Penyihir Hitam Log-in

Penyihir Hitam Log-in
76. Monster Gunung Frieg


__ADS_3


Estrid mengambil mayat monster yang baru saja dia kalahkan. Seperti sebelumnya monster yang berasal dari akar busuk pohon dunia memiliki ciri yang sama, dimana seluruh tubuh mereka terbuat dari pohon.


“Walaupun memiliki level lebih tinggi, tapi aku merasa jika naga hitam lebih kuat dari monster ini.” Estrid mencoba membandingkan dua makhluk dari akar busuk yang telah dua kalahkan.


“Naga hitam memiliki elemen Es dan juga bisa mengeluarkan nafas serta sihir. Sementara monster ini murni kekuatan fisik dan menumbuhkan tangan.”


Grock pernah berkata sebelumnya jika awal dari kehidupan monster dari akar busuk adalah item pendukung akar pohon dunia yang mati. Misalnya saja naga hitam tercipta dari akar busuk dan lempengan logam yang sangat dingin. Grock mengatakan jika itu adalah sisik dari naga laut.


“Jadi selain akar busuk, material apa yang menjadi dasar dari kehidupan monster ini?.” merasa penasaran Estrid segera membongkar mayat monster itu.


“Apa ini?.” ditangan Estrid yang penuh noda hitam terdapat segumpal tanah yang aneh.


Ding!


[Soul Soil]


“Oh jadi ini tanah jiwa yang Grock minta?.” Estrid sangat senang mengetahui jika itu adalah material yang diperlukan untuk menyelesaikan quest dari Grock.


“Tapi sayangnya semua ini tidak cukup.” setelah membedah tubuh monster secara menyeluruh, Estrid hanya mendapat dua kilogram tanah jiwa.


“Tidak apa, sebanyak apapun yang aku dapatkan parut untuk disyukuri.” senyum hangat merekah dibibir Estrid.


Setelah membersihkan diri dengan berguling-guling di salju. Estrid kembali melanjutkan perjalannya menuju gunung Frieg.


“Memangnya tidak ada air apa, sampai mandi saja harus guling-guling di salju.”


***


Badai yang muncul saat ujian harian berlangsung telah berhenti, membuat penglihatan Estrid akhirnya bisa kembali normal.


“Beruntung aku tidak terjatuh ke jurang saat tadi berjalan ditengah badai salju.” kata Estrid.


Di depan Estrid banyak bukti berlubang dengan memancarkan cahaya kebiruan, di sisi kiri jalan pun terdapat tebing yang di dasarnya bersinar cahaya kebiruan.


Merasa penasaran Estrid pun melihat mini mat dan melihat jika sebagian besar daerah itu adalah Vena material. “Tempat ini begitu kaya dengan Absorber kristal.” kata Estrid yang seger menandai tempat itu untuk dikunjungi lagi nanti setelah misinya selesai.


Kembali melanjutkan perjalanan, jalan tidak terlihat karena tertutup salju tapi beruntung mini map menunjukan jalan walaupun aku tidak dapat melihatnya.

__ADS_1


Titik merah terlihat di peta, aku langsung waspada karena khawatir monster apa pun itu mungkin akan menyerang ku. Kembali melihat mini map aku sadar jika monster itu berdiam diri di satu tempat. Karena penasaran aku pun mencoba melihatnya.


“Syit, apa itu raksasa?.” gumamku sambil mengintip monster dari balik batu.


Di depanku terdapat monster setinggi 10 meter yang sedang berdiam diri membelakangi ku. Entah apa yang sedang dia lakukan.


“Mari kita lihat identitas monster ini.”


[Frost Giants Level 60]


“Giant, apa mungkin dua bisa di ajak bicara?.” Estrid berniat untuk menyapanya. Tapi dia mengurungkan niat karena melihat wajah Frost Giants yang begitu menyeramkan.


Gfutghi....


Terdengar suara aneh dari Frost Giants, saat Estrid kembali melihatnya dia menemukan satu lagi Frost Giants yang ukurannya jauh lebih kecil.


“Woah apa dia anaknya?.” melihat kelucuan anak Frost Giants yang seakan terbuat dari tumpukan salju itu membuat Estrid memberanikan diri untuk menyapa mereka.


Tapi keputusan itu berakhir dengan penyesalan.


Estrid terkejut saat melihat Frost Giants kecil rupanya tercipta benar-benar dari tumpukan salju yang dibuat oleh Frost Giants dewasa.


Monster caraka itu segera menghantamkan tinjunya ke tempat Estrid bersembunyi. Itu adalah sebuah pukulan cepat yang sana sekali tidak sesuai dengan ukuran tubuh Frost Giant.


“Gawat!.” menggunakan prisai guardian Estrid menahan pukulan itu , tapi sayang walaupun sudah berhasil menahannya Estrid masih terkena kerusakan akibat hantaman yang terlalu kuat.


“Aaaaaaa.....” Dampak counter membuat tubuh Estrid melayang begitu jauh, “Gila 90% kerusakan hanya dengan satu pukulan.” kata Estrid yang melihat kesehatannya hanya tersisa sepuluh persen.


Estrid segera menggunakan skill darah beku untuk mengembangkan kesehatannya sebelum dia ter jatuh ke tanah dan menderita luka lainnya akibat terjatuh.


Braak!


“Ghaak!.”


Estrid merasa tubuhnya remuk setelah meluncur jatuh tepat di bebatuan. “Hebat sekali. Semenjak hidup di desa aku tidak pernah lagi mereka hidup tersiksa seperti ini.” Estrid teringat kembali momen ketika dia melawan ayam jago gledek.


“Alam bebas memang mengerikan, Haaaaaa....” Estrid kembali mengatur nafas untuk memulihkan kesehatan. Tapi penyembuhan yang dia lakukan terganggu saat guncangan keras terus dia rasakan semakin mendekat.


“Si bongsor itu mengejarku rupanya.” kata Estrid yang sadar jika Frost Giants beserta para Minion yang dia buat tengah berlari menuju kearahnya.

__ADS_1


Merasa tidak mampu melawan Frost Giants untuk saat ini, Estrid segera menggunakan skill tidak terlihat dari perlengkapan topeng Serigala Salju.


Setelah mengaktifkan skill dia pun segera lari meninggalkan Frost Giants yang kebingungan di belakang.


***


“Hah... hah... hah! Sepertinya aku sudah lolos.” melihat mini map Estrid merasa lega karena tidak ada lagi titik merah yang mengejarnya.


Setelah menghindari Frost Giants, Estrid bertemu dengan sekawanan Ogre Es. Monster dengan tubuh terbuat dari balon Es dan bersenjata gada Es itu sangat agresif seperti Frost Giants. Estrid dikejar selama beberapa menit karena efek tidak terlihat sedang dalam masa cooldown.


Merasa aman Estrid mencoba untuk beristirahat karena berlari dari kejaran Ogre Es membuatnya sangat lelah. Tapi saat ingin meminum segelas air putih dari penyimpanan, tiba-tiba area sekitar berguncang hebat.


“Apa lagi!, mustahil bukan jika Frost Giants masih mengejarku!.” Estrid berpikir jika Frost Giants memiliki skill pelacakan jikaemsng benar monster itu yang datang. Tapi kenyataannya yang datang bukanlah Frost Giants melainkan lebih buruk dari itu.


Makhluk dengan tinggi sekitar 65 meter mengguncang bumi setiap kali dia melangkah. Dengan kulit berwarna biru pucat, lalu dua tanduk besar di kepala dan badan penuh bulu membuatnya begitu menyeramkan.


Tidak ingin terlihat oleh raksasa itu, Estrid segera berlindung di dalam tumpukan salju.


Ding!


[Ground Shaker level ???]


“Aku tidak bisa melihat levelnya, apa yang terjadi?.” sebelumnya tidak ada monster yang tidak bisa Estrid identifikasi Tapi kenapa monster raksasa ini tidak bisa?.


“Ya walaupun aku seandainya bisa mengidentifikasi Mons itu, belum tentu juga aku akan melawannya. Bertemu Frost Giants saja aku kabur.”


Estrid terus berada di dalam tumpukan salju berharap monster raksasa itu segera pergi. Getaran semakin lama semakin mengecil menandakan monster telah berjalan meninggalkan tempat aku berada.


Untuk memastikan monster sudah pergilah, sebelum keluar dari tumpukan salju, Estrid mengecek mini map. “Syukurlah, dia sudah benar-benar pergi.” Estrid merasa begitu lega karena berhasil selamat dari monster itu.


Karena merasa jika perjalanan akan semakin berbahaya, Estrid pun memutuskan untuk membuat safe point, yaitu tempat dimana dia akan respawn jika terbunuh.


Seperti yang diketahui titik respawn player adalah tempat terakhir dia bangun dari tidurnya. Karena itulah Estrid membawa tempat tidur yang akan dia gunakan untuk menjadi save poin. Ini sangat berguna agar Estrid tidak kembali ke desa ketika dia mati.


***



Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2