PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 61


__ADS_3

Zidan membaringkan Sheana di ranjang secara perlahan, Sheana hanya bisa pasrah saja sambil sekilas melihat Zidan yang menatao kearahnya.


“kamu tunggu sebentar disini, aku ambilkan salad sayur yang baru aku bikin tadi” pesan Zidan pada istrinya.


“hemm,” Sheana hanya berdehem saja dan memalingkan wajahnya dari Zidan. Rasanya ia ingin mual saja melihat wajah datar Zidan yang semakin membuat paginya tak menyenangkan. Ia tahu wajah datar dan sedikit dingin itu karena apa. jelas karena dirinya yang beberapa hari ini selalu bicara ketus padanya.


Zidan langsung berjalan pergi keluar dari kamar untuk mengambil salad sayur yang sudah ia bikin barusan. Dia memang tadi membikin sarapan untuknya dan juga istrinya makanya dia bangun lebih dulu untuk menyiapkan itu semua, ia ingin membuat Sheana senang tapi perempuan itu malah masih sedikit marah dengannya.


Tak terlalu lama Zidan sudah kembali dan dia melihat Sheana yang buru-buru menaruh ponsel di nakas. Langsung ada rasa curiga dihatinya saat melihat istrinya tersebut buru-buru menaruh ponsel seakan takut ia tahu.


“Ini salad yang bikin tadi sayang, dimakan. Aku suapin ya,” Zidan berjalan sambil menarik kursi di meja rias mendekat kearah ranjang saat ini.


“Kamu yang buat?” tanya Sheana.


“Kan aku udah bilang tadi kalau aku yang buat, siapa lagi kalau bukan aku. makan ya, jangan ketus-ketus sama suami. nanti muntah lagi loh, kamu tahu nggak sayang itu tandanya kenapa?” ucap Zidan yang sudah duduk di sebelah Sheana.


“Kenapa?”


“tandanya anak kita nggak mau kamu ketus-ketus sama aku. Dia mau mamanya lembut dengan papanya” ucap Zidan sambil menyendok salad sayur dan menyuapinya ke Sheana.


“Apaan, nggak masuk akal. Apa hubungannya” jawab Sheana sebelum melahap salad tersebut.


“Ikatan batin ayah dan anak. Jelas ada hubungannya dong” balas Zidan sambil tersenyum penuh kemenangan karena Sheana langsung diam.


“Nyebelin wajah kamu” ucap Sheana sambil menutup wajah Zidan dengan telapak tangannya.


“Nyebelin gimana, wajah ganteng begini nyebelin” ucap Zidan sambil menyingkirkan tangan Sheana dari wajahnya.


“Diem, suapin lagi” pinta Sheana.


Zidan hanya tersenyum tipis karena Sheana tampak salting saat melihat wajahnya saat ini,


Ini, AaA buka mulutnya dong sayang” pungkas Zidan sambil menyuapi Sheana lagi. “Kamu semalem marah sama aku soal Gladys kan, kamu nggak usah mikir aneh-aneh soal aku masih cinta sama dia atau nggak. Jelas jawabannya nggak, aku nggak cinta lagi sama dia..cuman aku merasa bersalah karena apa yang dia alami sekarang. Jangan marah lagi padaku ya” lanjut Zidan berbicara dengan pelan dan hati-hati takut sang istri malah salah tanggap dengan ucapannya.

__ADS_1


“Memang apa yang dia alami sekarang sampai kau harus merasa bersalah, itu urusannya bukan urusanmu lagi” protes Sheana.


“Dia sekarang depresi sayang, dia mau mencelaki dirinya sendiri”


“Depresi, Depresi dari hongkong. Kemarin saja dia pergi ke mall dengan teman-temannya, kau bilang itu depresi. Bodoh,..”


“Kau bertemu dengannya di mall, dia tampak normal?”


“iyalah, masa nggak tampak normal ke mall. Kalau kamu masih memikirkan dia, silahkan temui saja aku tidak perduli kau mau kesana” sinis Sheana, menatap Zidan yang tampak diam memikirkan sesuatu.


“Kamu serius sayang dia tampak normal, tapi ayahnya...”


“Kau tidak mempercayai istrimu sendiri,”ptong Sheana,.”Aku sudah kenyang, singkirkan saja makanannya” Sheana langsung memalingkan wajahnya.


“Kok gitu dihabisin, nanti kamu sakit loh dan anak-anak kita nanti kurang nutrisi. Makan lagi ya sesuap lagi” paksa Zidan dan akan menyuapkan lagi pada Sheana.


“Nggak. Makan aja sendiri. aku mau tidur” Sheana langsung berbaring membelakangi Zidan.


“Sayang,” panggil Zidan pada Sheana. Sheana tak bergeming dan tetap membelakangi Zidan.


Zidan sendiri langsung pergi, dia akan menelpon salah satu rekannya untuk memastikan soal Gladys.


......................................


Zidan hari ini izin untuk tidak masuk kerja, ia kasihan melihat Sheana yang tampak lemas dan sesekali perempuan itu masih mual bahkan muntah. Makanan yang dimakan tadi pagi saja sudah di muntahkan olehnya jadi perut perempuan itu saat ini kosong oleh karena itu Zidan berinisiatif untuk membuatkan jus alpukat agar perut Sheana terasa kenyang.


Dia sudah selesai membuat dua gelas besar jus alpukat untuknya dan juga Sheana yang ada dikamar saat ini. Sheana sedari tadi memilih berbaring di kamar sambil menonton tv dan sesekali berjemur di balkon. Istrinya itu masih sedikit kesal dengannya karena tadi pagi tidak mempercayai ucapan Sheana kalau dia bertemu Gladys di mall.


Baru saja Zidan akan melangkah untuk ke kamarnya, bel pintu rumahnya saat ini berbunyi


“Siapa yang bertamu?” gumamnya smabil melihat kearah pintu masuk apartemennya tersebut. Dia menaruh dulu dua jus alpukat itu di meja dapur dan segera berjalan untuk membukakan pintu.


“Kalian?” ucap Zidan saat sudah membukakan pintu apartemnnya.

__ADS_1


“Iya maaf mengganggu. Sheana ada?Bisa kita bertemu Sheana?” ucap Sean yang datang bersama dengan Julian. Mereka ingin bertemu dnegan Sean untuk memberitahu kalau kakek mereka sudah masuk kedalam penjara.


“Dia ada tapi dia sedang tidak enak badan sekarang” jawab Zidan.


“Sheana tidak enak badan? Kenapa dia? dia sakit?” tanya Sean yang langsung terlihat cemas.


“Ayo masuk dulu saja, tidak enak bicara didepan pintu” pungkas Zidan menyuruh tamunya untuk masuk.


Keduanya langsung berjalan masuk kedalam apartemen tersebut.


“Sheana memang sakit apa?” tanya Julian sambil duduk di sofa.


“sakit karena faktor hamil, mual muntah sama badannya lemas saja” jawab zidan.


“Oh,”


“Zidan kau belum pernah bertemu dengan Julian kan? kenalkan dia Julian sepupu Sheana” ucap Sean mengenalkan Julian pada Zidan.


“Iya, tapi aku sudah pernah melihatnya di media. Jadi aku sudah tahu kalau dia sepupu kalian”


“Baguslah kalau kau sudah tahu dia, aku takutnya kalau kau belum tahu dan menerka-nerka soal Julian” Sean tampak lega karena Zidan tahu soal Julian.


“Bisa kita bertemu Sheana?” tanya Julian, karena tujuannya kesini dia ingin bertemu sepupunya.


“Bisa, aku panggilkan sebentar. Kalian mau minum jus alpukat kebetulan aku membuatnya sekarang” ucap Zidan sebelum dia memanggilkan sang istri ia menawari kedua orang itu jus alpukat.


“Iya boleh, apa saja juga boleh” pungkas Sean dan juga Julian bersamaan.


“Ya sudah kalau begitu aku panggilkan Sheana dulu, baru setelah itu aku buatkan jus alpukat untuk kalian berdua” ucap Zidan.


“Waah, kita kesini malah ngerepotin suaminya Sheana kak” pungkas Julian.


“Nggaklah,.” Awab Zidan sambil tersenyum ramah dan permisi pergi.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2