
...81...
Pagi ini, Keysa berencana
untuk kembali kerumah sakit tempat Nathan di rawat. Kali ini Keysa sudah
bertekad untuk memperjuangkan hubungannya. Walaupun nantinya akan mendapat
penolakan dari Nathan, itu tidak akan membuat Keysa patah semangat. Hari ini Keysa
membawa makanan kesukaan Nathan yang dia siapkan sendiri.
Sesampainya di rumah
sakit dan sudah memarkirkan mobilnya, Keysa pun pergi menuju lift untuk menuju
lantai 4. Tepat di depan pintu ruangan rawat Nathan, Keysa memilih untuk diam
berdiri sambil menetralkan nafasnya.
“Keysaaa…” panggil Caca
dari arah kiri
Keysa yang sudah
mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu, akhirnya pun terhenti dan menoleh
ke arah sumber suara.
“Kak, Caca? Kakak habis
dari mana?”
“Kamu mau ketemu Nathan?”
Keysa pun menganggukkan
kepalanya dengan mantap
“Iya kak” ucap Keysa
sambil tersenyum
Terbesit sebuah tanya di
hati Caca saat melihat sikap Keysa, bukannya marah dengan sikap Nathan waktu
itu malah Keysa terlihat begitu semangat seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
“Bisa bicara sebentar?”
tanya Caca
“Bisa kak”
Kemudian Caca mengajak
Keysa untuk duduk di salah satu kursi yang ada di depan ruangan Nathan. Caca
menceritakan semuanya kepada Keysa, mulai dari permintaan dan keinginan Nathan
hingga apa yang sudah direncanakan oleh Nathan.
Keysa memeluk Caca yang
sudah menangis.
“Mungkin ini hukuman yang
diberikan Tuhan, karena Nathan sudah merusak hubungan kamu dek hiks…hikss.
Maafin Nathan yang Key hiks…hikss”
“Kakak jangan ngomong
seperti itu, aku udah maafin Nathan kak. Dan aku yakin Nathan pasti sembuh kok
kak”
Keysa melepas pelukannya.
“Maafin ya Key, kakak
jadi melow gini”
“Gapapa kak, intinya
sekarang kita sama-sama merawat Nathan dan berdoa untuk kesembuhan Nathan kak”
ucap Keysa menguatkan Caca sambil mengusap bahunya.
Caca pun menganggukkan
kepalanya dan kemudian mengeluarkan sebuah cincin dari dalam tasnya.
“Nathan nitipin cincin
__ADS_1
ini ke kakak dan minta kakak buat jaga cincin ini dengan baik. Tapi kakak rasa
kamu orang yang paling tepat buat jaga cincin ini” ucap Caca sambil menyodorkan
cincin itu ke arah Keysa.
Keysa menatap sekilas
cincin itu dan kemudian mengambilnya. Hatinya begitu terasa sakit saat
membayangkan jika Nathan akan pergi untuk selamanya.
“Nathannya ada di dalam
kan kak?” tanya Keysa
“Nathan lagi di kemo Key”
Keysa dan Caca pergi
keruangan tempat dimana Nathan berada, tak berapa lama menunggu seorang perawat
keluar dari ruangan dan mengatakan jika Nathan sudah selesai melakukan semua
rangkaian kemo. Caca dan Keysa pun masuk kedalam ruangan untuk mendorong kursi roda
Nathan kembali keruangan rawat inapnya.
Di ruangan itu tampak
Nathan yang sedang dibantu perawat untuk duduk di kursi roda, wajah Nathan
begitu pucat dan lemas.
“Hai Nat…aku bantu dorong
ke kamar ya” ucap Keysa tersenyum sambil meraih kursi roda
“Kak Ca, tolong antar aku
ke kamar ya” ucap Nathan
Melihat Caca yang menatap
dirinya iba, membuat Keysa hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya
sebagai tanda bahwa dirinya tidak masalah dengan perkataan Nathan barusan. Caca
pun mengambil alih kursi roda lalu mendorongnya sedangkan Keysa ikut berjalan
di belakang mereka.
Keysa sambil memegangi lengan Nathan yang hendak naik ke atas kasur pasien.
“Aku bisa sendiri” ucap
Nathan
“Oh ya, aku ada bawa
makanan kesukaan kamu lo Nat. Bentar ya aku siapin” ucap Keysa kemudian beralih
menuju meja dimana dia meletakan totebag berisi makanan yang dia bawa tadi.
Hingga malam Keysa masih
senantiasa menjaga Nathan di rumah sakit. Saat ini Keysa tengah tertidur dengan
posisi terduduk dan kepala yang terbaring di pinggiran kasur Nathan. Setelah Nathan
tertidur tadi dan Caca pamit untuk pulang kerumah, rasa kantuk tiba-tiba saja
menyerang dan membuat Keysa memutuskan untuk tidur di dekat Nathan agar jika sewaktu-waktu
Nathan bangun dan membutuhkan sesuatu Keysa dapat langsung terbangun.
Nathan terbangun dari
tidurnya karena merasa tenggorakannya sedikit kering dan ingin minum. Nathan
melihat ke kanan dan kiri namun tidak menemukan siapa pun, namun Nathan
merasakan ada sesuatu yang menyentuh tangannya. Nathan melihat Keysa yang
tengah tertidur sambil menggenggam tangannya, namun genggaman itu sedikit
longgar karena Keysa sudah tertidur. Nathan dapat melihat jelas wajah Keysa
yang tertidur dengan sangat damai walaupu dengan posisi yang seperti itu.
Hati Nathan terenyuh
melihat perempuan yang dia cintai itu, sebenarnya dia juga tidak tega untuk
bersikap dingin terhadap Keysa namun dia tetap harus melakukan itu untuk
kebaikan Keysa. Spontan tangan Nathan terangkat hendak mengelus pucuk kepala
__ADS_1
Keysa, namun gerakannya terhenti ketika melihat cincin tunangan yang sudah dia
lepas, terpasang kembali di jari manisnya hal itu membuat hati Nathan
tersentuh, sehingga air matanya kembali menetes dan Nathan menangis di dalam
diam agar Keysa tidak mendengarnya. Dan Nathan mungkin tidak akan pernah merasakan bagaimana kehidupan rumah tangga yang sudah diidamkannya selama ini.
Tangan Nathan menyentuh pucuk kepala Keysa
dan mengelusnya dengan sangat lembut.
“Maafin aku Key…maafin
aku” ucap Nathan sambil terus mengusap rambut Keysa dengan sangat lembut.
Keysa yang merasa
kepalanya disentuh, tiba-tiba saja terbangun dan melihat bekas air mata dipipi
Nathan.
“Ada yang sakit Nat? Aku
panggilin dokter ya” ucap Keysa panik yang mengira Nathan menangis karena
merasa kesakitan.
“Bentar ya aku panggilin
dokter”
Nathan memegang tangan
Keysa yang hendak beranjak dari duduknya dan pergi memanggil dokter.
“Kenapa kamu ngelakuin
semua ini Key?” tanya Nathan tiba-tiba
“M-maksud kamu Nat?”
“Kenapa kamu masih baik
sama aku, disaat aku udah nyakitin kamu. Dan…kenapa kamu masih kembali disaat
aku sudah membatalkan pertunangan kita. Kenapa Key?” ucap Nathan dengan suara
nya yang terdengar sudah bergetar.
“Aku...aku sayang sama
kamu Nat. Apa aku butuh alasan lain supaya aku bisa tetap nemanin kamu disini?”
“Tapi Kenapa Key? Kenapa? Aku
ini cuma laki-laki penyakitan yang umurnya mungkin sebentar lagi. Bahkan aku ga
pantas sama kamu Key. Aku hanya akan jadi beban buat kamu Key” ucap Nathan yang
air matanya sudah menetes kembali
Keysa menggenggam erat
tangan Nathan.
“Kalau aku ngerasa kamu
jadi beban buat aku, sekarang aku ga mungkin ada disini jagain kamu. Kalau aku
ngerasa kamu ga pantas buat aku, aku ga mungkin akan balik lagi kesini. Jadi
stop Nat, jangan bicara seperti itu lagi. Aku disini ada buat kamu, aku disini
akan nemanin kamu. Aku ngelakuin ini karena aku tulus sayang sama kamu. Kita
sama-sama jalanin ini semua”
“Dan aku juga berharap
untuk kedepannya cincin ini akan selalu terpasang di jari manis kamu”
Mendengar ucapan Keysa
yang terdengar begitu tulus, membuat Nathan tersentuh dan seketika tangisnya
pecah. Keysa tergerak dan langsung memeluk Nathan.
“Maafin aku Key, maafin
aku hiks…hiks. Aku udah banyak buat salah sama kamu hiks…hiks”
“Its oke Nat, aku udah
maafin kamu kok. Sekarang kamu hanya perlu fokus untuk sembuh dan aku akan
hanya fokus kepada kamu Nat”
__ADS_1
......................