Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 38


__ADS_3

...38...


Nathan terus menggenggam tangan Keysa berjalan masuk ke dalam rumahnya.


“Selamat malam tuan muda” sapa Ben sambil sedikit membungkukkan tubuhnya ketika melihat Nathan dan Keysa masuk kedalam rumah.


“Ya, malam. Bagaimana apakah makanannya sudah selesai?”


“Sudah tuan, tuan muda bisa langsung menuju ruang makan”


"sepertinya aku pernah melihat wanita itu, tapi dimana ya?" benak Ben sambil menatap punggung Nathan dan Keysa yang sedang berjalan menuju ruang makan


“Kamu duduk disini” Nathan menarik salah satu kursi makan dan mendudukkan Keysa.


Keysa pun hanya menuruti perkataan Nathan, setelah Keysa duduk Nathan langsung membalikkan piring yang berada dihadapan Keysa dan mulai menyendokkan nasi, lauk dan sayur ke dalam piring Keysa.


“Ayo dimakan Key, pasti kamu udah lapar kan” ucap Nathan sembari duduk dikursi makan yang letakknya berada di samping Keysa.


“Oh ya aku lupa, sebentar ya aku mau hubungi om Adam dulu. Takutnya om Adam khawatir sama kamu karena jam segini belum pulang” ucap Nathan sambil beranjak dari duduknya.


“Nat...”


Akhirnya setelah beberapa jam hanya diam sambil termenung, Keysa mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya.


“Iya Key? Kamu butuh sesuatu?”


“Jangan bilang sama papa tentang keadaan ku ya, aku ga mau buat papa khawatir”


Nathan kemudian tersenyum sambil mengacak-acak rambut Keya.


“Iya kamu tenang aja, aku ga bakalan bilang. Yaudah kamu makan dulu ya, isi tenaganya yang banyak biar kuat nanti nangisnya lagi hehe” canda Nathan kemudian pergi meninggalkan Keysa diruang makan.


“Bik tolong temenin Keysa sebentar ya, saya mau menelepon sebentar”


“Baik tuan muda”


Setelah selesai menelepon papa Adam, Nathan pun pergi sebentar ke kamarnya untuk berganti pakaian.


Tok...tok...tok


“Masuk” ucap Nathan dari dalam kamar.

__ADS_1


“Ada apa Ben?” tanya Nathan.


“Saya ingin memberi laporan tentang tugas yang tuan berikan kepada saya” Ben menyerahkan sebuah amplop berwarna cokelat kepada Nathan.


“Baiklah letakkan saja dimeja itu, nanti saya lihat”


“Baik tuan muda, saya permisi”


Setelah Ben keluar dari kamar, Nathan kemudian membuka amplop cokelat tersebut yang berisikan beberapa lembar kertas dan foto-foto seseorang.


“Ini hanya baru permulaan, semuanya belum sebanding dengan apa yang telah kau perbuat dengan keluarga ku dulu” Nathan menyeringai sambil memegang sebuah foto keluarga yang hanya Nathan sendiri yang tau siapa mereka.


“Loh kenapa makanannya belum habis juga Key?”tanya Nathan yang baru saja kembali ke ruang makan kemudian langsung duduk kembali dikursi makan disamping Keysa.


“Kenapa kamu gak bertanya apapun lagi setelah dari rumah sakit tadi?” tanya Keysa tiba-tiba.


“Haha ya ampun jadi kamu dari tadi mikirin itu? Itu karena aku ga mau maksa kamu Key, ya kalau memang kemauan dari kamu sendiri kamu pasti bakalan cerita kok walaupun aku ga nanya lagi. Intinya semua ada sama kamu kalau kamu ga mau cerita masalah privacy kamu juga aku gapapa kok, itu pilihan kamu dan aku akan hargai itu” jawab Nathan tersenyum sambil menyendokkan nasi dan lauk ke dalam piringnya.


“Yaudah ayo makannya dilanjut lagi” ajak Nathan.


“Tadi kamu bilang apa ke papa?” tanya Keysa.


“Aku ga salah dengarkan? Tadi dia manggil aku apa? Kamu? Kenapa dia mendadak merubah panggilannya ke aku ya?” tanya Nathan dalam hati.


“Emmm” Keysa hanya mengangguk.


Kemudian tidak ada lagi terdengar pembicaraan antara Nathan dan Keysa, hanya terdengar suaru-suara dentingan sendok dan piring yang saling beradu.


“Kamu benar Nat, ternyata laki-laki itu selingkuh” ucap Keysa memecah kesunyian.


“Maksud kamu?”tanya Nathan yang terlihat sedikit kaget akan pengakuan Keysa.


“Apa jangan-jangan yang dia tanyakan tadi dirumah makan padang tentang kekasihnya?” tanya Nathan dalam hati.


“Pacar aku selingkuh dan sekarang selingkuhannya itu hamil” ucap Keysa dengan suara yang mulai bergetar sambil menunduk dan menghentikan aktivitas makannya. Dan dalam hitungan detik kembali terdengar suara isakan pelan dari Keysa. Nathan yang melihat itu pun segera beranjak dari duduknya lalu membawa Keysa kedalam pelukannya.


“Udah ya, kamu ga perlu tangisi laki-laki seperti itu. Dia bahkan ga pantas untuk kamu tangisi Key, air mata kamu itu terlalu berharga untuk menangisi pengkhianat seperti dia” Nathan menepuk-nepuk punggung Keya lembut.


“Kamu itu wanita yang baik dan aku yakin kamu bisa dapat yang lebi baik dari pada laki-laki itu”


“Hiks...hiks t-api Na-t a-ku hiks..hiks aku s-ayang sama dia. K-en-ap di-a teg-a meng-khi-anati aku hikss...hikss hwaaa....” Keysa menangis sesunggukkan dalam pelukan Nathan.

__ADS_1


“Menangis la Key, untuk hari ini kamu boleh menangis sepuasnya luapin semua sakit hati dan kekecewaan kamu hari ini. Menangis la. Aku disini ada buat kamu”


Ben dan bi Irma yang kebetulan juga hendak menuju dapur, langsung mengurungkan niatnya karena melihat tuan mudanya itu sedang memeluk Keysa.


“Tuan, apa perempuan itu kekasihnya tuan muda?” tanya bi Irma kepada Ben.


“Saya juga tidak tahu bik, tapi yang saya dengar dari tuan muda perempuan itu adalah anak dari sahabat tuan Addison yang dijodohkan kepada tuan muda bik. Dan tuan muda juga bilang ke saya kalau perjodohannya sudah dibatalkan bik”


“Tapi tuan muda kelihatan dekat sekali dengan perempuan itu dan bibik juga tadi lihat tuan muda begitu perhatian kepada perempuan itu seperti orang pacaran”


“Saya juga bingung bik, kenapa mereka terlihat begitu dekat seperti itu. Yasudah bik mari kita pergi dari sini sebelum tuan muda melihat kita, kalau kita ketahuan tuan muda mengintip seperti ini bisa bahaya bik”


“Baik tuan”


Ben dan bik Irma pun kemudian pergi untuk melakukan kegiatannya yang lain.


“Gimana? Udah ngerasa lebih enakan?” sambil mengusap sisa-sisa air mata dipipi Keysa.


Keysa menjawabnya dengan sebuah anggukan.


“Udah ga mau nangis lagi?”


Keysa hanya menggelengkan kepalanya.


“Anak pintar” Nathan tersenyum kearah Keysa sambil mengusap lembut rambut Keysa.


“Nat, kamar mandinya ada dimana?” tanya Keysa


“Itu Key, disana” sambil menunjuk ke arah letak kamar mandi.


Keysa kemudian beranjak menuju kamar mandi, sudah sejak tadi dia merasa nyeri dibagian pinggangnya dan ingin buang air kecil namun karena terus-terusan tidak bisa mengontrol air mata serta emosinya membuat Keysa melupakan panggilan alamnya.


“Kenapa harus disaat seperti ini sih datangnya” gerutu Keysa saat mengetahui kalau hari ini dirinya sedang mendapat tamu bulanan.


“Aduhh gimana ini? Malah aku ga ada bawa cadangan pembalut lagi. Kan ga lucu harus minta tolong Nathan buat minta tolong beliin pembalut”


Tokk...tok...tok


“Key, kamu gapapa kan?” tanya Nathan.


Nathan yang tadinya menunggu Keysa diruang makan, merasa sedikit cemas karena Keysa yang belum juga keluar dari kamar mandi setelah beberapa menit ada didalam dan Nathan khawatir kalau Keysa akan melakukan hal-hal nekat di kamar mandi, karena itulah Nathan datang untuk memastikan keadaan Keysa baik-baik saja.

__ADS_1


......................


ig : annyeong_bi


__ADS_2