PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 31


__ADS_3

Zidan saat ini sudah mengemudikan mobil milik Sheana sedangkan Sheana meracau sambil mengomel dalam kondisi mabuk disebelahnya. Zidan cukup kencang menjalankan mobil tersebut, dia sudah mulai merasakan sensasi dari minuman yang telah di beri obat tadi badannya sudah mulai terasa panas tak karuan. Bodohnya dia tadi kenapa juga ia langsung meminum itu bukannya membuang kesembarang arah malah di tegak begitu saja, entah pikirannya tadi begitu kacau takut Sheana yang malah akan meminumnya.


“Ah ****, “ desis Zidan saat dia mulai merasakan pengaruh obat tersebut.


“Kau kenapa selalu muncul didepanku hah, kenapa kau ikut campur urusanku” maki Sheana sambil menunjuk-nunjuk Zidan.


Zidan mengabaikannya saja, dia langsung membelokkan mobil yang ia kemudiakan di sebuah parkiran apartemen miliknya.


“Ayo turun dari mobil” ajak Zidan saat mobilnya sudah berhenti.


“Aku tidak mau, aku mau pulang kau saja yang turun” tolak Sheana.


Zidan langsung turun lebih dulu, percuma meminta Sheana untuk turun mereka malah berdebat satu sama lain.


Zidan langsung membuka pintu Sheana membantu perempuan itu keluar dari mobil, saat kulitnya bersentuhan dengan kulit Sheana hatinya semakin bergejolak tak karuan. Dia melihat sekitar mencari orang untuk membantunya, kalau ia terus berdekataan dengan Sheana bisa-bisa hal tak terduga terjadi saat ini. tapi sayang tak ada seornagpun yang berlalu lalang disiang hari ini.


“Dimana aku, kenapa kau membayaku kesini?’ ucap Sheana sambil melepaskan diri dari Zidan dia menatap sekilingnya dengan sempoyongan.


“jangan banyak tanya, kau masih bisa jalankan. Ayo” ucap Zidan sambil menarik Sheana kuat dia tak bisa berlama-lama disini dan juga tak bisa meninggalkan Sheana begitu saja perempuan itu dalam keadaan mabuk.


Sheana tertarik begitu saja karena cekalan kuat Zidan,


Beberapa menit mereka berdua sudah sampai di apartemen Zidan, Zidan langsung berlari begitu saja meninggalkan Sheana yang sudah ada didalam apartemennya.


“Kau mau kemana, hei polis sombong kau mau kemana” teriak Sheana smabik menunjuk-nunjuk Zidan yang berlari kedalam kamar mandi.


Sheana yang kesal langsung mendudukkan dirinya di sofa yang berada disitu dia membuang bantal-bantal tersebut ke lantai karena kesal di tinggal begitu saja oleh Zidan.


“Tadi pria bernama Riko itu memberiku minuman, terus polisi sombong itu datang langsung minum. Kenapa dia jadi aneh begitu” meskipun mabuk Sheana masih bisa sedikit berpikir.


“Ah bodo amat,” Sheana mengabaikan pikiran itu kepalanya terasa pusing membuat dirinya langsung merebahkan begitu saja tubunya di sofa.


Sedangkan Zidan menahan gejolaknya sendiri, badannya terasa panas sekujur tubuh dan kepalanya juga sudah mulai terasa pusing.


“Tahan Zidan tahan, kau bisa mengendalikannya” gumam Zidan sambil memukul-mukul tembok kamar mandi


Zidan langsung mengambil showe menyirami dirinya sendiri dengan air, mencoba menahan nafsunya yang semakin bergelora.


Tok, tok,


Ketukan yang terdengar gedoran membuat dirinya mengalihkan pandangan kearah pintu.


“Hoi buka pintunya, aku mau muntah buka pintunya” Sheana menggedor-gedor pintu kamar mandi tersebut.


“Kau denger aku tidak sih buka,” gedoran Sheana semakin keras sednagkan Zidan malah bergejolak mendengar seruan Sheana mendengar suara gadis itu malah membuatnya semakin berdebar tak karuan.

__ADS_1


“Buka pintunya, aku sudah tidak tahan perutku mual” lagi Sheana berteri sambil menggedor cukup kuat pintu kamar mandi itu.


Zidan membanting kesal Showe miliknya, dan langsung cepat kearah pintu membukakan pintu tersebut untuk Sheana. Saat pintu terbuka Sheana langsung berlari masuk dan berjongkok ke closet mengeluarkan isi perutnya.


Zidan yang melihat Sheana dari belakang, meneguk ludahnya sambil berusaha mengendalikan nafsunya.


“Sudahkan cepat keluar dari sini,” ucap Zidan pada Sheana yang terlihat mengambil nafas. Perempuan itu langsung berdiri menatap Zidan kesal karena diusir begitu saja, tapi tatapannya berubah menjadi cemas saat melihat seluruh tubuh pria itu basah bahkan wajah Zidan terlihat pucat.


“Kau kenapa? Kau sakit?” tanya Sheana dan akan menyentuh wajah Zidan tapi Zidan langsung mundur tidak membiarkan Sheana menyentuhnya.


“Aku bilang pergi dari sini,” tegas Zidan.


“Kau sakit? Kenapa polisi bisa sakit. Lepas baju basah..” ucap Sheana sambil mendekat Zidan yang malah semakin mundur bahkan pria itu keluar dari kamar mandi untuk menghindari sentuhan dari Sheana.


“Kau kenapa sih, kemari aku lepas bajumu” paksa Sheana dan akan melepaskan jaket Zidan. Zidan yang tadinya mundur tak terburu karena Sheana langsung menahan lengannya dan memaksa Zidan melepas jaket tersebut.


Zidan merasa suara Sheana yang mencemaskannya itu terdengar seksi dan menggoda, tapi Zidan langsung menggelengkan kepalanya untuk menghalau pikiran itu.


Tanpa di duga Sheana langsung menyentuh dahi Zidan membuat Zidan melihatnya nanar, suhu tubuhnya semakin memanas dengan sentuhan tersebut.


“Aku memang bodoh menyukaimu, padahal kau tidak senang denganku. Bahkan aku sekarang bodoh sudah mengkhawatirkan dirimu.” Ucap Sheana dengan sedikit melantu tentu saja perempuan itu masih dalam pengaruh alkoholnya.


“Ijinkan aku satu kali menciummu, setelah ini aku bakal menghilang dari hidupmu. Aku memang bodoh, bodoh sekali, kenapa kau menggoda dengan rambut yang basah seperti ini” ucap Sheana lagi tanpa menunggu dia mencium bibir Zidan.


Zidan yang dalam pengaruh obat perangsang tentu saja semakin menggila pikirannya mulai tak terkontrol saat Sheana meciumnya seketika seoralah-olah ada aliran listri yang menyambar tubuhnya sentuhan Sheana menjadi sebuah maghantarkan sensai yang membuatnya menggila sekarang.


Zidan membalas ciuman itu ******* habis bibir Sheana, dia langsung menggendong Sheana sambil terus mencium bibir manis terseut menuju kamarnya.


Ciuman mereka semakin memanas tak kala Zidan menaruh Sheana di ranjang, bahkan pria itu berada di atas Sheana saat ini.


“Aku minta maaf, tapi..tapi aku, aku akan tanggung jawab” ucap Zidan terbata saat melepaskan ciumannya pada Sheana.


Sheana malah mengalungkan tangannya di leher Zidan, Zidan semakin menjadi dan tak tahan lagi. Dia langsung mencium Sheana lagi mengungkung perempuan itu dibawahnya


“Kau tumben agresif dneganku, kau menginginkan di...” belum sempat Shean bicara Zidan yang tadi menciumi leher Sheana langsung menutup mulut Sheana dengan bibirnya. ******* habis bibir itu kembali.


Tangan Zidan mulai menjelajah, membuka risleting depan baju Sheana dan mengangkat baju itu keatas melepaskannya begitu saja serta membuangnya kesembarang arah. Zidan menatap wajah Sheana yang tampak tersenyum padanya saat ini perempuan itu malah terlihat menggoda dirinya, pancaran api gairah membuat Zidan langsung menerkam Sheana, Zidan juga langsung melepaskan pakaiannya rasanya adik juniornya sudah tak tahan dengan ini semua. Ia melepas pakaianna dengan cukup cepat, Sheana yang mengerti juga melepaskan semua miliknya hingga dia tak memakai sehelai benangpun.


Dan hal yang tak semestinya terjadi, Zidan yang tengah dalam pengaruh obat perangsang membobol Sheana begitu saja dan Sheana yang dalam keadaan mabuk tentu saja tak menolaknya sama sekali ia menikmati setiap sentuhan dari Zidan yang menurutnya aneh karena pria itu menginginkan dirinya sekarang.


....................................................


Sheana terbangun dari tidurnya sehabis dia melakukan pergulatan cukup panjang di siang bolong. Ia terbangun karena tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang membuat badannya terasa berat.


“Apa ini, kenapa berat sekali” ucapnya yang belum membuka mata dan berusaha untuk bangun. Dan dia sedikit terkejut saat matanya sudah terbuka melihat sebuah tangan yang memeluknya saat ini.

__ADS_1


“Tangan siapa ini?” herannya dan langsung menoleh dan sedikit menyingkap selimutnya matanya terbuka lebar saat melihat wajah siapa yang tertidur disebelahnya saat ini. dan matanya semakin melebar saat dia melihat pria itu tak memakai baju hanya berselimut bersama dengannya.


Sheana langsung melihat dirinya sendiri yang ternyata dalam kondisi sama, sama-sama tak memakai sehelai benangpun di tubuhnya.


“Apa yang aku lakukan tadi, kenapa aku bisa disini dengan polisi sombong ini” ucap Sheana gugup sendiri, dia tak ingin apa yang terjadi padanya.


“Arggh, kepalaku pusing” umpatnya saat mencoba mengingat apa yang telah mereka lakukan tadi. Dan Sheana teringat dia tadi di Bar dan Zidan datang begitu saja saat dia ingin minum dengan pria ditambah ingatannya saat di mobil ia mengumpati Zidan setelah itu ia tidak ingat lagi.


“Aduh kepala ku pusing, kenapa aku bisa disini” bingungnya lagi.


Sheana yang kebingungan tak sengaja melihat kesamping saat Zidan ada pergerakan, ia langsung melihat wajah tampan pria itu yang semakin mendekatkan wajahnya kearahnya.


Sheana cukup terpana dengan wajah tampan Zidan yang tengah tidur itu, hidung mancung wajah bersih serta putih. Perlahan tangan Sheana tanpa sadar terangkat memegang hidung Zidan.


“Sempurna seperti kriteriaku” gumam Sheana tapi dia langsung sadar kalau Zidan sudah ada tunangan dan pria itu tak mencintainya. Dia tak ingin memiliki rasa cinta itu lagi,


Sheana langsung menjauhkan dirinya melepas paksa tangan Zidan yang memeluknya, dia menjauhkan dirinya sendiri smabil melihat baju-bajunya yang berserakan.


“Aku harus pergi dari sini, aku tidak mungkin ada disini terus. Pria ini pasti akan menuduh diriku yang memulainya” pikir Sheana dan dia langsung bergegas turun dari tempat tidur dengan perlahan mengambil baju Zidan yang tentu saja akan ia pakai untuk ke kamar mandi. ia harus pergi dari sini sebelum polisi itu bangun, batin Sheana dan langsung berlari ke kamar mandi sambil membawa bajunya yang dia ambil dari lantai.


..........................................


Setelah beberapa jam Zidan akhirnya bangun saat azan berkumandang, dia langsung membuka matanya dan melihat kamarnya yang cukup gelap karena lampu belum dinyalakan.


Zidan merasakan begitu pusing dikepalanya, ia memijat kepanya sambil menyandarkan dirinya di sandaran tempat tidur.


“Apa yang terjadi padaku?” ucapnya berusaha mengingat saat dia belum tersadar dari apa yang terjadi.


Seperkian detik matanya langsung melebar dan dia langsung melihat kesebelahnya yang sudah kosong.


“Dimana Sheana?” ucapnya saat tak mendapati Sheana ada di situ. Dia ingat tadi dia melakukan hal yang tak seharunya pada perempuan itu ia terpengaruh obat perangsang.


Zidan langsung melilitkan selimut ditubuhnya, dia harus mencari Sheana dimana sekarang ia akan meminta maaf pada perempuan itu.


“Sheana, Sheana,” panggi Zidan smabil menyalakan lampu di kamarnya, tak ada sahutan saat lampu menyala.


“Dimana perempuan itu, apa dia sudah pergi?” batin Zidan saat melihat apartemennya yang cukup sepi.


Zidan langsung melihat sekeliling kamarnya yang berantakan, dan matanya langsung memincing tajam saat melihat noda merah di selimutnya.


“Apa itu, jangan-jangan..” ucapnya tercekat saat melihat noda merah tersebut.


“Yaampun kenapa aku bisa begini, dan bodohnya aku kenapa melakukan hal tersebut. Gladys, apa yang harus aku katakan pada Gladys, astaga aku mengkhianatinya.” Geram Zidan dan dia duduk di pinggir tempat tidurnya mengacak rambutnya. Dia pusing harus apa sekarang dan bodohnya dia kenapa saat ia meminum minuman yang sudah tercampur obat perangsang itu dia tak memikirkan Gladys sama sekali.


Zidan merasa frustasi dengan dirinya sendiri, apa yang harus ia lakukan kedepannya kalau Sheana sampai hamil anaknya.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2