
...7...
“kamu gapapa kan dek?” tanya Kenzo saat Bobby dan bi Onah sudah keluar dari kamar
“gapapa kak Keysa cuma kaget aja tadi, emang itu siapa si kak, kok tingkahnya kayak gak normal gitu. Apa dia anak bibi yang tadi?bisa-bisanya dia pikir aku kakaknya” ucap Keysa sambil merapikan rambutnya
“dia bukan anak bi Onah dek, bi Onah hanya pengasuhnya saja ”
“kalau bukan anak bi Onah, terus kenapa dia bisa di rumah ini?”
Tiba-tiba saja Keysa terdiam dan teringat akan sesuatu hal.
“apa jangan-jangan itu anak tante...”
“iya dek dia anak tante Lydia, adek tiri kita. Bobby itu penyandang autis dan dia memang agak sulit untuk mengendalikan diri dan perasaannya, maka dari itu dia terlihat seperti tadi mungkin karena dia terlalu senang ketemu kamu dek”
“autis? Aku kira selama ini anak perempuan itu normal kenyataannya tidak. Ternyata gara-gara anak itu aku kehilangan perhatian dari papa” batin Keysa
“kenapa dia baru kelihatan pagi ini?”
“Bobby ada dirumah sakit semalaman dan baru pulang tadi pagi karena hari ini dia ada jadwal sekolah”
“kenapa dia bisa kenal aku? padahal kami belum pernah bertemu sekalipun”
“itu karena papa dan mama Lydia selalu ceritain tentang kamu dan memperlihatkan foto-foto kamu ke Bobby”
“mama? Sejak kapan Kak Kenzo manggil mama ke perempuan itu?”
“ahh maksud kakak tante Lydia”
“apa dia akan terus seperti itu selama aku tinggal disini?”
“kamu jangan khawatir ya dek, kakak akan suruh bi Onah untuk lebih ketat menjaga Bobby supaya tidak mengganggu kamu seperti tadi”
“emm yaudah deh kalau gitu aku mandi dulu kak, udah gerah banget” ucap Keysa sambil mengambil handuk di tempat gantungannya.
“kakak tunggu dibawah ya, kita sarapan bareng sebelum pergi”
Melihat Keysa yang sudah masuk ke dalam kamar mandi, Kenzo pun pergi meninggalkan kamar dan menuju ruang makan.
“sayang Keysa kenapa tadi?” tanya Olivia yang sedang menyuapi Daffin.
“itu tadi Bobby masuk ke kamar Kesya dan ngejar-ngejar Keysa mau main katanya, tapi yang ada Keysa nya malahan kaget dan takut” ucap Kenzo sambil menarik salah satu kursi makan dan langsung mendudukinya.
“Kamu udah kasih tau Keysa tentang Bobby itu siapa”
__ADS_1
Kenzo menganggukkan kepalanya yang menandakan kalau dia sudah memberitahukan Keysa tentang siapa itu Bobby.
“Gimana respon Keysa?”
“Respon Keysa terlihat biasa aja sayang, padahal dalam benak aku itu Keysa bakalan kaget dengan keberadaan Bobby secara dari dari dulu kan Keysa gak pernah mau kalau diajak ketemu Bobby”
“Berarti tandanya Keysa perlahan sudah mulai bisa berdamai dengan masa lalu”
“aminn semoga saja apa yang kamu katakan itu benar adanya sayang”
Saat Kenzo dan Olivia sedang mengobrol di meja makan, tiba-tiba saja bi Onah datang sambil memegangi tangan Bobby yang sudah memakai seragam sekolahnya kemudian bi Onah menarik kursi makan dan mendudukkan Bobby dikursi itu.
“bi langsung disiapin aja sarapan buat Bobby, jangan lupa bekalnya juga disiapin ya bi” ucap Olivia kepada bi Onah sambil terus menyuapi Daffin dengan bubur.
“baik non”
“oby mau itu, oby ga mau ini, oby mau makan sama kaya ade Affin” ucap Bobby dengan pengucapan kurang jelas saat bi Onah menyodorkan piring yang sudah berisi makanan.
“kalau Bobbynya makan ini? terus adek Daffinnya nanti kelaperan dong, emang Bobby ga kasihan tuh liat adek Daffin kelaperan kalau makanannya Bobby makan. Bobby kan udah gede jadi makannya yang itu aja ya sayang, kalau ini untuk adek Daffin aja boleh?”
“oby mau makan ini, oby ga mau makan punya ade, nanti ade affin laper, oby mau makan, oby laper”
“Makasih uncle Bobby” ucap Olivia dengan suara menirukan anak kecil.
“Pagi kak. maaf Keysa lama turunnya” sapa Keysa saat memasuki ruang makan.
Saat hendak duduk Keysa sekilas memandang ke arah Bobby yang sedang makan dengan sangat berantakan namun Keysa langsung mengalihkan pandanganya ke arah lain.
“oh ya kak Liv, ini ada oleh-oleh buat kakak, kak Kenzo sama Daffin” sambil menyerahkan dua paperbag.
“wahh makasih banget nih dek, udah repot-repot bawain kita oleh-oleh”
“enggak repot kok kak Liv”
“oby juga mau hadiah, oby mau hadiah, kakak kasih hadiah oby” ucap Bobby
Namun Keysa tidak sedikitpun merespon perkataan Bobby dan tetap melanjutkan menyantap sarapannya.
“nanti kak Kenzo beliin hadiah buat Bobby ya” ucap Kenzo
Namun Bobby tidak menanggapi perkataan Kenzo dan malah semakin berteriak sambil sesekali memukul-mukul kepalanya.
“oby mau hadiah kaka, kaka kasih hadiah, oby mau hadiah dari kaka”
“Bobby, tenang ya. Kan kak Kenzo nanti beliin oby hadiah” ucap bi Onah sambil mencoba menahan tangan Bobby agar tidak kembali memukul kepala lagi.
__ADS_1
Kini Kenzo dan bi Onah tengah menenangkan Bobby sedangkan Olivia pergi ke taman untuk menenangkan Daffin yang menangis karena kaget mendengar teriakan Bobby.
“bisa gila aku kalau tiap pagi terus-terusan mendengar teriakan anak aneh ini” batin Keysa yang merasa geram karena mendapati suasana sarapan yang penuh keributan dan kacau kayak gini.
Keysa yang merasa tidak tahan lagi dengan keributan yang terjadi, tanpa sepatah kata apapun langsung meninggalkan ruang makan.
“dek kamu mau kemana?” tanya Kenzo saat melihat Keysa yang beranjak dari tempat duduknya.
Namun Keysa tidak menanggapi perkataan Kenzo dan tetap melanjutkan langkahnya meninggalkan ruang makan. Beberapa menit kemudian Keysa kembali ke ruang makan dan mendapati Bobby yang sudah mulai tenang dengan Kenzo dan bi Onah yang berada disisi Bobby sambil membisikkan bujukan-bujukan manis.
“nihh kak, kasih buat dia” Keysa memberikan sebuah paperbag berisikan sebuah kaos kepada Kenzo. Kaos couple yang awalnya sengaja dibeli Keysa untuk Axel dan dirinya terpaksa diberikan kepada Bobby karena Keysa tidak memilik oleh-oleh untuk diberikan kepada Bobby.
“Keysa tunggu di depan ya kak” ucap Keysa kemudian kembali meninggalkan ruang makan.
“selamat pagi non Keysa” sapa pak Kardi supir yang kemarin ikut menjemputnya dibandara.
“pagi juga pak Kardi”
“non mau kemana? Kok pagi-pagi udah rapi aja”
“oh ini pak, Key mau ke rumah sakit ketemu papa”
“sampeiin salam buat tuan besar ya non, semoga cepat sembuh”
“iya pak nanti key sampein”
“kalau gitu bapak permisi dulu ya non, mau bersihin mobil dulu”
“iyaiya pak silahkan” ucap Keysa dengan sopan.
Saat sedang duduk di kursi teras rumah sambil memainkan ponselnya Keysa tiba-tiba teringat akan sahabatnya sewaktu SMA yaitu Melody.
“ya ampun bisa-bisanya aku lupa ngabarin Melody kalau aku udah pulang ke Indonesia. Siap-siap deh ini dengarin omelan si Melo” ucap Keysa dan langsung mencari kontak Melody di ponselnya. Dan benar saja dugaan Keysa setelah mengirimkan pesan, Melody langsung menelepon.
“Heh kunci, bisa-bisanya lu gak ngabarin gue kalau udah ada di Indonesia” (Key \= Kunci)
“hahaha nyantai dong mbak, kok langsung ngegas sih sama sahabatnya sendiri. Bukannya kangen malah diomelin”
“abisnya lu sih ngeselin key, kalau gue tau lu pulang gue ga bakalan ikut papa perjalan bisnis ke luar kota gini. Liat kan sekarang gue jadi gak bisa ketemu sama lu kunci, padahal gue kangen banget sama lu”
“haha aduh segan banget nih liat ibu pengusaha lagi tugas, udah deh Melo ga usah mulai dramanya entar juga kita kan bisa ketemu setelah kamu pulang”
“yaudah lu harus tungguin gue ya sampai pulang jangan kabur diam-diam lagi. Awas kalo lu balik diam-diam gue bakalan bawa lu ketukang las kunci”
“haha iya Melo bawel deh, udah ah aku mau pergi nih sampai ketemu Melo” Keysa langsung mengakhiri panggilan dengan Melody.
__ADS_1
“key yuk kita berangkat” ucap Kenzo yang kebetulan baru saja keluar dari rumah bersama dengan Olivia.
......................