PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 21


__ADS_3

Zidan sudah bangun lebih dulu kini dia lari pagi disekitar hotel tempatnya dan Sheana menginap semalam. Sedangkan erempuan itu entah sudah bangun atau belum, tentu Zidan tidak memperdulikannya. Karena saat ia lihat tadi pintu kamar perempuan itu masih tertutup rapat.


“Sebenarnya kenapa perempuan itu mengajakku kesini?” bingung Zidan sambil berlari di area halaman hotel.


“Habis ini aku harus mandi dan ganti baju, rasanya tak mungkin aku mengenakan baju polos ini terus” lanjut Zidan sambil sesekali melihat kaos abu-abunya yang sudah penuh dengan keringat. Dia sedari kemarin belum berganti pakaian, bagaimana mau ganti pakaian dia saja tak membawa baju sama sekali kesini.


Saat Zidan berlari ponsel yang ada di saku celananya bergetar membuat pria itu menghantikan langkah kakinya mengangkat panggilan tersebut.


“Kenapa perempuan gila ini menelponku” gerutunya saat melihat nama perempuan gila tertera disana. Siapa lagi yang ia beri nama tersebut kalau bukan Sheana.


“Ya ada apa?” ucapnya saat mengangkat panggilan itu.


“Kau dimana? Kenapa tidak ada di kamarmu. Jangan bilang kau kabur?” sentak suara di seberang sana.


“Aku dibawah”


“Kenapa kau ada dibawa, cepat kembali kesini” tukas Sheana memerintah.


Zidan yang malas mendengar omelan Sheana langsung mematikan begitu saja panggilan tersebut. Dan dia memasukkan kembali ponselnya ke saku celana. Langkahnya memutar balik, mau tak mau dia harus kembali ke kamarnya saat ini.


............................................


Sheana keluar dari kamar Zidan yang kebetulan berada di depan kamar hotelnya, dia menutup pintu itu dengan kesal. Karena tak mendapati pria tersebut di dalam kamar ditambah pria itu saat ia hubungi malah mematikan panggilannya begitu saja.


“Pria menyebalkan, dia pikir ia siapa bisa mematikan panggilan begitu saja’ gerutu Sheana saat dia sudah berada di luar kamar Zidan. Dia menyandarkan dirinya di depan pintu yang sudah tertutup itu.


Sheana melipat kedua tangannya di dada, sambil tampak berpikir entah Sheana sedang memikirkan apa yang jelas raut wajahnya tampak serius.


Disaat dia sedang berpikir dering ponsel yang cukup kerasa membuatnya tersentak dan tersadar dari pikirannya tersebut.


“Siapa sih ganggu banget” kesalnya dan langsung melihat layar ponsel tersebut.


“Kenapa lagi orang ini nelpon” tukas Sheana yang ogah untuk menjawab panggilan tersebut. Tapi dengan terpaksa ia harus menjawabyan jika tidak Sean pasti akan menyelidiki semua.


“Halo” jawab Sheana saat mengangkat panggilan itu.


“Kau dimana? Kenapa kau kemarin meninggalkan mobilmu di halte? Kau tidak apa-apa kan?” tanya Sean dari seberang sana yang terdegengar khawatir.

__ADS_1


“Aku di Bali,” jawab Sheana singkat.


“APA< kau di Bali. Kenapa kau kesana untuk apa?” kaget Sean.


“Untuk liburanlah, untuk apa lagi”


“Bukannya Daddy menyuruhmu untuk liburan ke Amerika, kenapa kau malah ke Bali”


“Bosen, Sudah aku matikan” jawab Sheana dan akan mematikan panggilannya.


Panggilan langsung ia matikan sepihak padahal Sean terdengar maish ingin bicara lagi, tentu saja Sheana tak ingin mendengar ucapan lebih lama lagi dari kakaknya yang kian hari kian cerewet tersebut. Dia mau bicara dengan Sean bukan berarti dia sudah luluh tapi karena ia malas berdebat dengan Sean saat ini. tenaganya dan fokusnya begitu ia butuhkan sekarang untuk menemui orang itu.


Baru juga panggilan dari Sean selesai, ponsel Sheana kembali berdering lagi entah kali ini dari siapa yang jelas dari nomor yang tak dikenal. Sheana langsung mengangkat panggilan tersebut.


“Halo bagaimana infonya?” tanya Sheana yang paham itu nomor siapa.


“Benar nona, itu alamatnya nona bisa ketempat itu. tapi nona sepertinya tidak akan bisa masuk kedalam karena pihak kraton membatasi semua orang yang akan masuk dan akan sedikit susah apa bila tidak ada janji dengan orang dalam”


“Ya cari orang dalam lah, bukannya sudah aku bilang hubungi aku lagi saat kau sudah mendapatkan akses masuknya”


“maaf nona itu sulit kita dapatkan,”


“Baik nona nanti saya kabari lagi,”


“Ya saya tunggu, tapi ingat awas kalau sampai kau tidak bisa membawa orang itu untuk menemuiku” ucap Sheana dan dengan ancama di akhir kalimat.


Sheana langsung mematikan panggilan telponnya, dan saat dia mematikannya Zidan sudah berdiri tidak jauh darinya saat ini.


“Kau pagi-pagi sudah mengancam dua orang ternyata” cibir Zidan yang baru saja datang.


“Bukan urusanmu, ayo ikut aku” ucap Sheana dan akan melewati Zidan tetapi Zidan menahan tangan Sheana saat ini.


“Aku bukan anjing peliharaanmu,” sungut Zidan.


“Aku tahu,” jawab Sheana menatap mata Zidan yang tengah menatapnya.


“Aku mandi dulu, baru kau bisa mengajakku pergi” ucap Zidan dan akan melangkah ke kamarnya tetapi perkataan Sheana menghentikannya.

__ADS_1


“Kau mau ganti baju dnegan apa? dengan bajumu yang bau itu. ayo kita ke mall beli baju dan lainnya” tukas Sheana.


Zidan melihat bajunya yang memang basah dengan kringat benar juga apa kata perempuan itu. dia tak punya baju ganti sekarang.


Zidan memutar tubuhnya menghadap Sheana dan dia langsung berjalan kembali mendekati perempuan itu.


“Ayo,” ucapnya dan langsung berjalan duluan.


Sheana hanya tersenyum sinis saja menyusul Zidan yang berjalan lebih dulu di depannya saat ini.


................................


Mereka berdua berjalan beriringan tanpa mengobrol satu sama lain tetapi Zidan begitu penasaran ia ingin tahu alasan Sheana ke Semarang sebenarnya untuk apa kenapa perempuan itu datang ketempat ini dan mengajak dirinya.


“Sebenarnya apa alasanmu datang ketempat ini?” tanya Zidan pada akhirnya, ia tak bisa diam terus tanpa bertanya.


“Nanti kau juga tahu” jawab sheana enteng, dan dia malah berjalan terlebih dahulu menyebrangi jalan. tetapi belum sampai di tengaj jalan Zidan sudah menariknya lebih dulu membuat Sheana terhuyung kebelakang dan hampir jatuh untung saja Zidan menahan pinggang Sheana agar tidak jatuh.


Sheana menatap wajah Zidan yang sedikit menunduk karena menahan badannya, wajah tampan pria itu begitu terlihat bersinar pagi ini.


“hei, kenapa kau melihatku begitu. Cepat berdiri tegak mau kujatuhkan di jalan” pungkas Zidan.


Buru-buru Sheana berdiri dan dia langsung menggelengkan kepalanya sendiri, dia harus menghalau pikiran tak jelas itu dari kepalanya.


“Kau ceroboh juga ternyata ya, kau tidak lihat didepanmu tadi motor” omel Zidan pada perempuan itu yang terlihat aneh.


“Namanya manusia” ketus Sheana.


Mendengar itu entah mengapa Zidan malah tersenyum kecil saat Sheana langsung berjalan pergi dari hadapannya. Kemudian dia langsung menyusul perempuan tersebut.


“Kau habis dari sini benar-benar akan klarifikasi kan dan tidak akan mengganggu diriku lagi” Zidan kembali menyamai langkah Sheana.


“Apa perlu aku mengulanginya, aku tidak akan pernah mengganggumu lagi puas” tukas Sheana menatap Zidan tajam.


“Ya, aku puas” sahut Zidan.


“Ciihh,” decih Sheana dan langsung berjalan cepat, entah mengapa rasanya ia emosi melihat wajah Zidan yang seakan-akan sebentar lagi terbebas.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2