
Orang tua Zidan baru saja kembali dan mereka langsung naik ke kamar Zidan saat ini karena Kevin bilang anak sulung mereka itu belum turun makan sama sekali.
“Kakak kamu beneran nggak turun makan dari tadi Kevin?’ tanya Bunga pada putra bungsunya tersebut.
“nggak ma” jawab Kevin lirih.
“Aturan kamu paksa kakak kamu itu” sahut Gautam yang berjalan didepan mereka.
“Gimana aku mau maksa, malah jadi berantem nggak jelas nanti. Tahu sendiri kakak sekarang sensitif” jelas Kevin.
Gautam langsung membuka kamar Zidan dan dia langsung terdiam di tempatnya saat ini. Bunga yang berada di belakangnya juga ikut terpaku saat melihat siapa yang ada di dalam kamar sang anak tengah berdiri teat didepan mereka saat ini.
Zidan dan juga Sheana berdiri didepan kedua orang tua Zidan dan Kevin, mereka sengaja memberi kejutan kedua orang itu kalau Sheana sudah kembali dan Kevin diminta untuk berbohong agar orang tua mereka naik ke atas.
“Sheana” seru Bunga, Bunga langsung menyelinap masuk kedalam kamar Zidan dari sisi kanan sang suami.
“Mama” lirih Sheana merasa tak enak pada mertuanya.
Bunga langsung memeluk menantunya, ia tampak senang melihat sang menantu sudah kembali saat ini.
“Kamu kemana saja nak, mama kangen sama kamu sayang” Bunga memeluk sambil mengusap bahu menantunya.
“Aku juga kangen sama mama, aku minta maaf ma..” jawab Sheana.
Bunga langsung melepaskan pelukannya pada Sheana,
“Kenapa kamu minta maaf sayang, kamu nggak salah. Anak mama ni yang salah..” ucap Bunga sambil memukul pelan lengan Zidan.
“Loh kok mama mukul aku” protes Zidan.
“Ya gara-gara kamu istri kamu pergi” pungkas bunga.
“Papa..” lirih Sheana saat melihat kearah ayah mertuanya yang hanya diam dan sesekali tersenyum kecil.
“Bagaimana kabarmu Sheana,..” ucap Gautam yang langsung melihat sang menantu.
“Baik pa,” Sheana berjalan menghampiri ayah mertuanya itu.
“Aku minta maaf pa,.” Ucap Sheana lagi didepan ayah mertuanya.
“Kenapa minta maaf, kamu nggak salah kok” ucap Gautam sambil mengusap lembut kepala Sheana.
“Mama sama papa pasti kecewa sama aku kan, aku..aku minta maaf karena pergi tidak bilang kalian semua” isak Sheana sambil menunduk. Zidan langsung merengkuh sang istri menenangkannya.
“Udah nggak usah nangis, papa sama mama nggak marah kok sama kamu. iyakan pa ma, kalian nggak marah sama Sheana kan?” ucap Zidan
“Nggak sayang, mama sama papa nggak marah sama kamu. mama sama papa malah senang kamu bisa kembali kesini bersama kita lagi” ucap bunga mengusap bahu Sheana.
“Benar kata mama kamu Sheana, kita nggak marah denganmu. Apa yang kamu lakukan itu wajar bagi seorang istri” ucap Gautam.
“Papa sama mama lega kamu nggak kenapa-kenapa, bagaimana cucu kita yang ada di dalam perut kamu. mereka juga baik-baik saja kan?” lanjut Gautam.
__ADS_1
Sheana mengangguk
‘Ya sudah mama ganti baju dulu ya sayang, kalian berdua saling lepas rindu saja dulu.” ucap Bunga yang pamit pergi dan memberi kode pada sang suami.
“Kita berdua pergi dulu ya” sahut Gautam.
“Ayo Kevin, jangan ganggu kakakmu dan istrinya” ajak Bunga pada putra bungsunya yang diam bersandar di tembuk sambil melipat kedua tangannya di dada.
“Iya ma sebentar” jawab Kevin sambil melihat kedua orang tuanya yang berjalan pergi.
“Sudah aku penuhi perintah kalian,” ucap Kevin sebelum pergi dari kamar kakaknya.
“Terimakasih Kevin” ucap Zidan dan juga Sheana.
“Hemm”
“Oh iya nona Sheana, berhati-hatilah dengan temanmu” pesan Kevin sebelum pergi.
“Teman? Siapa?”
“Tanya suamimu, dia tahu siapa” kata pria itu dan langsung pergi dari kamar kakaknya.
“Siapa yang dimaksud Kevin?” tanya Sheana kemudian saat Kevin sudah pergi.
“Nanti aku ceritakan, aku pengen manja-manja dulu sama kamu. boleh kan?” ucap Zidan dan melingkarkan tangannya di pinggang Sheana.
“Iya..”
Sheana menemui Kevin di halaman samping rumah kebetulan pria itu tengah duduk sambil membaca buku seorang diri.
“Aku ingin bicara denganmu” ucap Sheana yang sudah berada di sebelah Kevin.
Kevin langsung menoleh melihat kakak iparnya itu,
“Ada apa?” jawab Kevin.
“Apa yang terjadi dengan Zidan, kenapa perutnya bisa terluka?” tanya Sheana penasaran, dia sempat bertanya pada Zidan tadi tapi pria itu tidak mau menjawab.
“Kenapa tanya padaku? Memangnya kakakku tidak memberitahumu?” pungkas Kevin balik bertanya.
“kalau dia memberitahuku, tidak mungkin aku bertanya padamu”
“Duduk dulu,” ucap Kevin dan langsung bangkit dari duduknya, ia mempersilahkan Sheana untuk duduk di kursi yang ia duduki. Sedangkan dia langsung berpindah ke kursi yang lain.
Sheana langsung duduk di tempat Kevin duduk tadi, dia melihat pria itu kembali yang belum menjawab pertanyaannya soal Zidan.
“Kau ingin tahu kakakku kenapa bisa terluka?” tukas Kevin sambil menatap kearah Sheana.
“Kenapa?”
“Dia begitu karena mencarimu di club, dan dia tak sengaja bertemu temannya dan membantu mereka. Zidan yang tidak fokus akhirnya ketusuk pisau hingga membuatnya tidak sadarkan diri selama dua hari” jelas Kevin.
__ADS_1
Sheana menutup mulutnya, ia menatap tak percaya pada Kevin soal Zidan yang tidak sadarkan diri selama dua hari.
“Kau serius, dia sempat tidak sadarkan diri?” pungkasnya.
“Apa wajahku terlihat berbohong”
“Dan aku nasehati dirimu, okelah kalau kau anak manja atau anak yang semaunya sendiri mulai sekarang buang sifat egoismu. Kalau kau begitu terus, maka akan ada celah bagi orang yang akan merusak rumah tanggamu dengan Zidan. Contohnya seperti temanmu si Toni brengsek itu,” lanjut Kevin menasehati Sheana.
“Toni? Maksudmu rekan kerja Zidan?” tanya Sheana.
“Hemm, dialah biang kerok masalahmu. Foto-foto yang kau dapat itu asalnya dari dia dan juga dari Gladys mereka berdua bersekongkol untuk menghancurkan rumah tanggamu”
“Apa..kau bercanda mana mungkin Toni begitu padaku?”
“Tanya saja sendiri pada kakaku, atau pada orang brengsek itu”
“Besok akan aku tanya dia, kalau memang dia awas saja karena membuatku salah padam pada Zidan. Aku tidak akan bisa memaafkan pria itu” Sheana mengepalkan tangannya.
.....................................
Sheana mengajak bertemu Toni, dia menunggu temannya dari kecil itu disebuah Cafe, Sheana menemui Toni dengan diantar oleh Kevin karena dia memang sengaja tidak bilang pada Zidan kalau ia akan menemui Toni saat ini.
“Sheana..” seru Toni yang baru saja datang dan langsung memanggil Sheana yang tengah duduk di salah satu meja kosong yang ada di Cafe itu. wajahnya begitu sumringah melihat Sheana yang akhirnya sudah kembali. Tapi wajahnya langsung berubah datar saat melihat siapa yang bersama Sheana saat ini. dia tahu siapa itu, itu adik dari seniornya tapi kenapa dia datang bersama dengan Sheana.
Sedangkan Sheana hanya melempar senyum tipis sambil melambaikan tangannya,
“Kapan kau kembali, aku dengar kau menghilang seminggu ini. kau pergi kemana Sheana?” tanya Toni.
“Aku tunggu diluar saja, kalian bicaralah” ucap Kevin dia memilih untuk pergi keluar saja karena mereka mengira nanti dirinya jadi mat0amat kakaknya.
“Nggak perlu Kevin, kau disini saja. aku hanya ingin memberi pelajaran pria munafik ini” ucap Sheana.
“Apa maksudmu Sheana?” tanya Toni tak mengerti, dia menatap Sheana bingung.
Sheana yang tadinya duduk langsung berdiri dan dia tiba-tiba saja menendang lutut Toni hingga membuat pria itu berlutut didepannya.
“Arkhh” Rinth Toni terjatuh didepan Sheana.
“Sheana kau apa...”
“Nggak usah berlagak bego deh Toni, aku nggak nyangka kau ternyata munafik. Berani sekali dirimu membuat rumah tanggaku dan Zidan berantakan..aku benci padamu..aku tidak mengangka kau seperti itu. aku peringatkan padamu, kalau kau sampai membuat sandiwara murahan seperti ini lagi..aku benar-benar tidak akan pernah memaafkan dirimu. Ayo Kevin kita pulang” pungkas Sheana dan langsung pergi.
“Sheana, tunggu sebentar Sheana” panggil Toni yang belum berdiri.
Baru saja Toni akan berdiri, tetapi sudah di dorong lagi oleh Kevin,
“Kau dengar peringatan dari temanmu itu, itu baru dia belum suaminya yang bertindak. Kau tahu sendiri kakakku orangnya seperti apa..kau tahu kan..” ledek Kevin menatap Toni yang terduduk di lantai.
“Bye, sampai ketemu lagi..” sinis Kevin sambil berlalu pergi meninggalkan Toni yang tampak kesal bahkan pria itu terdengar mengumpat.
°°°
__ADS_1
T.B.C