PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 70


__ADS_3

Zidan duduk terdiam di sofa, dia baru saja di tampar oleh Sheana tadi karena ia mencium paksa istrinya tersebut. Ia melakukan itu karena berusaha membuat Sheana tidak keluar dari apartemen tapi malah membuat Sheana semakin marah padanya.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang,” bingung Zidan dan dia mengingat ucapan Sheana sebelum pergi kalau perempuan itu ingin pisah darinya.


“Nggak, aku akan biarin kamu pergi dariku Sheana” gumam Zidan dan langsung berdiri dari duduknya saat ini. ia langsung berjalan ke arah kamar. dirinya akan menelpon Ilham atau tidak Vicktor meminta tolong pada mereka berdua untuk menjelaskan semuanya pada Sheana kalau Sheana salah paham dan ini akal-akalan dari Gladys dan juga Toni.


Nah itu diriinya bodoh, karena tak menyadari itu semua kemarin sehingga ia begitu saja pergi menemui Gladys. Padahal yang menelponnya kemarin ialah Toni, bodohnya dirinya disitu kenapa tidak bisa mengenali suara rekannya sendiri.


Ia baru sadar setelah Victor memberitahu padanya kalau itu memanglah Toni yang mengelabui dirinya. Soal Gladys yang masuk kerumah sakit, itu juga merupakan rekayasa dari mereka berdua. Gladys tidak sungguh-sungguh kecelakaan tapi itu hanya pembohongan saja untuk membohongi dirinya.


Zidan langsung mengambil ponselnya saat masuk kedalam kamar, ia segera menghubungi Victor tapi tak kunjung di angkat juga.


“Apa dia masih tidur, sampai tidak mengangkat panggilanku” tukasnya dan mematikan panggilan yang tak diangkat tersebut. Ia akan menelpon Ilham sipa tahu rekannya yang satu lagi itu sudah bangun dan mengangkat panggilannya.


Namun sama saja, Ilham juga tidak mengangkat panggilan darinya. ia yang kesal langsung membuang begitu saja ponselnya ke kasur.


“Hah, apa yang harus aku lakukan sekarang agar Sheana percaya padaku” Zidan begitu frustasi, dia menghembuskan nafasnya serta menjatuhkan tubuhnya sendiri ke kasur.


Dia tidak marah dengan sikap Sheana, ia hanya kesal saja karena istrinya tidak mempercayai dirinya. Alasannya tidak marah pada Sheana karena dia berusaha mengerti emosi ibu hamil yang memang tak stabil. Dia sekarang harus memikirkan cara agar Sheana percaya padanya dan tidak pergi meninggalkan dirinya..ia tidak bisa hidup tanpa Sheana.


................................


“Kak ada masalah apa pagi-pagi sudah bangunin aku, aku masih ngantukkan. Aku tidur lagi ya, soalnya nanti aku mau ke Semarang” ucap Satria berdiri melihat kakaknya yang duduk diam setelah masuk kedalam apartemennya. Entah mengapa pagi-pagi Sheana menggedor-gedor pintu apartemennya dan ingin masuk kedalam padahal tadi kakak iparnya juga ada di apartemen.


“Kau mau ke Semarang hari ini?” Sheana yang tadi tak merespon setiap pertanyaan Satria kini menatap pria itu.


“Iya, kenapa? Mau ikut?”


“Kenapa pulang ke Semarang hari ini bukannya kau bilang seminggu lagi”


“Ada urusan disana kak,”


“Apa?” tanya Sheana penasaran.


“Aku harus mendamaikan ayah sama ibu dulu. mbak putri nyuruh aku pulang”


“Kenapa orang tuamu,?”


“Biasalah masalah kecil”


Sheana langsung diam, dia bisa menebak masalah apa itu. pasti itu masalah soal dirinya karena bertemu dengan ayah dari satria dan ibunya disana mendapat imbasnya.


“Ya sudah kalau kau mau tidur lagi, tidur saja. aku disini sebentar” ucap Sheana.

__ADS_1


Satria yang melihat wajah Sheana tampak berbeda membuat dirinya merasa iba, ia bukannya pergi malah duduk di sebelah Sheana saat ini.


“Kak Sheana berantem dengan kak Zidan, tadi aku lihat kak Zidan mau bicara sama kakak tapi kakak malah masuk” tanya Satria.


“Sana tidur, kenapa ikut campur urusanku”


“Aku bukannya ikut campur, tapi aku hanya ingin tahu kakak ada masalah dengan kak Zidan? Kalau ada bilang saja kak”


“aku mau pisah dari Zidan, menurutmu bagaimana?”


“Apa? kakak gila.kenapa mau pisah dengan kak Zidan” Satria tampak terkejut mendengar ucapan Sheana yang datar dan nampak tenang.


“dia sepertinya tidak mencintaiku, dia mencintai perempuan lain”


“Kak, jangan asal bicara. Kakak jangan asal berpendapat sendiri, di omongkan lagi dengan kak Zidan. Kalau dia mencintai perempuan lain bagimana kakak bisa hamil aneh..”


“Aku hamil juga karena tidak sengaja, karena aku hamil ini dia merasa harus bertanggung jawab denganku” jelas Sheana meyakini pendapatnya sendiri.


“Kak Sheana jangan berpendapat sendiri, kurangilah egois kak. Apa yang kakak pikirkan belum tentu benar, dan aku melihat kak Zidan itu tulus cinta sama kakak dan bukan karena tanggung jawabnya”


“Sudahlah kau pergi sana, aku tidak mau mendengarkanmu” usir Sheana yang malas mendengar nasehat dari Satria.


“Kak Sheana kalau tidak mendengarkan nasehatku mendengarkan nasehat siapa, kak Sean? Mana mungkin dia akan bijak. Kakak mau kak Zidan habis ditangannya karena ucapan kakak yang belum tentu benar”


“Apa alasan kak Sheana jadiseperti ini dan marah pada kak Zidan sampai ingin pisah darinya?”


“Karena dia mencintai orang lain bukan aku,?”


“Aku nggak percaya, apa buktinya kak Zidan cinta sama orang lain dan bukan kakak”


Sheana langsung mengeluarkan ponsel miliknya dan menunjukkan foto Zidan yang memeluk serta menenangkan Gladys di ranjang rumah sakit.


“masih belum percaya kalau dia tidak mencintaiku, dia itu pria munafik. Kau jangan ketipu dengan wajahnya itu” ucap Sheana sambil menunjukkan foto dari ponselnya.


Satria terdiam saat melihat foto itu, itu memanglah kakak iparnya yang sedang memeluk perempuan lain. Tapi dengan hanya melihat foto itu ia tidak harus langsung percaya dong, karena siapa tahu itu bukanlah apa yang kita lihat.


“Kak, mungkin ini salah paham” ucap Satria tak banyak berkomentar, karena melihat foto itu mebuatnya jadi bingun harus menasehati kakaknya bagaimana.


“Kau bilang salah paham, mana mungkin aku salah paham. Kau tidak lihat dia memeluknya seperti itu, dan perempuan ini kalau kau ingin tahu dia tunangan Zidan. Mereka menjalin kasih sudah cukup lama bahkan sebelum Zidan jadi polisi. Coba bayangkan berapa tahun mereka pacaran, jadi kemungkinan mereka pasti masih menyimpan rasa saling suka kan. sedangkan Zidan denganku hanya beberapa bulan saling mengenal” ucap Sheana lirih saat mengingat dirinyalah yang awalnya mengejar Zidan. Sungguh miris kisah cintanya,..


Saat mereka berbicara tiba-tiba saja ponsel Sheana bergetar membuat ia yang tengah memegang ponsel itu langsung melihat pesan masuk. Nomor yang tidak di kenal lagi yang mengirimi dirinya pesan tetapi dengan nomor yang berbeda dari yang semalam mengirimi dirinya foto.


Kali ini foto Zidan lagi yang dikirim, dan langsung membuatnya syok serta menjatuhkan ponselnya begitu saja ke lantai karena tangannya cukup lemah saat melihat itu.

__ADS_1


“Ada apa kak,” Satria terkejut melihat kakaknya yang langsung terpaku bahkan menjatuh kan ponsel begitu saja ke lantai. Ia langsung mengambil ponsel itu dan melihat apa yang dilihat Sheana.


Sheana yang melihatnya tadi merasakan sakit hati yang teramat dalam melihat foto itu, tanpa ia sadari matanya mengeluarkan air mata saat ini. batinnya menangis melihat Zidan mencium perempuan lain.


Benar itu foto ciuman Zidan dan Gladys,..


“mereka bermain di belakangku” ucap Sheana dengan bibir bergetar.


Satria yang juga melihatnya ikut terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini.


“Ini kak Zidan,. Bisa-bisanya dia sebejat ini” geramnya saat melihat sendiri foto ciuamn kakak iparnya dengan perempuan lain. Satria langsung mengepalkan tangannya, seakan meremas ponsel itu.


“Ini nggak bisa dibiarin kak, aku nggak terima kakakku diduakan seperti ini” Satria mulai terlihat emosi apalagi saat melihat Sheana yang menitihkan air matanya.


“Aku nggak mau ke apartemenku lagi, aku nggak mau melihat pria munafik itu lagi. Aku nggak mau bersama dengannya lagi” gumam Sheana smabil menangis. Baru kali ini ia begitu merasa sakit hati, rasanya hatinya cukup hancur melihat semua itu.


Satria memukul kuat tangannya ke sofa, sambil ia sesekali meastikan lagi tentang apa yang dia lihat benar atau tidak.


Matanya memincing saat menyadari ada sesuatu yang aneh dari foto tersebut.


“bentar kak..” ucap Satria sambil memegang bahu Sheana dia langsung mengezoom foto Zidan dan perempuan yang tidak ia kenal tersebut.


“Ada apa?” lirih Sheana masih dengan sesegukan.


“Ini kenapa di bagian dahi ke rambut kayak aneh ya, ini kayak bukan dahi kak Zidan. Dan kenapa ada rambut beberapa helai kedepan. Perasaan kak Zidan tidak seperti ini” pungkas Satria yang mulai curiga. Hatinya yang tadi sempat percaya kini mulai mengatakn keraguan kalau itu benarlah kakak iparnya.


“Apanya yang bukan dahi Zidan, jelas-jelas itu dia. buang ponsel itu, aku tidak ingin melihatnya. Buang Satria” bentak Sheana.


Satria langsung menjauh, dia mengamati foto itu dengan seksama. Ia lulusan IT, dan dia juga mempelajari soal pereditan. Jadi tentu saja melihat foto itu sedikit aneh saja.


“Kak sepertinya ini editan, ini bukan kak Zidan. Tapi perempuannya sepertinya memang dia..” ucap Satria.


“Jelas-jelas itu Zidan, sudahlah kau tidak usah membelanya. Bukannya kau bilang aku kakakmu tunjukkan pembelaanmu untuk kakakmu bukan untuk pria asing seperti dia”


“Bukannya begitu, ini emmang editan kak. Berarti kak Zidan memang cinta sama kakak, soal foto dirumah sakit itu memang asli tapi mungkin kakak cuman salah paham”


“Sudahlah aku rasa percuma bicara denganmu” Sheana akan berdiri tapi Satria menghentikannya.


“Kalau kakak tidak percaya kak Zidan benar-benar mencintaimu, coba kau menghilang entah kemana tanpa memberitahu dia. aku jamin dia pasti tidak akan bisa hidup tanpamu” seru Satria pada Sheana. Dia akan memastikan kalau kakaknya itu mempercayai Zidan..soal dia menyuruh Sheana pergi tanpa sepengetahuan Zidan tentu saja itu nanti akan menjadi tanggung jawabnya dia akan meminta Sean memantau Sheana. Agar kepergian kakaknya tersebut diketahui semua orang, ia juga nanti akan memberitahu kakak iparnya setelah kakak iparnya itu kebingungan dan frustasi tentang menghilangnya sang istri.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2