Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 54


__ADS_3

... 54                                                                  ...


Setelah beberapa menit Nathan tidak sadarkan diri,akhirnya kesadaran Nathan pun perlahan mulai kembali.


“Eh Nat, jangan bangun dulu” Keysa mencoba menahan Nathan yang ingin bangun dari tidurnya.


“Lu istirahat dulu, jangan banyak gerak”


“Aku harus pergi sekarang Key” ucap Nathan dengan suaranya yang masih parau


“Iya gue tau, tapi setidaknya lu harus istirahat sebentar sampai keadaan lu jauh lebih enakan”


“Lu diam disini dulu ya, gue mau ambilin air dulu buat lu minum obat” sambung Keysa kemudian berjalan menuju


salah satu meja yang berada tidak jauh dari kasur, untuk mengambil segelas air. Setelah mendapatkan segelas air Keysa kembali ke kasur dimana Nathan masih berbaring.


“Sini gue bantu, pelan-pelan Nat”


Keysa sedikit menahan kepala Nathan dengan tangan kanan kanannya dan tangan kirinya dengan cepat menarik bantal dan menyenderkannya di headboard kasur.


“Sekarang lu istirahat ya” ucap Keysa sambil menyelimuti tubuh Nathan menggunakan selimut.


“Tapi Key, aku gak bisa buang-buang waktu kayak gini. Aku harus siap-siap”


“Lu tenang dan istirahat disitu, gue bakalan bantu lu siap-siap. Sekarang lu tinggal arahin gue sambil


rebahan dari kasur. Okey…”


Keysa pun mulai bergerak untuk menyusun barang-barang yang diperlukan Nathan kedalam sebuah koper.


Setelah beberapa menit sibuk menyusun barang-barang Nathan, tiba-tiba saja terdengar suara ponsel Nathan yang berbunyi dan hal itu membuat jantung Keysa kembali berdetak dengan cepat. Keysa mengira dering telpon itu berasal dari papa atau kakaknya yang ada di Belanda.


“Hallo Ben”


Mendengar nama asisten Nathan yang terucap membuat Keysa menghembuskan nafas lega.


“…”


“Yasudah tidak apa-apa, saya akan pergi sendiri. Kamu urus saja pekerjaan disini”


Kemudian sambungan telepon terputus. Nathan kemudian meletakkan ponselnya diatas nakas dan turun


dari atas kasur.


“Maaf ya udah buat kamu repot” ucap Nathan yang datang menghampiri Keysa.


“Lu seriusan bisa berangkat sendiri?” tanya Keysa yang sejak tadi sudah mendengar pembicaraan


Nathan dengan asisten pribadinya.


“Aku bisa kok, lagi pula Ben akan menyusul ku nanti ke Belanda”


“Emm…barang-barangnya udah selesai gue siapin” ucap Keysa sambil menutup kopernya.


“Thanks Key, maaf pagi-pagi gini udah ngerepotin kamu. Kalau kamu mau balik, gapapa kok Key aku udah

__ADS_1


bisa sendiri kok, badan gue juga udah enakan”


“Ahh..iya oke. Kalau gitu gue balik ya. Oh ya sarapannya jangan lupa dimakan” ucap Keysa dengan ragu-ragu


dan kemudian pergi meninggalkan kamar Nathan.


Entah mengapa kaki Keysa sedikit agak berat untuk melangkah pulang meninggalkan Nathan, hatinya merasa


khawatir jika membiarkan Nathan pergi seorang diri dengan keadaannya yang seperti itu.


Tepat didepan pintu gerbang rumah Keysa, langkah kakinya tiba-tiba saja terhenti. Setelah memikirkan


baik-baik selama perjalan pulang dari rumah Nathan menuju rumahnya, Keysa pun akhirnya mengambil  keputusan untuk pergi menemani Nathan ke Belanda. Karena sebagai seorang sahabat dia tidak boleh membiarkan Nathan pergi sendiri dengan keadaan yang tengah kacau ditambah lagi dengan kondisi kesehatannya yang juga kurang fit, sebagai sahabat Keysa merasa bertanggung jawab untuk menenami Nathan melewati keadaan sulit seperti ini apalagi selama ini Nathan juga sudah sangat baik kepada dirinya dan keluarga besarnya.


“Ya aku harus temenin Nathan, aku ga boleh biarin dia sendiri” ucap Keysa meyakinkan dirinya dan


kemudian langsung bergegas menuju pos satpam untuk menemui pak Darman.


“Pak…pak, nanti kalau liat mobil Nathan keluar tolong ditahan ya…” ucap Keysa buru-buru tanpa memberi penjelasan lebih lanjut dan kemudian langsung berlari meninggalkan pos satpam.


“Loh tapi buat apa non? Non….nonnn” tanya pak Darman berteriak namun Keysa sudah tidak lagi


mendengarnya karena sudah terlanjur masuk kedalam rumah.


“Nak kenapa lari-lari?Hati-hati nanti kamu jatuh” tanya papa Adam yang kebetulan baru


keluar dari ruang makan dan melihat Keysa tengah berlari menuju anak tangga.


“Nanti aku jelasin pa…” Keysa menjawab papanya dengan sedikit berteriak dan terus berlari menaiki anak


Setelah beberapa menit mengemasi barang-barangnya kedalam koper dan sudah mengganti pakaiannya, Keysa pun buru-buru turun dari ke lantai satu sambil menganting kopernya karena khawatir Nathan akan pergi dan pak Darman tidak bisa menahannya.


“Key, kamu mau kemana?” tanya Kenzo yang langsung berdiri dari duduknya ketika sedang  menikmati segelas kopi diruang keluarga.


Papa Adam yang juga berada satu ruangan dengan Kenzo langsung berbalik dan melihat ke arah Keysa.


“Nak, kamu mau kemana? Kenapa bawa koper?” papa Adam langsung menghampiri Keysa dan diikuti oleh


Kenzo.


Keysa yang masih mencoba untuk menetralkan nafas dan detak jantungnya karena sejak tadi terburu-buru masih diam berdiri dan tidak menjawab pertanyaan dari papa dan Kenzo.


“Nak, tolong jangan tinggali papa lagi. Papa ga akan bisa hidup tanpa kamu nak” papa Adam


meneteskan air matanya dan langsung memeluk putri kecilnya itu.


“Keysa jangan pergi dari rumah ini lagi ya. Kalau kamu ga nyaman dirumah ini biar tante aja yang keluar


dari rumah ini nak. Kamu tetap disini ya nak” ucap tante Lydia yang sejak tadi sudah berdiri di dekat pintu dapur dan mendengar pembicaraan mereka.


“Eh tunggu dulu…” Keysa menarik nafasnya panjang


“Aku bukannya mau pergi dari rumah ini. Pa…jangan khawatir aku ga akan ninggalin papa”


Mendengar jawaban yang melegakan dari Keysa, papa Adam perlahan melepaskan pelukannya dan menatap ke

__ADS_1


wajah putrinya.


“Terus kenapa kamu pake bawa koper kayak gini dek?” tanya Kenzo.


“Oh ini aku mau nemenin Nathan ke Belanda, kondisi mamanya Nathan ngedrop dan aku ga tega biarin Nathan pergi sendiri kak”


“Hampir aja tau kamu buat jantung kakak berhenti berdetak, kakak kirain kamu mau pergi ninggalin kami


lagi disini. Tapi kamu ga lagi bohong kan dek?” selidik Kenzo


“Idih enggaklah, ngapain coba aku bohong kak. Keysa boleh pergi kan pa? Cuma beberapa hari aja kok”


Papa Adam tersenyum sekilas ke arah Keysa dan kembali memeluk putrinya sambil mengusap lembut


kepala Keysa. Dan kemudian melepas pelukannya.


“Iya papa izinin sayang, kamu jaga diri baik-baik ya selama disana. Titip salam sama om Addison ya disana”


“Oke pa siap, yaudah Keysa pamit dulu ya”


Keysa kemudian menyalim dan memeluk papa Adam serta Kenzo untuk berpamitan, namun saat berpamitan


dengan tante Lydia dia hanya menyalim karena merasa sangat kaku berhadapan dengan tante Lydia.


Keysa tiba di gerbang dan dengan sangat kebetulan saat itu pak Darman baru saja menghadang mobil Nathan


dengan berdiri di tengah jalan dan sipengendara mobil terlihat sedang mengklakson-klakson pak Darman.


Sebelum menyulut emosi Nathan, dengan cepat Keysa langsung berlari menghampiri mobil Nathan sambil


menarik kopernya.


Tok…tok…tok


Keysa mengetok jendela mobil Nathan. Dan kemudian Nathan menurunkan kaca mobilnya.


“Key…kenapa kamu disini? Terus kenapa kamu bawa koper?”


Namun Keysa tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Nathan dan malah berbicara dengan supirnya.


“Pak tolong bukain bagasinya ya”


“Baik non”


Setelah bagasinya dibuka, Keysa pun langsung meletakkan kopernya didalam. Melihat itu Nathan pun keluar


dari dalam mobilnya.


“Key kamu mau apa? Apa maksudnya ini? ”


“Pak Dar, makasih ya. Keysa pamit dulu ya pak” ucap Keysa sambil melambaikan tangannya ke arah pak


Darman.


“Ayo masukk” perintah Keysa kepada Nathan dan langsung duduk di kursi bagian belakang.

__ADS_1


......................


__ADS_2