
Hari dimana yang ditunggu Sheana tiba juga, dia akan menguasai saham milik kakeknya. Hari ini Hadi dan Sheana melakukan konfrensi pers pemindahan saham Ravero Group ketangan Sheana. Entah rencana apa yang diinginkan Sheana sehingga menginginkan saham dari Ravero padahal dia selama ini tidak mau ikut campur tentang perusahaan papanya. Bahkan Sheana berani mengancam kakeknya hingga akhirnya Hadi menuruti apa yang Sheana perintahkan dengan Syarat Sheana harus menikah dengan anak Marco seorang pengusaha di jalur gelap yang akan menghubungkan serta memperluas jalur perdagangan ke Maroco yang terkenal susah di lakukan oleh semua pengusaha besar.
Sheana dan Hadi duduk bersebalahan dengan di kanan kiri mereka ada Jason dan juga Julian anak dari Jason yang pulang ke Indonesia tanpa memberitahu Hadi sebelumnya. Hadi yang melihat cucunya yang jarang pulang tersebut sedikit terkejut saat melihat Julian. Lalu dia beralih melihat Sheana yang duduk disebelahnya saat ini.
“Kenapa ada Om mu dan sepupumu disini?” bisik Hadi pada Sheana.
“Tanya saja pada mereka kek, mana aku tahu” cuek Sheana dan menatap kedepan dimana para wartawan tengah mengarahkan kamera ke mereka.
“Julian kenapa kau ada disini, kapan kau kembali dari Amerika?” tanya Hadi pada Julian yang duduk disebelah kirinya.
“Kek, lihat kedepan banyak wartawan menonton kita” jawab Julian sambil tersenyum mengabaikan ucapan kakeknya.
“Tuan Hadi Ravero, anda mengadakan jumpa pers seerti ini ada rangkaian apa. apa anda akan mengumumkan pewaris anda. Tapi kenapa tuan Johan tidak ada disini?” tanya salah satu Wartawan yang berada di situ.
“bukankah disamping kiri anda itu tuan Julian anak tuan James lalu di sebelah kanan anda nona Sheana kan? sebenarnya apa yang akan anda katakan sekarang. Apakah cucu-cucu anda ini yang akan menjadi ahli waris anda?”
“Mohon para Wartawan tenang lebih dulu, kia akan menjawab satu persatu dari pertanyaan kalian. Mohon tahan sebentar” seru Jason memberi instruksi para wartawan yang tengah bertanya pada mereka.
“kakek yang mulai atau aku yang mulai?’ tanya Sheana melihat kearah kakeknya yang menatapnya kesal serta penuh tanda tanya.
“Saya Hadi Ravero pemegang saham utama Ravero Grup sangat berterimakasih kepada para pers sekalian yang sudah hadir disini. untuk menjawab pertanyaan kalian semua ijinkan saya terlebih dahulu untuk memperkenalkan dua cucu saya yang jarang terlihat di media selama ini.
Di sebelah kiri saya ada Julian anak dari putra kedua saya Jason dan di sebelah kanan saya ada Sheana putri kedua dari Johan, kalian semua pasti beberapa bulan lalu pernah melihatnya di televisi karena beritanya”
“Maaf menyela, ijinkan saya Sheana Ravero memotong ucapan kakek saya yang terllau lama dan terlalu banyak bercuap membuat kalian menunggu saja kan. disini kita berempat ingin memberitahukan kepada dewan pers kalau saham Ravero Grup sudah di bagi dua dan itu artinya kakek saya Hadi Ravero tidak emiliki kuasa di Ravero Grup. Saham sudah terbagi menjadi dua pemilik saat ini dan pemiliknya yaitu OM saya Jason Ravero dan setengahnya milik saya Sheana Ravero tetapi karena saya masih belum siap maka dari itu kekuasaan sementara di pegang oleh sepupu saya Julian Ravero” jelas Sheana cukup lantag smabil melihat kakeknya yang menatap dirinya tak terima.
“maaf ya kakek, saya sepertinya lelah dengan ini semua jadi tidak ada yang ingin saya ucapkan lagi. Kalau anda sekalian ingin bertanya lebih jauh biar Om dan sepupu saya yang akan menjawabnya. Saya permisi dulu” ucap Sheana sambil tersenyum miring kearah kakeknya yang menatapnya kesal.
Hadi tentu saja tidak berkutik, dia selama ini di media selalu membangun image baik jadi kalau dia sampai berteriak atau menyangkal semua ini media akan menulis yang tidak-tidak.
Sheana langsung pergi tanpa beban, dia diampingi oleh dua pengawal yang membantunya melewati kerumunan wartawan yang mengejar dirinya ingin menanyakan semua hal tentang Sheana.
Sedangkan dirumah Johan dan Sean yang menonton itu dirumah sedikit terkejut dnegan jumpa pers itu yang tapa melibatkan mereka. Bahkan mereka juga tidak tahu soal masalah ini.
“Daddy tahu soal ini?” tanya Sean.
“Daddy tidak tahu Sean, bagaimana bisa adikmu ada disitu apa rencananya saat ini” heran Johan bertanya pada putranya tersebut.
“Aku juga tidak tahu dad, Daddy sudah menolak segala sesuatu dari kakek kenapa malah Sheana mengambil alih saham Ravero.” Bingung Sean
“Tapi tadi Sheana menyerahkan kekuasannya pad Julian, apa ini ia lakukan untuk om dan sepupumu” tebak Johan. Dia masih penasaran soal alasan anaknya menginginkan saham Ravero.
“Entahlah dad, nanti aku tanyakan padanya soal ini.” ucap Sean.
....................................................
Kesekian kalinya Sheana menghabiskan wkatunya untuk minum-minuman perempuan itu begitu penikmat Whisky yang selalu ia nikmati saat dirinya stress. Padahal siang hari dia sudah stay di bar menikmati segelas whisky.
__ADS_1
“Eh, bukannya itu Sheana Ravero cucu Hadi ravero yang baru jumpa pers tadi kan?” ucap seorang pemuda yang duduk tak jauh dari Sheana dia memegang tangan temannya agar melihat kearah dia melihat saat ini.
“Iya itu memang dia deh. Gila dia ternyata cewek hobi minum” sahut teman dari pemuda tersebut.
“Hoy, kalian negliatan apasih fokus banget” datang seorang pria bertato di lengannya yang merangkul bahu kedua pria itu.
“Itu kita lagi ngelihatin Sheana Ravero, cewek yang jumpa pers tadi pagi di televisi cucu konglomerat Hadi”
“Mana?” pria bertato itu langsung melihat kearah dua temannya yang melihat Sheana.
“Tuh cewek,” ucapnya saat melihat Sheana.
“Lo kenal ko?” tanya teman dari pria bertato bernama Riko tersebut.
“gue nggak kenal sih tapi tuh cewe belagu banget gue dapat masalah sama dia di kantor polisi waktu itu. pantes dia songong banget waktu itu anak orang kaya” ucap Riko menahan kesalnya saat dia mengingat Sheana yang ia temui di kantor Polisi menantang dirinya padahal yang salah waktu itu Sheana yang menyerobot antrian.
“Masa sih dia songong?’ ucap temannya yang lain.
“Iya dia songong banget, coba kalian berdua deket kearahnya. Cewek itu apsti sudah maki-maki kalian.” Ucap Riko.
“Gue pengen bales dendam sama cewek itu” ucap Riko kemudian.
“Wah jangan gila lo, dia orang kaya woy. Kekayaan lo masih kalah sama keluarganya” ucap Diki teman Riko memperingatkan pria itu.
“Bodo amat, gue bakal jebak tuh cewek biar dia jadi milik gue terus gue bakal siksa dia nantinya” ucap Riko penuh dendam.
“bener kata Diki ide lo gila ko, teus kalau lo mau jebak dia biar bisa jadi milik lo gimana. Iya kalau dia mau?” sahut Nanda.
“Pakai cara gila lah, gue bakal masukin obat perangsang di minumannya. Terus tuh cewek pasti mabukkan dan dia jelas minta seusatu ya udah gue bakal sikat tuh cewek. Habis itu dia pasti bakal hamil” jelas Riko menjelaskan de gilanya yang akan ia perbuat pada Sheana.
“Wah gila lo ko, itu hal yang nggak baik. Bisa di laporin lo,” ucap Diki yang berusaha memperingatkan Riko.
“Tapi itu juga seru ko, yaudah buruan lo lakuin habis itu gue nanti minta giliran oke” ucap Nanda sambil mengedipkan mata seakan setuju dengan ucapan Riko.
“LO berdua memang gila ya”
“Udahlah Dik, jangan sok alim gitu. Lo juga mau kan nyicip cewek itu”
“Nih Rik, gue punya obat itu” ucap Nanda yang mengeluarkan serbuk puh yang ada di dalam klip.
“Wiih lo punya dapat dari mana lo?” tanya Riko dan Diki yang terkejut melihat nanda memiliki obat tersebut.
“Gue gitu loh selalu bawa beginian buat lebih panas lagi kalau sama cewek” seringai Nanda.
“bagus, gue kesana dulu” ucap Riko sebelum itu dia memasukkan obat perangsang tersebut kedalam segelas minuan yang ia bawa sekarang.
Tanpa mereka bertiga tahu sedari tadi ada orang yang mendengarkan pembicaraan ketiganya, Zidan yang kebetulan sedang mengejar orang yang masuk kedalam Club itu tak sengaja mendengar percakapan mereka bertiga soal Sheana yang kebetulan berada di tempat yang sama.
__ADS_1
“hey nona, boleh gabung” ucap Riko yang sampai di sebelah Sheana yang sedari tadi menunduk karena dia sudah sedikit mabuk.
“Kau siapa? Pergi dari sini” ucap Sheana mengusir pria itu.
“kenalkan aku Riko, kau Sheana Ravero kan? sedang apa kau disini?” tanya pria tersebut smabil berbasa-basi.
“Bukan urusanmu,” jawab Sheana acuh dan dia akan menuangkan lagi Whisky kedalam gelasnya tapi tangannya di tahan oleh Riko.
“Ini sudah kutuangkan,” ucap Riko menyodorkan gelas miliknya dan mengambil botol Whisky dari hadapan Sheana.
“Thanks” jawab Sheana menerima itu sambil menatap aneh pria didepannya yang tiba-tiba saja datang memebrikan segelas Whisky untuknya.
“Mari bersulang” ucap Riko saat dia sudah menuangkan segelas Whisky di gelas kosong dan dia akan meminum yang habis dia tuangkan itu.
Sheana tersenyum sinis, dia sedang tak ingin marah-marah menerima begitu saja pemberian orang yang tidak ia kenal. Dan dia akan menegak minumannya setelah bersulang dengan pria didepannya.
Tapi sebelum ia minum ada sebuah tangan yang mengambil gelas tersebut membuat Sheana dan Riko terkejut.
“Jangan kau minum” ucap Zidan yang mengambil begitu saja segelas Whisky dari tangan Sheana.
Sheana yang melihat Zidan didepannya menatap tak suka,
“Kau apa-apaan kembalikan” ucap Sheana dan akan mengambil kembali segelas Whisky miliknya.
“hei tuan, kau apa-apaan mengganggu kita berdua” ucap Riko yang tak suka dengan Zidan. Zidan sendiri saat ini memakai baju biasa sehingga tidak ada yang tahu kalau dia pOlisi.
“Ayo pulang,” Zidan emnaruh segelas Whisky di tanganya dan langsung menarik Sheana untuk pergi tapi Sheana menghempas tangan Zidan.
“Kau bukan siapa-siapa mengerti, jadi tidak ada hak kau mengajakku pulang”
“Aku bilang pulang, kau mabuk sekarang” lagi Zidan berusaha menarik tangan Sheana mengajak perempuan itu untuk pulang.
Tentu saja Sheana tak mau dia malah menampar keras Zidan.
“Stop menyuruhku untuk pulang pria munafik, aku tidak mengenalmu mengerti. Kalau kau ingin pulang pulang sendiri” tegas Sheana dan dia lansung duduk lagi mengabaikan Zidan yang terperangah karena tamparan Sheana.
Sheana akan meminum segelas Whiskynya lagi tapi Zidan lebih dulu mengambilnya sebelum itu masuk ke mulut Sheana ia meminumnya hingga tandas. Dia terpaksa meminum itu karena kalau tidak Sheana yang akan meminumnya.
Tentu saja Riko dan dua temannya terkejut melihat minuman tersebut yang diminum orang lain.
“Ayo pulang,” ucap Zidan yang menahan kesalnya langsung mengangkat Sheana ke pahunya memaksa perempuan mabuk itu untuk pergi dari club itu.
Zidan berjalan cukup cepat meskipun Sheana terus memberontak minta diturunkan, Zidan buru-buru keluar dari situ dia harus cepat pergi sebelum efek obatnya bereaksi padanya.
°°°
T.B.C
__ADS_1