
...44...
Melihat kehadiran Axel, membuat emosi Kenzo memuncak dan langsung berdiri menghampiri Axel.
BUGGHHH...
Satu pukulan melayang ke pipi Axel.
“Kenzo....” panggil papa Adam yang kaget dengan tindakan anak tertuanya itu,
Hati Kenzo seakan sudah diselimuti oleh kabut emosi sehingga membuatnya tidak lagi mengingat jika ada Daffin yang juga berada diruangan itu.
Kenzo langusung beralih mencengkram kerah baju Axel.
“Masih berani lo datang kesini setelah semua yang lo perbuat sama adik gue” ucap Kenzo dengan penuh penekanan.
“Dasar lo lelaki berengsek”
BUGGHHH...
Satu pukulan kembali mendarat tepat di pipi Axel dan itu berhasil membuat sudut bibir Axel terluka dan mengeluarkan darah segar namun tetap saja Axel hanya diam dan tidak melawan sama sekali dia terus membiarkan Kenzo untuk melampiaskan emosinya. Daffin yang tadinya sedang asik bermain tiba-tiba saja menangis karena menyaksikan keributan yang membuatnya menjadi takut. Melihat Daffin yang sudah menangis, Nathan langusung bergegas menggendongnya dan membawa Daffin menjauh dari ruang keluarga.
“Maaf kak”
“Maaf lo bilang, kata maaf lo itu ga bakalan bisa mengubah apapun berengsek” ucap Kenzo yang sudah kembali mencengkram kerah baju Axel dan hendak memukul Axel lagi.
“Kenzo sudah, hentikkan!!!” ucap papa dengan nada suara yang tinggi.
“Lepaskan cengkraman mu!” papa Adam menarik tangan Kenzo yang masih mencengkram kerah baju Axel.
“Tapi pa...”
“Sudah jangan membantah, kamu tidak lihat apa anak mu sudah menangis karena ketakutan melihat papanya seperti tadi.Apa kamu tidak malu melakukan itu di depan anak mu? Lagi pula sudah berapa kali papa sudah bilang ke kamu Kenzo, jangan pernah pakai kekerasan dalam menyelesaikan masalah apapun, apa kamu sudah lupa dengan apa yang papa katakan”
“Maaf pa” ucap Kenzo sambil menunduk.
Selesai menasehati anaknya, papa Adam beralih melihat Axel yang sedari tadi sudah menunduk.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya papa Adam.
“Ah, gapapa om saya gapapa”
__ADS_1
Kemudian papa Adam, mengambil beberapa lembar tisue dari atas meja dan memberikannya kepada Axel.
“Usap darah mu menggunakan ini”
“Tidak om, tidak usah saya tidak apa-apa” ucap Axel sambil terus menunduk
“Tegakkan wajah mu nak, tidak baik menunduk terus saat orang tua sedang berbicara”
Dengan ragu-ragu Axel sedikit demi sedikit mulai menegakkan wajahnya.
“Maaf om”
“Sudahlah tidak perlu meminta maaf. Seharusnya om yang harus meminta maaf kepada mu atas apa yang telah anak om lakukan tadi sehingga membuat kamu menjadi babak belur seperti ini. Ambillah tisue ini dan bersihkan darahnya menggunakan ini” papa Adam kembali menyodorkan tisue kepada Axel.
“T-erimakasih om” Axel kemudian menerima tisue tersebut dan mengusap darah yang ada di pinggiran mulutnya.
“Pa, kenapa jadi papa yang minta maaf ke anak ini sih”
“Sudah, papa melakukannya juga untuk mu Kenzo”
“Apa yang terjadi pah?” tanya tante Lydia yang tiba-tiba datang ke ruang keluarga.
“Kenapa tadi mama mendengar keributan dan juga kenapa Daffin sampai menangis ketakutan seperti tadi?”
“Daffin sekarang ada dimana ma?” tanya Kenzo
“Ada di taman nak bersama Olivia dan Nathan”
Mendengar itu tanpa sepatah kata apapun yang keluar dari mulutnya, Kenzo langsung berlari meninggalkan ruang keluarga dan menuju taman belakang.
“Terus kenapa wajah kamu babak belur seperti ini?” tanya tante Lydia kepada Axel.
“Tidak ada apa-apa ma, hanya terjadi keributan kecil tadi disini dan Kenzo tidak bisa menahan emosinya sehingga membuat Axel terluka seperti ini”
“Yaampun, tunggu sebentar ya biar tante ambilin obat dulu”
“Tidak usah tan, saya tidak apa-apa” ucap Axel
“Bagaimana bisa kamu bilang tidak apa-apa wajah kamu berdarah seperti ini. Tunggu sebentar tante ambilin kotak P3K dulu”
Walaupun Axel menolak untuk diobati, tante Lydia tetap pergi mengambil kotak P3K.
__ADS_1
“Duduk nak” ucap papa
Namun Axel hanya diam terpaku berdia ditempatnya.
“Sudahlah tidak perlu sungkan, bukannya kamu kesini karena ada yang ingin dibicarakan?”
“Maafin Axel om” ucap Axel sambil berlutut dilantai.
“Apa yang kamu lakukan Xel?”
“Maafin Axel om, Axel udah ngecewain Keysa dan om. Tolong maafin Axel om hiks...hiks”
Axel menangis dihadapan papa Adam, dia tidak bisa lagi membendung air matanya karena saat ini kehidupannya sungguh begitu sangat berat dan jauh di dalam hatinya saat ini Axel sangat membutuhkan Keysa ada disisinya untuk memberikan kekuatan kepadanya.
Sebenarnya selain masalahnya dengan Keysa, kini keluarga Axel juga tengah ditimpa sebuah masalah besar semua usaha papanya mendadak bangkrut, rumah sakit keluarganya yang saat ini menjadi tempat Axel bekerja pun tiba-tiba saja dialihkan ke orang lain bahkan dirinya juga terancam di berhentikan menjadi seorang dokter karena suatu masalah yang sama sekali tidak pernah diperbuatnya.
Axel sebenarnya ingin menceritakan masalah keluarganya dengan Keysa, namun itu belum sempat terjadi karena Keysa sudah lebih dulu melihat dirinya dirumah sakit dengan wanita yang menjadi awal dari semua permasalahan hidupnya.
“Berdirilah nak, jangan seperti ini” papa Adam menghampiri dan menuntun tubuh Axel untuk duduk di sofa.
“Sudahlah, jangan menangis seperti ini. Walaupun sebenarnya om juga merasa kecewa dengan mu karena menyelingkuhi Keysa. Tapi itu tidak membuat om membenci mu, jadi tidak perlu merasa bersalah seperti ini. Mungkin semua ini terjadi karena memang kalian berdua tidak berjodoh, maka dari itu om tidak akan menyalahkan mu nak”
Axel mengusap air matanya menggunakan tangannya dan berusaha untuk menguatkan dirinya
“Maafin Axel om, Axel janji akan menyelesaikan semua masalah ini tanpa pernah menyakiti hati Keysa lagi, tapi Axel mohon om tolong ijinin Axel bertemu dengan Keysa, Axel mohon om”
“Om bukannya tidak mengijinkan kamu bertemu dengan Keysa, tapi saat ini Keysa tengah beristirahat karena sore tadi Keysa baru pulang dari rumah sakit”
“Apa om rumah sakit? Keysa sakit om?” tanya Axel khawatir
“Tenanglah, Keysa sudah tidak apa-apa sekarang kemarin dia hanya mengalami dehidrasi dan asam lambungnya kumat”
“Maafin aku sayang, gara-gara aku kamu jadi menderita seperti ini. Maafin aku sayang aku benar-benar minta maaf, aku sangat merindukan mu Key” ucap Axel dalam hati.
Mendengar itu membuat Axel semakin merasa bersalah, Axel menyalahkan dirinya dengan semua yang telah terjadi hingga menyebabkan wanita yang sangat dia cintai menderita dan merasakan sakit hati yang mendalam. Axel sangat menginginkan kata maaf dari Keysa namun semakin kesini dia menjadi merasa tidak pantas untuk menerima kata maaf dari Keysa.
“Coba kamu jelasin semua sama om apa yang terjadi secara jujur tanpa ada satupun yang kamu tutupin”
Dengan memberanikan diri Axel kemudian mulai menceritakan semua kepada papa Adam tentang apa yang sedang dialaminya dan bagaimana bisa terjadi permasalahan itu tanpa ada satupun yang ditutupi oleh Axel.
......................
__ADS_1