PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 14


__ADS_3

Sheana ada di dapur saat ini, dia hendak mengambil air di kulkas. Tapi saat dia akan berjalan ke dapur. Sheana melihat ada Selina yang sedang ada di dapur itu, perempuan tersebut tampak sibuk dengan masakannya. Entah tak biasanya Selina masak di dapur, biasanya saja ia main perintah asisten rumah tangga mereka.


Sheana merasa bodo amat, dia tak perduli. Ia berjalan tanpa mengindahkan Selina yang terdiam melihatnya. Perempuan itu tampak cemas saat melihat Sheana tiba-tiba saja ada di dapur.


“Sedang apa kau ada disini?” tanya Selina yang seperti tertangkap basah.


“Kau tidak lihat aku sedang apa” sinis Sheana yang membuka pintu kulkas mengambil sebotol mineral dingin.


“Cih masak? Tumben. Masak mie lagi,” decih Sheana sambil melirik kearah pan yang digunakan Selina untuk merebus mie.


“Kak Sheana bisa diam tidak,” sungut Selina terdengar berbisik.


“Apa?” Sheana pura-pura tak mendengar ucapan itu.


“Kakak bisa diam tidak, pergi sana” pungkas Selina sedikit meninggikan suaranya.


“APA SELINA KAU MAU MAKAN MIE?” bukannya diam Sheana malah meninggikan suaranya.


Refleks Selina langsung membungkam mulut Sheana agar perempuan itu diam, Sheana malah menggigit tangan Selina yang ada di mulutnya.


“ARKKH, sakit. Kau gila,” ucap Selina yang kesakitan sambil mengibaskan tangannya dari mulut Sheana. Ia memegangi tangannya yang sakit itu sambil menatap marah Sheana.


“Kurang ajar sekali kamu, bisa-bisanya tangan kotor mu itu ada di mulutku” ucap Sheana menatap tak perduli pada Selina yang kesakitan.


“Tanganku bersih kau yang kotor, anak haram” kesal Selina dan langsung memaki Sheana.


“Anak haram? Mending aku anak haram. Daripada kau anak pelacur dan kau sendiri pelacur” Sheana balik memaki Selina.


“Kau..” geram Selina dan langsung menarik rambut Sheana. Tentu saja Sheana tidak tinggal diam dia balik menarik Selina terjadilah perkelahian dua saudari itu di dapur.


“Berhenti, kalian berdua apa-apaan bertengkar di dapur sore-sore begini” Cecile yang baru saja kembali kerumah setelah berbelanja bersama dengan para asisten dirumahnya langsung terkejut saat melihat dua orang yang bertengkar di dapur.


“Sheana lepaskan Selina” bentak Cecile pada Sheana yang menarik rambut Selina.


Sheana tak mengindahkannya, membuat Ceceil mendekati mereka dan juga beberapa asisten rumah tangga yang tadinya membawakan belanjaan Cecil juga ikut mendekat.


“Ma..ma tolong ma, kak Sheana mau merusak rambutku” Selina yang juga masih menarik rambut Sheana dan sesekali dia merintih sakit pura-pura terlihat lemah didepan mamanya.


“Ciih, mulai sandiwara” decih Sheana. Dan dia semakin menjadi menarik rambut Selina dia kesal dengan manipulatif perempuan didepannya.


“Sheana mama bilang lepaskan Selina” lagi Cecile memerintah Sheana.


“Kenapa menyuruhku, suruh anakmu duluan yang melepaskan tangannya dari rambutku” jawab Sheana.


“Kalian jangan diam saja, bantu saya memisahkan mereka” ucap Cecile pada pegawainya.


“Kalian kalua ikut campur dengan urusanku, maka kalian aku pecat dari sini. Dan lihat pembalasanku” ancam Sheana sehingga para asisten rumah tangga itu terdiam bingung mereka harus bagaimana.


Cecile mau tak mau berusaha sendiri, dia memegang tangan Sheana dan mendorongnya. Sheana yang didorong dua orang tentu saja terdorong kebelakang membuat tangannya terlepas dari Selina.


“Ma, sakit. Kak Sheana menyiksaku ma.” Adu Selina dan langsung memeluk mamanya.


“Mana sayang, mana yang sakit” Cecile memeriksa kondisi anaknya.


“semua badanku sakit ma, rambutku yang bagus dan tangan indahku ma..tanganku digigit kak Sheana ma”

__ADS_1


“Dasar kau anak haram, kau beraninya menyiksa anakku seperti itu” pungkas Cecile yang marah.


“Siapa yang menyiksanya, anakmu penuh drama. Lihat apa yang dia lakukan, dia makan mie padahal kau melarangnya kan. awas rumahmu kebakar gara-gara anak manja mu itu” ucap Sheana dan melihat kearah kompor yang belum dimatikan membuat mie yang tengah di rebus Selina begitu lembek.


Sheana mengambil botol mineral yang sempat jatuh di lantai tadi, mengabaikan dua orang yang menatapnya tak suka.


Cecile entah dirasuki apa dia, ia mengambil pan dari kompor dan menuangkan air yang tersisa di situ ke tangan Sheana. Sontak semua yang ada di situ terkejut melihatnya,


“Arkhh.” Rintih Sheana menahan sakit ditangannya. Dia berdiri memegangi tangannya yang sengaja disiram air panas itu. ia menatap sambil berkaca-kaca melihat betapa kejamnya istri ayahnya.


“Kau perempuan gila” maki Sheana menahan marahnya,.


“Non Sheana, sini non direndam air dingin non” ucap salah satu asisten rumah tangga yang mendekat itu.


“Salahmu sendiri, kau semakin kurang ajar. Beraninya kau melukai tangan anakku,” ucap Cecile tidak merasa bersalah sama sekali.


“Kau,” geram Sheana dan akan mencakar Cecile dan juga anaknya. Tapi tangannya begitu terasa sakit bahkan kini memerah.


“Non, sudah. Sini bibi rendam air es” ucap Bi fatonah asisten rumah tangga yang mendekati Sheana tadi.


“Nggak usah bi” Sheana langsung pergi dari dapur. Rasanya ia kesal, marah dan ingin menghabisi mereka berdua. Tapi apa daya, ia tak bisa melakukannya. Sheana pergi menuju kamarnya dengan menahan rasa sakit ditangannya saat ini, bagaimana tidak sakit air panas yang dari atas kompor langsung di tuang ke tangannya.


..............................................


Sean baru saja pulang dari kantor, dia yang mendengar soal perkelahian Sheana dan Selina langsung menuju kamar Sheana. Karena dia diberitahu bi Fatonah kalau Sheana disiram air panas oleh mamanya. Tentu saja rasa cemas ada dalam dirinya saat ini, ia diberi tugas oleh papanya untuk menjaga Sheana dan sekarang terluka.


Sean tentu saja tak ingin mengulangi masa lalu, dimana dulu dia hanya diam dan ikut bertindak jahat pada Sheana.


“Sheana, Sheana buka pintunya” panggil Sean sambil mengetuk pintu kamar adiknya itu.


“Sheana,” panggil Sean saat masuk ke kamar mandi. dan disitu dan melihat Sheana yang menaruh tangannya di wastafel kamar mandi. Shena yang melihat kakaknya masuk hanya diam saja, ia sedang tak ingin berdebat atau bicara. Tangannya terasa berdenyut sakit sekarang.


“Tanganmu kenapa?” tanya Sean yang masih bisa melihat kemerahan di tangan itu.


“Bukan urusanmu pergi dari kamarku”


“Kemari,” Sean langsung menarik tangan adiknya yang tak terluka mengajaknya keluar dari kamar mandi.


“Kau apa-apaan sih, kau tidak lihat tanganku terbakar” kesal Sheana yang menghempas tangannya dari sang kakak.


“Tidak usah marah, bukannya kau tidak ingin berdebat sekarang. Cukup ikuti kakak” ucap Sean. Dan dia langsung menarik tangan Sheana lagi, menyuruh perempuan itu duduk di tepi tempat tidur.


Sheana hanya diam saja, dan dia menuruti apa yang kakaknya katakan. Tenaganya habis untuk berdebat, dia tengah malas untuk itu.


“Den, bibi sudah bawakan perbannya dan juga obat yang aden minta tadi” Bi Fatonah masuk membawakan obat dan juga perban untuk Sheana.


“Iya bi” segera saja Sean mengambil itu.


Bi Fatonah segera pergi setelah memberikan yang di minta Sean barusan.


“Kau sudah merendam tanganmu kan, sekarang di perban agar tidak terluka”


“Apaan sih lebay, nggak usah. Pergi dari kamarku”


Bukannya pergi Sean malah menarik tangan Sheana dan memegang telapak tangan itu. dia menahannya agar Sheana tak menariknya.

__ADS_1


“aku tahu kau membenci semua orang yang ada dirumah ini termasuk aku dan daddy. Tapi kali ini saja ijinkan kakak mengobatimu sebagai seorang kakak yang baik. Kakak tahu selama ini kakak jahat sama kamu, tapi itu dulu Sheana, sekarang kakak hanya ingin jadi kakak yang baik buat kamu” ucap Sean sambil mengoleskan salep di tangan Sheana.


“Kalau kau membenciku, aku tidak masalah dan aku menerimanya. Mungkin itu sebagai balasan untukku karena telah jahat padamu. Tapi kakak mohon sama kamu, tolong kamu baik sama Daddy. Daddy selama ini tidak pernah jahat padamu kan? dia selalu menuruti setiap ucapanmu bahkan selalu mendukung mu selama ini. jadi kakak mohon, baiklah dengan Daddy. Jangan seperti ini dengannya” ucap Sean menasehati Sheana. Dia lalu memperban luka adiknya itu dengan perban.


Sheana hanya diam saja, ingatannya juga terbayang dimana Daddy nya selalu menyayanginya selama ini. dulu saat mamanya dan juga anak-anak mamanya jahat padanya daddy nya yang selalu membela dan melakukan apapun untuknya. Alasannya saat ini membenci daddy nya sendiri karena telah membohonginya selama dua belas tahun, dia membohongi soal mama kandungannya. Dan tidak pernah memberitahu dirinya, sehingga ia mengetahui sendiri kenyataan kalau di anak seorang wanita selingkuhan, pantas saja selama dua belas tahun itu ia selalu di anak tirikan oleh mereka bertiga.


....................................


Zidan tengah melakukan patroli jalanan, bersama dengan rekan-rekannya. Ia memimpin patroli itu. dia mengendarai motor dengan di bonceng salah satu rekan. Mereka menyusuri jalanan yang biasanya digunakan sebagai tempat balapan liar yang sangat meresahkan warga. Makanya mereka menyusuri daerah situ, setelah mendapat laporan dari warga yang tinggal di jalanan yang akan disusuri oleh tim milik Zidan.


Dua motor yang ada di depan motor yang dinaiki Zidan saat ini tiba-tiba saja berhenti membuat Bripda Hamid yang membonceng Zidan ikut berhenti.


“Kenapa Bripda fajar? Bripda Genta?” tanya Hamid menanyakan alasan dua rekannya itu berhenti.


“Iya kenapa kalian berhenti?” tanya Zidan yang juga penasaran.


“Itu Ndan, di seberang ada cewek jalan sendiri tapi kayak sempoyongan gitu jalannya” tunjuk Fajar pada seberang jalan lain.


“Iya bang, itu kayaknya ada cewek deh” ucap Hamid yang juga melihatnya. Zidan juga melihat itu membuat dirinya menyuruh ketiga rekannya yang lain untuk menghampiri perempuan tersebut


Saat di hampiri ternyata perempuan itu sudah duduk dan menunduk, sambil sesekali membanting tasnya ke jalan.


“Kenapa aku begini, kenapa.. nenek lampir sialan. Dasar nenek lampir penyihir, tanganku sakit tahu” Perempuan itu meracau membuat polis yang baru datang terlihat bingung dan was-was.


“hey nona, kenapa duduk di pinggir jalan seperti ini” ucap haikal rekan polisi yang lain saat menghampiri perempuan yang tengah duduk di pinggir jalan sambil berbicara meracau ta jelas dan sesekali bahkan membanting-banting kan tasnya di aspal jalan.


“Pergi dari sini” usir perempuan itu dan langsung mendongakkan wajahnya melihat siapa yang sudah mengganggu dirinya.


Sontak kelima polis yang ada di situ langsung melongo dan menatap kearah Zidan. Ya mereka tahu siapa perempuan itu, siapa lagi kalau bukan Sheana anak konglomerat yang sekarang terlibat gosip dengan rekan mereka sekaligus ketua mereka Bripka Zidan.


Zidan sendiri juga terkejut ternyata perempuan mabuk di pinggir jalan adalah perempuan gila yang membuatnya kesal beberapa hari ini.


“kalian baju coklat-coklat kenapa disini pergi dari sini” usir Sheana sambil berusaha berdiri. Dia berdiri dengan sempoyongan..


“Kalian suruhan nenek lampir kan, kalian menangkapku kan. sini maju tangkap aku,” ucap Sheana yang malah membuat kuda-kuda siap untuk menendang. Tentu saja dengan sempoyongan sehingga dia tak sesuai dengan yang seharusnya.


“Bripka Zidan kekasihmu mabuk, kau diam saja” bisik Bripda Fajar.


Fajar langsung mendapat tatapan dari Zidan,


“Hehehe maaf ketua” ucap pria itu memohon maaf.


Zidan mendekati Sheana yang pose seakan ingin menendangnya.


“Kau sedang apa disini, kenapa kau mabuk malam-malam begini. bagaimana ka..”


“Suttt, diem kenapa orang menjengkelkan sepertimu ada juga disini.” Zidan yang belum selesai bicara mulutnya langsung terbungkam karena tangan Sheana yang ada di bibirnya.


“Kau bisa diam tidak, jangan biara kepalaku sudah penuh dengan pikiran..kau jagan membuatku ke..” Sheana tiba-tiba saja memuntahkan isi perutnya dan tentu saja itu terkena baju Zidan. Mereka yang ada disitu menatap tak percaya dan beberapa dari mereka menahan tawa melihat Zidan yang anti seperti ini terkena muntahan perempuan.


Setelah memuntahkan isi perutnya Sheana tiba-tiba saja jatuh pingsan ke depan membuat Zidan mau tak mau menangkapnya saat ini. Zidan untung saja sigap menangkap Sheana meskipun tadi dia sempat blank sesaat karena muntahan perempuan itu di bajunya.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2