PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN

PEREMPUAN NAKAL MILIK POLISI TAMPAN
Ep 75


__ADS_3

“Hei, lo bagaimana sih airnya banjir begini diem aja. Dibuka penutup wastafelnya” James datang langsung mematikan kran dan membuka penutup wastafel agar airnya mengalir. Sheana yang tadinya melamun saat mencuci piring langsung melihat kearah James yang menatapnya aneh saat ini.


Dan dia langsung mundur saat menyadari lantai di bawah kakinya basah membuat dia hampir terjatuh karena terpeleset kalau James tidak cepat menangkapnya.


“Sini, sini minggir. Lo kenapa ngelamun aja, mau jatuh tadi” James langsung menarik Sheana menjauh dari air yang mengalir di lantai tersebut.


“Entahlah,aku bingung dengan diriku sendiri” Sheana memegang kepalanya frustasi dengan keteledoran dirinya saat ini. dia bingung kenapa dia bisa tidak fokus begini pikirannya sedari tadi terus-terusan memikirkan suaminya.


“Minum.” James menuangkan air di gelas dan menyuruh Sheana meminumnya.


“Fokus jadi orang, jangan suka-suka sendiri sekarang lo hamil bisa bahaya buat diri lo ataupun anak lo nanti. Jangan-jangan lo begini mikirin suami lo ya. Udah pulang aja kalau kangen sama dia. masalahmu dan Zidan diselesaikan baik-baik jangan begini rugi sendiri” lanjut James menasehati Sheana.


Sheana diam saja, tak ada jawaban yang ia berikan pada James, hatinya gelisah saat ini rasanya ia ingin bertemu dengan Zidan. Tapi kalau mau pulang ke Indonesia rasanya egonya masih tinggi karena Zidan belum mencari dirinya.


“mikirin apa lagi?” James menyenggol pelan bahu Sheana membuat Sheana langsung menatap sepupunya tersebut.


“Diem, aku mau ke kamar” Sheana langsung berdiri dari duduknya, di langsung pergi ke kamar yang ia tempati di Vila James tersebut.


.....................................


Kevin datang dengan penuh emosi kerumah Glayds, dia menendang pintu rumah bercat putih tersebut dengan cukup keras.


“Gio, OM GIO, Gladys,..Woi Gladys buka pintunya. Atau aku jebol pintumu ini” marah Kevin sambil terus menendang pintu rumah tersebut.


Pintu seketika langsung terbuka menampakkan wajah tegang Gio dan juga istrinya yang mengira kalau ada perampok dirumahnya. Tapi saat dia melihat wajah Kevin mantan pacar dari anak mereka keduanya langsung bersikap datar.


“Ada apa kau kemari Kevin?” tanya Gio dan sang istri bersamaan.


“Kau bilang ada apa hah, minggir” kevin langsung menerobos masuk kedalam.


“Kevin jangan sembarangan masuk ke dalam rumahku” ucap Gio dan menarik bahu Kevin.


Kevin langsung menghempas tangan Gio dari bahunya.


“Dimana anakmu itu hah,” tatapan penuh kemarahan Kevin ia berikan pada Gio ayah dari Gladys.

__ADS_1


“Kevin tenanglah kau ada apa datang-datang marah-marah begini” ucap Mama dari Gladys.


“Aku mencari anakmu, dia harus tanggung jawab atas apa yang dia lakukan pada kakakku dan kakak iparku”


“GLADYS, GLADYS TURUN KAU” Kevin berteriak didalam rumah tersebut.


Orang yang Kevin cari akhirnya menampakkan wajahnya, perempuan itu kebingungan menuruni tangga. dia tampak terkejut melihat mantan kekasih yang sudah lama tak ia temui ada didepan matanya saat ini.


“Kevin,..” ucapnya tertahan.


“Akhirnya kau muncul juga,” Kevin buru-buru mendekati Gladys tetapi langkahnya dihadang oleh Gio.


“mau apa kau dengan putriku?” ucap Gio.


Kevin hanya diam saja dan mendorong Gio kesamping agar tidak menghalangi langkahnya saat ini.


“Ayah..” seru Gladys dan juga mamanya bersamaan saat ayahnya terdorong.


“Kevin sebenarnya apa yang kau lakukan, kenapa kau tiba-tiba ma..”


“Kau tanya apa yang barusan aku lakukan, aku tanya balik sekarang apa yang telah kau lakukan sampai membuat rumah tangga kakakku hancur. Dan gara-gara dirimu kakak iparku pergi dari rumahnya” Kevin mendorong Gladys ke sofa dan mencengkram leher perempuan itu.


“Kevin apa yang kelakukan pada putriku, lepaskan Gladys Kevin” Gio berusah mendekati Kevin yang tengah mencengkram leher anaknya.


Ibu dari Gladys menangis sambil memohon pada Kevin untuk melepaskan sang anak.


“Kau mendekat anakmu akan mati ditanganku” sinis Kevin melihat sekilas Gio yang berada di belakangnya.


“Ma..maksudmu a..apa Kevin” ucap Gladys terbata ia susah untuk bicara karena cengkraman di lehernya.


“Kau bilang maksudku apa hah, jangan pura-pura bodoh Gladys” jawab Kevin sinis tetapi dia langsung melepaskan cengkramannya karena dia tak tega melihat perempuan yang kesakitan.


Gladys langsung terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya yang sakit, sedangkan kedua orang tuanya langsung menghampiri perempuan itu.


“Kevin kenapa kau begini padaku sekarang, apa karena kau masih marah padaku. Kenapa kau ke...”

__ADS_1


“Stop bahas masa lalu mengerti, hal buruk tak pantas kau bahas” Kevin memotong ucapan Gladys.


“Nggak usah pura-pura sok polos dan sok bodoh kau Gladys, ini peringatan untukmu dan keluargamu kalau sampai kalian masih mau merusak rumah tangga kakakku lagi. Kalian bakal habis ditanganku”


“Kenapa kau bersikap begini hah, dimana Kevin yang hangat dan manis dulu. kenapa kau jadi menyeramkan begini, apa karena Sheana kau begini...kau menyukainya kalau kau menyukainya rebut dia dari kakakmu agar dia bersamaku” ucap Gladys lantang.


Kevin yang tadinya akan berjalan pergi langsung berbalik menatap sinis Gladys,


“Untuk apa aku merebut perempuan yang aku cintai, kalau dia bahagia tentu saja aku bahagia. Dan kau jangan harap bisa kembali dengan kakakku yang baik itu perempuan tak tahu diri sepertimu tidak pantas bersama dengannya.”


“Lebih tidak tahu diri mana aku daripa..”


“Kau mau aku cekik lagi hah” ancam Kevin langsung mendekati Gladys. Kedua orang tua Gladys langsung menarik mundur anaknya tersebut.


“Lebih baik Sheana daripada dirimu, meskipun dia perempuan tidak tahu sopan santun tapi dia punya hati” lanjut Kevin.


“Kakakku selama ini masih sabar padamu karena dia masih menganggapmu mantan tunangannya dan dia tidak ingin membuat keluargamu atau dirimu sakit hati. Makanya dia hanya diam saja dengan ulahmu. Tapi asal kau tahu, dia bisa lebih kejam dariku mengerti..ingat ucapanku ini. “ Kevin mengancam ketiga orang itu dengan tatapan tajamnya. Setelah mengatakan hal tersebut ia langsung pergi meninggalkan rumah mantan kekasihnya itu.


................................


“Zidan,..Zidan...Zidan”


“Hoi bangun,..Sheana bangun” panggil James sambil membangunkan sepupunya karena terus mengigaui memanggil nama Zidan.


Sheana langsung terbangun dengan keringat yang bercucuran di dahinya, dia melihat kearh James yang sudah duduk ditepi ranjangnya sambil memberikan air putih untuknya saat ini.


“Mimpi? Mimpi apa?”


“Aku mau pulang ke Indonesia, aku pengen ketemu Zidan” pungkas Sheana yang akhirnya memutuskan untuk pulang. Dia akan menghilangkan egonya ini, pikirannya gelisah memikirkan Zidan entah apa yang terjadi dengan suaminya sampai-sampai terbawa mimpi menakutkan seperti saat ini.


“Nah begitu dari kemarin kenapa, ya sudah nanti aku carikan tiket untuk pulang ke Indonesi. Semoga saja ada tiketnya hari ini” ucap James ikut senang karena akhirnya Sheana memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Dia mengusap bahu Sheana menenangkan perempuan itu yang terlihat pucah dan bingung entah apa yang tengah dipikirkan serta apa yang dimimpikan sepupunya tersebut.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2