
“Kak Sheana nggak usah mikir aneh-aneh, kak Zidan benar-benar cinta kok sama kakak. Aku jamin itu, kalau dia bukan orang yang baik tidak mungkin kak Sean setuju sekali dengannya. Aku juga tidak mungkin langsung menerima dirinya, aku menerimanya karena melihat dia benar-benar cinta sama kakak” pungkas Satria meyakinkan kakaknya soal perasaan Zidan.
“Kalau kau bilang begitu maka aku akan percaya ucapanmu,” balas Sheana yang berusaha untuk yakin dan mempercayai ucapan Satria. Karena ia lihat adiknya itu orang yang pintar
“baguslah kalau kakak mempercayaiku,” ucap Satria lega.
“Kau ke Jakarta ada perlu apa?” Sheana mengalihkan pembicaraan saat keresahannya sudah hilang.
“Tidak ada perlu apa-apa, aku hanya liburan” jawab Satria enteng.
“Liburan? Ibumu itu tidak mencarimu. Kau apa diijinkan datang kesini”
“Aku sudah dewasa, jadi ini bukan hak ibu.”
“Kau berapa saudara di Semarang?”
“Tiga bersaudara, aku sebenarnya di semarang punya dua adik. Satu adik laki-laki dan satu adik perempuan. Mereka masih belum ngerti soal masalah ibu jadi lebih baik aku tidak bilang soal kakak. Aku minta maaf kak tidak membicarakanmu pada mereka” ucap Satria lirih sambil sedikit menunduk merasa tak enak.
“Nggak pa-pa, malah bagus kau tidak menceritakanku kepada mereka. Mereka juga pasti tidak mau memiliki saudara lain” jawab Sheana meskipun terlihat tak masalah tapi sebenarnya hatinya sedikit sedih saat mengatakan itu. tapi mau bagimana lagi memang kenyataankan kalau anak-anak dari papanya juga tidak mau mengakui dirinya adik.
“Nggaklah kak, mereka pasti mau punya kakak kayak kak sheana.”
“Tidak usah menghiburku, aku sudah mendapatkan hal pahit selama ini”
“Tidak ada hal pahit dalam hidup kakak? Ada kak Sean yang sayang sama kakak. Om johan papa kakak mama tiri kakak juga pasti sayang dan adik kakak. Aku dengar juga kak Sheana dekat dengan kedua sepupumu kan?”
“Kau tahu apa? kak Sean dulu orang yang mengerikan sekarang saja dia sok baik. Entah alasannya apa baik seperti itu padaku. Dan mereka semua mana ada yang menyukaiku kecuali papaku, OM Jason dan si kembar Julian, James” ucap Sheana pilu dengan kenyataan hidupnya.
Satria diam sesaat, ia melihat kakaknya yang menunduk sedih, seperti menahan rasa sakitnya selama ini.
“Soal kak Sean, aku harap kakak bisa maafin dia. Entah dia dulu semengerikan apa tapi sekarang dia sudah begitu baik dan sangat sayang pada kak Sheana jadi aku harap kak Sheana bisa memaafkannya. Bagaimanapun dia kakakmu, wali aslimu kedepannya karena kalian sat darah dari ayah kalian.” Tutur Satria.
Tingggg,.
“Mungkin itu makanannya, aku bukakan dulu pintunya” Sheana tak menanngapi dia langsung berjalan ke depan untuk membukakan pintu dari kurir makanan yang ia pesan.
...........................................
Zidan mengendarai motor dinas, ia sedang dalam perjalanan pulang kerumah untuk mengambil seragam dinas yang lain karena ia lupa untuk membawanya. Saat ia fokus mengendari motor ia tak sengaja melihat penjual bunga yang begitu indah.
Ia tiba-tiba saja memiliki ide untuk memberikan hal itu untuk Sheana, ia ingin menjadi pria yang romantis untuk perempuan itu. bunga sebegai ucapan maafnya pada perempuan itu karena mereka belum sempat bulan madu.
Zidan langsung membelokkan motornya kearah penjual bunga tersebut, dia langsung turun dari motor untuk memilih bunga untuk istrinya.
Zidan berdiri menatap bingung bunga-bunga itu, ia tidak tahu bunga apa yang disukai Sheana, selama ini ia mengenal Sheana ia tak pernah melihat sedikitpun perempuan itu merawat bunga ataupun membicarakan bunga.
__ADS_1
“Bunga apa yang dia sukai,”gumam Zidan sambil melihat-lihat bunga indah tersebut.
“Maaf pak, mau beli bunga yang mana ya?” tanya seorang perempuan muda penjual bunga itu.
“Nanti ya mbak, saya tanya orangnya dulu” jawab Zidan yang langsung mencari ponselnya di skau celana.
“Yaampun ganteng banget polisinya, andai dia bisa jadi cowok aku. suaranya juga ramah” batin pria itu yang terpesona dengan Zidan.
“Mbak bunga yang maknanya cinta bunga apa ya? Tolong carikan buat istri saya mbak” ucap Zidan yang memutuskan untuk tidak menghubungi Sheana, kalau dia menelpon Sheana namanya tidak kejutan dong.
“Istri?” perempuan muda itu tampak terkejut mendengarnya. Harapannya pupus saat mendengar polisi tampan didepannya sudah punya istri.
“Iya Istri saya, tolong carikan buat istri saya mbak yang maknanya dalam banget bunga apa ya kira-kira?”
“Ada mawar merah pak yang memiliki arti cinta sejati dan kesetiaan, terus ada bunga Anyelir merah tua yang melambangkan cinta yang mendalam, dan masih banyak lagi sih pak yang melambangkan cinta dan kasih sayang”
“Ya sudah saya minta Mawar merah tiga buket besar, sama Anyelir merah tuanya juga satu buket besar. Saya bawa anyelir merah tuanya dulu terus tolong mawar merahnya di kirim ke alamat ini ya” ucap Zidan sambil menuliskan alamat apartemennya di sebuah kertas yang kebetulan tersedia didepan matanya.
“Baik pak, tunggu sebentar ya. Saya suruh karyawan saya buat menyipaka bunga Anyelirnya” ucap karyawan wanita itu dan langsung berjalan masuk kedalam toko bungannya sambil membawa kertas yang bertulis alamat Zidan.
Zidan sendiri langsung duduk di kursi yang tidak jauh dari tempatnya berdiri tadi, ia tersenyum senang saat membawayngkan Sheana melihat dirinya yang membawa bunga untuk perempuan itu. pasti istrinya bakal menyukai bunga yang ia bawa.
....................................
“Sayang,” baru saja dia menginjakkan kakinya di dalam ia sudah memanggil sayang sang istri.
“Apa?” jawab Sheana dari arah dapur, Zidan langsung berjalan menghampiri istrinya.
“Kamu lagi apa? aku bawa sesuatu buat kamu” Zidan berbicara sambil menaruh tangannya ke belakang menyembunyikan bunga yang ia bawa.
“Aku lagi cuci piring kesini saja” jawab Sheana lagi saat Zidan tidak terdengar suaranya.
“Kamu habis masaka? Atau habis makan?” tanya Zidan yang sudah tepat di belakang Sheana melihat istrinya mencuci piring. Ia mendongak kearah wastafel melihat dua piring yang di cuci oleh snag istri.
“Kok ada dua? Kamu habisa makan sama siapa?” tanya Zidan penasaran.
“Satria”
“Adik kamu? dia di Jakarta”
“Iya dia malah tinggal di depan apartemen kamu sekarang”
“Apa, kok bisa dia tinggal disitu?”
“entah, katanya itu milik dia, jadi dia tinggal disitu” ucap Sheana yang belum melihat wajah Zidan, ia masih membilas piringnya.
__ADS_1
Zidan diam mengingat pemilik apartemen yang dulu memang tengah menjual apartemen itu, jadi apartemen yang tepat didepannya di beli oleh adik Sheana.
“Kok kamu pulang?” tanya Sheana dan langsung membalikkan badannya menghadap sang suami saat dia menyadari kalau Zidan sudah pulang kerumah padahal pria itu tadi bilang pulang agak malam.
“Iya, aku kangen sama kamu” bohong Zidan tetapi dengan wajah seakan serius.
Sheana menelisik wajah Zidan melihat keseriusan di wajah tampan itu.
“Gombal,”
“Beneran, kamu masa nggak percaya sama aku”
“Nggak usah bohong deh,” balas Sheana dengan maja tidak seperti Sheana yang biasanya.
“Kok kamu bisa manja bengini jawabnya” ucap Zidan keheranan.
“Iih, kamu bilang kangen aku juga kangen” ucap Sheana dan langsung memeluk Zidan.
Zidan semakin terkejut dengan sikap Sheana yang lebih manja dari biasanya, tahu sendiri sifat Sheana bagaimana selama ini apa karena hamil dia seperti itu.
“Kamu bawa apa?” tanya Sheana saat menyadari tangan suaminya yang ada di belakang seperti menyembunyikan sesuatu.
“Apa ya, coba tebak aku bawa apa sayang” zidan berusaha menghindar dari Sheana dengan sedikit lebih mundur saat sang istri sudah melepaskannya.
“Apa sih,..” Sheana berusaha melihat apa yang dibawa Zidan.
“TARAAA,” Zidan langsung mengeluarkannya dan dia berlutut didepan istrinya smabil menyodorkan bunga bak seorang yang ingin melamar.
“Bunga yang penuh makna untuk istri tercintaku”
Sheana terpaku ditempatnya, ia sedikit terharu dengan apa yng dilakukan Zidan. Pria itu berlutut didepannya dengan membawa bunga yang tentu saja ia tahu makna dari bunga itu. matanya berkaca-kaca dan bibirnya tak bisa berkata-kata, ia benar-benar speechless.
“U..untuk aku” tanya Sheana dengan bibir bergetar menahan haru.
“Iyalah siapa lagi, istriku hanya kamu ya buat kamu dong sayang. Ayo ambil,” ucap Zidan.
Sheana langsung mengambil bunga itu, dia mencium sejenak aorma dari bunga tersebut. Zidan langsung berdiri dari duduknya menatap Sheana yang tampak terharu atas pemberiannya itu bahkan terlihat meneteskan air mata.
“Kenapa nangis,” Zidan langsung mendekap sang istri sambil mengusap air matanya.
“Aku teharu saja, belum pernah ada seorang yang seperti ini padaku” lirih Sheana. “I Love U My Police” ucap Sheana lagi dan langsung mengecup pipi kanan Zidan.
“I Love u too my Wife,.” Balas Zidan dan dia langsung mencium Sheana tepat dibibirnya.
°°°
__ADS_1