
Zidan dan komandannya serta Ilham saat ini sudah perjalanan menuju pulang, mereka satu mobil yang sama dengan Ilham yang mengemudikan mobil tersebut. Zidan sendiri berada di sebelah Ilham saat ini.
“Maaf Ndan ijin bertanya? tadi nona Sheana terus manggil komandan saat lampu mati. Komanda sama nona Sheana kenal dekat sebelumnya?” tanya Ilham penasaran.
“Iya saya dan Sheana memang kenal dekat. Papa Sheana itu sahabat saya saat sekolah dulu, dulu juga saya sering ke Australia buat ketemu mereka disana” jawab Hanif.
“Tadi nona Sheana kayak ketakutan gitu waktu lampu mati, apa dia trauma ya bang. bang Zidan nggak tahu pacarnya ada trauma” ucap Ilham dan melihat kearah Zidan. Zidan sendiri langsung menatap datar Ilham seakan mengancam pria itu untuk tak menyebut Sheana pacarnya.
“Ilham sudah jangan goda Zidan” Hanif yang melihat dua anak buahnya hanya tersenyum.
“Sheana memang punya trauma, dia pernah kejebak di ruang bawah tanah rumah mereka di Sydney.” Ucap Hanif menceritakan tentang Sheana dulu.
“kok bisa kejebak ndan?” tanya Ilham penasaran. Zidan memilih untuk diam mendengarkan saja.
“Dulu dia bilang sengaja di kunci di sana oleh Sean, tapi Sean tidak mengakuinya saat itu” jelas Hanif mengingat Sheana kecil dulu saat dia berada di sana.
“Oh,” ucap Ilham.
“Apa karena itu dia mengingau waktu itu?” batin Zidan mengingat Sheana yang mengingau untuk tidak di tinggalkan.
“Bripka Zidan,” panggil hanif pada Zidan.
“Iya Ndan” Zidan langsung menoleh melihat kearah atasannya yang duduk di belakang.
“Saya tidak tahu kamu dan Sheana ada hubungan apa. tapi pesan saya, tolong kamu jaga dia, dan beri kasih sayang padanya. Dia sangat butuh kasih sayang seseorang” nasehat Hanif.
“Tuh bang dengerin,” canda Ilham.
Zidan menanggapi ucapan atasannya hanya dengan diam saja sambil tersenyum singkat, dia tak berani bilang apa-apa kalau dengan sang atasannya.
............................................
Sheana berdiri didepan rumahnya saat ini, dia berdiri sambil menatap apra reporter yang sudah dia undang.
“Nona Sheana, Nona Sheana ada gerangan apa anda mengundang para awak media kesini. Ada sesuatu yang ingin anda sampaikan kah?” tanya salah satu reporter yang ada disitu.
“Sabar sebentar bisa” jawab Sheana.
“Anda mengadakan konfresnis dadakan seperti ini apa ada hubungan dengan ulang tahun perusahaan papa anda?” tanya wartawan yang lain.
__ADS_1
“Oke jika kalian tidak sabar, dengarkan baik-baik karena saya hanya akan mengatakannya satu kali saja” tegas Sheana menatap mantap beberapa orang yang mengarahkan microfon dan alat perekam padanya.
“Saya Sheana Ravero mengklarifikasi semua berita yang berkaitan dengan saya sebelumnya. Disini saya ingin mengatakan soal hubungan saya yang sempat beredar beberapa bulan lalu.”
“Maaf Nona, apa soal Polisi itu yang dikabarkan sebagai kekasih nona Sheana?” timpal wartawa lain.
“Ya, ini soal polisi tersebut. Saya ingin menyampaikan kalau saya dan polisi itu tidak ada hubungan satu sama lain. Dia hanya membantu saya lari dari keluarga saya dan tidak lebih dari itu. saya ingin memohon maaf pada kelaurga polisi itu ataupun pada keluarga tunangan dari pria itu. saya Sheana ravero memohon maaf sebesar-besarnya karena berita palsu yang merugikan bagi mereka. Sekian dan terima kasih,” ucap Sheana dengan lantang, dan dia langsung masuk kedalam rumahnya saat para wartawan sudah menyerbu dirinya saat ini.
“nona Sheana, nona sheana tunggu sebentar. Tolong jelaskan secara mendetail soal ini, nona Sheana” ucap beberapa wartawan yang ingin mengejar Sheana masuk tetapi sudah di hadang oleh dua orang tinggi tegap yang menghalau langkah mereka.
“maaf tuan dan nona sekalian. Non Sheana butuh privasi, tolong pergi dari sini kalian sudah mendapatkan informasi kan” pungkas salah satu dari pengawal itu yang menghalau para wartawan.
Para wartawan terus mendesak untuk bicara pada Sheana tapi mereka tetap tak bisa masuk karena dua orang didepan mereka begitu kuat menahan.
......................................
Zidan baru saja mandi, dia keluar dari dalam kamar mandi yang ada di ruangannya itu. Rasanya badannya segar kembali saat ini, habis ini dia akan tidur sejenak baru setelah itu dia akan tugas lagi.
Tapi baru saja dia mendudukkan dirinya di kursi kerjanya, pintu ruangannya saat ini terbuka cukup lebar membuatnya sampai terkejut melihat siapa yang membuka pintu ruangannya begitu saja.
“bang, bang ada berita bang” Ilham masuk kedalam ruangan Zidan tanpa mengetuk terlebih dahulu.
“Ilham, bisa tidak masuk ketuk pintu terlebih dahulu” ucap Zidan pada juniornya tersebut.
“Bang Zidan sudah baca berita belum bang?” tanya Ilham sambil memegang ponselnya.
“berita apa?” tanya Zidan tak mengerti.
“Soal nona sheana bang, dia bilang di media kalau bang Zidan sama dia tidak ada hubungan sama sekali” ucap Ilham memberitahukannya pada Zidan.
“kamu bilang apa barusan?” ucap Zidan dan langsung mengambil paksa ponsel Ilham. Dia ingin melihatnya sendiri soal berita tersebut,
Matanya melebar saat melihat judul berita itu , Sheana mengonfirmasi hubungan mereka tidak ada apa-apa.
“Dia benar-benar melakukannya” gumam Zidan saat melihat itu.
“Kenapa bang? bang Zidan nggak senang begitu” ucap Ilham pada Zidan.
Zidan terlihat diam sambil terus melihat judul berita tersebut, entah mengapa rasanya dia tak senang seharusnya ia senang dengan berita tersebut tapi kenapa dia malah merasa sedikit kecewa dengan berita itu.
__ADS_1
“Ada apa denganku, seharusnya aku senang dengan ini” ucap Zidan sambil memegang dadanya sendiri seperti ada yang hilang.
Ilham yang melihatnya hanya menatap bingung, karena Zidan seperti sibuk dengan pikirannya sendiri.
..............................................
“Ada apa denganku, kenapa aku bisa kacau seperti ini. stop Sheana jangan lemah dengan perasaanmu” ucap Sheana sambil meneguk minuman beralkohol di tangannya.
“Kau tidak ada persaan dengannya titik, cinta itu tidak ada. Jangan lemah karena cinta Sheana, tidak ada yang namanya cinta dalam hidupmu” tukas Sheana lagi meyakinkan dirinya sendiri lagi dan lagi dia meneguk segelas whisky di tangannya, karena pikiran yang tak semestinya ada dalam pikirannya saat ini membuat Sheana langsung berdiri mungkin dengan menari di lantai tengah bar pikirannya bisa jernih kembali.
Sheana langsung melenggai ke lantai dansa, dia menari mengikuti alunan musik yang begitu kerasnya.
“Hey nona,” tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mendekati Sheana yang asik menari.
“Minggir gue nggak kenal sama lo” ucap Sheana yang menjauh dari pria tersebut.
“Kita memang tidak saling kenal, mari kita kenalan. Saya Kevin,” ucap pria itu mengulurkan tangannya pada Sheana.
Sheana yang malas langsung pergi, dia mengambil tas miliknya yang ada di meja bar. Ternyata pria itu mengikuti Sheana, dia ingin berkenalan dengan perempuan yang tadi terlihat asik menari di lantai dansa.
“Nona tunggu sebentar” ucap Pria itu menahan tangan Sheana agar tidak pergi.
“Apa sih main pegang-pegang” Sheana langsung menepis tangan tersebut.
“ketus banget sih nona cantik, aku cuman mau kenalan saja”
“Aku nggak mau oke” ucap Sheana dan langsung melenggang pergi kearah mobilnya.
“mau kemana, kau habis minumkan. Orang yang mabuk tidak boleh mengemudi mobil” ucap pria itu dan langsung mengambil kunci milik Sheana.
“Apaan sih kembalikan kunci mobilku” kesal Sheana dan akan mengambil kunci mobil miliknya.
“Aku saja nona yang menyetir, kau habis minum tidak baik untuk mengemu...”
Ucapan pria yag bernama Kevin itu berhenti saat ada seorang yang merebut kunci mobil milik sheana dari tangannya. Dia langsung berbalik melihat siapa yang sudah mengambil kunci mobil perempuan yang ia taksir, mata pria bernama Kevin melebar saat melihat pria yang ada di depannya. Begitu juga dengan Zidan yang tampak terkejut saat melihat pria yang mengganggu Sheana.
“Pergi sana, pacarku sudah datang” usir Sheana dan dia langsung berjalan ke sisi Zidan, dia langsung merangkul lengan Zidan membuat Kevin melihat tak percaya, begitu juga Zidan dia terlihat sedikit kikuk harus apa dia melihat pria bernama Kevin itu terus-terusan.
“Menyebalkan, kau selalu mangambil milikku” cibir Kevin menatap kesal Zidan, dia langsung pergi dari hadapan dua orang tersebut.
__ADS_1
°°°
T.B.C