
...11...
Dengan jantung yang berdegup kencang karena dihantui dengan pikiran-pikiran buruk dan rasa khawatir, tanpa berpikir panjang Keysa langsung berlari mengikuti kerumunan dokter dan perawat yang baru saja mendahului Keysa.
“papa jangan tinggalin Keysa pa, please pa bertahan demi Keysa. Keysa sayang papa” batin Keysa.
Keysa kembali teringat saat kakaknya menelpon tadi dan menyuruh dirinya untuk cepat kembali ke kamar.
“ternyata karena ini kak Kenzo nelpon aku tadi. Kenapa kakak gak terus terang si sama Keysa. Maafin Keysa pa, maafin Keysa” batin Keysa.
Namun, langkah Keysa tiba-tiba terhenti saat melihat gerombolan dokter dan perawat tadi bukannya masuk ke dalam kamar rawat papanya melainkan mereka masuk ke kamar pasien tepat disebelah kamar inap papanya.
“ternyata bukan papa” ucap Keysa sambil mengelus-elus dadanya dan menetralkan kembali detak jantung juga nafasnya.
Ada perasaan lega dan senang di hati Keysa saat mengetahui para dokter dan perawat itu masuk ke dalam kamar papanya. Namun Keysa buru-buru menghilangkan perasaan itu karena dia tau tidak boleh merasa senang diatas kesedihan atau penderitaan orang lain.
Setelah detak jantung dan nafasnya kembali normal Keysa perlahan mulai kembali melangkahkan kakinya menuju kamar dimana dokter serta perawat itu masuk entah mengapa tiba-tiba saja Keysa merasa penasaran apa yang terjadi dengan pasien dikamar itu sehingga memutuskan untuk mengintip dari kaca yang ada di bagian pintu ruangan itu.
“itu kan pria yang ada di lift tadi” batin Keysa saat melihat lelaki yang ada dilift tadi berada di dalam.
Keysa semakin penasaran dengan pasien yang ada dikamar itu dan berusaha mencari celah untuk melihat siapa orang yang sedang terbaring di ranjang pasien itu, namun Keysa tetap saja tidak dapat melihat pasien di dalam ruangan itu karena ditutupi oleh dokter dan perawat yang berdiri di sekitaran ranjang pasien. Saat Keysa tengah fokus mengintip dari balik kaca pintu kamar itu tiba-tiba saja ponsel Keysa berdering.
“astaga kaget aku” ucap Keysa kaget sambil memegangi dadanya.
“iya kak iya aku udah di depan” ucap Keysa menjawab panggilan di ponselnya dan langsung mematikannya.
“haiss kak Kenzo ngagetin aja sih” ucap Keysa sambil menaruh kembali ponsel miliknya kedalam tas selempangnya dan kemudian berjalan menuju kamar inap papanya.
“nak kamu dari mana ? kamu gapapa kan?” ucap papa yang sedang berbaring saat melihat Keysa muncul dari balik pintu.
“toilet” jawab Keysa dan berjalan menuju sebuah sofa dimana Kenzo sedang duduk bersama Olivia dan Daffin.
“kamu dari mana sih dek? Papa dari tadi khawatir sama kamu” tanya Kenzo kepada Keysa yang sudah duduk disampingnya sambil berbisik.
“aku abis cari udara segar ditaman”
__ADS_1
“terus kenapa kamu bohong barusan?”
“itu gak sepenuhnya bohong kak, aku beneran dari toilet tadi. Kakak tuh yang bohong sama aku?”
“haa kakak bohong apa sama kamu?”
“Keyy...” panggil papa,
Keysa yang sedang sibuk beradu argumen dengan kakaknya sambil berbisik-bisik tidak mendengar kalau papanya sedang memanggil namanya.
“kenapa kakak gak bilang kalau papa udah sadar?apa jangan-jangan sebenarnya papa itu ga koma sama sekali kak?”
“papa beneran koma dek dan kakak gak bohong sama kamu”
“Key...” panggil papa lagi dan tetap saja Keysa dan Kenzo sama-sama tidak mendengarnya.
“awas aja kalau kakak sampe ketahuan bohong ya, aku bakalan minta untuk ketemu sama BTS sebagai ganti ruginya” ucap Keysa.
Olivia yang mendengar papa mertuanya sudah memanggil Keysa hingga dua kali dan tidak mendapat respon apapun langsung berinisiatif untuk menyadarkan kakak beradik yang masih saja terlihat asik dengan dunia pembicaraan mereka sendiri.
“iya kak Liv?”
“tuh kamu di panggil papa”
Keysa pun mengalihkan pandangannya ke arah kasur tempat papanya berbaring.
“kesini sebentar nak, papa masih kangen sama kamu” ucap papa yang terlihat pucat dan lemas namun masih tetap berusaha mengulurkan tangannya ke arah Keysa.
Keysa yang merasa tidak tega dengan keadaan papanya mau tidak mau beranjak dari sofa dan berjalan menuju kasur.
“sayang kamu bisik-bisik apa sih sama Keysa sampai ga dengar papa manggil” tanya Olivia sambil menggendong Daffin yang sedang tertidur.
“itu sayang Keysa bilang kalau aku udah bohongi dia tentang papa koma kemarin, terus dia bilang minta ganti rugi dengan minta ketemu BTS. Malah aku juga ga tau BTS itu apa sayang”
“Mppfftt...” Olivia berusaha menahan tawanya.
__ADS_1
“Keysa mah paling pintar manfaatin kamu sayang hehe, aku gak nyangka dia bakalan minta ketemu BTS sama kamu”
“emang BTS itu apa si sayang?”
“BTS itu boyband terkenal dari korea sayang dan lagi digemari para wanita-wanita muda seusia Keysa”
“wahh ternyata Keysa bisa juga ya punya permintaan berat seperti itu aku kira dia bakalan minta hal yang mudah seperti tadi pagi dia hanya minta makan bakso. Tapi ngomong-ngomong kamu kok bisa tau BTS sayang?”
“hehe itu...itu karena aku juga ARMY sayang”
“Army? Apa itu?”
“army itu sebutan untuk para fansnya BTS sayang. Abis mereka itu ganteng-ganteng banget sayang, lagu-lagunya juga keren, apalagi suga uh...cute banget deh aku ngefans banget sama suga sayang. Kamu bakalan usahain buat temuin Keysa sama BTS kan sayang? “
“Enggak la, ngapain juga aku temuin Keysa sama mereka. Aku kan gak ada bohongi Keysa”
“yahh itung-itung sebagai hadiah buat Keysa sayang. Kamu kan punya banyak kolega di korea sayang”
“ini namanya kamu yang kepengen ketemu mereka. Ingat sayang kamu udah punya aku dan Daffin” ucap Kenzo cemburu.
“hehe kamu makin ganteng deh sayang kalau cemburu kayak gini. Aku kan hanya sekedar fans mereka doang sayang tapi hati dan cinta ku itu cuma milik kamu seorang sayang”
Tak terasa hari sudah mulai menjelang malam Kenzo, Keysa, Olivia dan Daffin berpamitan untuk pulang kerumah. Awalnya papa Adam meminta Keysa untuk tetap tinggal disana menemani dirinya di rumah sakit namun Keysa menolak karena tidak ingin berada lebih lama satu ruangan dengan tante Lydia yang membuatnya merasa tidak nyaman. Selama Keysa berada dirumah sakit papa Adam tak pernah melepaskan sedetik pun genggamannya dari Keysa dan terus-terusan menanyakan keadaan Keysa selama ini namun Keysa hanya menjawab dengan sewajarnya saja karena Keysa masih belum terbiasa dengan itu dan harus menyesuaikan dirinya agar lebih dapat terbuka lagi dengan papanya.
Sesampainya di rumah Keysa langsung masuk ke kamar dan membaringkan dirinya di atas kasurnya. Keysa menatap langit-langit kamarnya sambil asik dengan pikirannya dan tiba-tiba saja Keysa teringat akan sesuatu dan buru-buru mengambil tas selempang yang tadi dibawanya lalu mengambil ponsel miliknya dari dalam tas itu.
“ini kan tanggal 15, besok ulang tahun Axel. Aduh..bodo banget si aku bisa lupa. Malahan aku belum ada siapin apa-apa lagi buat kasih kejutan Axel”
Keysa melirik jam yang ada dilayar ponselnya.
“masih ada waktu” Keysa buru-buru turun dari kasurnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Selesai selesai mandi dan memakai pakaian Keysa kemudian membuka koper miliknya yang satu lagi lalu mengambil sebuah kado yang sengaja sudah dia siapkan dari Belanda. Setelah itu Keysa mengambil tas selempangnya dan pergi meninggalkan kamar
......................
__ADS_1