Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 30


__ADS_3

...30...


Setelah Axel pergi, Keysa hanya duduk diam di kursi taman belakang sambil sibuk dengan pikirannya.


“Kok kamu masih disini nak? Bukannya kamu bilang tadi mau pergi sama Axel?”


Papa datang menghampiri putrinya yang tengah duduk sendiri dikursi taman belakang rumah.


“Batal pa” ucap Keysa dengan nada kesal.


“Loh kenapa?”


“Dia tiba-tiba ada pasien pa”


“Namanya juga seorang dokter nak, harus siap kapan pun untuk pasiennya karena kan kerjaannya berhubungan sama nyawa orang lain. Jadi mulai sekarang kamu harus bisa belajar supaya terbiasa menjadi istri seorang dokter nantinya”


“Keysa kesal pah, Axel ngebatalin janjinya padahal dia bilang udah ambil cuti kemarin” rengek Keysa.


“Eh ga boleh kesal dong sayang, tugas Axel itu mulia loh dan seharusnya kamu bangga punya kekasih seperti Axel. Dari pada kamu kesal dirumah mending ikut sama papa yuk ke nikahan sepupunya kak Olive”


“Enggak deh pa, Keysa dirumah aja”


“Kamu yakin ga mau ikut?”


“Iya pa, Keysa udah mager keluar rumah”


“Em yasudah kalau gitu, papa pergi dulu ya. Kalau misalnya kamu butuh sesuatu telpon papa ya atau kalau misalnya kamu bosan dirumah dan mau jalan-jalan keluar panggil pak Kardi aja ya”


“Iya pa iya, siapp. Papa hati-hari dijalan ya”


“Iya sayang”


Hampir satu setengah jam Keysa duduk dibangku taman sambil berselonjoran ria diatas kursi taman dan memainkan ponsel miliknya, Keysa sangat menikmati angin sepoi-sepoi yang menyentuh setiap sisi kulitnya dan menerbangkan anak-anak rambut halusnya yang membuat Keysa merasa lebih nyaman dan tenang ditambah lagi dengan sinar matahari yang masih terasa hangat dikulit menambah sensasi rasa nyaman dihati Keysa.


“Non, ada tuan Nathan didepan”

__ADS_1


Bi Ima tiba-tiba datang menghampiri.


“Nathan bik?”


“Iya non”


“Mau apa dia kesini ya?” benak Keysa.


“Iyaudah bik, bentar lagi Keysa ke depan. Tolong buatin minum buat dia ya bik”


“Baik non”


“Ganggu aja sih lu Nat” ucap Keysa sembari beranjak dari kursi taman dan berjalan masuk ke dalam rumah untuk menemui Nathan.


Sesampainya diruang tamu, Keysa melihat Nathan tengah duduk disofa sambil memainkan ponselnya dan tidak menyadari kehadiran Keysa. Hari ini penampilan Nathan tampak sedikit berbeda dengan rambut yang baru dipotong ditambah lagi dengan kemeja hitam slim fit yang dikenakannya membuat lekukan tubuh Nathan terlihat sangat jelas sehingga membuat aura ketampanan Nathan semakin terpancar.


“Kalau dilihat-lihat Nathan ganteng juga ya hehe eh..mikir apa sih lu Key, giliran liat cowok ganteng selalu aja otak gue lepas kendai gini” benak Keysa sambil memukul kepalanya.


“Mau apa lu kesini?” tanya Keysa yang sudah duduk disofa tepat dihadapan Nathan


“Oh ini saya mau lihat rumah yang dikatakan kak Kenzo kemarin”


“Terus? Kenapa kesini?”


“Ya saya sudah hubungi kak Kenzo dan kak Kenzo bilang saya harus kesini buat ajak kamu nemenin saya ngeliat rumah disebelah”


“Ini kak Kenzo pasti sengaja nyuruh Nathan kesini, tapi gapapa deh kebetulan aku juga lagi ga ada kegiatan” benak Keysa.


“Emang kak Kenzo udah menghubungi orang yang punya rumah?”


“Udah dan kata yang punya rumah, datang aja langsung dan kunci nya ada sama petugas yang jaga komplek ini karena mereka udah titipin rumah itu ke petugas komplek”


“Emm, yaudah tunggu bentar ya gue mau pamit sama bi Ima dulu”


Namun saat Keysa hendak beranjak dari sofa untuk menemui bi Ima kebelakang tiba-tiba saja terdengar suara pecahan barang dari lantai dua.

__ADS_1


CRANNNGGG...


Dan sontak membuat Keysa dan saling bertatapan selama beberapa saat dan hingga akhirnya Keysa menyadari suara itu berasal dari kamar Bobby.


“Bobby...”


Keysa kemudian berlari menaiki anak tangga sedangkan Nathan yang mendengar suara itu juga ikut berlari mengikuti Keysa ke lantai dua.


Keysa membuka pintu kamar Bobby dengan kasar dan tampak seorang perempuan asing yang terlihat seumuran dengan Keysa sedang memegangi kemoceng dan hendak mengarahkan nya ke arah Bobby yang sedang berjongkok sambil menangis memungut pecahan gelas yang sudah berserakan di lantai.


“N-on Ke-y-sa?” ucap perempuan itu gelagapan saat melihat Keysa yang tiba-tiba saja menerobos masuk ke kamar Bobby.


Perempuan itu adalah Sri keponakan bi Onah yang juga bekerja dirumah ini dan sedang menggantikan merawat Bobby dikarena bi Onah sedang sakit. Sri mengira kalau semua anggota keluarga dirumah itu telah pergi melakukan kegiatannya masing-masing dan hanya tinggal Bobby seorang dirumah.


Dengan perasaan marah Keysa berjalan ke arah Sri tanpa memperhatikan lagi pecahan kaca yang sudah berserakan dilantai dan dengan kasar Keysa langsung marampas kemoceng yang ada ditangan Sri kemudian membuangnya kesembarang arah.


“M-aaf kan saya non, saya-”


PLAKKK


Sebelum Sri menyelesaikan permintaan maafnya, Keysa sudah lebih dulu menampar Sri. Walapun dihati Keysa masih terdapat perasaan tidak suka kepada Bobby, namun tetap saja Keysa tidak bisa tinggal diam disaat keluarganya disakiti oleh orang lain. Lagi pula Keysa memang paling tidak bisa saat melihat anak kecil disakiti oleh orang dewasa, amarah Keysa seakan memuncak saat melihat seorang yang lemah disiksa oleh orang yang sok-sokan merasa dirinya lebih kuat.


“Oby gapapa kan? Ga ada yang luka?” Keysa berjongkok sambil mengecek tangan dan kaki Bobby ada yang terluka atau tidak, setelah memastikan tidak ada sedikitpun luka ditubuh Bobby secara reflek Keysa langsung memeluk adik tirinya itu.


Sedangkan Nathan hanya terdiam berdiri di depan pintu, Nathan kagum melihat tindakan Keysa barusan dia tidak menyangka kalau perempuan yang dikenalnya galak dan tidak sopan selama ini ternyata juga memiliki sisi yang cukup baik.


“Perempuan yang penuh teka-teki” benak Nathan kemudian segera membantu Keysa yang sedang berjalan sambil memegangi Bobby menuju keluar kamar.


“Non saya minta maaf, saya mohon jangan pecat saya. Jangan laporin saya ke tuan dan nyonya non saya mohon”


Sri masih memohon kepada Keysa sambil menangis.


“Dengar ya, bukan berarti adik saya ini punya kelemahan lu bisa dengan seenaknya menyiksa dia seperti tadi. Emang lu pikir lu siapa haa? Apa lu pantas dikatakan sebagai manusia? Gue rasa enggak bahkan setan aja ga mau ngakui lu sebagai makhluk sejenisnya. Dasar perempuan psikopat” maki Keysa kemudian pergi meninggalkan kamar bersama dengan Bobby dan Nathan.


Diruang keluarga, Bobby masih terus menangis sambil ketakutan sambil terus menutup telinganya dan berteriak-teriak. Walaupun Keysa dan Nathan sudah berulang kali membujuk dan menjanjikan untuk membelikan hadiah namun Bobby masih tetap saja menangis. Hingga akhirnya bi Ima datang barulah tangisan Bobby sedikit mereda karena dirumah ini Bobby cukup dekat dengan bi Ima dan bi Onah karena sudah merawat Bobby sejak lahir, jadi mereka cukup tau bagaimana untuk menenangkan Bobby.

__ADS_1


......................


__ADS_2