
...71...
Setelah dua hari sejak
kejadian itu, Keysa memilih untuk mengurung dirinya di dalam kamar dan tidak
ingin diajak pergi kemana pun, suasana hati Keysa benar-benar rusak ketika itu.
Usaha yang sudah lama dilakukannya untuk melupakan Axel selama ini seketika
hancur begitu saja dalam hitungan detik.
Pagi ini, suasana hati
Keysa sudah jauh lebih membaik setelah dua hari mengurung diri dan merenung,
akhirnya Keysa tersadar jika dia sudah keterlaluan kepada Nathan dan hal itu
membuat Keysa merasa bersalah dan ingin menebus kesalahannya. Keysa juga sudah
bertekad dan berjanji untuk benar-benar fokus kepada Nathan dan melupakan Axel
masa lalunya. Pagi ini Keysa terbangun karena bunyi alarm yang memang sengaja
dia atur. Hari ini dia berencana untuk memasakkan sarapan untuk Nathan sebagai
permintaan maaf.
Setelah meregangkan otot
tubuhnya yang kaku, Keysa pun turun dari kasur dan langsung berjalan memasuki
kamar mandi untuk melakukan ritual paginya. Selesai mandi Keysa benar-benar
merasa sangat segar dan seperti sudah terlahir kembali, entah apa yang sudah
merasuki Keysa saat dia mengurung diri waktu itu, sehingga membuatnya begitu
terlihat semangat untuk bertemu dengan Nathan.
“Semangat, pasti bisa
Key” ucap Keysa menyemangati dirinya sambil memandang ke arah cermin
Setelah mengenakan
pakaian dan memakai riasan wajah tipis, Keysa pun turun ke bawah untuk membuat
sarapan sederhana untuk Nathan. Hari ini Keysa akan membuat french toast
sandwich. Selama berkutat di dapur Keysa sengaja tidak ingin dibantu oleh asisten
rumah tangga atau siapapun itu karena ingin makanannya real dari hasil kerja
kerasnya. Bahkan orang-orang yang ada dirumah terlihat bingung dan heran dengan
perubahan drastis dari Keysa.
Setelah selesai, Keysa
pun memasukkannya kedalam sebuah kotak bekal dan tak lupa Keysa juga
menambahkan sekotak jus kemasan ke dalam kotak bekal itu.
“Pa, aku pamit ke rumah
Nathan dulu ya” ujar Keysa sambil menyalim papanya.
Papa Adam yang melihat
anaknya tiba-tiba saja bangun pagi untuk memasakkan sarapan dan pergi ke rumah
Nathan merasa bingung dengan perubahan 360 derajat dari putrinya itu, hanya
bisa diam melongo.
“Pagi pak…” sapa Keysa
dengan ramah kepada satpam yang ada dirumah Nathan.
“Pagi juga non” jawab
bapak satpam itu sambil menganggukkan kepalanya.
“Selamat pagi om” sapa
Keysa kepada om Addison yang sedang duduk di teras depan sambil menikmati
secangkir kopi.
“Loh, nak Keysa, kok
pagi-pagi banget datangnya?” ujar om Addison yang terlihat sedikit agak kaget.
__ADS_1
“Hehe iya om, Keysa ada
bawain sarapan buat Nathan. Nathan nya ada kan om?” tanya Keysa
“Oh ada…ada. Kamu masuk
aja nak”
“Iya om, permisi ya om”
ujar Keysa sambil membungkukkan sedikit tubuhnya.
Keysa pun berjalan masuk
dan berjalan menuju ke lantai dua. Tepat di depan kamar Nathan, Keysa berhenti
sejenak entah kenapa jantungnya tiba-tiba saja berdetak dengan cepat dan merasa
sedikit gugup, padahal selama ini dia selalu merasa biasa saja saat hendak mau
bertemu dengan Nathan.
“Ah mungkin saja aku
seperti ini karena sudah merasa bersalah” benak Keysa
Sebelum mengetuk pintu
kamar, lebih dulu Keysa menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya
secara perlahan.
Tok…Tok…Tok
Karena tidak mendapat
jawaban akhirnya Keysa memutuskan untuk mengetuk kembali pintu kamar Nathan.
Tok…Tok…Tok
“Nat…Nathan kamu masih tidur
ya?” tanya Keysa dari balik pintu
“Aku masuk ya Nat” ujar
Keysa karena tidak kunjung mendapat jawaban dan berpikir jika masih tertidur
CEKLEKK…
Keysa membuka pintu
secara perlahan dan dengan sangat kebetulan saat itu Nathan juga baru saja
keluar dari kamar mandi masih mengenakan handuk di pinggangnya sehingga membuat
tubuh bagaian atas Nathan terekspos begitu jelas.
“Haaaa….” teriak Keysa
kaget sambil menutup kedua matanya menggunakan telapak tangannya.
Nathan yang juga
dikagetkan dengan kedatangan Keysa, juga ikut berteriak dan secara spontan
langsung menutup tubuh bagian atas menggunakan kedua tangannya.
“Ihh…Nat pakai dulu
pakaian kamu” perintah Keysa sambil tetap menutup matanya
“Ah…iyaiya” ujar Nathan
tersadar setelah melihat tubuhnya dan kemudian langsung lari dengan cepat
menuju walk in closet.
Setelah beberapa menit,
akhirnya Nathan pun keluar dari dalam walk in closet dengan sudah menggunakan
kemeja berwarna putih dan dipadukan dengan celana bahan berwarna putih.
“Aku uda selesai Key”
ujar Nathan
Mendengar itu Keysa pun
perlahan menurunkan telapak tangannya dan membuka kedua matanya.
“Hufft…kamu tuh buat
__ADS_1
sport jantung tau ga sih Nat” protes Keysa
“Kamu ada perlu apa
sepagi ini datang kesini? Bukannya kamu lagi ga mau ketemu dan diganggu sama
aku” tanya Nathan dengan sedikit dingin karena masih merasa sedikit kecewa
dengan Keysa.
“Ah..itu aku…aku mau
minta maaf sama kamu tentang yang waktu itu Nat. Maafin aku ya, aku sadar kalau
aku itu udah keterlaluan banget sama kamu. Mulai hari ini aku janji akan mulai
fokus untuk belajar mencintai kamu Nat. Dan sebagai permintaan maaf aku ada
buatin sarapan buat kamu” ujar Keysa sambil mengangkat sebuah tote bag berisi
kotak bekal.
Nathan tertegun dengan
apa yang baru saja di dengarnya, dia tidak menyangka bahwa Keysa akan berkata
seperti itu. Hal itu membuat Nathan merasa sangat bahagia dan mampu membuat
rasa takutnya hilang begitu saja. Dengan gerakan cepat Nathan langsung berjalan
mengahampiri Keysa dan membawa Keysa kedalam pelukannya. Entah mimpi apa dia
semalam sehingga membuat keinginannya dapat terwujud seperti ini.
“Makasih banget ya Key.
Aku merasa menjadi lelaki yang paling bahagia hari ini. Aku janji akan selalu
membuat kamu bahagia Key. Aku janji” ujar Nathan dan memeluk Keysa semakin
erat.
Karena merasa lega dan
senang sudah dimaafkan oleh Nathan, membuat Keysa juga ikut memeluk Nathan.
“Kamu hari ini mau mulai
kerja?” tanya Keysa sembari membuka tutup kotak bekal yang dia bawa dan sedang
duduk di sofa yang ada dikamar Nathan.
“Emm ya, ada urusan yang
harus aku selasaikan hari ini. Ini kamu sendiri ya buat?” tanya Nathan sembari
mengambil french toast sandwich dari dalam kotak bekal tersebut.
Keysa pun menganggukkan
kepalanya sambil mencucuk sedotan di kotak jus kemasan yang juga dibawanya lalu
meletakkannya diatas meja.
“Euummmmm…enak banget
Key” ujar Nathan
“Makasih ya sayang…” ujar
Nathan spontan dan mengusap kepala Keysa dengan lembut.
“Eh maaf Key, aku
lancang” ucap Nathan karena merasa perlakuannya barusan akan membuat Keysa merasa
tidak nyaman.
“Ah ya gapapa kok. Oh ya
dasi kamu ada dimana? Hari ini aku yang akan pilihin dasi buat kamu”
“Ada di walk in closet
Key, di laci kedua”
Keysa pun masuk kedalam
walk in closet dan tak beberapa lama kemudian Keysa kembali sambil membawa sebuah
dasi berwarna hitam dengan corak garis.
......................
__ADS_1