
Membunuh enam serigala salju tidak cukup membuatku baik level walaupun experience yang didapat telah bertambah 50% persen. Ini mengingatkan aku jika Hanna mengatakan selama semalaman dia beserta anggota guild AFK melakukan grinding.
Tapi entah karena mereka saat itu berada di kota pemula yang hanya memiliki monster keroco memberi poin experience kecil atau memang jumlah experience yang dibutuhkan untuk naik level terlalu besar. Selama berjam-jam memburu monster mereka hanya naik hingga tiga level.
Level empat saat ini menjadi level para pro gamer. Sementara tidak jauh dari itu adalah level lima yang hanya bisa dicapai oleh mereka pemain Hardcor yang memainkan Minvers tanpa berhenti berburu sejak perilisannya.
“Sepertinya sangat sulit untuk menaiki level di game ini.” melihat jika aku saat ini sudah mencapai level sepuluh hanya dengan membunuh satu burung membuatku agak kasihan dengan player lain yang berusaha payah melakukan grinding.
“Itu juga berarti burung itu memang seekor monster bos.” tatapanku melihat gunung yang sebelumnya aku kunjungi, terdapat bongkahan besar dibawanya yang digenangi darah, mayat burung raksasa terhimpit diantaranya.
Menatap kebelakang aku melihat wajah para warga yang senang melihat daging yang akan mereka ambil, sedangkan dua serigala salju yang masih selamat telah dijinakkan oleh Butcher dan saat ini dijadikan sebagai pengganti kuda penarik grobak.
Mayat para serigala juga kami bawa, selain untuk diambil dagingnya, kulit serigala pun bisa dijadikan pakaian.
***
Semua orang bahu membahu melakukan pembongkaran, aku ikut membantu walaupun para warga mengatakan aku tidak perlu melakukannya. Tapi aku tetep melakukan pembongkaran karena ingin belajar.
“Kau yakin kau saat ini butuh belajar, atau itu hanya sekedar alasan?.” Butcher menatapku dengan curiga karena Keahlian membongkar mayat monster yang aku lakukan begitu bagus dikarenakan pengalaman ku sendiri.
Tanpa peduli dengan tatapan pria kurus itu aku terus mengambil daging hingga menyentuh bagian dalam tubuh burung raksasa.
...Ding!...
...[Membuka skill Pembongkar]...
_____________________________________________
...[Pembongkar]...
...Rank: Normal...
Keterangan: Kemampuan untuk mempercepat proses pembongkaran mayat. Semakin tinggi tingkat pengusaan akan menaikan hasil dari item yang didapat saat membongkar.
_____________________________________________
__ADS_1
“Oh aku mendapatkannya.” aku melompat kegirangan saat akhirnya mendapatkan skill yang aku inginkan. Setelah itu aku dapat merasakan kecepatan saat memotong-motong daging menjadi lebih cepat.
Walaupun berlalu begitu cepat, mayat burung kini hanya tersisa tulang, kereta telah berulang kali pulang pergi ke desa lalu kembali ketempat ini untuk mengantar daging. Langit berubah semakin gelap seakan badai akan datang, tapi kami tidak khawatir karena pekerjaan telah berakhir.
“Kalian anak-anak baik, bertahanlah sedikit lagi oke!.”
Guk! Aku berbicara dengan dua serigala salju. Mereka kelelahan karena berulang kali menarik gerobak. Mereka sangat senang saat aku bermain dengan keduanya disaat beristirahat.
Seluruh bagian mayat ayam jago gledek telah diambil, bahkan kami tidak menyisakan satu pun tulang maupun setetes darah. Semua bagian mayat monster berlevel tinggi begitu berharga. Bahkan kami membongkar batu es yang menimpa bagian burung untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.
Pengangkutan terakhir aku hanya ditemani oleh Sania karena semua penduduk desa telah pulang. Kami berhenti di tengah-tengah perjalanan karena dua serigala telah mencapai batas, karena kasihan aku pun melepas keduanya untuk bebas, tapi dua serigala salju hanya menatapku.
“Sepertinya mereka sudah sangat menyukaimu. Yah itu memang sifat alami mereka.” Sania memberitahuku jika sifat serigala salju akan menjadikan orang yang telah mengalahkan pemimpin kelompok sebagai pemimpin baru.
Melihat kuping para serigala yang terkulai seperti anak anjing yang minta dipungut aku pun tidak tega melihatnya. Diketahui jika snow Wolf adalah monster terlemah jika dalam kekuatan individu tapi mereka akan menjawab ancaman jika dalam kelompok.
“Karena itu jika kau memilih mengusir mereka maka keduanya hanya memiliki pilihan untuk bergabung dengan kelompok serigala salju lain. Tapi sangat jarang kelompok serigala salju menerima serigala dari luar garis keturunan keluarga.” Sania menjelaskan tentang bagaimana kehidupan sosial para serigala salju.
Pada intinya serigala salju akan hidup kesulitan di luar kelompok asli. Aku kembali menatap kedua serigala berbulu putih itu, hatiku merasa bersalah setelah melakukan semua itu pada sahabat kedua serigala. Walaupun itu adalah upaya pertahanan diri karena mendapatkan serangan tapi tetap saja rasa bersalah akan datang menghantui.
“Bagaimana jika kau membunuh mereka? Aku pandai membuat baju kulit.” perkataan Sania berikutnya menghancurkan segalanya.
***
Aku memikirkan nama yang cocok kedu Serigala. “Karena mereka putih aku akan memberi mereka nama Silver dan Snow.” ucapku, namun tidak terjadi apapun, Sania mengatakan jika aku telah gagal melakukan kontak.
“Memangnya nama apa yang diberikan oleh tuan Butcher hingga keduanya mau melakukannya kontrak dengannya?.” karena penasaran aku pun mengintip statu keduanya dengan efek Gelar dan menemukan jika mereka diberi nama Meat dan Bone oleh tuan Butcher.
“Bukankah itu wajar serigala menyukai daging dan tulang?.” ucap Sania yang menertawakan aku.
“Ya itu benar sih, tapi tetap saja aku merasa sangat bodoh dengan nama yang aku pilih.” dibandingkan dengan daging dan tulang apa mungkin ada serigala yang suka makan salju dan perak, sudah jelas itu tidak mungkin ada.
Aku kembali memikirkan nama untuk para serigala, dengan saran dari Sania dan pemikir mendalam aku akhirnya memutuskan untuk memberi nama keduanya dengan Alaska dan Pluto.
Woof woof woof... Kedua menyalak dengan penuh kegembiraan. ‘Apa mereka tahu arti dari nama yang aku berikan?.’.
...Ding!...
__ADS_1
...[Selamat anda berhasil membuat kontrak dengan dua serigala salju]...
...[Membuka skill (Penjinak), stat poin +1]...
_____________________________________________
...[Penjinak]...
...Rank: Normal...
Keterangan: kemampuan yang didapat setelah berhasil melakukan kontak dengan monster.
Efek skill:
(1) Dapat melihat statistik dari monster kontrak.
_____________________________________________
Skill yang sangat biasa, aku bahkan tidak membutuhkan efek dari skill itu karena memiliki gelar Thunder Silencer.
Aku berniat kembali ke desa setelah membuat kontrak dengan Alaska dan Pluto, tapi pemandangan di sekitar membuatku terpesona. Aku terdiam sejenak untuk melihatnya hingga Sania berkata...
“Kau Sungguh menyukai pemandangan tempat ini?.” aku hanya membalas dengan anggukan. “Tapi sangat disayangkan kau tidak akan bisa lagi melihat matahari terbit di tempat ini.”
“Apa?.” aku sangat terkejut dengan perkataan Sania, kenapa dia tiba-tiba membahas tentang matahari terbit.
“Apa kau mengingatku?.” aku bertanya untuk memastikan jika dia adalah npc yang aku temui di server pribadi Minvers versi lama.
“Tentu, itu sudah tujuh tahun dan kau terlihat berbeda sekarang, tapi aku masih mengingat dengan jelas hari itu saat kau datang untuk menjual tulang skeleton dan daging zombie yang totalnya mencapai 300 rft.”
Aku terdiam mendengar penjelasan Sania, tidak salah lagi jika dia adalah npc yang aku temui. Semua itu membuatku bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada tempat ini, di Minvers versi lama desa begitu makmur namun kini begitu miskin, dan apa-apaan dengan musim dingin ini.
Banyak pertanyaan di kepalaku yang tidak mungkin terjawab dengan sendirinya. Pada akhirnya aku menyimpan pertanyaan-pertanyaan untuk nanti karena badai mulai tiba.
***
...[Author]...
__ADS_1
...''Like'' jika kalian suka, Tinggalkan ''komentar'' agar author semakin semangat dan ''Bookmark'' biar tidak ketinggalan chapter berikutnya....