PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 71


__ADS_3

“Kenapa smapai jam segini Sheana belum pulang, apa aku harus ke apartemen Satria” Zidan mulai gusar, ia berdiri sambil menimang-nimang keputusannya untuk menemui istrinya di apartemen adik iparnya. Ia rasa memberi waktu sementara untuk istrinya sudah cukup, mungkin Sheana sudah tidak marah lagi padanya, pikir Zidan.


Dia langsung berjalan keluar dari apartemennya untuk ke apartemen depan milik Satria. Setelah keluar dari apartemennya Zidan langsung mengetuk pintu apartemen Satria saat ini.


“Satria, Sheana, buka pintunya. Aku ingin masuk” ucap Zidan sambil berteriak memanggil adik ipar dan istrinya yang ada di dalam. Ia juga tak lupa membunyikan bel pintu agar mereka mendengar kalau dirinya ada di luar.


“Sheana tolong bukakan pintunya sayang, aku ingin bicara padamu. Ini sudah beberapa jam sejak kamu keluar dari apartemen kita. Cepat bukakan sayang,.” Ucap Zidan memohon agar Sheana yang ada di dalam mendengarnya.


Tak ada tanggapan sama sekali, pintu itu juga tak kunjung di buka dari dalam. Zidan langsung merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel. Ia akan menghubungi Satria menanyakan soal Sheana. Kalau dia menghubungi Sheana langsung pasti perempuan itu tidak akan menjawabnya.


“Halo Satria, kau dimana? Bukakan pintu apartemennya,” ucap Zidan saat menghubungi Satria.


“Aku di bandara sekarang kak, memang ada apa?” jawab Satria di seberang sana.


“Apa dibandara? Kenapa kau ada dibandara sekarang?”


“Aku mau pulang ke Semarang”


“Kau pulang ke Semarang lalu Sheana bagaimana? Apa dia ikut denganmu kesana?” gelisah Zidan.


“Kak Sheana? Kakak nggak ikut denganku. Bukannya kakak sudah kembali ke apartemen kak Zidan”

__ADS_1


“Dia tidak pulang kerumah, kau jangan bercanda Satria. Dia bersamamu kan?”


“Nggak kak, aku sendiri sekarang. Tadi kak Sheana pulang ke apartemenmu dua jam sebelum aku berangkat ke bandara” ucap Satria di seberang sana.


“Satria aku mohon jangan bercanda, istriku tidak pulang ke apartemen” Zidan mulai ketakutan karena Sheana tak ada di apartemen Satria dan tidak pulang ke apartemennya.


“Aku tidak bercanda kak, astaga lalu kak Sheana kemana?”


“Ya sudah kalau begitu” Zidan langsung mematikan panggilannya sepihak, dia saat ini diliputi rasa cemas dan takut kalau sang istri menghilang darinya.


Buru-buru dia langsung menghubungi Sheana tetapi panggilannya tidak tersambung,


“Arggh sial, kemana kamu sayang” ucap Zidan frustasi karena tak bisa menghubungi sang istri. Dia langsung pergi begitu saja, ia berlari menuju lift..ia akan mencari istrinya saat ini.


...................................


Dia butuh sendiri saat ini, ia kecewa dan hatinya cukup sakit dengan apa yang dia lihat. Entah foto itu benar atau tidak tapi hatinya sulit untuk percaya. Dia pergi juga untuk membuktikan perasaan Zidan memang tulus padanya atau hanya tanggung jawab semata. Ia akan melihat reaksi Zidan saat dia tak ada di sisi pria itu.


“Kalian harus menjadi anak yang kuat kalau memang papa kalian tak perduli dengan kita, mama janji pada kalian. Mama akan merawat kalian dengan baik meskipun tanpa kehadiran papa kalian” ucap Sheana mengusap perutnya, dia seakan sudah menyiapkan diri apabila kenyataan pahitlah yang ia dapat kalau Zidan tidak perduli dengan kepergiannya.


“Kalian nanti nggak bakal marah dengan mama kan?” tanya Sheana sambil melihat perutnya yang membuncit itu.

__ADS_1


“Jika kalian nantinya marah pada mama, mama siap menerimanya. Karena mama memang egois telah mementingkan diri sendiri. tapi suatu saat mama harap kalian mengerti kenapa mama melakukan ini.” gumam Sheana, dan setetes air mata jatuh.


Dia takut kalau anaknya benci padanya kelak, tapi bagaimana lagi. Dia tidak bisa hidup dengan terluka lagi, lukanya dulu masih begitu terasa..tak diterima oleh orang-orang terdekat sungguh menyakitkan.


“Untuk apa aku menangis, kenapa aku jadi lemah begini.” Sheana langsung menghapus air matanya, saat menghapus air mata itu ia tiba-tiba saja teringat dengan Zidan.


“Aku mencintaimu, tapi kenapa kau begini padaku. Kau sudah membuatku menjadi lemah seperti ini, aku tunggu pengorbananmu jika kau memang benar menyukaiku. Dan kalau kau tidak menyukaiku, aku akan berusaha menerimanya meskipun haiku hancur dan membencimu” pungkas Sheana, air matanya tak tebendung ia terisak mengingat kenangan-kenangan manis dengan Zidan yang cukup singkat. Hatinya terasa sesak mengingat foto itu, dia masih yakin kalau itu bukan rekayasa. Perempuan mana yang tidak sakit hati dan tidak percaya diri kalau sudah berhadapan dengan mantan kekasih suaminya. Apalagi mereka menjalin hubungan sudah bertahun-tahun sednagkan dengannya baru hitungan bulan.


........................................


Zidan tengah kebingungan saat ini, di siang bolong ia mencari snag istri yang entah keberadaanya ada di mana saat ini. bahkan ia sudah menelponnya berkali-kali tapi tapi ponsel istrinya tak aktif membuatnya semakin gelisah. Bahkan hatinya saat ini mulai ketakutan tanpa sebab, entah apa yang membuatnya begitu takut sekarang.


“Aku harus kemana lagi sekarang” gumamnya bingung di dalam mobil, dia baru saja dari rumah orang tua istrinya tapi dia tak menemukannya di sana. Bahkan rumah itu sepi kakak iparnya dan mertuanya tak ada di rumah membuatnya bingung harus bertanya pada siapa. Tapi tadi ia sempat bertanya pada pembantu dirumah mertuanya, mereka bilang tak melihat Sheana pergi kerumah itu.


“Sayang, plis kamu dimana sekarang. Aku benar-benar mencamaskanmu saat ini” ucap Zidan sambil melihat nomor Sheana bermaksud akan menghubungi Sheana lagi.


“Sheana kemana sekarang, apa dia dirumah teman-temannya. tapi tunggu apa dia ada teman di Indonesia” bingung Zidan dan dia tak tahu kalau istrinya memiliki teman di Indonesia. Karena dia tak pernah bertanya pada Sheana soal teman-temannya dan juga sheana tak pernah memberitahu dirinya.


“Sayang, kamu dimana sih. Aku benar-benar mengkhawatirkanmu sekarang” Zidan tampak frustasi karena kesekian kalinya dia menelpon istrinya tak kunjung tersambung.


Karena kesal Zidan melempar ponselnya ke kursi sebelah, dia langsung menjalankan mobilnya kembali. Dia akan menemui Toni, semua ini terjadi gara-gara Toni cukup sudah ia bersabar dengan pria itu. ia akan memberi pelajaran pada Toni yang sudah mmbuatnya dan Sheana bertengkar seperti ini bahkan ia tak tahu sekarang keberadaan Sheana.

__ADS_1


Dan kalau sampai terjadi apa-apa pada istrinya. Ia tak bisa memaafkan Toni ataupun Gladys, ia akan memberikan balasan setimpal untuk mereka berdua.


°°°


__ADS_2