
Werewolf Salju mengelilingi kami yang berkumpul di tengah desa Elf pohon. Aku menatap sekitar mencari pemimpin kawanan manusia serigala, dan menemukannya berada ditengah pasukan.
“Kali ini pemimpin pasukan lebih cerdas dari sebelumnya.” kataku memuji kecerdasan pemimpin pasukan Werewolf yang mengambil posisi ditengah pasukan, daripada berlindung di barisan paling belakang.
Jika saja pemimpin Werewolf berada di barisan belakang maka akan mudah untukku melakukan serangan kejutan secara langsung ke pemimpin mereka. Tapi akan sulit jika tergetnya berada ditengah kerumunan karena akan sangat berbahaya untukku kabur.
Graaaaarr!.
Pemimpin Werewolf berteriak menandakan serangan akan dimulai. Gerombolan monster segera berlari mendekat tapi tiba-tiba terjadi ledakan bertubi-tubi yang menghancurkan formasi para Werewolf.
“Kau melakukannya dengan benar kali ini. Kerja bagus Sigur.” aku memuji jebakan yang dibuat oleh salah satu anak buah ku.
“Itu bukan sesuatu yang besar.” kaya anak lelaki berkacamata itu. Dia terlihat tidak peduli dengan pujian yang aku berikan, tapi aku dapat melihat senyum di wajahnya.
Pasukan Werewolf menjadi sangat kacau karena jebakan bom. Tidak akan membuang kesempatan emas, kami segera memulai serangan balik.
“Datang Netra!.” Priska yang memanggil salah satu binatang kontraknya yang merupakan peri alam. Makhluk kecil itu kemudian memberikan buff pada anggota tim.
Ding!
[Mendapatkan berkah alam]
[Pertahanan up 10%]
[Kelincahan up 10%]
Buff efek yang sangat berguna untuk garda depan.
Setelah mendapat buff dari monster panggilan Priska. Petarung garis depan yaitu Byrome, Jara dan Ucer menyerbu pasukan musuh. Byrome dengan pedang besarnya menebas satu persatu Werewolf.
Kerusakan dari pedang itu tidak bisa diremehkan. Walaupun level Werewolf hampir dua kali lebih tinggi tapi dapat dikalahkan dengan beberapa serangan.
Jara merupakan seorang knight, dia memiliki kemampuan Taunt yang membuat monster di dekatnya mengincar Jara lebih dulu dari anak-anak lain. Kesehatan yang tebal dari seorang knight tidak membuat gadis itu khawatir dengan serangan yang dua terima.
Disaat semua monster di sekitar sedang menargetkan Jara. Dari belakang bayangan hitam menyusup lalu memberikan serangan fatal ke titik lemah para Werewolf. Bayangan itu adalah Ucer yang merupakan seorang assassin.
Kemampuan khusus milik pemuda itu yang dapat melihat titik lemah lawan membuat Ucer begitu mematikan. Satu persatu Werewolf disembelih oleh Ucer hingga korbannya tewas kehabisan darah.
Sinai yang merupakan penyihir putih bertindak sebagai support, dia terus memperhatikan kondisi Byrome dan Jara. Peranan sangat penting karena tanpa sihir pemulihan dan sihir pertahanan dari gadis ini maka tiga penyerang garis depan tidak akan berani maju dengan gegabah.
Aku sangat puas melihat perkembangan yang semua anggota tim tunjukan. Walaupun hanya beberapa hari tapi mereka sudah berubah begitu besar. Melihat mereka yang sekarang, membuat aku berpikir jika tujuh anak yang ketakutan saat disuruh membunuh kelinci itu tidak pernah ada.
“Baiklah sudah saatnya untuk mengakhiri ini.”
Kedua serigala merasa senang saat akhirnya aku memutuskan untuk bergabung dalam pertarungan. Alaska melolong memberikan buff penguatan serangan, sementara Pluto segera menyelinap masuk kedalam bayanganku membuat kecepanku bertambah beberapa persen.
Dengan semua dukungan yang aku dapatkan, kakiku mulai melangkah ke Medan perang membantu para murid ku memenangkan pertarungan ini.
***
Graaaaarr!
Raja Werewolf menangis ketika tinjuku menghantam tubuhnya, serangan berikutnya sebuah kapak membelah kepalanya menjadi dua. Tapi itu semua belum cukup untuk mengakhiri hidup monster itu, aku pun melakukan serangan akhir dengan memenggal kepalanya dengan ayunan kapak penuh kemarahan Viking.
__ADS_1
Jraasss!
Darah mengalir deras ketika kepala monster setinggi tiga meter itu terlepas dari pundaknya.
Ding!
[Berhasil melewati ujian hari ini]
Aku mengambil kepala raja Werewolf dan mengangkatnya ke udara, sayap dari skill keturunan Valkyrie terbuka lebar membuat cahaya bersinar terang. Setiap anak bersorak merayakan kemenangan ini, Kematian raja Werewolf menjadi akhir dari pertarungan kami hari ini.
Ding!
[Level Up]
“Oh akhirnya.”
Notifikasi yang tidak aku dengar selama beberapa hari akhir keluar. Semakin tinggi level maka semakin banyak Exp yang dibutuhkan, aku perlu waktu empat hari untuk menaikkan level sembilan belas menuju level dua puluh.
“Kenaikan Exp benar-benar gila. Experience dari sembilan belas ke dua puluh setara dengan Exp yang dibutuhkan dari level satu sampai lima belas.”
Ding!
[Membuka skill (Viking Axe Art I), Stat poin +4]
___________________________________________
[Viking Axe Art I]
Rank: Epik
Fitur Skill:
(1) Kapak tajam: Ketika menggunakan senjata kapak akan menaikkan Kerusakan +5%, Critical Rate +5%, Critical Damage 15%.
(2) Axe Charge: Mengisi Energi mana pada senjata kapak dapat menaikan kerusakan yang ditimbulkan.
(3) Mad Viking Axe: Ketika menggunakan senjata kapak dab kemarahan Viking secara bersamaan, Menaikan kerusakan sebesar 20%, setiap serangan menimbulkan gelombang tebasan elemen.
___________________________________________
Akhirnya sebuah skill bertipe serangan. Saat mencapai level 10, job Viking hanya menaikkan skill (Viking Rage) ke level dua.
Walau skill pasif itu sangat berguna untuk menaikkan kekuatan tapi aku masih kesulitan melawan monster yang datang saat ujian harian karena tidak ada satupun skill serangan yang aku miliki.
Monster yang datang dari ujian terus bertambah lebih kuat dan lebih kuat seiring bertambahnya level yang aku miliki. Tapi dengan skill baru [Viking Axe Art] aku merasa mendapatkan tambahan kekuatan yang cukup untuk menghidupi tingkat selanjutnya.
Aku sangat penasaran dai ingin segera mencoba skill baru, tapi sayangnya sudah tidak ada lagi monster di daerah hutan salju karena anak-anak sudah memburu mereka sebagai program latihan. Perlu waktu dua hari untuk monster-monster itu respawn.
“Aku rasa ini sudah cukup untuk hari ini, mari kita pula....” baru saja aku akan mengatakan jika akan kembali ke desa tapi tiba-tiba notifikasi lainnya datang.
[Membuka skill (Furnanc)]
“Heh?.”
Skill lainnya yang datang dari skill penambang ahli, muncul dengan beragam fitur baru yang akan membuatku semakin kebingungan.
__ADS_1
“Mungkin setelah ini aku benar-benar tidak membutuhkan tenaga Grock untuk membuatkan aku senjata.”
***
Keluar dari hutan bersalju, kami berniat kembali ke desa. Anak-anak yang sudah berhari-hari tinggal jauh dari orang tua mereka sangat antusias dalam perjalanan pulang.
Di jalan kami bertemu dengan sekawanan domba yang sedang mencari makan diantara bebatuan, mereka terlihat menyedihkan dengan penampilan kurus dan kurang sehat. Melihat itu Priska dengan berlinang air mata memintaku untuk membawa hewan-hewan malang itu ikut bersama kami ke desa.
“Ma... tidak masalah, lagi pula kita belum memiliki peternakan di desa rahasia.”
Priska sangat senang mendengar ku setuju untuk membawa para kambing ke desa. Tapi masalahnya timbul saat para kambing tidak mau diajak musyawarah karena pemimpin mereka begitu keras kepala.
Mbehehehek!
Pemimpin para kambing yang memiliki enam kaki mengembik dengan keras ke arahku seakan berbicara sesuatu.
“Jika ingin kami ikut, kalahkan aku terlebih dahulu. Itu katanya.” kemampuan Priska sungguh luar biasa, dia bahkan bisa mengerti bahasa hewan.
“Mengambil alih seluruh kawanan dengan kekuatan, yah? Classic, tapi itulah cara bertahan hidup para hewan dan aku sukai cara itu karena begitu sederhana.”
Aku kemudian menunjukan otot lenganku, melihat itu kambing dengan enam kaki itu mundur satu langkah seakan tidak yakin dengan tantangan yang dia buat sendiri.
“Ye, master hajar kambing aneh itu!.”
“Kasihan apa kau melihat jika keenam kaki itu bergetar?”
“Jika dia mati maka kita akan mendapatkan satu kaki kambing.”
“Kambing itu akan mati dalam satu pukulan.”
“Master jangan terlalu keras padanya, saya mohon.”
Semua anak memperhatikan pertarungan kami dari kejauhan.
“Baiklah, kau bisa datang kapanpun tuan Kambing.” aku mempersilahkan pemimpin kawanan kambing untuk menyerang lebih dulu.
Dengan dengusan uap dari hidungnya, kambing itu menggaruk tanah beberapa kali dengan kuku kaki depannya. Dia seolah seekor banteng yang bersiap untuk menyeruduk targetnya.
Lalu...
Jdaaar!
Bagaikan sambaran kilat, kambing itu bergerak dengan cepat mencapai posisiku dalam sepersekian detik menghantamkan kepalanya pada perutku.
“Aaaaaa!.” tubuhku terpental begitu kuat hingga mengakibatkan lubang yang sangat besar pada dinding tebing yang aku tabrak. Dalam sekejap sorakan anak-anak terhenti begitu aku mendapatkan serangan telak.
“Gila, kesehatanku berkurang setengah hanya dengan satu serangan.” kataku yang tertimpa reruntuhan tebing. “Ah... itu membuatku teringat dengan tunggangan, sudah lama aku ingin satu peliharaan yang bisa aku nsiki.”
Menggunakan skill darah beku seluruh kesehatanku pulih dalam satu tarikan nafas. Aku bangkit dari tempat dimana aku terkubur, melihat aku yang masih bisa berdiri kambing dengan enam kaki itu kembali melakukan hal yang sama.
“Kecepatan yang sungguh mengagumkan, tapi kali ini itu tidak akan berhasil!.” mengaktifkan kemarahan Viking aku mengumpulkan tenaga pada satu kepala tangan.
Bam! Tinjuku menghantam kepala kambing itu.
***
__ADS_1
Bersambung.