Perhaps To Love

Perhaps To Love
Bab 20


__ADS_3

...20...


“Axel jam segini pasti masih kerja, enaknya kemana ya bosan juga dirumah terus” benak Keysa yang baru saja keluar dari kamar.


“atau aku ke rumah sakit aja ya nemuin Axel? Eh jangan deh entar aku malah ganggu dia lagi. Emmm mau jalan tapi ga tau mau kemana. Melo juga belum pulang. Jalan-jalan keliling komplek perumahan aja deh itung-itung jogging sore sekalian nyari minimarket biar jajan ” benak Keysa sambil menuruni anak tangga.


“ non Keysa mau kemana? Loh kok matanya bengkak gitu non?” tanya pak Kardi yang sedang duduk santai bersama dengan seorang satpam rumah dan melihat Keysa yang baru saja keluar dari rumah.


“eh pak Kardi, ini Key mau jalan-jalan keliling komplek sebentar pak, sekalian mau cari minimarket terdekat pak kalau ada. Oh ini tadi Keysa nangis waktu nonton drama sedih banget ceitanya pak makanya mata Keysa bengkak kayak gini”


“Oh bapak kirain tadi kenapa. Aduhh non, minimarket mah lumayan jauh dari sini kalau jalan kaki. Minimarket adanya diluar komplek sini non. Ayo pak Kardi anterin naik mobil aja non”


“gausah pak, itung-itung Key sekalian jogging sore pak cari keringat hehe”


“yang ada non entar pegal-pegal kalau jalan kaki”


“gak kok pak, bapak tenang aja”


“gimana kalau non Keysa naik sepeda aja, kebetulan digarasi itu ada sepeda tuan Kenzo. Non Keysa pakai itu aja, kan bisa lebih seru non sekalian nyari angin sepoi-sepoi hehe ketimbang jalan kaki pegal non, bapak aja nih ya jalan ke taman komplek itu aja udah pegal-pegal kaki ini non”


“haha yaudah deh kalau gitu pak, Keysa naik sepeda aja, udah lama juga Key ga naik sepeda nih”


“Non tunggu sebentar disini ya, biar bapak ambilin dulu”


“iya pak”


Kemudian pak Kardi bergegas menuju garasi untuk mengambilkan sepeda yang akan dipakai oleh Keysa.


“ini non sepedanya”


“makasih ya pak, oh ya pak Kardi mau nitip sesuatu gak di minimarket?”


“hehe ga ada non”


“yaudah aku pergi dulu ya pak”


“iya non, hati-hati ya non”


Keysa pun kemudian mulai mengayuh sepeda nya menuju jalanan komplek perumahan. Sepanjang perjalanan Keysa melirik ke kanan dan ke kiri melihat keadaan sekitaran komplek perumahan mewah itu sambil terus mengayuh sepedanya dengan santai.


“komplek perumahan orang kaya emang gini yah, sepi ga ada kelihatan tanda-tanda interaksi makhluk hidupnya” ucap Keysa.

__ADS_1


Setelah beberapa menit Keysa mengayuh sepedanya mengitari lingkungan komplek perumahan, akhirnya Keysa tiba digerbang perumahan yang tepatnya berada dipinggiran jalan raya. Keysa berhenti mengayuh sepeda dan mengedarkan pandangannya ke arah kanan dan kiri untuk mencari letak keberadaan minimarket.


“dimana minimarketnya ya, bukannya tadi kata pak Kardi ada didekat gerbang komplek” ucap Keysa sambil mengedarkan pandangannya.


Saat Keysa tengah berhenti tiba-tiba ada seseorang perempuan paruh baya yang sedang berjalan kaki menuju arah Keysa.


“bu..bu maaf, mau tanya minimarket dekat sini ada dimana ya?” tanya Keysa kepada perempuan paruh baya itu.


“oh minimarket. Mbak terus aja lurus kesini nah nanti langsung kelihatan kok mbak ada minimarket”


“jauh gak bu?”


“dekat kok mbak”


“oke makasih ya bu”


“iya sama-sama mbak”


Keysa pun kemudian kembali mengayuh sepedanya menuju arah yang ditunjukkan oleh perempuan paruh baya barusan dan benar saja tidak jauh dari gerbang komplek perumahan itu Keysa sudah melihat ada sebuah minimarket. Keysa memarkirkan sepedanya dan langsung berjalan masuk ke dalam minimarket. Sesampainya didalam handphone Keysa tiba-tiba saja berbunyi.


“hallo kak” ucap Keysa saat menerima panggilan dari Kenzo.


“dek kamu dimana? Kenapa kamu ga pamit dulu sebelum pergi? kenapa pergi sendiri naik sepeda? Kenapa ga dianterin sama pak Kardi aja?”


“iya kakak tau tapi kan kamu baru disini dek, belum kenal lingkungan disini. Kalau kamu pergi sendiri kayak gini terus kamu kenapa-kenapa gimana? Apalagi dulu itu kan kamu pernah ketabrak mobil waktu naik sepeda. Makanya kakak khwatir gini”


“ya justru karena ga kenal, makanya aku harus kenalan sama lingkungan disini kak. Udah kakak gausah khawatir itu kan kejadian dulu pas aku masih baru-baru belajar naik sepeda”


“ya setidaknya kan kamu bisa minta temenin kakak tadi. Baru aja kakak turun nyari kamu kebawah eh kamu nya udah ngilang aja entah kemana”


“hehe yaudah lain kali aku ajak kakak deh”


“terus kamu sekarang dimana?”


“aku di minimarket depan komplek kok kak”


“kakak jemput kamu kesana”


“eh jangan-jangan. Aku kan bawa sepeda kak. Udah kakak gausah jemput aku kesini oke . Bye”


Keysa langsung memutuskan sambungan secara sepihak.

__ADS_1


“hisss, lama-lama kak Kenzo makin lebay deh” gerutu Keysa sambil memasukkan ponsel kedalam kantong celananya dan berjalan menuju lemari pendingin es krim.


Keysa mengambil sebuah es krim rasa cokelat kesukaannya dan kemudian langsung membayarnya ke kasir. Setelah membayar Keysa kemudian berjalan menuju sebuah kursi yang berada tepat di depan minimarket itu untuk menikmati es krim cokelatnya sebelum kembali pulang kerumah.


Tinnn...Tinnn.....


Saat Keysa tengah asik menikmati es krimnya tiba-tiba saja Keysa mendengar bunyi klakson dari mobil yang sedang berhenti diseberang minimarket, namun Keysa tidak terlalu memperdulikannya dan tetap menikmati es krim yang berada di tangannya.


“Non, Keysa”


“eh pak Kardi. Bapak ngapain kesini?” tanya Keysa yang sedikit kaget melihat pak Kardi yang tiba-tiba menghampirinya.


“itu non bapak disuruh tuan Ke-“


Belum sempat pak Kardi menyelesaikan kalimatnya, terlihat Kenzo yang turun dari mobil dan langsung datang menghampiri mereka.


“ayo dek pulang”


“ha kak Kenzo? Loh? Kalian ngapain kesini? Jangan bilang kakak datang mau jemput aku”


“nah itu kamu tau”


“yahhh kak Kenzo ga asik banget si”


“biar pak Kardi yang bawa sepeda kamu pulang, kamu ikut kakak naik mobil”


“ogah ah, Key ga mau pulang naik mobil, Key mau naik sepeda aja”


“ini jalan raya dek, bahaya kalau kamu naik sepeda”


“paling cuma nyeberang doang kak, abis itu kan udah masuk ke komplek. Di komplek kan sepi, kendaraan juga jarang ada yang lewat jadi pastinya aman dong kak. Pokoknya aku mau naik sepeda aja pulangnya”


“yaudah kalo gitu, kamu boleh naik sepeda. Biar kakak sama pak Kardi yang ngiringin kamu dari belakang”


Keysa menarik nafasnya dalam-dalam karena sedikit kesal melihat kakaknya yang sangat over protektif, Keysa merasa seperti kembali menjadi seorang anak kecil yang harus selalu dipantau apapun itu kegiatannya dan tidak bisa bebas.


“terserah kakak aja deh” ucap Keysa pasrah.


“yaudah kalau gitu kamu abisin es krimnya dulu baru kita pulang atau kamu masih mau beli sesuatu lagi di dalam??


“enggak kak, udah ga selera”

__ADS_1


Setelah Keysa menghabiskan es krimnya, mereka pun pergi meninggalkan minimarket tersebut dan kembali menuju rumah. Diperjalanan Keysa sengaja mengayuh sepedanya dengan sangat lambat agar Kenzo tidak sabaran dan mendahuluinya. Namun usaha Keysa tidak membuahkan hasil walaupun dia mangayuh sepeda dengan sangat lambat Kenzo masih saja tetap mengiringinya dari belakang hingga sampai ke rumah.


......................


__ADS_2