PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 7


__ADS_3

"Kau, kenapa kau kesini?" ucap Zidan penasaran. Disini sedang banyak reporter, eh perempuan itu malah datang. Bisa-bisa menjadi semakin lebar saja berita tentangnya.


"Hai para polisi tampan," sapa Sheana menyapa para polisi yang disitu dengan lambaian lentik jari jemarinya.


Tidak menghiraukan ucapan Zidan yang menatap dirinya penuh tanda tanya.


"Kenapa kau menatapku begitu, terpesona dengan tampilan ku" ucap Sheana manja sambil mengelus dagu Zidan lembut. Seketika Zidan langsung menjauh menjaga jarak dari Sheana.


Polisi yang berada disitu hanya melihatnya saja mereka tidak mau ikut campur dengan hubungan pribadi orang.


"Saya tanya kenapa kau kesini" Zidan bertanya kembali kepada Sheana berharap perempuan itu akan menjawabnya kali ini.


Sheana hanya tersenyum lalu berjalan keluar kantor polisi berniat untuk menemui para reporter yang sedari tadi rusuh disitu.


"Itu, itu nona Sheana" ucap mereka semua menunjuk dimana Sheana sudah berdiri saat ini.


"Nona, Nona tolong jawab pertanyaan dari kita, apa benar anda ada hubungan dengan salah satu polisi disini? Apa benar soal berita yang tersebar mengenai foto-foto anda bersamanya? Tolong jawab pertanyaan dari kami" pertanyaan bertubi-tubi terus dilemparkan oleh beberapa reporter mereka sungguh ingin tahu mengenai hubungan asmara dari salah satu cucu konglomerat di negara ini. Apalagi saat ini keluarga Ravero sedang berada di puncaknya dan ditambah hal mengejutkan lain yakni kedatangan kembali Johan Ravero ke Indonesia.


Sheana melihat mereka dengan senyum sinis seakan memancing kesabaran mereka untuk mendengar Sheana berbicara.


"Kalian mau dengar sekali atau mau dengarrrr banget" canda Sheana


Mereka semua semakin tidak sabar dengan apa yang akan dikatakan oleh Sheana mereka terus-terusan mengambil foto Sheana disitu.


Zidan yang berada didalam rasa-rasanya dibuat panas dingin sendiri gara-gara kelakuan Sheana itu.


"Sepertinya kalian penasaran sekali, baiklah akan saya jawab."


"Saya dengan Polisi yang bernama Zidan memang tengah menjalin hubungan, kami berdua baru awal menjajaki saja belum ketahap yang lebih serius. Tolong dukung hubungan kami berdua" ucap Sheana lantang. Zidan yang mendengar itu langsung menatap layar televisi yang memang sedang menayangkannya secara live. Menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan wanita yang baru beberapa hari ia temui.


Dengan kesal Zidan berjalan keluar menemui Sheana,


"Apa-apaan kau ini" bentak Zidan didepan Sheana. Dan Zidan tak sadar bahwa mereka saat ini tengah menjadi sorotan para wartawan yang haus akan gosip.


Sheana hanya tersenyum saja mendengar perkataan Zidan. Sheana melipat kedua tangannya didepan dada berjalan mendekat kearah Zidan berbisik ditelinga pria itu.


"Kamu mau namamu tercemar sayang, lihatlah di depanmu" begitulah kira-kira ucapan Sheana yang dibisikkan ke telinga Zidan.

__ADS_1


Zidan langsung melihat ke depan, dan kali ini dia baru sadar bahwa ia berada didepan umum. Bukan hanya rekan-rekan sesama nya yang melihat tetapi juga seluruh warga negaranya melihat ini.


"Anda pasti pria yang sedang dekat dengan nona Sheana kan tolong beri klarifikasinya" ucap Salah satu reporter yang berada disitu. Zidan melihatnya glagapan sendiri lalu ia menarik Sheana agar masuk kembali ke dalam gedung polisi.


Shena yang tertarik, gara-gara kuatnya tarikan Zidan melemparkan senyum sekilas kearah mereka yang masih belum puas dengan keinginan tahuannya terhadap Sheana Ravero serta pacar dari perempuan itu.


°°°°°


"Johan, Johan" Teriak Hadi berjalan cepat kearah kolam renang menghampiri putra sulungnya itu.


"Kenapa," Johan yang tadi tengah berbicara pada Sean kini menatap Ayahnya datar.


"Apa yang dilakukan anak haram mu itu" marah Hadi menatap tajam Johan yang juga menatapnya tak kalah tajam.


Sean yang tadi duduk kini berdiri ditengah tengah antara Daddy nya dan juga kakeknya.


"Apa yang dilakukan Sheana itu urusan Sheana pa" ucap Johan.


"Kakek tenanglah, itu juga salahmu sendiri" Sean menatap kakeknya tak suka.


"Tentu aku harus ikut campur kek, ini menyangkut adikku"


"Dia bukan adikmu, dia hanya anak haram Daddy mu mengerti" ucap Hadi menatap Sean tidak suka.


"Papa tidak berbicara seperti itu pa pada anakku" ucap Johan yang juga tidak terima jika anaknya dibentak.


"Dan aku tidak suka Papa memanggil Sheana dengan sebutan anak haram" protes Johan lagi.


"Memang kenyataanya begitu kan" Hadi tersenyum sinis.


"Lalu kenapa Papa bersikap manis padanya saat dia didepan Papa. Papa memang sungguh hebat dalam berakting" sindir Johan.


"Papa pasti ada maunya kan, Papa mau menjodohkan Sheana dengan anak Marco agar Papa semakin bisa menguasai jalur perdagangan meksiko kan"


"Kamu tidak usah sok tahu"


"Urusi anak haram mu itu dengan benar" setelah mengatakan itu Hadi langsung pergi dari hadapan Johan dan Sean yang sebenarnya masih bingung dengan kedatangan Hadi yang marah-marah sebenarnya ada berita apa sekarang menyangkut Sheana.

__ADS_1


Johan dan Sean langsung berjalan beriringan masuk kedalam rumah untuk menyetel televisi.


Baru saja televisi itu menyala, sudah muncul headline news mengenai Sheana


Dilayar televisi itu tampak Sheana yang sedang berada di kantor polisi sedang diwawancarai oleh beberapa reporter. Banyak sekali yang memberikan pertanyaan pada Sheana soal hubungan asmaranya.


Dengan tegas Sheana membenarkan berita yang selama ini tengah beredar di berbagai koran serta majalah bahkan saat ini tengah masuk ke layar kaca.


Johan dan Sean saling tatap satu sama lain, saat menyaksikan berita tersebut. Mereka merasa bingung sebenarnya apa yang ingin diperbuat Sheana di negara ini.


Apa tujuannya sebenarnya ia kesini, padahal berbagai cara telah di lakukan Johan agar Sheana tidak bisa kembali ke Indonesia. Tetapi anaknya itu dengan cerdiknya meloloskan diri dari penjagaan ketatnya selama di Sydney bahkan Sean sendiri kewalahan untuk memantau pergerakan cepat dari Sheana. Padahal Seana seorang yang jenius bahkan lebih jenius dari Sheana tetapi masih kalah saja.


"Dad,.." panggil Sean melihat ayahnya yang masih fokus melihat berita yang menyangkan adiknya.


"Iya,.." ucap Johan beralih menatap anaknya itu.


"Biar aku yang urus dan cari tahu semua ini" usul Sean mantap.


"Kau yakin," ragu Johan.


"Yakin, serahkan padaku soal Sheana" mantap Sean.


"Baiklah, Daddy serahkan pemantauan Sheana padamu. Soalnya daddy tidak bisa terus-terusan mengawasinya. Daddy juga harus memantau pekerjaan Daddy"


"Tenang saja dad" yakin Sean.


Johan menghela nafasnya pelan lalu dengan langkah berat berjalan pergi, meninggalkan Sean yang masih menatap layar Tv sambil melihat Sheana yang tersenyum kepada pafa reporter.


"Itu senyum yang kakak harapkan selama ini padamu" lirih Sean.


"Apapun yang kamu lakukan, kakak akan selalu mendukungmu. Entah itu secara terang-terangan atau secara sembunyi-sembunyi" ucap Sean lagi


Dia lalu berjalan mendekat mengambil remot tv lalu mematikan televisi itu dan dia langsung berjalan pergi dari ruang keluarga. Entah pergi kemana.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2