PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 60


__ADS_3

Sean dan juga Jason sudah sampai di kantor polisi dimana Hadi ditahan saat ini, dua orang itu berjalan cepat masuk kedalam dan melihat Hadi tengah di introgasi di ruangan mereka bisa melihat melalui kaca yang tak di tutup dari dalam. Seorang penyidik tengah mengintrogasi Hadi saat ini terlihat pria yang cukup umur itu tampak mengelak dan emosi.


Jason langsung melihat kearah Sean, kedua orang itu seperti sedang menyatukan fikiran mereka.


“Terserah Om saja kalau menemui kakek, aku diluar saja” ucap Sean pada akhirnya.


“Kau tidak ingin masuk menemui kakekmu.” Tanya Jason melihat Sean yangs esekali melihat kedalam kearah Hadi.


“nanti saja, Om masuk dulu saja” jawab Sean sekilas melihat Jason.


“Ya sudah, Om masuk dulu” Jason mendekatkan dirinya kearah kaca, mengetuk kaca itu agar dua orang penyidik di dalam mendengarnya.


Sontak ketiga orang yang berada di dalam langsung melihat keluar, Hadi yang melihat cucu dan anaknya sudah datang tampak senang karena kedatangan kedua ornag tersebut pasti ingin membebaskannya.


“Ada apa?” tanya seorang penyidik yang membuka pintu melihat kearah mereka berdua.


“Saya ingin bicara dengan ayah saya terlebih dahul, bisakah saya menemuinya” ucap Jason meminta ijin pada penyidik tersebut.


“Inspektur Deo merek ingin bicara dengan tuan Hadi, diizinkan atau tidak” penyidik yang berada di ambang pintu meminta ijin lebih dulu pada rekannya yang ada di dalam.


“suruh mereka masuk” perintah polisi berseragam preman yang bernama Deo itu.


“Silahkan masuk,” ucap penyidik yang berhadapan dengan Jason. Jason yang diijinkan amsuk langsung berjalan menghampiri sang ayah yang tampak senang.


“Papa tidak apa-apa kan?” tanya Jason memastikan kalau kondisi ayahnya tidak apa-apa.


“Papa tidak pa-pa, dimana kakakmu kenapa hanya kau dan Sean yang datang kesini. Cepat bebaskan papa dari sini Jason”


“Kak Johan ada urusan dengan rekan kerjanya jadi hanya Sean yang mewakili disini” bohong Jason,


“Lalu kenapa Sean tidak kau ajak masuk kedalam” heran Hadi karena Sean tak ikut juga masuk kedalam ruangan dirinya di introgasi.


“Dia ingin masuk sendiri nanti” jawab Jason. “Papa sebenarnya melakukan kesalahan apa? sampai-sampai polisi menangkapmu dan bukannya kau kebal hukum pa. Siapa yang melaporkanmu” lanjut Jason yang penasaran siapa yang melaporkan ayahnya ke polisi.


“Papa tidak salah, papa tidak melakukan apapun. Ini pasti Sheana, anak haram kakakmu itu pasti yang melaporkan papa Jason. Tolong ebbaskan papa dari sini, kau tidak kasihan dnegan papa yang sudah tua ini” Hadi menuduh kalau Sheana yang melaporkannya ke kantor polisi karena baginya siapa lagi yang berani melaporkan dirinya kecuali cucunya itu.


“papa jangan asal menuduh seperti itu, mana mungkin Sheana yang melaporkan papa dia tidak mungkin seperti itu”


“Kata siapa tidak mungkin, dia benci dnegan papa siapa tahu dia mau balas dendam akn perbuatan papa dulu”


“Kalau memang Sheana yang melaporkannya, aku telpon dia dulu agar ma membe...”


“Papa..” seorang masuk kedalam ruangan itu dan memanggil Jason. Sontak jason langsung melihat ke arah belakangnya.


“Julian, “ Jason yang tadinya akan menelpon Sheana langsung mengurungkan niatnya saat melihat sang anak datang menemui dirinya dan juga kakeknya.

__ADS_1


“Julian kau kesini mau membebaskan kakek juga kan, ayo Julian bebaskan kakek. Kau pemilik ravero Group saat ini jadi polisi dan para pengacara akan membantumu” ucap Hadi pada sang cucu.


“Maaf kek, aku kesini bukan untuk membebaskan kakek. Tapi aku kesini karena aku lah yang menyuruh polisi untuk menangkap kakek saaat ini” jelas Julian.


“APA??” Jason dan juga Hadi tampak terkejut mendnegar pengakuan dari Julian.


“Kau tidak salah bicarakan Julian, kenapa kau memasukkan kakekmu sendiri kedalam penjara” ucap Jason.


“Julian apa maksudmu, apa alasanmu memasukkan kakek kesini. Cepat bebaskan kakek, atau kau berbuat begini karena Sheana yang menyuruhmu”


“Bukan, tapi aku sendiri yang ingin memasukkan kakek kesini. Kakek tidak tahu kesalahan kakek atau pura-pura tidak tahu” pungkas Julian menatap kakeknya yang tak percaya cucunya yang melaporkan ia ke polisi.


“Julian, jangan begitu dengan kakekmu” ucap Jason menasehati anaknya.


“Aku kenapa pa, apa aku salah sebagai setengah pemegang saham melaporkan orang yang korupsi di perusahaan yang aku pimpin. Papa tidak lihat berapa triliun yang kakek korupsi. Dia melakukan kerja sama dengan pihak lain, mengambil uang mereka tapi memberikan fasilitas pada mereka sungguh di luar nalar”


“Julian apa buktimu kakek melakukan itu, kakek tidak...”


“Jangan menyangkalnya kek, aku punya bukti semuanya. Apa perlu aku share ke media bagaimana pimpinan Ravero dulu merampok uang yang bukan miliknya” sela Julian menatap sinis kakeknya.


Dia memang selama ini dianggap lemah oleh kakeknya sendiri, dan tak di percayai melakukan apapun. Jadi saat sepupunya Sheana meminta bantuan padanya ya pastilah ia menerima karena pelakuan yang Sheana terima hampir sama dengan perlakuan yang dia terima juga.


Juilian dan Sean selama ini menentang perlakuan kakek mereka. Tapi Sean memilih menjauh dair hidup kakeknya. Dan Sheana yang sebenarnya tak pernah dianggap oleh kakek mereka sedari dulu begitu dekat dengan Hadi karena belum mengetahui kebusukan kakek mereka. Saat Sheana tahu semuanya dia mengajak Julian kerjasama untuk membungkam kakek mereka.


“maaf kek aku bukannya kurang ajar padamu tapi aku ingin kau menyadari kesalahanmu ini” jawab Julian sambil mendekat kearah kakeknya.


“kek, aku rasa lebih baik kau di penjara gara-gra ini daripada kau di penjara gara-gara menjadi salah satu gembong Narkoba. Kau tahu kan hukuman di negara ini kalau menjadi bandar besar. Seumur hidup kek, lebih baik kau dipenjara karena korupsi karena sewaktu-waktu aku bisa membebaskanmu karena aku yang menuntut dirimu” lanjut Julian berbisik di telinga kakeknya.


“Kau, kau benar-benar lebih iblis dari Sheana ternyata, percuma aku selama ini menyayangimu tapi balasanmu seperti ini padaku” Hadi begitu marah pada cucunya itu mendorong kuat tubuh Julian dan akan menghajar cucunya tapi dua penyidik yang sedair tadi mengamati mereka langsung sigap memegangi Hadi agar tidak memukul Julian.


“Julian, papa tidak pernah mengajarimu berbuat buruk pada kakekmu. Apa yang kau lakukan sekarang” jason juga tak habis pikir dengan anak sulungnya itu.


“Tapi papa mengajariku untuk berbuat jujurkan, kakek tidak jujur pa maka ini hukumannya. Dan kau kakek, kau memang memeberiku kasih sayang yang sangat lebih tapi kau lupa..kau juga selalu membandingkanku dengan James. Kau juga selalu memakiku padahal yang selalu salah James dan yang selalu membangkangmu Kak Sean tapi apa? kau masih memikirkan mereka kan. ahli warismu saja bukan aku atau papaku tapi papa Johan yang menjadi ahli warismu padahal dia saja tidak menginginkannya” Julian mengungkapkan suara hati yang selama ini dia pendam, jujur dia tidak terima atas perlakuan kakeknya itu pada keluarganya. Papanya juga anak dari Hadi ravero tapi kenapa kembaran dari papanya yang malah mendapatkan warisan semuanya jelas-jelas Papa Johannya tidak menginginkan hal itu.


“Kau sudah termakan omongan Sheana, anak harma itu sudah meracunimu Julian. Kau akan me...”


“kakek, cucu harammu itu yang malah menolongmu dari lubang kegelapan Marco dan yang menolongmu agar semua hartamu masih ada saat kau di penjara nanti. Dia mengalihkan semuanya atas namanya dan papa karena dia tidak ingin kau melarat dan hartamu disita. Kau bodoh juga ya kek, tidak bisa berpikir sejauh itu. kakek jangan pernah menyalahkan Sheana lagi, kalau kakek sampai ingin mencelakai dan menyalahkan dia kakek bukan hanya berhadapan dengan Sheana saja tapi dengan diriku dan yang lainnya. Camkan itu” Julian mengancam kakeknya dengan tangannya yang terkepal melihat Hadi yang syok dengan ucapannya. Entah syoknya kakeknya itu karena kebaikan Sheana atau karena dirinya yang berani memenjarakan seorang Hadi Ravero.


“Pa, aku pergi dulu. aku ada urusan dengan kak Sean” ucap Julian yang pamit pergi.


Jaosn sendiri terperangah dengan sikap anaknya yang tak banyak omong tapi kenapa saat ini Julian begitu mengerikan dimatanya.


Dan Jason baru menyadari kalau Sean tidak ada di luar, padahal tadi keponakannya itu menyuruhnya masuk duluan tapi malah sekarang tidak ada.


“Pa..” Jason akan mendekat kearah papanya yang terlihat syok karena di asingkan oleh keluarganya sendiri.

__ADS_1


“Jangan mendekat, kau pergi saja. aku ingin sendiri” usir Hadi pada Jason.


“Tapi pa,..”


“Aku bilang aku ingin sendiri pergi dari sini Jason. Penyidik tolong bawa aku ke sel sekarang” ucap Hadi menyuruh dua penyidik itu memasukkannya kedalam sel sekarang. Karena moodnya juga sedang tidak ingin di introgasi lagi.


.........................................


Sheana baru bangun dari tidurnya, dia sudah tak melihat suaminya berbaring disebelahnya saat ini. sebelahnya sudah kosong tak ada orang bahkan suasana kamar juga begitu sepi tak terdengar ada orang didalam. Perlahan Sheana melangkah kan kakinya turun mengambil sandal rumah yang ada di abwah tempat tidur. Ia akan pergi ke kamar mandi dulu untuk mencuci mukanya.


Tapi baru saja dia berdiri, kepalanya teras apusing dan perutnya mual membuatnya merasa jengah saja dengan hal ini. morning sicknessnya jarang sekali muncul di mood yang bagus tapi saat moodnya tidak bagus pasti dia selalu mengalami morning sickness.


“hah, kenapa juga ahrus mua begini sih sekarang” kesalnya sambil memegangi perutnya. Usia kandungannya yang ke empat bulan kenapa masih mengalami hal seperti ini batin Sheana dan buru-buru berjalan kearah kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya yang terasa penuh.


Hueeekk, Hueekk


Sheana muntah berkali-kali di closet, ia yang tadinya ingin muntah di wastafel kamar mandi tak keburu karena perutnya sudah begitu terasa mual.


Hueekkk


Lagi rasa ingin muntah masih begitu terasa meskipun dia sudah memuntahkannya.


“kamu kenapa sayang, mual..” tiba-tiba saja Zidan sudah berdiri di belakang Sheana. Sheana melihatnya sekilas, dia sedikit terkejut sih karena tak mendengar langkah kaki Zidan yang masuk kedalam kamar.


“Sudah tahu tapi nanya” ketus Sheana


Hueekkk


Sheana terus memuntahkan isi perutnya, Zidan memijat pelan pundak serta leher Sheana agar istrinya itu mendingan.


“Sudah” tanya Zidan karena Sheana tidak muntah lagi.


“Hemm” jawab Sheana sambil berdiri. Wajah perempuan itu tampak pucat dan terlihat cukup lemas.


“lemes ya, sini aku gendong” ucap Zidan yang melihat betapa lemasnya istrinya tersebut.


“Nggak usah aku bisa ja...”


“jangan keras kepala,” sahut Zidan begitu saja dan langsung menggendong Sheana ala bridal style membawa istrinya itu ke arah tempat tidur.


Sheana hanya diam saja saat zidan menggendong dirinya.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2