
Kami mengadakan pesta di ladang bunga untuk merayakan didirikannya toko Viking. Para warga sangat antusias ketika akhirnya mereka dapat kembali merasakan makanan lain selain daging.
“Aku hampir saja menjadi karnivora karena terus makan daging selama empat tahun.” Hektor memakan roti dengan selai kacang sambil meneteskan air mata.
“Sup sayur ini sungguh menyegarkan, tubuhku terasa lebih baik sekarang.” Herka menikmati sup yang aku buat.
“Akhirnya aku kembali hahahaha....” diantara para warga, Grock yang paling senang dengan bir. Kurcaci itu mengatakan hampir saja melupakan jatidirinya sebagai seorang kurcaci karena begitu lama tidak merasakan minuman beralkohol.
“Seorang penempa akan lupa dengan semua resep senjata yang dia buat jika tidak meminum bir selama satu tahun.” kata Grock dengan mulut dipenuhi busa bir.
Kemeriahan terus berlanjut, aku menggunakan kesempatan ini untuk memberitahu rencanaku pada semua warga desa.
“Aku ingin mengembalikan masa kejayaan desa yang aku rasakan tujuh tahun lalu, dimana ladang gandum terlihat seperti lautan emas yang berkilauan.”
Mendengar perkataanku membuat warga desa mulia menangis, mereka kembali teringat kehidupan yang dijalani sebelum musim dingin panjang.
“Dengan kekuatan yang aku miliki kita dapat meraih kejayaan itu, tidak kita akan melapauinya dan jauh lebih hebat dari sebelumnya.”
““““Yeaaaahh!””””
Semua warga dibakar oleh api semangat, mereka bersedia membantu dengan semua yang mereka miliki.
Ding!
[Tingkat kedekatan warga desa naik menjadi Pengikut]
[Warga desa akan menganggap player sebagai orang suci]
“Ini terasa nikmat.” aku mendengarkan suara notifikasi sambil menikmati segelas bir.
Pesta hari ini akan menjadi sangat untuk hari esok. Setidaknya itulah yang aku harapkan, hingga pesta menjadi terlalu panas karena terlalu banyak bir yang warga konsumsi. Mereka mulai mabuk kemudian bertindak di luar nalar.
Beruntung semua anak-anak sudah tertidur sehingga mereka tidak akan melihat apa yang dilakukan oleh para orang dewasa. Aku melihat Hektor membawa Sania ke ruang yang sebelumnya aku gunakan untuk membongkar mayat naga hitam, sementara itu Grock menggoda seorang wanita manusia yang ditinggal mati suaminya.
“Berkembangbiak itu perlu.” aku hanya menikmati tontonan dewasa di depanku sambil memakan kacang dan bir.
“Saat ini penduduk terlalu sedikit jadi aku berharap beberapa bulan lagi banyak generasi baru terlahir.” Beberapa pria menghampiriku untuk mengajakku bersenang-senang, tapi aku menolak mereka semua.
***
Hari berikutnya, kami bekerja keras membangun ladang di dalam goa. Aku membangun ruangan baru yang hanya berjarak seratus meter dari permukaan.
Ada beberapa alasan kenapa ladang baru dibuat jauh dari ladang bunga. Selain alasan tranportasi yang terlalu lama, kami juga sepakat untuk menjadikan ladang bunga sebagai tempat yang sakral.
Setelah ruangan selebar sepuluh hektar berhasil di bangun, selanjutnya yang perlu kami lakukan adalah menyediakan sumber pencahayaan.
Kami tidak bisa menggunakan Rune cahaya untuk menyinari ruangan seluas ini. Diperlukan banyak Rune, selain itu masalah utamanya adalah Rune cahaya tidak akan bertahan lama. Akan sangat merepotkan jika harus melakukan penggantian Rune setiap kali kehabisan energi Mana.
__ADS_1
Tapi ini tidak berarti percobaan membuat ladang di dalam goa telah gagal, aku sudah memikirkan semuanya. Sebelumnya Herka telah mengajariku cara memanfaatkan Red stone dan Absorbing Cristal, dua meterial yang aku temukan selama penggalian mencari sun flower.
Absorbing Cristal memiliki sifat menyerap elemen, Cristal ini akan menjadi panas begitu dekat dengan api, akan menjadi dingin begitu terkubur salju dan akan bersinar jika terkena cahaya.
Kemudian Red stone adalah penghantar energi sangat baik, itu digunakan sebagai penghubung layaknya kabel tapi lebih baik dari tembaga maupun besi karena dapat menghantarkan energi Mana kayaknya tubuh manusia.
Puluhan Cristal dengan ukuran besar kami letakkan di pinggir ladang bunga, Cristal mulai bersinar saat menyerap cahaya dari Sun flower. Selanjutnya Red stone yang telah dijadikan bubuk kemudian diolah menjadi cat kami gunakan untuk menghubungkan Absorbing Cristal di ladang bunga dan yang berada di ladang atas.
Cahaya merah redup mulai mengalir dari Red stone menyinari terowongan menuju permukaan. Melihat itu aku dan Herka merasa bersyukur karena tidak lagi perlu membuat Rune cahaya untuk menyinari terowongan.
Ketika kami kembali ke ladang atas, kami disambut oleh para warga yang begitu senang karena tempat itu sudah bersinar terang. Ribuan Absorbing Cristal yang diletakkan di langit-langit seperti Stalaktit bersinar terang bagaikan matahari.
“Kita berhasil!.”
“Akhirnya aku bisa kembali bertani!.”
“Aku ingin mengolah perkebunan anggur.”
“Tempat ini tidak kalah hangat dari ladang bunga, aku ingin tinggal di sini.”
Setelah ladang berhasil mendapatkan cahaya hanya tersisa dua hal yang harus dilakukan sebelum ladang ini siap untuk digunakan, yaitu membuat saluran irigasi dan melapisi lantai batu dengan tanah subur.
Aku berniat membuat saluran air dari sungai di pinggir desa hingga ketempat ini. Tapi tiba-tiba sebuah tato yang berada di punggung tanganku bersinar, aku tidak tahu kapan tato itu berada tanganku.
____________________________________________
[Mark of Valkyrie]
____________________________________________
“Valkyrie? Panggilan tugas? Mungkinkah?.” aku segera mengecek gelar calon Einherjer dan menemukan jika waktu hingga ujian harian akan datang sepuluh menit lagi.
“Estrid ada apa, apa kau ingin beristirahat?.” tanya Sania.
“Bukan itu, sepertinya sudah saatnya ujian untukku.”
“Ujian? Oh ya tentang Valkyrie itu. Apa akan datang makhluk hitam itu lagi?.” Sania begitu bersemangat, sepertinya dia berniat untuk membantuku bertarung.
“Aku tidak tahu, tapi lebih baik aku keluar ke permukaan karena akan sangat merepotkan jika tempat yang kita bangun ini di acak-acak oleh monster.”
Karena tidak ingin ladang dan semua jaringan Red stone yang kami bangun selama belasan jam rusak karena pertarungan, aku pun memilih untuk melakukan ujian di luar goa.
Sebelum pergi aku mengeluarkan puluhan ribu block tanah yang akan digunakan untuk melapisi lantai batu. Para warga akan bekerja sama untuk menyusun blok tanah dengan arahan dari Sania.
Dua serigala yang mulai bosan karena sejak tadi hanya ditugaskan untuk mengangkut barang bangun, menjadi bersemangat saat melihatku akan keluar dari goa.
“Come on guys, we're going hunt.”
__ADS_1
Guk guk guk....
Aku pergi cukup jauh dari goa, selain dua serigala salju Hektor dan beberapa anak-anak ikut untuk mengawasi. Awalnya aku melarang anak-anak ikut karena mungkin ini akan berbahaya. Tapi Hektor meyakinkan aku jika dua akan melindungi mereka.
“Nene... apa yang akan kau lawan kali ini?.” tanya Byrome dengan sangat antusias. Bocah lelaki ini tidak sabar menonton pertarungan yang berdarah-darah.
“Entahlah, Dewi Freyja tidak pernah mengatakan apapun.” balasku yang juga ikut penasaran.
Kami tiba di dataran salju yang begitu luas, Hektor dan anak-anak melihat dari balik bukit sejauh dua ratus meter. “Tinggal satu menit.” kataku setelah melihat lagi waktu ujian.
Sambil menunggu aku kembali mengecek perlengkapan, Grock telah membekaliku sepuluh kapak yang terbuat dari besi, kapsul itu sudah dibuat khusus untuk pertempuran sehingga memiliki kerusakan yang lebih besar.
Ding!.
[Ujian harian telah tiba, semoga beruntung wahai yang terpilih]
Setelah notifikasi berakhir tiba-tiba di mini map muncul titik merah yang menandakan entitas bermusuhan.
Goug Gough Gough!
Dari balik tumpukan salju muncul sosok seperti gorila dengan bulu putih.
“Yeti?.”
Ding!
____________________________________________
[Yeti Union]
Level 15
Keterangan: Seringkali disebut sebagai manusia salju karena Yeti jenis ini hidup di daerah bersalju dan selalu berkelompok.
____________________________________________
Level mereka satu tingkat di atasku.
Walaupun sebelumnya aku bisa mengalahkan monster dengan level dua kali level milikku, tapi itu tidak serta-merta membuatku merasa mudah untuk melawan Yeti ini. Alasannya sederhana karena lawan ku kali ini tidak hanya satu moneter.
Goug Gough Gough Goug Gough Gough!
Semakin banyak Yeti yang keluar dari balik salju. Ini pasti akan menjadi pertarung yang sulit.
***
Bersambung.
__ADS_1
Author: Niat awal mau menggunakan Glowstone buat penerangan ladang. tapi karena Glowstone cuma ada di Nether sementara belum saatnya Estrid pergi ke sana, jadinya saya buat material pengganti.