PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 16


__ADS_3

Sean mendatangi Sheana yang berada di kamar saat ini sedangkan dia baru saja pulang mencari adiknya itu kerumah kakeknya tapi tak ia dapati Sheana di sana. Saat dia pulang barulah bi Fatonah memberitahunya kalau Sheana sudah ada dirumah dan perempuan itu sedang berada di kamar. Maka dari itu Sean tak membuang waktunya untuk menemui Sheana.


Sean langsung membuka pintu kamar Sheana tanpa mengetuknya lebih dulu, dan dia melihat adiknya yang asik berbaring ditempat tidur sambil tertawa melihat tontonan yang ada di televisi depannya.


“Kakak punya sopan satun tidak,” sinis Sheana saat melihat kakaknya yang berjalan mendekati dirinya.


“kau darimana saja semalam hah” tukas Sean menatap Shena yang memalingkan wajah.


“Sheana,” bentak Sean karena Sheana hanya diam tak menjawab.


“Apa sih berisik, aku capek” balas Sheana malas.


“Semalaman kau darimana, tidur dimana? Kakak kerumah kakek kau tidak ada disana. Kau tidur dimana semalam”


“Di Hotel, puaskan. Sudah sana keluar kak, aku mau tidur” jawab Sheana dan akan berbaring sambil menarik selimutnya.


“Dengan siapa kau di hotel?”


“kenapa sih penasaran banget” kesal Sheana yang terus ditanya


“Kakak ini kamu, wajarkan kakak ingin tahu adiknya kemana dan dengan siapa semalam”


“Sudah ku bilang aku di hotel, hotel prodeo maksudnya. jelaskan?”


“Hotel Prodeo?” Sean tampak bingung memang hotel itu ada.


“Nggak tahu kan, sudah sana keluar kak.” Usir Sheana.


“Kalau kau tidak mau bilang ya sudah, tapi kakak senang kau mau menjawab pertanyaan kakak barusan. Istirahatlah” pungkas Sean. Dia tak ingin marah lagi, karena dia sedikit lega nada bicara Sheana lebih baik dari kemarin dan perempuan itu juga mau menjawab pertanyaannya.


Sean langsung berjalan pergi dari kamar Sheana, sedangkan Sheana sendiri hanya melihatnya tanpa bersuara.


......................................


Zidan saat ini bertemu dengan tunangannya di sebuah Restoran, ia memang sengaja mengajak Gladys untuk bertemu. Ia ingin membicarakan sesuatu yang penting pada tunangannya itu. dia juga akan bilang soal dirinya yang diberikan syarat oleh Sheana soal ajakan perempuan itu untuk jalan dengannya.


“Maaf aku terlambat” ucap Gladys yang baru saja datang dan menarik kursi di depan Zidan.


“Iya tidak apa-apa sayang” pungkas Zidan.

__ADS_1


“Ada apa kamu ingin menemuiku?”


“Ada sesuatu yang ingin ku beritahu padamu Gladys,”


“Kebetulan aku juga ada yang ingin kuberikan padamu bang” ucap Gladys


“Apa?” Zidan penasaran dengan apa yang akan diberikan Gladys padanya.


“Ini bang,” Gladys melepas cincinnya dan memberikannya pada Zidan.


Mata Zidan melebar, dia terkejut melihat Gladys yang melepas cincin pertunangan mereka.


“Apa-apaan Gladys, kenapa kau melepasnya” kaget Zidan dan langsung mempertanyakan soal itu.


“Aku rasa memang hubungan kita mungkin sampai disini saja bang, aku rasa kita memang nggak bisa bersatu. Dan kamu juga kurang tegas dalam hal ini, ayah sudah nyuruh aku buat ikhlasin kamu bang” tutur Gladys menatap sedih Zidan, dia berusaha menguatkan dirinya dengan menggenggam tangannya sendiri di atas meja.


“Gladys, kamu bilang apa. kenapa ayah kamu bilang begitu, hubungan kita sudah tahap serius. Tolonglah mengerti keadaanku, dia bukan orang biasa Glady. Dia cewek licik banyak ide jadi tolong beri aku waktu agar aku bisa menyelesaikan masalah ini dan tolong bilang pada ayah kamu kalau aku serius sama kamu dan gosip itu palsu” tegas Zidan berusaha membuat Gladys mengerti keadaanya.


“Please Gladys, aku cinta sama kam. Kamu cinta kan sama aku, tolong beri aku waktu untuk menyelesaikan masalah ini”


“Perempuan itu sudah aku suruh untuk mengklarifikasinya dan minta maaf pada keluargamu, tapi..tapi dia memberikan syarat padaku. Dan aku harap kamu juga bisa mengerti soal itu”


“Pikirkan perasaanmu sendiri Gladys, kita pertahankan hubungan kita ini. aku mohon” Zidan menggenggam tangan Gladys


“Oke bang, aku bakal perjuangin hubungan kita ini. tapi kamu janji kan akan menyelesaikan masalah ini secepatnya”


“Iya aku janji,” jawab Zidan mantap.


Akhirnya Gladys luluh, ia memakai cincinnya kembali saat Zidan memakaikannya di jari manisnya.


“Tadi kamu bilang perempuan itu memberimu syarat bang, apa syaratnya” tanya Gladys penasaran.


Zidan meneguk ludahnya, seakan ragu untuk mengatakan itu, tapi dia harus jujur kalau tidak bisa-bisa hubungannya hancur.


“Dia memberiku syarat untuk jalan dengannya sebanyak tiga kali” lirih Zidan takut Gladys marah dengannya.


“Apa? lalu jawabanmu”


“Aku minta maaf banget sayang, aku..aku mengiyakannya. Aku lakukan semua itu demi kamu dan keluargamu. Aku harap kamu bisa mengerti,”

__ADS_1


“Aku sebenarnya tidak terima dengan ini, tapi karena kamu bilang hal ini demi aku dan keluargaku aku akan berusaha mengerti bang.”


“Makasih sayang, terimakasih” Zidan merasa lega kalau Gladys mau mengerti keadaannya. Dia akan menyelesaikan syarat dari perempuan itu secepatnya agar hubungannya dengan Gladys baik-baik saja dan dia akan langsung menikah dengan tunangannya itu. karena kalau dia menikahi Gladys sekarang, orang tua Gladys saja sedang marah dengannya dan butuh bukti ucapan kalau dia memang tak ada hubungan dengan keluarga konglomerat itu.


...................................................


Sheana terpaksa harus turun untuk makan siang bersama dengan keluarganya, karena Sean melarang bi Fatonah mengantar makanan ke kamarnya. Ia yang sangat lapar mau tak mau harus turun ke meja makan untuk makan bersama.


Di meja makan saat ini ada Selina dan juga mamanya, dua perempuan itu tak memperdulikan dirinya dan tentu saja ia juga tak perduli dengan kehadiran dua orang itu.


“Kamu akhirnya turun” ucap Sean yang baru saja bergabung di meja makan.


Sheana tak menggubris ucapan kakaknya, dia mengambil makanan yang ada didepannya dan ia harus segera makan dan pergi dari hadapan mereka. Rasanya moodnya hilang saat ada bersama mereka.


“Sampai kapan kau akan tinggal disini?” tanya Ceceli yang membuka suaranya sambil melihat kearah Sheana.


“Terserah diriku,” jawab Sheana tanpa menatap mamanya.


“Ma, kenapa kau bilang begitu. Ini rumah sheana juga” tegur Sean pada mamanya.


“Ya ini rumahnya juga tapi bukannya dia tidak mau tinggal disini, dia disini juga hanya membuat onar” sinis Cecile.


“benar kak, kakak tidak lihat tanganku berbekas gara-gara gigitan kak Sheana” adu Selina pada kakaknya.


“Salahmu sendiri, anjing liar dilawan” sungut Sheana yang mengartikan dirinya sebagai anjing liar.


“kau pikir tangan yang berbekas hanya tanganmu, lihat tanganku masih melepuh karena nenek lampir di sebelahmu” tukas Sheana lagi sambil menatap kedua orang perempuan tak jelas di depannya.


“Kau mengatai mama apa barusan?” Cecile tak terima dia disebut nenek lampir.


“nenek lampir. Kenapa? Kau bukan mama ku kan. jadi untuk apa aku memanggilmu mama” Sheana tak takut menatap Cecile yang menatapnya tajam dnegan mata yang seakan ingin membunuhnya.


“Anak kur...”


“Ma sudahlah ma, ini meja makan. Ayo kita makan dulu, dan kau Shean sudah lanjutkan makanmu. Selina kau juga” Sean memotong ucapan mamanya dan memerintah ketiga orang itu untuk makan saja tanpa harus banyak bicara.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2