
Setelah menangkan diri, Estrid melihat sekelilingnya. Tengah desa lebih ramai dari biasanya, bahkan ada juga para manusia ikan. Mereka semua terlihat keheranan.
“Apa kalian semua di sini menunggu kepulangan ku?.”
Tanya Estrid yang masih tidak mengetahui situasi yang sebenarnya, tapi wanita itu mulai curiga saat melihat semua orang membawa senjata seakan bersiap untuk bertarung.
Merasa sesuatu yang buruk, wajah Esther seketika berubah menjadi serius.
“Jadi apa yang sebenarnya kalian lakukan. kalian tidak sedang merayakan festival saat aku pergi, bukan?.”
Semua orang diam, mereka bingung akan mengatakan apa pada wanita itu. Hingga akhirnya Hektor maju untuk berbicara, tapi tiba-tiba sebuah tombak dilempar oleh seorang manusia ikan.
Jraasss!
Tombak itu menembus punggung Estrid hingga ke dadanya. Para penduduk desa mematung sementara manusia ikan berteriak kegirangan.
“Au.” reaksi datar dari Estrid seketika membuat manusia ikan diam. Intimidasi keluar dari wanita itu, Aura yang begitu menekan seakan naga sesungguhnya baru saja terbangun.
Bahkan para warga desa pun mulai merasa kaki mereka lemah, walaupun kemarahan Estrid tidak tertuju pada mereka.
“Well, kalian tidak perlu repot-repot mengatakan apapun. Karena setidaknya aku sudah menahan situasinya secara kasar.” sambil berkata demikian, Estrid mencabut tombak di punggungnya.
“Aku benar-benar lelah dan ingin segera tidur panjang (log out), atau hibernasi sekali.” Estrid mengambil dua Kapak dari inventori, “So, mari selesaikan perang tidak berguna ini dengan cepat.”
Estrid memasuki medan perang membuat keseimbangan kekuatan antara kedua kubu menjadi sangat tidak berimbang. Serangan yang dilancarkan wanita itu begitu mematikan, belasan kepala ikan dipenggal oleh kapak Estrid.
Kemaraha yang memuncak membuat rambut merahnya berapi-api.
Aura Conqueror yang terpancar dari dirinya membuat musuh-musuh gentar, mereka tidak memiliki keberanian untuk melawannya secara langsung.
Di samping itu pihak warga desa justru merasa keberanian mereka tubuh lebih dari sebelumnya. Bertarung bersama Estrid membuat mereka semua merasa jika tidak ada lawan yang tidak bisa mereka kalahkan.
***
Di dasar sungai, Raja ras Merman tengah menunggu kabar baik dari pasukan yang dia kirim untukku menguasai sebuah desa manusia.
Beberapa saat lalu seorang pengantar pesan telah mengirim kabar dari komandan pasukan yang sangat dia percayai. Pesan itu mengatakan jika pasukan manusia ikan berhasil mengambil alih desa, itu merupakan kabar baik.
Senyum raja Merman mengembang melihat pesan itu.
__ADS_1
Tapi sayangnya tidak ada satupun manusia yang berhasil mereka tangkap.
Dalam sekejap senyum itu sirna. Raja Merman seketika dipenuhi oleh kemarahan.
Dia menginginkan manusia untuk makan malamnya, dia menginginkan manusia untuk menjadi mainan dan budak.
“Aku menginginkannya dan kalian harus segera mewujudkannya!.” kemarahan raja Merman membuat air sungai bergejolak.
“Cepat tangkap seorang manusia dan sajikan dagingnya untuk ku!.” perintah Raja Merman pada pengantar pesan.
“Aku sudah bosan memakan Frenzy Cod yang begitu keras, aku menginginkan daging lembut para musia....”
Air liur menetes dari mulut raja Merman saat membayangkan betapa lezatnya dagi manusia yang dia makan beberapa tahun lalu.
Kabar mengenai adanya desa manusia di tepi sungai terdengar setelah seorang prajurit manusia ikan mengaku telah ditangkap oleh seorang manusia wanita.
Prajurit itu mengatakan jika banyak manusia berada di tepi sungai sedang membuat jembatan untuk menghubungkan dua tepi sungai.
Kabar itu sontak membuat seluruh koloni ikan menjadi gempar karena tidak menduga jika masih ada manusia yang bertahan di dalam benua yang terus mengalami cuaca dingin ekstrem.
Semua manusia ikan dalam koloni itu percaya jika mereka adalah satu-satunya makhluk dengan kecerdasan yang masih bertahan hidup di benua Jotun.
Mendengar jika ada manusia yang masih hidup, kerakusan raja Merman menguasai dirinya. Dia tidak tahan untuk merasakan daging manusia yang merupakan daging kualitas terbaik pernah dia makan.
Walaupun prajurit ikan itu mengatakan jika ada manusia yang sangat mengerikan melindungi manusia lainnya, tapi tidak ada seorangpun yang peduli.
Para manusia ikan seperti katak dalam sumur. Mereka menganggap jika ras mereka adalah yang terbaik di dunia, sebuah klaim sepihak yang muncul karena mereka jarang bersosialisasi di permukaan.
Mereka semua menanti buruan yang didapatkan oleh para prajurit. Dua hari berlalu dan hari ini mereka akan mendapatkan hasil dari perburuan.
Tapi bukannya daging lezat para manusia, yang didapat Raja Merman dan seluruh koloni manusia ikan, justru hal mengerikan yang mereka dapatkan.
Seluruh koloni digemparkan oleh munculnya ratusan mayat manusia ikan tanpa kepala. Mayat-mayat itu diikat dengan batu berbentuk kotak sehingga tenggelam ke dasar sungai.
Tidak cukup sampai di sana.
Setelah adegan mengerikan munculnya mayat tanpa kepala. Frenzy Cod yang mencium bau darah pun segera menyerbu koloni manusia ikan, mereka datang dengan jumlah yang besar karena banyaknya mayat tenggelam.
Kehilangan ratusan prajurit, lalu serangan monster datang secara bertubi-tubi. Koloni manusia ikan benar-benar mendapatkan bencana besar.
__ADS_1
***
“Kau... kau benar-benar akan mati, aku akan membunuhmu lalu menakanmu hidup-hidup. Secara perlahan dan menyakitkan....” Ikan paus mengancam Estrid yang telah memenggal ratusan kepala anak buahnya.
“Oh...” jawab Estrid yang tidak peduli dengan semua perkataan ikan paus.
Mata Estrid terlihat dingin menatap manusia ikan yang kepalanya sudah berada di atas balok kayu bernoda darah, tempat dimana ratusan ikan dipenggal oleh kapak Estrid.
Dengan berurai air mata manusia ikan itu memohon untuk hidupnya, namun...
Jraasss....
Satu lagi kepala ikan menggelinding di salju, darah mengalir deras mengotori wajah wanita itu.
Melihat anak buah terakhirnya tewas di depan mata, ikan paus itu dipenuhi oleh kebencian yang begitu dalam terhadap semua manusia, terutama wanita berkampak yang menjadi algojo kematia.
Kepala para ikan yang terpenggal diikat pada pohon yang tidak memiliki daun, itu menjadikan pohon tersebut begitu mengerikan seakan Helloween telah tiba di game Minvers.
Sementara tubuh manusia ikan tanpa kepala akan dikembalikan kedalam sungai. Semua itu dilakukan atas saran dari Estrid agar manusia ikan yang tersisa menjadi takut dan tidak berpikir lagi untuk menyerang desa manusia.
“Apa sekarang giliran ku?.” tanya ikan paus.
Dari 310 pasukan ikan yang datang ke permukaan, lima diantara berhasil melarikan diri, atau sengaja dibiarkan melarikan diri, Sementara 304 lainnya mati dieksekusi.
Hanya tersisa komandan pasukan yang masih hidup menanti apa yang akan dilakukan oleh para manusia pada dirinya.
“Aku melepas hidup-hidup manusia ikan yang dua hari lalu aku tangkap dengan harapan kita bisa memiliki hubungan baik. Tapi sepertinya itu adalah pilihan yang salah.” Estrid berkata dengan bahasa manusia ikan yang telah dia pelajari selama perjalanan.
Mendengar perkataan Estrid, ikan paus kembali teringat dengan prajurit ikan yang pertama kali bertemu dengan manusia.
Prajurit itu dengan ketakutan mengatakan jika para manusia dijaga oleh wanita berambut merah yang sangat kuat dan menakutkan, sehingga dia menyarankan Raja Merman untuk tidak mencari masalah dengan para manusia di permukaan.
Tapi saran prajurit itu ditertawakan oleh setiap manusia ikan yang mendengarnya.
‘Andai saja waktu itu kami tidak begitu sombong dan mendengarkan peringatan itu. Pasti bencana ini tidak akan terjadi’ pikir ikan paus.
***
__ADS_1
Bersambung.