Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
95(Arc2). Turnamen 1


__ADS_3

Ribuan pertandingan sedang berlangsung secara bersamaan di Collosus. Bukan hanya player Minvers yang dapat menikmati pertandingan, Tapi pihak Ningrat corp menyiarkan acara secara live baik pada stasiun televisi komersial maupun channel sosial media.



Selain untuk memeriahkan event pertama, Ningrat corp melakukan semua itu juga sebagai bentuk promosi agar semakin banyak orang yang mulai tertarik bermain game mereka.



{Lihat betapa epik pertarungan Ace Player guild LIGHT, Aster. Permainan pedang yang dia tunjukkan begitu memukau}



Pembawa acara Jester mengomentari salah satu pertandingan yang banyak menyita perhatian penonton terutama kaum hawa, karena dalam pertandingan itu terdapat seorang pria tampan berambut putih yang sangat luar biasa dalam menggunakan pedangnya.



“Aster berjuanglah!.”



“Kyaa... Aster begitu tampan.”



“Dia seorang kesatria berkuda putih.”



Penonton wanita memberikan dukungan. Mereka berharap suara keras dan berbisik itu memberikan kekuatan pada Aster, walaupun hal seperti itu adalah sesuatu yang mustahil.



“Mati kau pria tampan!.” player dengan Avatar goblin menyerang.



“Berapa lama kau menghabiskan waktu untuk merias wajah Avatar mu? Apa itu sekitar satu bulan?.” player dengan wajah kadal tersenyum mengejek.



“Kemarilah biar aku rusak wajah menjengkelkan itu!.” Player dengan ras Lamia, yaitu ras manusia setengah ular. Ia memberikan intimidasi pada Aster dengan me\_njilati belatinya sendiri.



Aster menanggapi dengan tenang provokasi dari ketiga player yang berkomplot untuk membunuhnya.



“Tidak mungkin dalam 50 tahun kalian bisa mengalahkan aku!.” ucap Aster dengan sangat tenang dan tampan.



“Whaat!.”



“Sombong sekali kau sialan!.”



“Aaaarrg... akan aku cabik-cabik wajah itu lalu ku pajang di komunitas!.”



Ketiganya segera menyerang Aster secara bersamaan. Pemuda tampan berambut putih biru pun tidak tinggal diam, dia segera mengambil pedang lainnya untuk mengimbangi jumlah lawan yang akan dua hadapi.



Dual wielding, teknik yang memungkinkan seorang Player dapat menggunakan dua pedang sekaligus. Teknik pedang ganda ini terbuka setelah player menaikan kelas \[Sword art\] hingga kelas Ahli.



“Menambah jumlah pedagang tidak akan menyelamatkanmu dari kekalahan yang memalukan!.”



Goblin mengayunkan pedangnya yang segera ditangkis oleh Aster. Serangan lainnya datang dari lizardman.



“Mati kau pria tampan!.”



Sebuah Gada besar diayunkan, tapi Aster berhasil menghindar, arena bergetar kuat saat senjata gada yang digunakan oleh lizardman menghantam tanah.

__ADS_1



“Modar.... Modaaar... Modaaaar!.” Manusia setengah ular melakukan serangan bertubi-tubi dengan dua belatinya. Job assassin yang dia miliki membuat manusia ular memiliki kecepatan serangan yang luar biasa.



Para penonton wanita yang melihat Aster tengah melawan tiga player sekaligus menjadi cemas, mereka khawatir idola mereka dikalahkan do pertandingan ini.



Tapi kekhawatiran mereka tidak berdasar. Karena keahlian Aster yang sudah ditempa dari pelatihan khusus di dunia nyata, membuat pemuda tampan itu dapat melihat setiap serangan dari lawannya.



Selama ini dia belum menunjukan kekuatannya yang sebenarnya.



“Giliranku.”



Aster mulai serius, dia mulai membalikan keadaan. Serangan dari manusia ular yang sebelumnya sangat mendominas kini dibalikkan. Kecepatan serangan Aster semakin meningkat hingga manusia ular tidak mampu mengimbangi.



“Graaa... fak!.” manusia ular memaki ketika serangan Aster datang bertubi-tubi membuat kesehatannya turun drastis.



“Tebasan berat ganda!”



Perlawanan Lamia itu pun berakhir saat dua sayatan kuat dari Aster membentuk sebuah huruf X di dadanya, kesehatannya berakhir ke titik nol persen.



“Kurang ajar.”



“You dead man Fak!”




“Pengguncang bumi!.”



Lizardman berusaha untuk menghajar kepala Aster dengan gada besar, tapi pemuda berambut putih segera berput untuk mendapatkan momentum pada dua pedangnya.



Bunyi keras yang memekakkan telinga terdengar saat Aster menahan gada besar itu menggunakan dua pedang miliknya. Goblin yang melihatnya itu mengaggap Aster sangat bodoh, karena mana mungkin dua pedang kecil bisa menahan kekuatan gada besar



Tapi melihat wajah lizardman temannya yang kesulitan, goblin sadar jika dugaannya telah melesat. Dengan satu hentakan kaki, Aster mendorong balik kekuatan lizardman, lalu segera menebas tubuh manusia kadal itu dengan sangat cepat hingga akhirnya lizardman gugur dalam pertarungan.



“Kuh....”



Melihat kawan terakhirnya tewas, goblin tidak dapat melakukan apapun. Dia cukup yakin dengan kemampuannya yang tidak mungkin bisa melukai Aster walaupun hanya satu goresan.



Tapi goblin tidak mungkin kabur begitu saja setelah kedua rekannya tewas.



“Mati kau pria...”



Zraat!. Aster menebas kepala goblin itu sebelum dia menyelesaikan kalimatnya.



“Hem....” Aster menatap mayat ketiga lawan yang baru saja dia kalahkan. “Aku tidak mengerti pikiran manusia aneh seperti kalian yang memilih membuang kemanusiaan untuk menjadi makhluk menjijikkan seperti itu.”

__ADS_1



Sorakan para penonton pecah saat Aster berhasil mengalahkan ketiga lawannya. Para penonton wanita semakin menggila hingga beberapa diantaranya dikeluarkan secara paksa karena kondisi mental mulai terganggu.



{Sungguh pertandingan yang luar biasa dari Aster the white knight, sang Ace Player dari guild Cahaya!}



{Tapi ini belum semua karena masih ada banyak pertandingan Ranked yang sangat sayang untuk dilewatkan}



Pembawa acara berbaju besi yang disebut sebagai ‘Knight’ mulai mengganti spot layar utama dari arena Aster beralih ke arena lainnya.



Hal itu menyebabkan banyak keributan yang disebabkan oleh penonton wanita, mereka tidak ingin spot light utama beralih. Semua wanita hanya ingin melihat pria tampan di layar besar itu.



Tapi Knight tidak peduli dan tetap memindahkan fokus ke berbagai area pertanda.



Lionel Nicburn, pemimpin guild One Thousand Warrior sekaligus player rank 7, mendapatkan situasi yang kurang menguntungkan saat player dalam jumlah besar bergabung untuk mengalahkannya.



Para player yang iku turnamen mengaggap jika para Ranked adalah sebuah ancaman yang harus dibersihkan lebih dahulu. Dan itulah kenapa banyak player yang mencoba Lionel saat ini.



Tapi sepertinya keberuntungan masih berpihak pada Lionel, karena di arena yang sama juga terdapat sepuluh anggota guild One Thousand Warrior yang akan membantunya lolos dari babak pertama.



Kemudian di arena lainnya.



“Show your face 4ssh0le!.”



Caracus, salah satu petinggi guild North Dragon berhadapan dengan player bertopeng wajah tersenyum, Emil dari guild AFK.



“Tidak perlu bersembunyi lagi. Kami sudah tahu jika kalian yang selama ini menjadi cacing menyebalkan adalah guild AFK. Itu dibuktikan dari papan peringkat.” kata penyihir hitam itu yang saat ini sangat marah.



Caracus sangat geram saat mendengar dugaan dari Drake yang mengatakan jika Kelompok Black Company sebenarnya adalah guild AFK, guild yang sudah mereka tekan dan berkali-kali dipecundangi oleh guild North dragon.



Semua anggota guild North Dragon tertawa terbahak-bahak mendengar dugaan pemimpin mereka pada awalnya, karena mereka tidak perna sekalipun berpikir jika AFK guild bisa bangkit kembali. Tapi mereka seketika terdiam saat melihat papan Ranking yang memperlihatkan tiga player guild AFK masuk sepuluh besar.



“Kuhhh... kalian makhluk rendahan tidak tahu diri. Sudah dikasih hati tapi meminta jantung. Kalian harusnya bersyukur karena kami tidak menghancurkan guild tidak berharga seperti kalian, dan justru kami masih berbaik hati menawarkan kerja sama yang sepatutnya disyukuri. Karena kalian player-player tidak berguna memang sewajarnya berada dibawah kaki kami. Tapi yang kalian lakukan justru berbalik menyerang kami. Kalian seperti anjing liar tidak berpendidikan yang justru menunjukkan taring pada orang yang bermaksud baik. Kalian kalian Kalian....”



Caracus terus berbicara tanpa sadar jika player bertopeng wajah tersenyum telah pergi. Menyadari itu Caracus dibuat sangat geram, kepalanya dipenuhi oleh urat darah karena dia begitu marah. Tapi kemarahan itu tidak berlangsung lama ketika sebuah anak panah masuk ke dalam mulutnya.



“......”



Pemuda bertopeng itu menatap Caracus yang mulutnya berbusa karena panah racun yang dia lepaskan.



“Itu terlihat sangat cocok untukmu.”



\*\*\*


__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2