PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 73


__ADS_3

“Ya ampun Zidan, Zidan.terus dimana menatu sama calon cucu mama sekarang” Mama Zidan memukul pelan dada anaknya saat mendengar cerita dari mulut sang anak soal masalah keluarga di rumah tangga anaknya itu. Gautam dan Bunga tampak tak habis pikir dengan anaknya itu. sedangkan Kevin yang duduk tidak jauh dari mereka hanya diam saja menguping pembicaraan kedua orang tuanya dan Zidan.


“Aku nggak tahu ma, aku benar-benar ingin bertemu dengan Sheana saat ini ma. Bagimana kalau dia tidak pernah kembali padaku ma, aku..aku tidak bisa hidup tanpa anak dan istriku ma” isak Zidan mengadu pada kedua ornag tuanya. Ia menggenggam tangan mamanya berharap dengan itu ia bisa ada kekuatan untuk berpikir.


“Kamu tenang dulu, Sheana pasti kembali padamu” sang mama mengusap bahu anaknya yang sesegukan.


“Kamu sih tidak mau mendengarkan papa soal perempuan itu, Gladys memang bukanlah orang yang baik tapi kamu dulu malah membelanya dan sekarang apa yang dia lakukan pada keluarga kecilmu” Gautam merasa geram sendiri dengan Zidan.


“pa sudahlah itu masa lalu yang penting sekarang gimana caranya kita cari Sheana” Bunga berusaha menenangkan suaminya itu.


“Itulah karma yang di dapat bagi orang yang mengambil milik orang lain” sahut Kevin sinis dari sofa yang agak jauh dari mereka.


“Kevin,sudahlah nak” sang mama berusaha melerai agar tidak terjadi pertikaian. Kevin diam saja dan dia membuka ponsel miliknya.


“Oh iya, tadi kakak iparmu menelpon siap-siapa saja kau di hajar olehnya kalau dia tahu adik kesayangannya menghilang” pungkas Kevin sambil berbalik melihat kakak dan kedua orang tuanya.


“Sean tadi menelponmu?” tukas Zidan langsung menatap adiknya.


“Menelpon dirimulah, ngapain nelpon gue” jawab Kevin.


“Sudah sekarang kamu coba telpon Shean lagi, siapa tahu dia mengangkatnya” ucap Gautam menyuruh anaknya untuk menelpon Sheana.


“Iya coba Zidan kamu telpon istri kamu lagi” ucap Bunga


Zidan langsung menghubungi Sheana, ia berharap kali ini panggilannya di angkat oleh sang istri. Dia begitu cemas dengan istrinya, ia takut perempuan itu kenapa-kenapa.


Dia kembali lesu, karena panggilan yang sudah kesekian kali ini tak tersambung, nomor Sheana masih tidak aktif.


....................................


“Kau seharusnya tidak usah jahat begini sama bang Zidan hanya demi cewek bro, jujur aku cewa sama kamu Ton. Dulu kamu anaknya asik, bahkan deket juga sama bang Zidan eh sekarang malah musuhan begini karena cewek” ucap Ilham mensehati Toni smabil mengobati pria itu.


“Sudahlah, gue bisa sendiri ngobatin badan gue” kesal Toni yang dinasehati seperti itu oleh rekan kerjanya.


“Sok bisa,”

__ADS_1


Toni langsung mengambil paksa kasa basah yang dipakai Ilham untuk mengobati luka-luka di wajahnya.


“Ton-ton jadi cowok kok cupu bener, ini harusnya juga salah kamu kenapa nona Sheana menikah dengan bang Zidan. Dan kamu aturan salahin dirimu kamu jangan asal marah sama bang Zidan dan mau misahin dia sama istrinya” Ilham menatap Toni yang duduk disebelahnya.


“Apa maksudmu,”


Toni seakan tak terima di katakan begitu oleh rekannya.


“kamu temanku kan, kenapa kau malah belain senior nggak tahu diri itu” kesal Toni.


“Aku bakal bela orang yang benar ton, disini yang nggak tahu diri itu kamu” “kamu tahu nggak bang Zidan selama ini sudah baik sama kamu bahkan nganggep kita berdua adik sendiri, dan dia coba nggak marah dan nggak hajar kamu pas dia tahu semuanya waktu itu. asal kau tahu bang Zidan sudah tahu dari awal kalau kamu biang masalah dalam rumah tangganya tapi apa dia diem saja sampai saat ini ia baru habis kesabaran karena kamu sudah kelewatan sampai buat istrinya pergi. Puas kamu..” lanjut Ilham menahan emosinya melihat rekannya tersebut.


“Bang Zidan sebelumnya sudah tahu semua soal gue..” Toni langsung melihat kearah Ilham tak yakin.


“Iya dia sudah tahu kamu biang keroknya, kamu suka dengan nona sheana kan. tapi disini salahmu dulu jauh sebelum bang Zidan dekat dengan nona Sheana kenapa kamu tidak bilang kalau kau sahabatnya dan bilang suka sama dia. tapi sekarang kamu malah merusak rumah tangga senior kamu sendiri”


Toni hanya diam saja mendengarnya, dia tak bersuara sama sekali karena ucapan Ilham barusan.


“Aku harap kamu renungkan dirimu Ton, dan kamu bisa minta maaf sama bang Zidan” ucap Ilham sambil menepuk bahu Toni, dia langsung berdiri dan pergi meninggalkan pria itu.


Toni hanya diam saja dengan wajah datar, entah apa yang pria itu pikirkan. Dia lalu membuang kasa yang ia pegang ke lantai.


“gila lo parah, hamil lima bulan berani naik pesawat jauh. Ngapain ih kesini, kemarin gue ajak kesini sama suami nggak mau sekarang malah kesini sendiri” gerutu James yang menjemput Sheana di bandara.


“Sudahlah nggak usah dibahas, ayo ke vilamu” ucap Sheana melangkah dulu mendahului James yang langsung membawa koper Sheana.


“Nih pakai, nggak takut dingin apa. kasihan anak lo di perut kedinginan” ucap james yang langsung membuka jaketnya dan memakaikannya pada sheana yang tak memakai Jaket sama sekali.


Saat ini di New york tengah musim dingin bahkan salju juga baru saja turun,


“Makasih” balas Sheana.


“Ada masalah apa, muka lo nggak enak banget dilihat” James yang membawa koper Sheana menyamai langkah perempuan itu.


“Nanti aku jelaskan di mobil”

__ADS_1


“Btw, suamimu nggak ikut”


“nggak”


James kemudian memilih diam karena jawaban Sheana yang terkesan enggan untuk menjawab. Dia mengamati wajah sepupunya itu, dia bisa menangkap pada wajah Sheana kalau perempuan itu tengah ada masalah. Bahkan sebelum ia diminta untuk menjemputnya Sheana meminta dirinya untuk tidak memberitahu siapapun kalau dia ada di Amerika saat ini.


Mereka berdua sudah ada di dalam mobil dan james sudah mulai menyalakan mesin mobilnya.


“Cerita, ada masalah apa?”


“Nggak ada”


“Jangan bohong deh lo, gue bisa lihat jelas di wajahmu” pungkas james yang tidak bisa di bohongi lagi.


“menurutmu kalau aku cerai dengan suamiku bagaimana?”


“Apa? jangan gila. Kenapa Cerai, kalian ada masalah?”


“Hmmm”


“Astaga, masalah apa. Jadi kau kesini hanya untuk menghindari masalah begitu, astaga masalah bukan untuk di hindari Sheana”


“Terus aku mau bagaimana lagi, aku tidak sanggup melihat suamiku yang masih mencintai mantan tunangannya. Kamu tahu sendiri selama bertahun-tahu hatiku beku akan cinta tapi setelah dia masuk cinta itu datang di hatiku. Tapi apa kenyataannya dia tidak mencintai” tukas Sheana.


“Jangan mengambil kesimpulan sendiri, gue tahu sifatmu Sheana. Jangan egoislah,”


“Kamu bilang aku egois?”


“Bukan begitu maksudku, maksudku lihat dari sisi lain. Jangan menganggap sisi dirimu sendiri itu benar, jangan langsung ambil kesimpulan”


“Aku tidak asal ambil kesimpulan, aku ada bukti mengatakan itu semua”


“Bukti apa? foto atau kau melihatnya langsung? Kalau foto basi Sheana. Ini jaman digital apa saja bisa direkayasa melalui foto. Tapi kalau kau melihat dan mendengarnya sendiri baru itu fakta dan kenyataan” pungkas james.


Sheana tidak bisa berkata apa-apalagi, dia memang kalah kalau disuruh berdebat dnegan sepupu yang paling dia sayangi itu.

__ADS_1


James juga ikut diam, ia melihat sekilas Sheana yang tidak bisa menjawab ucapannya. “Kita bahas nanti lagi, cari solusi dan jangan asal ambil keputusan” pungkas James sambil fokus menyetir.


°°°


__ADS_2