Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 21


__ADS_3

...21...


Sesampainya dirumah, Kenzo langsung memarkirkan mobil ke dalam garasi sedangkan Keysa masih berhenti tepat di depan pagar rumah karena ponselnya yang tiba-tiba saja berbunyi menandakan ada sebuah pesan whatsapp yang masuk.


“dek udah ayo masuk” teriak Kenzo kepada Keysa yang masih memainkan ponselnya dengan sepeda yang masih didudukinya.


“bentar-bentar kakak diluan aja, aku masih balas pesan Axel”


“yaudah habis itu langsung masuk ya, jangan pergi lagi”


“iya kakak tenang aja”


Ketika Keysa sedang asik membalas pesan dari kekasihnya itu,


Tinn..tin..tinn


lagi-lagi terdengar suara klakson mobil yang kali ini terdengar cukup dekat ditelinganya namun lagi-lagi Keysa tidak terlalu peduli karena mengira suara klakson mobil itu berasal dari rumah yang ada didepan.


“non..non. Anu non bisa minta tolong non nya geser sebentar, soalnya non menghalangi mobil yang mau masuk” ucap satpam rumah yang tiba-tiba menghampiri Keysa.


“eh maaf..maaf pak. Keysa ga tau tadi”


Lalu Keysa bergegas mengayuh sepedanya menuju pinggiran tepatnya samping pos satpam kemudian kembali memainkan ponselnya. Keysa sekilas melirik ke arah mobil yang baru saja masuk ke pekarangan rumahnya itu dan melihat satu orang pria paruh baya yang terlihat seumuran dengan papanya dan satu orang pria muda bertubuh tinggi dan tegap serta memiliki paras yang cukup tampan turun dari mobil itu. Namun Keysa tidak mengenal dan belum pernah melihat kedua pria itu sebelumnya.


“siapa tuh pak yang datang?” tanya Keysa kepada pak Darman satpam rumah mereka.


“katanya tadi temannya tuan Adam non”


“oohh”


Keysa hanya ber-oh ria sambil menganggukkan kepalanya, kemudian kembali berfokus menatap layar ponselnya.


Sementara itu diruang tamu


“perkenalkan Dam, ini putra ku Nathan Benedict, nak perkenalkan ini sahabat lama papa om Adam” ucap Addison


Kemudian papa Adam dan Nathan saling berjabat tangan.


“tampan seperti papanya” puji papa Adam


“thank you om”


“kenapa kamu tidak memberi kabar sebelumnya kalau ingin berkunjung kesini Addi? Kalau saya tau kamu mau datang, saya akan menyiapkan sesuatu untuk menyambut kalian”


“tidak perlu repot-repot Dam, sebenarnya kami tadi datang ke rumah sakit untuk menjengukmu, tapi pihak rumah sakit bilang kamu sudah keluar tadi siang, untuk itu kami langsung menuju kesini”


“Ya aku memang sudah keluar sejak tadi siang, aku sudah sangat tidak betah berlama-lama disana. Apalagi sekarang putri ku berada disini jadi aku ingin cepat-cepat keluar karena ingin berada di dekatnya”


“wah kamu memang papa yang sweet Dam. Oh ya bagaimana keadaan mu apa sudah lebih baik?”


" seperti yang kamu lihat sendiri, aku sudah sehat hanya saja aku masih menggunakan kursi roda karena belum mampu berjalan dengan baik"


“eh papa ada tamu” ucap Kenzo yang baru saja keluar dari kamarnya.

__ADS_1


“kesini nak, coba kamu liat siapa yang datang” ucap papa


Kemudian Kenzo pun datang mengahampiri papa Adam.


“Om Addi??. Wah om apa kabar? Udah lama banget kita gak ketemu om” ucap Kenzo dengan semangat dan langsung memeluk Addison.


“haha, kabar om baik kok nak. Kamu udah besar banget ya sekarang, terakhir kali itu kita ketemu kamu masih kecil banget, kalau om ga salah ingat kamu masih kelas satu SD ya dan sekarang wahh kamu tumbuh menjadi seorang pria yang sangat tampan”


“ahh om bisa aja”


“oh ya ini kenalin anak om”


“Nathan”


“Kenzo”


Kenzo dan Nathan saling berjabat tangan


“oh ya om selama ini kemana?”


“waktu itu tiba-tiba om disuruh pindah ke Belanda sama papanya om dan om juga ga sempat ngabarin papa kamu”


“emm..pantesan aja om tiba-tiba ngilang gitu aja”


“Nak, dimana adik kamu? dari tadi papa ga ada lihat Keysa, kata bibi dikamar juga ga ada. Papa ingin mengenalkannya ke om Addi dan juga Nathan”


“Loh Keysa belum masuk juga pa? Tadi Keysa bareng aku kok pa di depan”


“Mckk.. kemana lagi ya tuh anak. Bentar-bentar deh pa aku cek ke depan dulu” ucap Kenzo, kemudian beranjak dari sofa.


Namun saat Kenzo sudah berdiri dan hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja tampaklah Keysa yang berjalan memasuki rumah.


“udah selesai balas chatnya?” ejek Kenzo


“haiis, gausah mulai deh kak” jawab Keysa sambil terus berjalan


“Nak kesini sebentar. Papa ingin mengenalkan sahabat papa sama kamu” ucap papa Adam.


“iya pa” jawab Keysa,


Kemudian Keysa berjalan menuju ke ruang tamu.


“ini om Addison, sahabat lama papa”


“ohh, saya Keysa om” ucap Keysa sambil tersenyum.


Keysa kemudian berjabat tangan dengan Addison.


“ini anak om Addison” sambung papa lagi.


“Keysa”


“Nathan”

__ADS_1


Keysa dan Nathan saling berjabat tangan.


“pa aku ke kamar dulu ya”


“kenapa buru-buru nak? Kita ngobrol-ngobrol disini dulu dengan om Addi”


“Key, mau bersih-bersih dulu pa. Udah gerah banget abis sepedaan tadi”


“yasudah kalau gitu, selesai mandi kamu kesini ya. Kita akan malam bersama dengan om Addi”


“iya pa. Om saya permisi dulu ya”


“ah iya iya silahkan nak”


Kemudian Keysa pergi meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju kamarnya dilantai dua.


“putri mu sungguh sangat mirip dengan Indira Dam, bagaikan pinang dibelah dua” ucap Addison kagum.


“benar yang kamu katakan Addi, aku juga merasakan hal yang sama. Dengan melihat Keysa kerinduan ku dengan Indira bisa terobati”


“iya om, aku juga ngerasa Keysa itu mirip banget sama mama” timpal Kenzo.


Ketika Keysa sampai dilantai dua dan sudah memegang handle pintu kamarnya, tiba-tiba saja Bobby keluar kamar sambil berlari ke arah Keysa dan langsung memeluknya.


“kaka..oby mau makan disuap kaka key. Oby ga mau sama mama” ucap Bobby berulang-ulang


“apaan sih ni anak, lepasin gak” ucap Keysa yang berusaha melepaskan pelukan Bobby


“maaf maaf ya nak. Bobby tadi tiba-tiba aja lari keluar kamar pas mama suapin” ucap tante Lydia yang keluar dari kamar Bobby sambil berlari.


“apa? Mama katanya? Cih dasar perempuan ga tau malu” batin Keysa


“Oby...Oby ga boleh gitu ya sama kakak, ayo lepasin kakak key nya dulu. Kakak Key mau istirahat dulu ya nanti baru main sama Oby. Lepasin ya nak” bujuk tante Lydia.


“nanti main sama kaka?”


“iya nanti main sama kakak, jadi biarin kakak key nya istirahat dulu ya. Oby jangan ganggu kakak dulu ya” ucap tante Lydia lagi.


“main puzzle?kaka sama Oby main puzzle?”


“iyah sayang, nanti kamu main puzzle sama kakak ya”


Bobby pun kemudian menurut dan melepaskan pelukannya dari Keysa.


“yeeeee oby main puzzle sama kaka, yeeeee” ucap bobby bersemangat sambil kembali berlari memasuki kamarnya dan meninggalkan Keysa juga tante Lydia.


“maafin Bobby ya nak, Bobby tad—“


BRAKKK....


Belum sempat tante Lydia menyelesaikan kalimatnya Keysa sudah masuk ke dalam kamar sambil membanting pintu kamarnya dan tidak memperdulikan keberadaan tante Lydia.


......................

__ADS_1


__ADS_2