PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 28


__ADS_3

Pagi hari Zidan berada di apartemennya, dia baru akan berangkat dinas nanti siang. Ia baru saja bangun tidur duduk di tepi tempat tidur menutupi wajahnya sendiri. ia merasa bodoh dengan dirinya sendiri saat mengingat kejadian semalam saat dia menerima begitu saja ciuaman dari Sheana bahkan ia membalas ciuman tersebut.


“Kau memang bodoh Zidan, kau bodoh. Bagaimana bisa kau mengkhianati Gladys” Zidan mengusap wajahnya kasar saat jantungnya berdebar mengingat ciuamnya semalam.


“nggak, ini salah Zidan. Ini salah, hatimu hanya untuk Gladys Zidan” Zidan meyakinkan dirinya sendiri dia berdiri cepat dari duduknya dan langsung berjalan kearah kamar mandi. lebih baik ia mencuci mukanya terlebih dahulu,.


Tapi saat beberapa langkah dia kemudian berhenti saat mengingat pertemuannya dengan Kevin kemarin.


“Dia sudah kembali,” gumamnya mengingat Kevin semalam yang menatapnya penuh kekesalan.


Zidan berbalik arah dia tak jadi ke kamar mandi, ia malah menyambar ponsel miliknya yang berada di atas meja. Ponsel yang sedari semalam ia matikan, ia nyalakan kembali saat ini.


Saat ponselnya sudah menyala, banyak panggilan dari Gladys bahkan tunangannya itu juga mengirimi dirinya pesan.


“Bang Zidan nanti jadi jemput aku dirumah sakit,?” begitulah pesan singkat yang dikirimkan oleh Gladys pada Zidan.


Selain pesan dari Gladys, mata Zidan melebar saat melihat dua panggilan dari perempuan yang membuatnya tak bisa tidur semalam siapa lagi perempuan itu kalau bukan Sheana.


Tapi Zidan mengabaikan saja nama Sheana dia membalas pesan dari Gladys.


“Maaf sayang, aku bangun kesiangan. Kamu sudah pulang ya?” ketik Zidan di ponselnya dan dia langsung mengirimkan pesan tersebut pada Gladys. Gladys memang jaga malam dan pagi hari perempuan itu akan pulang kerumah.


Saat membalas pesan dari Gladys tersebut membuat Zidan kembali teringat pertemuannya dengan Kevin yang begitu tak terduga itu.


“Apa dia masih membenciku hingga saat ini” batin Zidan dan dia langsung duduk di lantai bersandar di tempat tidur. Pikirannya begitu runyam sekarang, begitu banyak cabang dalam kepalanya membuatnya pusing.


...........................................


Sheana datang ke kantor polisi, dia ingin menemui Zidan menanyakan maksud pria itu yang semalam menerima ciumannya. Dia akan mencoba membuka hatinya yang terus berdebar saat bersama Zidan, ia akan menghilangkan egonya selama ini untuk mengakui kalau hatinya telah jatuh cinta.


Sheana melangkah mantap masuk kedalam kantor polisi, beberapa polisi yang ada di tempatnya melihat kearah Sheana saat ini dan yang melewati Sheana menyapa perempuan itu tapi tak di hiraukan sama sekali.


“Ada apa nona Sheana kemari?” tanya Toni yang berpapasan dengan Sheana yang akan berjalan kearah Ilham.


“Zidan dimana?” tanya Sheana balik.


“Bripka Zidan tidak ada di kantor, kalau tidak ada kepentingan lain lebih nona Sheana pergi dari sini” tegas Toni, polisi yang bernama Toni itu sedari waktu itu memang terlihat tidak suka dengan Sheana.


“Wait, Wait, Toni kenapa kau mengusir nona Sheana. Kau kesini mau menemui bang Zidan kan? tuggu saja di meja ku dia sebentar lagi datang” ucap Ilham yang menghalau Toni yang meminta Sheana pergi.


“Bripda Ilham, bukannya kau sibuk. Biarkan nona Sheana pergi” tukas Toni menatap Ilham.

__ADS_1


“Kalian berdua ribut, oke jika kau menyuruhku pergi. Aku tunggu di luar saja” Sheana menatap Toni tak suka. Dia langsung berjalan pergi dari hadapan dua polisi itu.


Sheana langsung berjalan keluar, dia akan menunggu Zidan di parkiran mobil. Ia akan bicara dengan pria itu menegaskan sejelas-jelasnya soal perasaan pria itu.


Tapi belum sampai parkiran dia sudah berpapasan dengan Zidan yang akan masuk kedalam kantor. Pria itu berjalan tegap dengan setelan seragam polisinya, ia terdiam di tempatnya saat melihat Sheana berjalan di depannya saat ini.


Zidan meneguk salivanya saat melihat Sheana, dia bingung sendiri harus apa sekarang dan kenapa juga perempuan itu ada di kantor polisi.


“Aku ingin bicara denganmu” ucap Sheana yang sudah ada didepan Zidan.


“Mau bicara apa?”


“Tidak disini, ayo ke mobilku” Sheana langsung menarik tangan Zidan kearah mobilnya.


“Aku sibuk, katakan disini saja” Zidan langsung melepas tangan Sheana dari lengannya saat ini.


“Oke jika kau ingin menjadi tontonan orang-orang, aku tidak masalah”


Zidan langsung diam, dia tampak berpikir.


“Baiklah, ayo” akhirnya dia menyetujui ajakan Sheana. Dia langsung berjalan lebih dulu menuju mobil milik Sheana.


“Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Zidan saat mereka berdua sudah ada di dalam mobil.


“Apa?”


“Aku bilang aku jatuh cinta padamu, ayo pacaran” ucap Sheana lantang tanpa rasa malu atau gengsi sama sekali.


“Jangan gila nona Sheana, aku tidak mencintaimu. Aku punya tunangan,”


“Kau yakin tidak mencintaiku, lalu apa semalam. Kau menciumku kan?”


“Aku tidak menciumu tapi kau yang menciumku” Zidan membalikkan ucapan Sheana.


“Tapi kau menerimanya kan, kau membalas ciumanku semalam. Itu artinya kau cinta padaku”


“Jangan salah sangka Sheana, itu kesalan. Bukannya aku sudah minta maaf padamu semalam, tolong jangan melantur. Perlu ku pertegas aku tidak mencintaimu sama sekali, soal semalam itu kesalahanku”


“Ciih kau bilang kesalahan, kau yakin itu kesalahan” sinis Sheana menatap Zidan tak percaya.


“Ya itu kesalahan, aku kira sudah cukup pembicaraan kita sekarang. Aku permisi,” ucap Zidan dan akan keluar dari mobil Sheana. Tapi Sheana menahannya, dia menarik kuat lengan Zidan dan langsung mencium pria itu..

__ADS_1


Zidan yang terkejut langsung mendorong Sheana cukup keras membuat perempuan itu terdorong kencang.


“Kau gila nona Sheana, beraninya kau menciumku. Bukannya sudah ku bilang, aku tidak mencintaimu dan semalam hanya kesalahanku saja” Zidan begitu marah atas apa yang dilakukan Sheana barusan.


“Ya aku memang perempuan gila, kau puas. Kau pria munafik, pria yang tak tahu diri. Harusnya kau bersyukur aku mencium dan bilang cinta padamu. Tapi dasar pria hidung belang sepertimu...” Sheana tak bisa melanjutkan amarahnya, dia benar-benar kesal dan merasa malu serta bodoh karena telah menghilangkan egonya untuk menjadi perempuan murahan. Benar prinsipnya dari dulu kalau cinta itu tidak ada,


“Keluar dari mobilku, kau bilang semalam kesalahan kan. oke, anggap hari ini yang aku katakan padamu juga kesalahanku. Aku tidak akan pernah menemui polisi sombong dan munafik sepertimu lagi, keluar dari mobilku sekarang” tukas Sheana lagi dia langsung mendorong-dorong Zidan agar keluar dari mobil.


“Aku akan keluar dari mobilmu, tapi aku minta maaf sekali lagi. Semalam hanya kesalahan ku saja, dan yang perlu anda tahu aku tidak suka pada...”


“Tidak perlu kau perjelas, aku sudah mendengarnya dari mulut busukmu itu. anggap saja ucapanku angin lalu, pergi dari sini” kesal Sheana memotong ucapan Zidan dan mendorong pria itu keluar dari mobilnya.


Zidan akhirnya keluar dari mobil Sheana, Sheana langsung pindah tempat ke kursi pengemudi dia menutup keras pintu mobilnya menatap penuh amarah pada Zidan yang melihat Sheana tanpa ekspresi tapi tatapan pria itu terlihat sedikit melow dari biasanya.


Sheana langsung melajukan mobilnya pergi dari halaman kantor polisi tersebut, dia benci dengan Zidan dan dia juga benci dengan dirinya sendiri yang bisa-bisanya bersikap bodoh seperti tadi.


..................................................


Zidan meluapkan emosinya dengan melempar apa-apa yang ada di meja kerjanya saat ini, dia merasa emosi sendiri dengan sikapnya. Entah mengapa dia begitu seemosional saat ini, rasanya ia membohongi dirinya sendiri sekarang.


“Ada apa denganku, kenapa aku begini. kenapa aku terpengaruh..” marahnya sambil membuang semua yang ada di mejanya. Dia langsung duduk dengan lemah, mengingat ucapannya pada Sheana tadi, kenapa hatinya seakan tak sesuai dnegan ucapannya.


Bayangan Zidan soal ciuman Sheana tadi membuatnya begitu kacau saat ini, kenapa dia selalu berdebar dan mengingat ciuman manis dari perempuan itu. kenapa hatinya bisa seperti ini pada perempuan lain.


“Nggak Zidan, nggak. Hatimu hanya untuk Gladys, hanya Gladys seornag yang ada di hatimu saat ini” Zidan berusaha menepis semua yang tak seharusnya ada di dalam hatinya kini.


“bang, Bang Zidan” ucap Seseorang yang membuka pintu ruangan Zidan.


“Astaga bang, kenapa berantakan begini” ucap Ilham yang terkejut melihat ruangan Zidan yang berantakan, dan dia langsung menutup pintunya kembali bahkan mengunci pintu ruangan seniornya itu.


Zidan hanya diam saja sambil mengusap wajahnya kasar, dan memukulkan tangannya ke meja.


“Bang Zidan ada masalah, cerita bang. daripada di pendem sendiri” Ilham langsung mengambil duduk didepan Zidan dia melihat seniornya dengan tatapan tak tega.


“Entahlah ham, kepala saya pusing sekarang. Tolong jangan katakan pada siapaun soal saya yang mengacau seperti ini” lirih Zidan sambil menyandarkan dirinya dengan berat.


“Ada masalah dengan nona Sheana ya bang?” tebak Ilham sambil mengaati wajah Zidan.


Zidan diam saja tak menanggapinya, dia merasa marah dengan dirinya sendiri sekarang.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2