PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 36


__ADS_3

Zidan hari ini cuti, dia pagi-pagi sudah berdiri di depan gerbang besar rumah Sheana. Ia memarkirkan mobilnya agak jauh dari situ berdiri tepat didepan Gerbang sambil sesekali melihat keadaan di dalam. Dia akan mengajak Sheana ke dokter kandungan, memeriksakan keadaan perempuan itu untuk memastikan Sheana hamil atau tidak karena sudah hampir satu bulan setelah kejadian waktu itu. ia takut kalau sampai perempuan itu hamil tapi tidak disadarinya.


Beberapa hari ini juga Zidan menyuruh seseorang untuk mengawasi Sheana kemanapun perempuan itu pergi. Tentu saja apa yang ia lakukan saat ini tidak diketahui oleh perempuan tersebut.


Dia ingin masalahnya ini cepat selesai agar pikirannya tidak terlalu banyak sampai membuatnya pusing. Kalau Sheana sudah dipastikan tidak hamil maka, dia bisa mencoba membujuk kedua orang tuanya untuk menemui keluarga Gladys, ayah Gladys lagi-lagi menero dirinya dan menyuruhnya untuk segera menikahi Gladys. Tapi hatinya seakan tak ingin terburu-buru untuk menikahai Gladys, entah mengapa dia sudah tak begitu menggebu saat ini.


Sesekali Zidan melihat kedalam, dan dia bisa melihat Sheana yang masuk kedalam mobil. Segera saja Zidan langsung bersembunyi dan ketika Gerbang sudah di buka dia akan mundul didepan perempuan itu.


Gerbang besar tersebut terbuka dari dalam, Mobil Sheana akan melaju keluar tapi saat setengah mobilnya ada di luar Zidan tiba-tiba saj muncul di depan mobil tersebut membuat Sheana langsung mengerem mendadak”


“Kau gila? Apa yang kau lakukan di sini” bentak Sheana sambil menyembulkan kepalanya keluar.


“Kau mau mati hah” tukas Sheana dengan penuh emosi menatap Zidan yang melihat diam padanya.


“Turun, aku ingin bicara denganmu” perintah Zidan.


Sheana langsung turun, dan menutup pintu mobilnya cukup keras. Dia langsung berjalan kearah Zidan berdiri menantang pria tersebut.


“Mau bicara apa? cepat kau menggangguku saja” ketus Sheana menatap pria tersebut.


“Ikut aku kedokter kandungan”


“Kau sinting, untuk apa aku ketempat itu”


“Tidak usah banyak tanya tinggal ikut saja” Zidan langsung menarik tangan Sheana hendak mengajak perempuan tersebut ke mobilnya.


“Lepas, Lepaskan aku” Sheana memberontak minta di lepaskan.


“Aku tidak akan melepaskanmu, kau pasti akan kabur dariku” tolak Zidan tetap menarik Sheana untuk menyebrang jalan.


“Oke, oke. Aku ikut dengan, tapi menggunkan mobilku dan aku yang menyetir”


“Kau tidak setuju, kalau tidak setuju jangan harap bisa membawaku” ucap Sheana saat melihat Zidan yang hanya diam saja.


“Aku belum menjawabnya, kenapa kau sudah membuat kesimpulan sendiri. kalau begitu ayok,” jawab Zidan dan langsung mengajak Sheana ke mobil perempuan itu.


Zidan terlebih dahulu memastikan Sheana sudah duduk di kursi pengemudi lalu dia baru berjalan ke arah kursi penumpang disebelah Sheana.


“nanti Jangan kenceng-kenceng kalau mengendarai mobil” ucap Zidan memperingatkan.


“Terserah diriku, ini mobil-mobilku. Bukan mobilmu,” tukas Sheana dan langsung menyalakan mobilnya.

__ADS_1


...............................................


“kau mau kemana? Kenapa kau malah terus saja rumah sakitnya belok kanan” protes Zidan pada Sheana yang malah lurus saja.


“Liburan, siapa juga yang akan menurutimu kerumah sakit. Percaya diri sekali kau kalau aku hamil” sinis Sheana.


“Sheana cukup seperti anak kecil, putar balik mobilnya” pinta Zidan sedikit menaikkan nada suaranya.


“Tinggal ikut saja apa susahnya, dan kenapa kau khawatir sekali kalau aku hamil. Kau takut kalau aku hamil bakal membuatmu putus dengan pacarmu itu”


“Aku tidak pernah berpikir seperti itu, aku malah takut kau menggugurkannya nanti” jawab Zidan lirih sambil melihat kearah Sheana.


“Huh, kenapa kau harus takut harusnya kau senang kalau aku akan menggugurkannya nanti. Jadi kau tidak akan ada yang menghalangi dirimu menikah, dan anak itu nantinya tidak akan hidup menderita”


“Kau bicara apa? kalau misal kau memang hamil. Aku akan tanggung jawab, dan hubunganku dengan Gladys akan aku akhiri. Karena aku tidak ingin anakku nantinya merasa menjadi anak yang tidak diinginkan”


Sheana langsung melihat kearah Zidan, apa benar ucapan pria itu tulus seperti itu, batin Sheana.


“Kau tidak akan tanggung jawabpun sudah ada yang akan bertanggung jawab” jawab Sheana sambil kembali fokus menatap kedepan.


“Siapa yang mau bertanggung jawab atas anakku?” ekspresi wajah Zidan langsung mengeras mendengar itu.


“Ada seseorang?”


“Bukan urusanmu aku dan Toni ada hubungan apa” jawab Sheana tak melihat kearah Zidan yang terus menatapnya.


Tangan Zidan mengepal, dia merasa tak senang hanya dengan jawaban itu.


“Satu yang perlu kau ingat, aku tidak aka membiarkan darah dagingku menjadi anak orang lain” tegas Zidan menatap tajam Sheana. Dia langsung membuang mukanya kearah lain.


Sheana yang mendengar itu tampak tak percaya dengan ucapan Zidan. Apa itu artinya Zidan benar-benar akan bertanggung jawab dan menikahinya saat mengetahu dia hamil. Sheana sesekali memperhatikan Zidan melihat wajah dingin tersebut yang tampak menahan kesal.


....................................


Zidan dan Sheana sudah sampai di sebuah pantai, pantai dimana tempat Sheana saat dia menyendiri ketika tengah banyak masalah. Sheana keluar dari mobilnya terlebih dahulu dan duduk di hamparan pasir sambil melihat kearah laut lepas.


Zidan yang melihat itu langsung ikut turun, dia melihat sekitar yang terlihat begitu sepi hanya ada beberapa orang yang dan juga satu rumah yang tak jauh dari situ. Ia merasa penasaran kenapa Sheana mengajaknya ke tempat sepi seperti ini, apa perempuan itu memang sedang ingin ke pantai.


“Kenapa kau malah mengajakku kesini, aku mengajakmu ke dokter kandung tapi kau malah..”


“Ssuttt, bisa diem nggak sih” Ucap Sheana dan menaruh jarinya di bibir Zidan. Pria itu baru saja duduk disebelah Sheana tapi bibirnya sudah di bungkam dengan jari.

__ADS_1


Zidan tentu saja langsung diam, dia hanya melihat Sheana yang kembali menatap lautan luas didepannya.


“Apa kau terlahir dari kelaurga yang baik?” tanya Sheana tanpa melihat kearah Zidan.


“hemm, keluarga begitu baik. Tapi aku yang tidak baik”jawab Zidan dan ikut melihat laut lepas.


Sheana yang mendengar itu langsung melihat kearah Zidan,


“Apa maksudmu?”


“Tidak ada” elak Zidan dan menatap kearah Sheana, mereka berdua saling pandang satu sama lain.


“Bicara jangan setengah-setengah”


“Aku dengar dulu kau orang yang baik, sering tersenyum, ceria, ramah dengan orang lain. Lalu kenapa sekarang kau bersikap seolah dirimu kejam dan seperti tidak sopan dengan orang lain” ucap Zidan sambil melihat Sheana yang menatapnya datar.


“Jangan sok tahu, siapa yang mengatakan begitu. Diriku seperti ini dari dulu”


“Ada dua orang yang bilang padaku, kenapa kau jadi keterbalikan dari ku.”


“Tidak usah bahas itu, lebih baik kau pergi sana dan bawa mobilku bersamamu” ucap Sheana yang malah mengusir Zidan.


“Aku tidak akan pergi, aku akan tetap disini kalau kau ada disini. kau hamil kan sekarang?” ucap Zidan dan dia ingin mendapatkan jawaban dari Sheana soal perempuan itu yang hamil atau tidak.


“Apa sih jadi bahas itu, nggak.”


“Oke kalau kau bilang tidak, tapi aku tunggu beberapa minggu lagi. Dan dalam beberapa minggu, jauhi pria yang bernama Toni ataupun Kevin setelah itu aku tidak akan menemuimu lagi kalau memang kau tidak hamil”


“kenapa kau memerintahku?”


“Karena aku tidak suka kau dekat dengan mereka”


“Apa masalahmu kalau aku dekat dengan mereka, itu bukan urusanmu dan kau bukan siapa-siapaku” tegas Sheana.


Sheana menelisik wajah Zidan yang hanya diam sambil melihatnya terus-terusan.


“Aku minta maaf, tapi aku ingin memastikan sesuatu” ucap Zidan dan langsung menarik tengkuk Sheana mencium bibir perempuan itu.


Sheana yang terkejut dengan apa yang dilakukan Zidan membulatkan matanya tak percaya apa yang dilakukan pria itu sekarang. Meskipun begitu Sheana tak menolak, dia hanya diam namun perlahan dia memejamkan matanya menerima ciuman Zidan yang begitu lembut tersebut.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2