PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 67


__ADS_3

Sheana duduk di kursi taman seorang diri, dia sudah bicara dengan James dan sepupunya itu juga sudah pergi duluan karena ia bilang kalau akan di jemput oleh Zidan. Tapi sampai satu jam dia menunggu Zidan belum juga datang membuat kesabaranya habis.


“kemana dia? kenapa sampai sekarang belum dateng juga” ucap Sheana berdiri dari duduknya sambil berjalan kearah jalan raya. Lebih baik dia pulang daripada menunggu sendiri seperti orang hilang.


Sheana berdiri di pinggi jalan mencari kendaraan yang bisa ia naiki untuk pulang ke apartemen. Tak lama kemudian sebuah taksi berhenti didepannya dan Sheana langsung masuk kedalam taksi tersebut.


“Zidan kau keterlaluan, kau menyuruhku untuk menunggu tapi kau tidak datang juga. alau kau sibuk seharusnya kau mengabariku. Tapi apa ponselmu malah mati” kesal Sheana berbicara sendiri mengutarakan kekesalannya.


“Maaf nona bicara dengan siapa?” tanya supir taksi tersebut.


“ngomong sendiri” jawab Sheana ketus.


Sopir tersebut langsung diam, karena penumpangnya tak menunjukkan keramahannya sama sekali.


“Aku minta maaf pak, nggak usah tersinggung. Salah bapak sendiri sih yang tanya-tanya segala” ucap Sheana mendongak melihat pria paruh baya itu yang langsung diam. Ia jadi merasa tak enak sudah membentak orang lebih tua. Ucapannya Zidan terulang terus dikepalanya soal ia yang harus berbicara sopan dengan orang tua dan menyuruhnya untuk bilang maaf setiap dia membuat kesalahan.


“Iya nona tidak apa-apa kok, saya yang salah. Tapi kalau boleh tahu kenapa nona ngomel-ngomel sendiri, apa sedang ada masalah” ucap pria itu.


“Nggak ada pak, bapak nggak usah dengerin saya fokus saja nyetirnya. Saya memang tukang ngomel” pungkas Sheana.


“ya sudah kalau begitu nona” ucap sang supir taksi.


..........................................


Waktu sudah hampir sore dan dia baru saja sampai ditaman karena jarak rumah sakit tempat Gladys di rawat berlawanan arah dengan taman dimana Sheana menunggunya. Itulah bodohnya dia kenapa bisa lupa soal Sheana dan malah pergi ke rumah sakit yang sangat berlawan dari tempatnya bekerja.


Zidan berlari ke tempat dimana Sheana memberitahunya tadi, namun sayang tak ada Sheana di sana tempat itu sudah di duduki oleh orang lain.


“apa Sheana sudah pergi” gumamnya sambil melihat sekilas orang yang duduk di kursi taman tersebut.


Zidan langsung buru-buru mengambil ponselnya untuk menghubungi sang istri,


“Ah sial, ponselku lowbat” ucapnya kesal saat menyadari kalau ponselnya mati. Zidan dalam kebingungan saat ini, ia harus bagaimana untuk mencari tahu istriya dimana sekarang.


Zidan akhirnya langsung berlari mengitari setiap sudut taman mencari keberadaan Sheana, dia harus menemukan istrinya sekarang.

__ADS_1


“Sheana, Sheana” teriaknya memanggil – manggil sang istri. Ia tak perduli orang-orang melihat kearahnya.


Tak ada yang menyahutinya, membuat Zidan semakin bingung tentang keberadaan Sheana saat ini.


“Bu..bu, maaf mengganggu sebentar. Ibu lihat perempuan putih,tinggi rambut sebahu dan sedang hamil” tanya Zidan pada seorang ibu-ibu yang lewat di sebelahnya.


“Maaf mas saya nggak tahu coba masnya tanya ke orang yang disana siapa tahu dia melihat orang yang mas cari” ucap ibu-ibu tersebut.


“Terimakasih bu,” ucap Zidan dan langsung mencari ketempat lain.


“Maaf mas mbak, mengganggu waktunya sebentar. Kalain berdua lihat perempuan hamil tinggi, putih dan rambut sebahu ada disini tadi” tanay Zidan pada kedua orang itu.


“Tadi sih dia naik taksi mas” jawab perempuan muda itu.


“Dia naik taksi ya mbak?” ucap Zidan.


“Iya mas, tadi saya lihat juga kok kalau orang yang mas cari naik taksi” sahut teman pria dari perempuan tersebut.


“Ya sudah kalau begitu mas mbak. Terima kasih sebelumnya” ucap Zidan dan langsung pamit pergi.


.........................................


Sheana masuk kedalam apartemen Satria, dia masuk begitu saja saat dibukakan pintu oleh adiknya. Dia malas pulang kerumah, ia sangat kesal karena Zidan membohongi dirinya,


“Tumben kakak main ke apartemenku” tanya Satria smabil berjalan menyusul kakaknya yang sudah duduk di sofa smabil melempar tas kecil ke lantai.


Satria hanya diam saja melihat Sheana yang melempar tas ke lantai,


“Males dirumah, buatin aku jus mangga” ucap Sheana memerintah Satria.


“Nggak ada mangga di apartemenku, adanya jeruk. Mau nggak?”


“Terserah apa aja”


“Aduhh..” rintih Sheana sambil memegangi perutnya yang sedikit nyeri.

__ADS_1


“Ada apa kak? Kakak kenapa?” tanya Satria dan dia langsung menuju ke Sheana.


“Aku tidak pa-pa hanya keram sedikit saja perutku”


“Makanya jangan marah-marah gitu kak, mending cerita aja sama aku. ada apa daripada dipendem anak kamu nanti malah aktif bergerak karena liat ibunya marah-marah. Dia nanti juga ikut marah” pungkas Satria.


“Buatkan aku minum dulu, jangan banyak bicara” ketus Sheana.


“Iya, mau makan sekalian nggak. Aku pesenin”


“Terserah kau saja, aku pusing. Aku numpang tidur,” ucap Sheana dan akan berbaring di sofa.


“Kak, kak jangan berbaring disitu. kau bikin ngilu aja kalau jatuh gimana, tidur sana di kamar atau dibawah aku ambilkan kasur lantai” ucap Satria yang ngeri sendiri saat melihat kakaknya tidur miring di sofa. Ia takut saja kalau kakaknya jatuh dari sofa.


“Ya sudah cepat” ucap Sheana.


“dasar tukang memerintah, kemarin-marin aja nggak nganggep adik” sindir Satria. Dia walaupun mengomel tetap mengambil kasur lantai untuk kakaknya dan menggelarnya di lantai dekat sofa ruang tvnya.


“Tuh udah, tidur di sana. Aku buatkan minum dulu sama aku pesanin makanan dulu kak” ucap Satria langsung berjalan pergi tapi langkahnya berhenti karena ucapan Sheana.


“Untung kau ada disini, aku bisa kabur ketempatmu. Apakabar diriku nanti kalau kau kembali ke Semarang” pungkas Sheana tulus dari dalam hatinya.


“Aku cuman sebentar di Semarang, setelah itu aku kembali lagi ke Jakarta. Karena aku bakal kerja di kota ini” pungkas Satria.


“Jangan bercanda, ibumu itu pasti tidak akan mengijinkannya”


“Ibu tidak mengijinkan kalau ayahku sudah mengijinkan tentu saja aku bakal bekerja disini” ucap Satria. “kakak nggak usah khawatir tidak ada tempat curhat atau teman, bakal ada aku. ada kak Sean juga kan. aku dengar sepupu terdekatmu juga datang kan”


“Dia tidak menetap disini, kak Sean? Kalau dengannya aku belum bisa terbuka” “tunggu, kenapa aku jadi curhat denganmu, cepat buatkan aku jus Jeruk. Aku haus..’ ucap Sheana dan merengek.


“Iya kakakku yang sedang hamil. kak Sheana hamil jadi berubah ya aku lebih suka dirimu yang sekarang. Baguslah anakmu berarti anak pintar nantinya. Sebentar ya aku buatkan jus dulu” ucap Satria sambil berjalan pergi setelah bicara dengan kakaknya tersebut. Sebelum kakaknya mengomel ia akan membuatkan jus lebih dulu dan menanyakan alasan kakaknya yang datang ke apartemennya saat ini tanpa sang suami. tapi untuk menanyakan itu, itu bukan ranahnya. Ah semakin membuat bingung saja kenapa dengan kak Sheana, batin Satria.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2