akhirnya aku membawa enam anak itu ikut bersamaku.


***


Di perjalanan menuju hutan timur. Aku mempelajari bagaimana membuat Tim dengan NPC dari situs resmi developer.


‘Selama lima hari bermain, aku tidak pernah sekalipun membuat Tim dengan orang lain selain dengan Alaska dan Pluto.’


Menurut informasi yang aku dapatkan ada beberapa persyaratan untuk memasukan NPC kedalam Tim. Yang pertama pertama pastikan NPC tersebut tidak dalam kondisi bermusuhan pada player.


‘Ya siapa juga yang mau buat Tim dengan musuh.’


Kemudian yang kedua tingkat hubungan dengan NPC setidaknya sudah mencapai [Kenalan], tapi persyaratan ini tidak berpengaruh jika NPC merupakan budak dari player.


‘Tingkat kedekatan ku dengan warga desa sudah mencapai level [Pengikut] yang tiga tahap lebih tinggi dari [Kenalan].’


‘Tapi ngomong-ngomong di game ini memangnya ada budak?.’


Lalu persyaratan yang terakhir adalah kesediaan NPC itu sendiri untuk masuk ke dalam Tim. Budak tidak berhak menolak perintah majikan, mereka akan masuk Tim jika majikan menghendakinya.


‘Aku rasa memang ada perbudakan di game ini.’


Setelah mengetahui persyaratan untuk membuat Tim bersama NPC, aku pun segera mempraktekannya menggunakan kelinci percobaan di depanku.


“Baiklah mari kita membuat Tim!.” aku berkata dengan penuh semangat.


“Tim?.”


“Tam?.”


“Timeee?.”


“Temeee!.”


Tapi sepertinya anak-anak ini tidak mengerti. Aku membutuhkan cukup banyak waktu untuk menerangkan sistem party pada anak-anak itu, hingga akhirnya aku berhasil menjadikan mereka rekan Tim.


“Member Tim Open!.”


Ding!


___________________________________________


Byrome: Swordman

__ADS_1


Sigur: Anak pendiam


Ucer: Anak ramah


Jara: Anak energik


Sinai: Anak penakut


Priska: Anak Siapa?


___________________________________________


“What?.”


Aku menjadi kebingungan dengan isi dari menu statistik Tim. Aku tidak mengerti kenapa semua anak memiliki sebutan aneh seperti itu kecuali Byrome yang disebut sebagai Swordman.


“Apa mungkin itu adalah sebuah pekerjaan?.”


Mencari tahu lebih dalam aku menggunakan mini map untuk melihat statistik semua anak dengan lebih detail.


___________________________________________


[Byrome Lv5]


Job: Swordman


Keterangan: Seorang anak dari desa gunung Frieg. Terpisah dari ayahnya empat tahun lalu saat jembatan penghubung desa roboh. Dia sudah cukup mahir menggunakan pedang diusia sangat muda karena selalu ikut berburu dengan orang dewasa.


___________________________________________


[Sigur LV 3]


Keterangan: Seorang anak dari desa gunung Frieg. Anak seorang petani biasa, memiliki sifat pendiam tapi begitu fokus dengan keadaan sekitar. Memiliki ketertarikan dengan panahan.


___________________________________________


[Ucer LV 2]


Job: Anak ramah


Keterangan: Seorang anak dari desa gunung Frieg, ayahnya adalah seorang koki yang handal. Pernah menderita pembekuan akibat serangan serigala salju hingga membuatnya hampir terbunuh, setelah sembuh dia memiliki resistansi tinggi dengan elemen Es. Memiliki ketertarikan pada memasak karena pengaruh ayahnya.


___________________________________________


[Jara LV 4]


Job: Anak Energen


Keterangan: Seorang anak dari desa gunung Frieg, kedua orangtuanya telah meninggal akibat musibah runtuhnya jembatan yang menghubungkan desa. Saat ini dia tinggal dengan neneknya yang merupakan seorang kepala desa. Memiliki ketertarikan dengan Estrid yang telah menjadi pahlawan bagi desa.


___________________________________________


[Sinai LV 3]


Job: Anak penakut.


Keterangan: Seorang anak dari desa gunung Frieg, Anak seorang pendongeng handal. Sejak kecil dia sering diceritakan berbagai kisah horor oleh ayahnya sehingga membuatnya menjadi anak penakut. Memiliki ketertarikan pada buku.


___________________________________________

__ADS_1


[Priska LV 2]


Job: Anak tak tahu diri.


Keterangan: Seorang anak dari desa gunung Frieg, anak seorang peternak. Sangat menyukai hewan karena dulu ayahnya memiliki peternakan terbesar di desa. Ingatannya benar-benar jelek sehingga sering lupa jalan pulang, bahkan dia pernah melupakan dirinya sebagai seorang manusia dan mulai berjalan merangkak karena mengaggap dirinya adalah seekor kucing. Memiliki ketertarikan besar pada hewan.


___________________________________________


“Aneh.” gumamku setelah melihat detail informasi setiap anak.


Aku tahu jika tidak bisa mengharapkan sesuatu yang besar karena mereka masih anak-anak. ‘Itu juga sudah cukup beruntung karena ada satu yang memiliki pekerjaan normal.’ tatapanku tertuju pada Byrome yang sudah memiliki pekerjaan sebagai seorang Pengguna pedang.


‘Tapi Speaking-Speaking bagaimana para NPC mendapatkan pekerjaan mereka?.’


Ding!


[Npc akan mendapatkan job mereka setelah mencapai level 5. Kegemaran mereka selama masa kanak-kanak akan mempengaruhi job yang diperoleh]


Kembali suara notifikasi yang terdengar berwarna menjawab pertanyaan yang sedang aku pikirkan. ‘Sebenarnya siapa kau wahai suara yang berpengetahuan?.’ tidak ada jawaban selalu seperti itu.


Memikirkan kembali informasi yang suara berwibawa itu berikan, itu membuatku memiliki ide untuk memanfaatkan anak-anak ini. Saat aku asik dalam pikiranku sendiri, anak-anak mulai ribut.


“Estrid Estrid lihat itu hutannya!.” ucap Jara penuh semangat sambil menunjuk kearah pepohonan di depan.


Hutan Itu terlihat biasa saja, pepohonan lebat tertutup salju seperti pada umumnya, namun saat kami semakin dekat ukuran pohon di hutan ini benar-benar diluar nalar.


“Lagipula ini adalah game bertema fantasi pedang dan sihir.” kataku saat menatap sebuah pohon setinggi puluhan meter.


“Mungkin tingginya bisa mencapai ratusan meter, bagaimana jika digunakan untuk membangun jembatan?.” aku sampai harus mendongak kepalaku ke atas tapi masih belum melihat puncak pohon.


Ding!


[Selamat anda berhasil menjadi player pertama yang menemukan hutan Elf yang ditinggalkan]


[Mendapatkan 5 stat poin untuk pencapaian ini]


“Hutan Elf!.” aku dikejutkan dengan isi notifikasi. Itu adalah Elf, sebuah ras yang dipenuhi oleh cowok ganteng dan cewek cantik. Siapa yang tidak tertarik dengan ras paling indah dalam setiap Lore cerita fantasi.


“Tapi kok kenapa rasanya ada perasaan tidak nyaman saat mendengar kata ‘Ditinggalkan’ yah?.” ucapku.


Ding!.


[Itu karena tidak ada lagi Elf yang tinggi di hutan itu]


“Tidak ada Elf!.” aku kecewa.


“Kenapa disebut sebagai hutan Elf jika tidak ada Elf?.” aku mulai marah.


[Ya namanya juga hutan Elf yang ditinggalkan]


“Lah iya juga yah hehehe....” sambil senyum-senyum aku menggaruk belakang kepala yang tidak terasa gatal.


[........]


Dengan penuh kekecewaan karena tidak bisa melihat cowok ganteng, aku beserta anak-anak dan Serigala memasuki hutan Elf yang tidak ada Elf nya.


***


__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2